home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Mengulas Berbagai Manfaat dan Bahaya Masturbasi yang Terlalu Sering

Mengulas Berbagai Manfaat dan Bahaya Masturbasi yang Terlalu Sering

Setiap orang punya cara masing-masing untuk mengeksplorasi tubuhnya sendiri. Salah satu upaya yang rata-rata pernah dilakukan setiap orang adalah onani alias masturbasi. Tak hanya pria, ternyata banyak pula wanita yang juga melakukan seks solo ini. Sayangnya, masturbasi kerap dianggap sebagai tindakan tabu sehingga beredar juga mitos-mitos tentang aktivitas seks ini.

Agar tidak salah kaprah, mari kupas tuntas mengenai masturbasi atau onani, mulai dari manfaat hingga bahayanya untuk kesehatan jika dilakukan secara berlebihan.

Apa itu masturbasi (onani)?

suka masturbasi

Onani atau masturbasi adalah aktivitas yang dilakukan untuk mendapatkan kenikmatan seksual dengan cara menyentuh alat kelamin sendiri.

Masturbasi ini umumnya bertujuan untuk mencapai titik klimaks, atau yang disebut juga dengan orgasme.

Aktivitas yang dilakukan saat onani umumnya bervariasi, mulai dari menyentuh, mengelus, hingga memijat alat kelamin.

Onani atau masturbasi adalah aktivitas seksual yang umum dilakukan oleh sebagian besar orang.

Hal ini dibuktikan dalam sebuah studi dari JAMA Pediatrics, yakni sebanyak 73,8% pria dan 48,1% pernah bermasturbasi.

Selain itu, diperkirakan 62,6% pria sudah melakukan masturbasi sejak usia 14 tahun dan 80% wanita mencoba melakukannya sejak usia 17 tahun.

Orang-orang bermasturbasi dengan berbagai tujuan. Ada yang ingin merasa lebih rileks, mengenali tubuhnya dengan lebih baik, hingga sebagai pelampiasan hasrat seksual.

Melampiaskan nafsu seks dengan melakukan masturbasi umumnya dilakukan oleh orang-orang yang belum menikah sehingga belum memiliki pasangan untuk melakukan aktivitas seksual bersama.

Ada orang yang sering bermasturbasi, ada yang jarang, dan tak sedikit pula yang tidak melakukannya sama sekali.

Aktivitas ini tergolong privat dan merupakan keputusan pribadi sehingga tidak ada cara yang “benar” atau “salah”.

Akan tetapi, seks solo ini bisa menjadi masalah apabila Anda melakukannya dengan tidak terkendali.

Ya, kebiasaan bermasturbasi yang mengganggu kehidupan sehari-hari atau memengaruhi kualitas seks dengan pasangan sudah tergolong tidak wajar.

Apa manfaat masturbasi (onani) untuk kesehatan?

Meski banyak orang yang menganggapnya tabu, onani atau masturbasi adalah kegiatan yang normal.

Sejatinya, bermasturbasi adalah pengalaman aktivitas seksual pertama yang dimiliki, baik oleh pria maupun wanita.

Sayangnya, anggapan onani sebagai aktivitas seks yang negatif menyebabkan banyak mitos menyesatkan beredar di masyarakat.

Ada yang bilang masturbasi mengakibatkan ketidaksuburan, memperkecil ukuran penis, hingga menyebabkan kebutaan. Semua mitos tersebut sama sekali tidak benar.

Nyatanya, onani atau masturbasi yang dilakukan dalam batas wajar memberikan berbagai manfaat untuk kesehatan Anda.

Beberapa manfaat onani atau masturbasi di antaranya adalah:

1. Melepaskan hasrat seksual

Banyak orang yang mungkin tidak bisa melepas gairah seksualnya dengan cara berhubungan seks.

Hal ini biasanya terjadi karena belum menikah, ada kondisi kesehatan tertentu, atau pasangan harus pergi dalam waktu lama.

Nah, solusi yang bisa dilakukan untuk melepaskan hasrat tersebut adalah dengan masturbasi atau onani.

Dengan begitu, Anda tetap bisa mencapai kenikmatan seksual tanpa perlu berhubungan intim dengan orang lain.

2. Mengurangi stres dan rasa sakit

Aktivitas seksual apa saja, termasuk onani, yang diakhiri dengan orgasme akan membantu tubuh melepaskan endorfin.

Endorfin adalah senyawa kimia yang dapat menimbulkan rasa senang serta meredakan rasa sakit.

Inilah mengapa bermasturbasi dapat membantu meringankan stres, terutama jika dilakukan hingga mencapai orgasme.

Bahkan, menurut laman Planned Parenthood, beberapa wanita melakukan onani selama masa menstruasi untuk mengurangi rasa nyeri.

3. Membantu “mengenal” diri sendiri

Tak semua orang langsung mengetahui apa yang disukai dan tidak disukai saat berhubungan seks, khususnya jika belum pernah melakukannya.

Itu sebabnya, cara yang bisa dilakukan untuk menjelajahi dan memahami tubuh Anda secara lebih baik adalah dengan masturbasi atau onani.

4. Memperbaiki kualitas seks dengan pasangan

Seperti yang dijelaskan di atas, masturbasi atau onani membantu Anda mengenali tubuh Anda lebih baik.

Dari sinilah Anda juga bisa memberi tahu pasangan Anda bagian tubuh mana saja yang mudah dirangsang secara seksual.

Hubungan Anda dan pasangan di ranjang pun menjadi semakin hangat dan menyenangkan.

5. Mencegah berbagai penyakit

Karena aktivitas seksual yang satu ini tidak melibatkan hubungan seks dengan orang lain, Anda dapat terhindar dari berbagai penyakit menular seksual.

Selain itu, sebuah studi dari jurnal European Urology menyebutkan bahwa pria yang berejakulasi lebih sering dalam sehari dapat terhindar dari risiko terkena kanker prostat.

Apa bahaya onani jika tidak dilakukan dengan benar?

kenapa penis ereksi di pagi hari

Sebenarnya, tidak ada cara yang benar atau salah dalam melakukan onani.

Namun, beberapa teknik bermasturbasi yang kurang tepat atau berlebihan berisiko membahayakan kesehatan Anda dan organ intim di bawah sana.

Berikut adalah beberapa bahaya onani atau masturbasi yang mungkin terjadi jika dilakukan secara berlebihan:

1. Penis terluka

Meskipun onani tidak akan menimbulkan penyakit kelamin, seks solo yang berlebihan ini dapat menyebabkan iritasi kulit penis.

Penis patah memang jarang terjadi, tetapi hal ini kemungkinan bisa terjadi saat penis yang tengah ereksi membentur objek keras selama onani.

Alhasil, penis kemudian bengkok dan iritasi di bagian kulitnya.

Hal yang sama juga berlaku saat Anda memaksa membelokkan penis yang tengah ereksi saat onani atau masturbasi.

Ini dapat menyebabkan luka yang berdarah dan berpotensi memicu penis patah.

2. Iritasi dan infeksi

Kemungkinan untuk terkena penyakit menular seksual memang sangatlah kecil saat Anda beronani.

Akan tetapi, ada kemungkinan alat kelamin terkena iritasi dan infeksi jika Anda tidak menjaga kebersihan selama bermasturbasi.

Ambil contoh, iritasi bisa terjadi jika kulit kelamin Anda sensitif dengan produk yang digunakan saat bermasturbasi, seperti losion, petroleum jelly, atau minyak.

Iritasi juga berisiko muncul ketika kelamin Anda kurang mendapat pelumas dan onani dilakukan terlalu kasar.

Sementara itu, pada wanita, infeksi kemungkinan terjadi jika sesuatu yang menyentuh anus Anda sebelumnya dimasukkan ke dalam vagina.

Hal ini berisiko menyebabkan infeksi pada vagina.

Jika kecanduan onani, apa ciri-cirinya?

kecanduan pornografi

Beberapa ahli berpendapat bahwa tidak masalah melakukan onani atau masturbasi sesering mungkin.

Hanya saja, hal ini bisa menjadi kondisi yang berbahaya jika dilakukan terlalu sering dan memengaruhi berbagai aspek kehidupan Anda.

Dalam dunia medis, kondisi kecanduan yang berkaitan dengan aktivitas seksual tergolong dalam perilaku kompulsif seksual.

Menurut Mayo Clinic, perilaku ini ditandai dengan dorongan, fantasi, atau perilaku seksual yang sulit dikendalikan.

Perilaku kompulsif tersebut juga terlihat menimbulkan stres, serta berdampak buruk pada kesehatan, pekerjaan, hubungan sosial, atau aspek kehidupan lainnya.

Berikut adalah ciri-ciri kecanduan onani atau masturbasi yang perlu Anda waspadai:

  • Memiliki dorongan, fantasi, serta perilaku seksual yang muncul terlalu sering, dan Anda merasa hal tersebut sudah tidak bisa dikontrol.
  • Merasa bersalah setelah melepaskan hasrat seksual tersebut.
  • Mencoba mengurangi aktivitas seksual tersebut, tetapi gagal.
  • Menggunakan onani sebagai pelarian dari masalah lain, seperti kesepian, depresi, kecemasan, atau stres.
  • Mengalami kesulitan menjaga dan membangun hubungan yang stabil dengan orang lain.

Jika salah satu atau beberapa gejala di atas sudah Anda alami, sebaiknya periksakan diri ke dokter atau psikolog.

Memeriksakan diri ke dokter atau psikolog dapat menjadi jalan keluar untuk mengendalikan kecanduan seksual yang Anda miliki.

Penyebab kecanduan masturbasi (onani)

Kecanduan onani yang berlebihan dan tergolong sebagai perilaku seksual kompulsif biasanya berkaitan dengan kondisi medis serta faktor-faktor eksternal lainnya.

Berikut beberapa penyebab kecanduan onani:

  • Ketidakseimbangan senyawa kimia dalam otak.
  • Adanya penyakit tertentu yang memengaruhi otak.
  • Kemudahan dalam mengakses konten berbau seksual.
  • Penyalahgunaan alkohol dan obat-obatan.
  • Kondisi mental tertentu, seperti depresi atau gangguan kecemasan.

Kecanduan seksual adalah kondisi yang cukup sulit untuk dideteksi tanpa bantuan tenaga profesional.

Pasalnya, tidak mudah untuk menentukan apakah perilaku seksual seseorang termasuk normal atau bermasalah.

Onani atau masturbasi adalah aktivitas seksual yang normal selagi Anda melakukannya dalam batas wajar.

Tidak ada yang salah dalam memberikan kenikmatan untuk diri sendiri, jadi Anda tidak perlu merasa bersalah.

Namun, apabila Anda merasa aktivitas seksual yang Anda lakukan sudah mulai mengganggu keseharian Anda, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter atau psikolog.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Masturbation – Planned Parenthood. (n.d.). Retrieved January 27, 2021, from https://www.plannedparenthood.org/learn/teens/sex/masturbation 

Is masturbation good for you? – Planned Parenthood. (n.d.). Retrieved January 27, 2021, from https://www.plannedparenthood.org/learn/teens/sex/masturbation/masturbation-good-you 

I’m often aroused during my period. Is it okay to masturbate? – Planned Parenthood. (2020). Retrieved January 27, 2021, from https://www.plannedparenthood.org/learn/teens/ask-experts/will-anything-happen-if-i-masturbate-while-i-am-on-my-period-because-it-seems-i-am-extremely-aroused-while-im-on-my-period-or-about-to-start-2 

Am I masturbating too much and can it be bad for me? – NHS. (2018). Retrieved January 27, 2021, from https://www.nhs.uk/common-health-questions/sexual-health/am-i-masturbating-too-much-and-can-it-be-bad-for-me/ 

Is masturbation normal? – NHS. (2018). Retrieved January 27, 2021, from https://www.nhs.uk/common-health-questions/sexual-health/is-masturbation-normal/ 

What is masturbation, and how do you do it? – Sex, Etc. (n.d.). Retrieved January 27, 2021, from https://sexetc.org/info-center/post/what-is-masturbation-and-how-do-you-do-it/ 

Sex Addiction Treatment – American Addiction Centers. (2020). Retrieved January 27, 2021, from https://americanaddictioncenters.org/sex-addiction 

Compulsive sexual behavior – Mayo Clinic. (2020). Retrieved January 27, 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/compulsive-sexual-behavior/symptoms-causes/syc-20360434 

Masturbation Q&A – St. Bartholomew’s Medical Centre. (n.d.). Retrieved January 27, 2021, from https://www.sbmc.org.uk/syndication/live-well/sexual-health/masturbation-faqs 

Robbins, C. (2011). Prevalence, Frequency, and Associations of Masturbation With Partnered Sexual Behaviors Among US Adolescents. Archives Of Pediatrics & Adolescent Medicine, 165(12), 1087. https://doi.org/10.1001/archpediatrics.2011.142 

Kaestle, C. E., & Allen, K. R. (2011). The role of masturbation in healthy sexual development: perceptions of young adults. Archives of sexual behavior, 40(5), 983–994. https://doi.org/10.1007/s10508-010-9722-0 

Rider, J. R., Wilson, K. M., Sinnott, J. A., Kelly, R. S., Mucci, L. A., & Giovannucci, E. L. (2016). Ejaculation Frequency and Risk of Prostate Cancer: Updated Results with an Additional Decade of Follow-up. European urology, 70(6), 974–982. https://doi.org/10.1016/j.eururo.2016.03.027

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Shylma Na'imah Diperbarui 01/04/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.