Bolehkah Berhubungan Seks Saat Sedang Sakit Flu?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 7 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Meski hanya sekedar meriang dan batuk pilek biasa, pada dasarnya berhubungan seks saat sakit tidak dianjurkan oleh dokter. Pasalnya, masih ada kemungkinan besar bahwa penyakit atau kuman bisa menular. Tapi, apa benar penyakit flu bisa ditularkan melalui sperma atau cairan vagina? Jika ya, memang seberapa cepat penyebaran penyakitnya? Nah, untuk mengetahui lebih dalamnya, mari simak penjelasan di bawah ini.

Hati-hati, flu ternyata bisa menular lewat hubungan seks

Penularan virus flu saat berhubungan seks umumnya terjadi ketika Anda atau pasangan yang sedang sakit tiba-tiba batuk atau bersin tanpa menutup mulut, sehingga menyebabkan virus berterbangan di udara terbuka yang sama-sama dihirup oleh Anda berdua. Kebiasaan batuk atau bersin yang ditutup dengan tangan pun tak lantas mencegah penularan flu saat seks.

Ann C. Palmenberg, Ph.D., seorang profesor biokimia di University of Wisconsin di Amerika Serikat, mengatakan meski flu tidak dapat ditularkan lewat cairan vagina atau air mani layaknya penyakit menular seksual pada umumnya, virus flu tetap bisa berpindah dari satu orang ke orang lainnya lewat ciuman atau sentuhan pasangan.

Sebab, meskipun Anda sudah mencuci tangan menggunakan cairan pembersih antibakteri, tetap saja hal itu tidak bisa mencegah penyebaran virus. Sebuah penelitian dari Clinical Infectious Disease mengatakan, kalau pembersih alkohol atau hand sanitizer tak serta merta 100 persen melindungi seseorang dari rhinovirus, si virus penyebab flu. Begitupun sama halnya jika Anda mengalami muntaber.

Sedangkan jika penyakit yang Anda alami adalah demam, umumnya gejala membuat Anda merasa pegal dan lelah. Jadi kemungkinan besar Anda akan sulit merasa bergairah di kala suhu tubuh Anda sedang tinggi. Yang ada, berhubungan seks saat sakit demam malah membuat tubuh Anda makin lelah sehingga demam pun semakin parah.

Seberapa cepat waktu penularan penyakit?

Durasi seberapa lama Anda bisa menyebarkan atau menularkan penyakit Anda ke orang lain akan tergantung pada penyakit yang diderita. Penyakit yang paling umum, biasanya bisa menular dalam beberapa hari pertama setelah Anda mengalami beberapa gejala seperti suhu tubuh yang meninggi.

Namun beberapa penyakit dapat menyebar selama atau bahkan sebelum Anda menyadari kalau Anda akan sakit. Misalnya influenza, bisa menular penuh 24 jam sebelum gejala flu itu sendiri mulai. Jadi Anda bisa membuat pasangan Anda sakit bahkan sebelum Anda tahu kalau Anda terkena flu.

Sebaiknya jangan berhubungan seks saat sakit

Berhubungan seks saat sakit akan membuat mood bercinta turun karena badan sedang lemas dan tidak fit untuk beraktivitas fisik. Ada baiknya Anda membicarakan masalah ini sembari meminta pasangan untuk menunda sampai suhu atau kondisi tubuh Anda normal dan sehat kembali.

Terlepas dari gairah seks yang menurun, sebaiknya tetap hindari berhubungan seks saat sakit sampai gejala flu hilang setidaknya selama 24 jam. Pasalnya, sebagian besar virus yang menyebabkan gejala ini sangat menular dan kemungkinan besar bisa menular ketika Anda melakukan kontak fisik yang intim dengan pasangan yang sedang sakit.

Hindari juga berhubungan seks saat Anda atau pasangan memiliki gejala seperti muntah atau diare. Muntaber yang disebabkan virus bisa menular lewat seks jika Anda dan pasangan terlibat dalam seks anal maupun kombinasi seks anal dan oral, seperti rimming (merangsang lubang anus dengan lidah atau bibir).

Kalkulator Masa Subur

Ingin Cepat Hamil? Cari tahu waktu terbaik untuk bercinta dengan suami lewat kalkulator berikut.

Kapan Ya?
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Waspada Brazilian Blowout, Teknik Meluruskan Rambut dengan Formalin

Smoothing sudah menjadi cara lama untuk meluruskan rambut. Sekarang ada tren Brazilian blowout dengan metode baru. Benarkah lebih aman dilakukan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Perawatan Rambut & Kulit Kepala, Kesehatan Kulit 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Cara Mengatasi Mimisan dengan Cepat, Mulai dari Bahan Alami hingga Obat Medis

Mimisan bisa terjadi pada siapa saja dan kapan saja, tapi Anda tak perlu panik. Berikut adalah berbagai obat mimisan alami yang ampuh hentikan perdarahan.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan THT, Gangguan Hidung 14 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

5 Penyebab Bercak Putih di Puting Susu dan Cara Mengatasinya

Pernahkah Anda memiliki bintik atau bercak putih di puting susu atau sekitarnya? Tak usah khawatir, kenali penyebab dan cara mengatasinya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Kesehatan Wanita, Penyakit pada Wanita 14 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Payudara Terasa Sakit, Apa Penyebabnya Selalu Kanker?

Penyebab payudara sakit kerap dikaitkan dengan kanker. Namun, apakah anggapan itu benar? Bagaimana penjelasan lengkapnya?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Kanker Payudara, Kanker 14 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara merangsang istri

Untuk Para Suami, Ini 10 Trik Memanjakan Istri Agar Lebih Bergairah

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
telat datang bulan

Berapa Lama Telat Datang Bulan Dapat Menjadi Pertanda Kehamilan?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
mengatasi kesepian

5 Langkah Mengatasi Kesepian, Agar Hidup Lebih Semangat

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
sakit kepala setelah keramas

Tiba-tiba Sakit Kepala Setelah Keramas, Apa Penyebabnya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit