Tidak banyak orang tahu bahwa berhubungan intim merupakan aktivitas yang efektif membakar kalori dan mendukung penurunan berat badan. Lantas, bagaimana cara bercinta yang bisa menurunkan berat badan? Simak informasi lengkapnya di bawah ini.
Tidak banyak orang tahu bahwa berhubungan intim merupakan aktivitas yang efektif membakar kalori dan mendukung penurunan berat badan. Lantas, bagaimana cara bercinta yang bisa menurunkan berat badan? Simak informasi lengkapnya di bawah ini.

Ya, sering berhubungan bisa membantu menurunkan berat badan. Ketika bercinta, tubuh Anda akan melakukan berbagai aktivitas fisik yang mirip dengan olahraga kardio.
Aktivitas ini dapat meningkatkan detak jantung dan membuat tubuh berkeringat. Otot-otot tubuh juga aktif bekerja, terutama otot inti, panggul, paha, dan lengan.
Studi dalam jurnal PLoS ONE (2013) menemukan bahwa berhubungan intim mampu membakar sejumlah kalori tubuh dalam tingkatan yang berbeda antara pria dan wanita.
Diketahui bahwa pria rata-rata membakar sekitar 101 kalori atau 4,2 kalori per menit dan wanita rata-rata membakar sekitar 69 kalori atau 3,1 kalori per menit selama berhubungan.
Meski begitu, hasil tersebut akan tergantung juga pada seberapa lama durasi bercinta serta apa saja yang Anda lakukan bersama pasangan saat bercinta.
Bercinta juga tergolong aktivitas menyenangkan yang mampu mengurangi stres, dan stres merupakan salah satu faktor penyebab berat badan susah turun.

Hubungan intim yang sehat dan menyenangkan bisa membantu membakar kalori lebih banyak.
Berikut ini adalah beberapa cara bercinta untuk membantu menurunkan berat badan yang bisa Anda coba bersama pasangan.
Berikan perhatian lebih pada sesi berciuman. Ciuman yang mendalam dan penuh gairah dapat meningkatkan detak jantung yang serupa dengan pemanasan saat berolahraga.
Berciuman saja sudah mampu membakar 2–6 kalori setiap menitnya. Alhasil, makin lama Anda mencium pasangan, makin banyak pula kalori tubuh yang terbakar.
Foreplay adalah waktu penting untuk membangkitkan hasrat seksual. Sentuhan dan eksplorasi tubuh mampu menciptakan kedekatan emosional antara Anda dan pasangan.
Tak hanya itu, melakukan foreplay bisa membuat tubuh lebih aktif. Aktivitas ini setidaknya akan membakar 58–80 kalori dalam satu jam.
Angka ini pun setara dengan berjalan kaki sejauh 1,5 kilometer atau olahraga selama 23 menit.
Beberapa posisi bercinta membutuhkan lebih banyak gerakan. Itu artinya, terdapat lebih banyak kalori yang terbakar selama sesi berhubungan intim.
Beberapa gaya bercinta, seperti cowgirl atau doggy style, memungkinkan pasangan yang berada di atas untuk menjadi lebih aktif serta lebih banyak menggunakan otot inti dan paha.
Tarikan napas yang dalam dan desahan selama berhubungan juga dapat membantu membakar sekitar 18–30 kalori dalam setiap sesinya.
Cara bercinta lainnya yang bisa menurunkan berat badan adalah mencoba berbagai gaya bercinta dengan pasangan dalam satu sesi berhubungan intim.
Tak hanya menyenangkan, hal ini juga membuat tubuh Anda dan pasangan bekerja lebih keras.
Perubahan posisi bercinta ini melibatkan pergerakan seluruh tubuh yang selanjutnya membantu membakar lebih banyak kalori.
Makin lama dan intens aktivitas bercinta, makin banyak pula kalori yang terbakar. Jika biasanya sesi bercinta berlangsung 15–20 menit, cobalah tingkatkan hingga 30 menit.
Tak ada salahnya bagi Anda dan pasangan untuk bercinta berkali-kali dalam semalam. Namun, perhatikan ketahanan tubuh, kondisi kesehatan, dan gairah seksual masing-masing.

Posisi bercinta yang melibatkan otot besar dan gerakan yang dinamis bisa membakar kalori lebih banyak dibandingkan dengan posisi lainnya.
Dengan cara ini, Anda dapat menjadikan bercinta sebagai salah satu aktivitas yang menyenangkan untuk menurunkan berat badan.
Berikut ini adalah beberapa posisi berhubungan intim yang dapat Anda coba bersama pasangan.
Gaya misionaris adalah posisi bercinta paling umum dilakukan oleh banyak pasangan. Posisi ini melibatkan gerakan pinggul yang konstan, terutama untuk pria.
Melakukan gaya misionaris selama 30 menit dapat membakar 100 kalori pada pria dan sekitar 50 kalori pada wanita.
Posisi doggy style menitikberatkan pada gerakan pinggul dan punggung. Pria dapat membakar hingga 150 kalori dalam 30 menit, sedangkan wanita sekitar 75 kalori.
Posisi ini memberikan kendali penuh kepada wanita. Gerakan naik-turun melibatkan otot paha, panggul, dan inti yang bisa membakar 75–100 kalori untuk wanita dalam 30 menit.
Pria juga tetap aktif menopang tubuh pasangannya selama melakukan posisi cowgirl sehingga mampu membakar sekitar 50 kalori.
Walaupun terkesan santai, posisi spooning tetap efektif membakar kalori. Pasalnya, posisi ini memungkinkan Anda dan pasangan untuk bercinta dengan durasi yang lebih lama.
Gerakan lambat dan ritmis mampu membakar hingga 60 kalori untuk pria serta 40 kalori untuk wanita dalam 30 menit.
Bercinta sambil berdiri membutuhkan keseimbangan dan kekuatan otot inti. Terlebih, pria harus menggendong pasangannya dengan menggunakan tumpuan otot bokong dan betis.
Gaya ini ideal untuk pasangan yang ingin membakar lebih banyak kalori, yaitu hingga 150 kalori untuk pria dan 100 kalori untuk wanita.
Meski tidak ada salahnya mencoba beberapa cara bercinta yang bisa menurunkan berat badan, tentu aktivitas ini tidak dapat menggantikan manfaat olahraga yang sebenarnya.
Selain melalui hubungan intim, cobalah untuk berolahraga bersama pasangan guna meningkatkan pembakaran kalori sekaligus menambah keintiman di antara Anda berdua.
Catatan
Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.
Is sex exercise? And is it hard on the heart? (2022). Harvard Health. Retrieved December 16, 2024, from https://www.health.harvard.edu/healthbeat/is-sex-exercise-and-is-it-hard-on-the-heart
Foreplay. (2019). Play Safe – NSW Government. Retrieved December 16, 2024, from https://playsafe.health.nsw.gov.au/2018/03/19/foreplay/
Krejčová, L., Kuba, R., Flegr, J., & Klapilová, K. (2020). Kamasutra in Practice: The Use of Sexual Positions in the Czech Population and Their Association With Female Coital Orgasm Potential. Sexual Medicine, 8(4), 767-776. https://doi.org/10.1016/j.esxm.2020.07.003
Muise, A., Schimmack, U., & Impett, E. A. (2015). Sexual frequency predicts greater well-being, but more is not always better. Social Psychological and Personality Science, 7(4), 295-302. https://doi.org/10.1177/1948550615616462
Frappier, J., Toupin, I., Levy, J. J., Aubertin-Leheudre, M., & Karelis, A. D. (2013). Energy expenditure during sexual activity in young healthy couples. PLoS ONE, 8(10), e79342. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0079342
Versi Terbaru
27/12/2024
Ditulis oleh Satria Aji Purwoko
Ditinjau secara medis oleh dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa
Diperbarui oleh: Edria
Ditinjau secara medis oleh
dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa
General Practitioner · Universitas La Tansa Mashiro