Ternyata Begini Cara Masturbasi yang Sehat untuk Penis

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 12 November 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Masturbasi atau onani masih dipandang sebagai topik yang tabu oleh sebagian kalangan. Onani adalah rangsangan diri ke alat kelamin untuk mencapai kenikmatan dan gairah seksual. Menurut sisi medis, aktivitas ini normal dan aman untuk dilakukan untuk mengatasi ketegangan seksual dan stres. Meski begitu, cara onani yang sehat sesuai medis tetap perlu dipahami agar tidak membahayakan kesehatan seksual Anda.

Apa yang dilakukan pria saat onani?

  • Onani melibatkan hasrat atau gairah seksual untuk menyentuh alat kelamin.
  • Kebanyakan kaum pria melakukannya dengan memegang kemaluan menggunakan tangan.
  • Para pria umumnya menggenggam atau meremas batang kemaluan dengan satu tangan atau di antara ibu jari dan jari tengah.
  • Sentuhan pertama ke kemaluan dilakukan secara perlahan-lahan. Hingga hasrat seksual memuncak yang menyebabkan gerakan tangan ke penis makin cepat.
  • Ketika mencapai puncak gairah seksual (orgasme), pria akan mengalami ejakulasi. Ejakulasi adalah keluarnya semen atau air mani, yaitu cairan pembawa sel-sel sperma. Air mani yang dikeluarkan umumnya sebanyak 5 ml, tapi bisa lebih banyak apabila pria tidak berejakulasi dalam kurun waktu tertentu.
  • Pada kasus tertentu, kaum pria berimajinasi seksual ketika beronani.

Bagaimana cara onani yang sehat dan benar?

Meskipun onani masih dianggap tabu, pandangan ini perlahan-lahan berubah seiring adanya fakta bahwa onani merupakan aktivitas seksual yang paling aman. Hal ini karena tidak melibatkan hubungan badan sehingga meminimalkan penyebaran penyakit kelamin dan menghindari kehamilan.

Tidak ada cara yang benar atau salah dalam melakukan onani. Namun, untuk menghindari hal-hal yang berbahaya. Pria harus mengetahui bagaimana cara onani yang sehat terutama tidak membahayakan penis atau diri Anda.

  • Jangan lakukan onani di tempat yang sempit dan jorok seperti toilet atau  WC umum atau tempat-tempat umum lainnya. Tempat ini berpotensi sebagai tempat bakteri dan virus pembawa penyakit.
  • Aktivitas ini sangat pribadi usahakan melakukannya di tempat yang tidak diketahui oleh orang lain. Anda harus menjaga privasi. Hal ini akan mempengaruhi psikologi orang lain ataupun Anda.
  • Hindari membawa orang lain saat Anda sedang onani. Perlu diketahui, onani yang melibatkan orang lain atau pasangan berisiko menularkan penyakit kelamin. Hal ini bisa terjadi jika ada kontak langsung dengan penderita penyakit kelamin atau tercampurnya cairan sperma dari satu orang ke yang lainnya.
  • Siapkan tissue, kain, atau benda-benda lembut yang dapat digunakan jika Anda perlu. Jangan menggunakan benda sembarangan terutama benda kotor atau yang cenderung membahayakan penis.
  • Pastikan tangan Anda dalam keadaan bersih untuk menjaga kebersihan area genital.
  • Lakukan perlahan. Sentuhan dan gesekan yang berulang-ulang secara kasar dapat mengakibatkan nyeri, memar, dan luka pada alat kemaluan. Kemungkinan cedera terburuk yang bisa terjadi pada alat kelamin diakibatkan oleh onani yang terlalu bersemangat.
  • Lakukanlah dengan posisi yang paling nyaman dan aman untuk Anda. Hindari posisi yang membahayakan penis atau meningkatkan risiko cedera.

Cara onani yang keliru bisa menyebabkan gangguan pada kesehatan Anda. Hal ini juga dapat mengganggu kualitas hubungan pribadi, kehidupan sosial, bahkan merusak alat kelamin. Konsultasikan kepada dokter untuk mendapatkan penanganan terbaik.

Kalkulator Masa Subur

Ingin Cepat Hamil? Cari tahu waktu terbaik untuk bercinta dengan suami lewat kalkulator berikut.

Kapan Ya?
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kopi untuk Kemampuan Seks, Bermanfaat atau Sebaliknya?

Anda mungkin sudah sering minum kopi untuk menyegarkan pikiran. Namun, tahukah Anda bahwa ternyata ada manfaat kopi untuk seks?

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Seksual, Tips Seks 30 Desember 2020 . Waktu baca 3 menit

Psstt… Curhat ke Psikolog Bisa Membantu Mengatasi Masalah Ejakulasi Dini

Ejakulasi dini bisa disebabkan oleh faktor-faktor psikologis. Jadi terapi dengan psikolog akan membantu mengatasi ejakulasi dini. Begini langkah-langkahnya.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Pria, Impotensi 26 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit

Mitos dan Fakta Masturbasi di Masa Pandemi COVID-19

Masturbasi berlebihan bisa berakibat perubahan pada perubahan fisik, psikologis, dan sosial seseorang, bedakan antara mitos dan fakta.

Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Kesehatan Seksual, Tips Seks 24 Desember 2020 . Waktu baca 3 menit

Priapismus

Penderita priapismus akan mengalami ereksi berkepanjangan selama berjam-jam tanpa kehendaknya sendiri. Mengapa itu bisa terjadi? Bisakah disembuhkan?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Kesehatan Pria, Penyakit pada Pria 22 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

setelah seks

4 Hal yang Harus Langsung Dilakukan Wanita Setelah Seks

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 14 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Trikomoniasis

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 2 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
ejakulasi dini

Ejakulasi Dini

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 2 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit
impoten atau disfungsi ereksi

Impoten (Disfungsi Ereksi)

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 2 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit