Mengapa Wanita Lebih Sering Mendesah di Ranjang Dibanding Pria?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Sudah sejak lama wanita digambarkan oleh media atau literatur sebagai sosok yang gemar mendesah ketika berhubungan seks. Misalnya di film, novel, bahkan pornografi. Maka desahan wanita pun erat dikaitkan dengan kepuasan bercinta. Namun, benarkah wanita memang lebih sering mendesah di ranjang dibandingkan pria? Apa arti desahan wanita tersebut? Ini dia jawaban dari para ahli.

Siapa yang lebih sering mendesah saat berhubungan seks?

Menurut sebuah survei di Inggris, 94 persen dari ribuan wanita yang jadi peserta survei mengaku mendesah lebih sering dan lebih keras dari pasangan prianya saat berhubungan seks. Sebanyak 70 persen pria yang mengikuti survei itu juga menyatakan bahwa pasangan wanitanya mendesah saat berhubungan seks.

Penelitian lain yang dimuat dalam Archives of Sexual Behavior menunjukkan hasil serupa, yaitu wanita lebih cenderung mendesah saat berhubungan seksual jika dibandingkan dengan pria. Namun, bukan berarti pria tak memproduksi suara apapun saat bercinta. Beberapa pria juga mengeluarkan suara menggeram saat terangsang.

Mengapa wanita sering mendesah di ranjang?

Suara mendesah ketika berhubungan seks ternyata bukan cuma diproduksi oleh manusia saja. Dilansir dari Psychology Today, desahan atau jeritan saat bercinta juga bisa ditemui pada berbagai jenis primata selain manusia misalnya kera dan babun. Para ahli menilai bahwa fenomena ini terjadi karena pada manusia zaman prasejarah dan primata lainnya, suara desahan atau jeritan bisa jadi “undangan” atau panggilan untuk berhubungan seks.

Pada kera misalnya, sang betina akan memproduksi suara tertentu saat berhubungan seks sebagai bentuk pernyataan bahwa ia sedang memasuki musim kawin. Dengan begitu, kera jantan pun tahu kalau kera betina tersebut siap bereproduksi dan mau berhubungan seks dengannya. Semakin banyak kera jantan yang mendengar suara si betina, makin banyak pula kera yang akan berhubungan seks dengannya. Dengan begitu, kemungkinan hamil pun jadi lebih besar.

Begitu juga halnya dengan manusia prasejarah. Secara naluriah, seks pada zaman itu lebih ditekankan pada fungsi reproduksi. Itulah mengapa pada zaman prasejarah belum ada sistem perkawinan dengan satu orang saja seumur hidupnya. Semakin banyak laki-laki yang berhubungan seks dengannya, makin besar pula kemungkinannya memiliki anak.

Memahami arti desahan wanita

Di zaman modern ini, tentu desahan wanita memiliki arti yang berbeda. Desahan tak lagi menjadi tanda bahwa seorang wanita siap bereproduksi. Menurut penelitian, 66 persen wanita mengaku akan mendesah supaya pasangannya makin terangsang dan akhirnya mencapai orgasme. Bahkan sejumlah 87 persen mengaku mendesah hanya untuk menyenangkan pasangannya.

Ini karena laki-laki memang sering mengaitkan desahan wanita sebagai bukti bahwa ia berhasil memuaskan pasangannya. Ia pun akan merasa semakin percaya diri seolah ia sangat jago di ranjang. Padahal, desahan tersebut mungkin hanya disuarakan wanita guna menambah sensasi.

Namun, banyak juga wanita yang mendesah untuk mengekspresikan kenikmatan atau melepaskan napas. Akan tetapi bukan berarti mendesah berarti wanita sedang orgasme. Menurut seorang pakar kesehatan seksual dari Indiana University, Kristen Mark, arti desahan wanita memang masih perlu dipelajari ebih lanjut karena saat ini penelitiannya masih terbatas.

Kalkulator Masa Subur

Ingin Cepat Hamil? Cari tahu waktu terbaik untuk bercinta dengan suami lewat kalkulator berikut.

Kapan Ya?
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

6 Penyebab Urat Anda Menonjol dan Terlihat Jelas di Kulit

Urat menonjol pada permukaan kulit memang kerap ditemui pada orang berusia lanjut. Lalu apa artinya kalau masih muda sudah mengalami kondisi ini?

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan, Informasi Kesehatan 19 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Pertolongan Pertama untuk Mengatasi Keracunan Makanan

Keracunan makanan dapat berujung pada kematian. Pelajari pertolongan pertama untuk menagtasi keracunan makanan di sini sebelum terlambat.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Ivena
Pertolongan Pertama, Hidup Sehat 19 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Mengenal Fungsi Testis, Anatomi, dan Risiko Penyakit yang Menyertainya

Fungsi testis sangat penting sebagai salah satu bagian organ reproduksi pria. Kenali anatomi testis normal dan risiko penyakit yang menyertai berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Kesehatan Pria, Kesehatan Penis 19 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Semua Hal yang Penting Diperhatikan Pasca Operasi Usus Buntu

Pasca operasi usus buntu Anda tidak dianjurkan kembali beraktivitas. Anda juga perlu menghindari beberapa pantangan setelah operasi usus buntu.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Kesehatan Pencernaan, Radang Usus Buntu 19 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

suplemen herbal yang harus dihindari menjelang operasi

Hati-hati, 8 Suplemen Herbal Ini Tak Boleh Dikonsumsi Sebelum Masuk Ruang Operasi

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 20 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
kayu manis

Konsumsi Kayu Manis Berlebihan, Hati-hati Risikonya untuk Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 20 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
cara tahan lama

Berbagai Cara Agar Pria Tahan Lama Saat Berhubungan Seks

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 19 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
hidung meler

7 Penyebab Hidung Meler serta Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 19 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit