home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Apa Itu Seks Menurut Pandangan Pria dan Wanita?

Apa Itu Seks Menurut Pandangan Pria dan Wanita?

Anda mungkin pernah bertanya-tanya, apa itu seks di mata pria dan wanita. Sebagian besar orang meyakini bahwa berhubungan intim bagi wanita adalah tentang cinta, sedangkan pria bercinta untuk mendapatkan kepuasan. Apakah ini benar? Simak penjelasannya di bawah ini.

Apa itu seks?

Aktivitas seksual merupakan bagian dari kehidupan manusia. Cinta, kasih sayang, dan keintiman berperan besar dalam hubungan yang sehat dari masa kanak-kanak hingga dewasa.

Bicara soal definisi seks itu sendiri, World Health Organization menyebutkan bahwa seks merujuk pada karakter biologis yang membedakan antara pria dan wanita.

Namun, di Indonesia, kata ‘seks’ atau sex sering kali berarti aktivitas seksual yang melibatkan keintiman serta kepuasan.

Aktivitas seksual tersebut kemudian diartikan bermacam-macam, tergantung dari sudut pandang seseorang.

Pria dan wanita pun disebut-sebut memiliki pandangan berbeda dalam memaknai apa itu seks. Ini mungkin karena cara kerja otak pria dan wanita yang memang tidak sama.

Seks di mata wanita

Seks lewat telepon

Banyak wanita yang menganggap aktivitas seksual adalah bentuk terdalam dari cinta dan koneksi. Namun, tak sedikit pula wanita yang berpikiran sebaliknya alias sangat berorientasi sex.

Secara umum, wanita memulai hubungan intim dengan pikiran. Maksudnya, pemikiran tentang sex, seperti berfantasi, mengingat, dan membayangkan seks lebih membuat mereka terangsang.

Selain itu, berikut hal-hal yang dianggap penting dalam memaknai apa itu seks di mata wanita.

  • Merasa diinginkan juga menjadi hal penting dalam memaknai hubungan intim di mata wanita. Ketika mereka merasa diidam-idamkan oleh pasangan, saat itulah mereka bergairah.
  • Wanita lebih mendambakan kenyamanan dari pasangannya ketika melakukan aktivitas seksual.
  • Keamanan secara emosional dibutuhkan oleh kebanyakan wanita sebelum hubungan intim dimulai.
  • Menurut wanita, seks adalah bagian dari cinta yang dibagikan ke pasangan, tapi bukan faktor utama.

Tak hanya keempat poin yang telah disebutkan, wanita juga cenderung akan melakukan hubungan seksual, meski mereka tidak menginginkannya.

Wanita sering kali mengenali kebutuhan seks pasangannya dan ingin memenuhinya. Namun, bukan berarti wanita akan merasa terpaksa melakukan hubungan intim hanya demi memuaskan pasangan.

Jika sudah terlibat dalam hubungan intim, wanita bisa juga menemukan kepuasaan, meski tanpa orgasme seperti pria.

Seks di mata pria

tips seks

Jika wanita terangsang dengan pikiran, ingatan, atau perasaan, pria menganggap keadaan fisik sebagai hal penting dalam memaknai apa itu seks.

Bagi pria, melihat pasangannya tanpa busana sudah mampu membuat mereka terangsang dan menginginkan aktivitas seksual.

Seorang terapis sex profesional, Laurie Watson, dalam Psychology Today menyebutkan bahwa pria menganggap seks sebagai rasa lapar dan mereka selalu ingin kenyang.

Menurutnya, aktivitas seksual bagi pria harus penuh dengan variasi dan kejutan. Mereka akan terpikat dan merasa senang jika menemukan hal baru.

Meskipun begitu, bukan berarti pria tak akan pernah menolak untuk melakukan hubungan intim. Gangguan emosional, seperti pertengkaran dengan pasangan, juga bisa menurunkan gairah pria.

Selain yang telah disebutkan di atas, berikut ini hal-hal yang dianggap penting oleh pria dalam memaknai apa itu seks.

  • Hubungan intim bagi pria adalah energi tambahan dalam menjalani hidup. Dengan hubungan intim, pria merasa lebih memiliki potensi dan kegembiraan.
  • Berhubungan intim bagi pria adalah petualangan hidup yang paling mendebarkan.
  • Aktivitas seksual adalah cara mereka memberikan dan membuktikan cinta pada pasangan. Pria rela mengasah kemampuan seksnya hanya untuk membahagiakan sang kekasih.
  • Berhubungan intim membuat pria merasa pulang ke rumah setelah menghadapi berbagai rintangan di kehidupannya.

Mengapa pandangan pria dan wanita berbeda tentang seks?

Perubahan badan setelah berhubungan seksual

Cara kerja otak pria dan wanita yang berbeda mungkin menyebabkan perbedaan memaknai apa itu seks di antara keduanya.

Pria disebut tidak memiliki koneksi yang baik tentang hal-hal yang melibatkan perasaan atau emosi, sedangkan wanita sebaliknya.

Meskipun begitu, bicara soal hubungan intim dan kepuasan, sebenarnya tidak ada yang benar ataupun salah karena setiap orang memiliki kecenderungannya masing-masing.

Kepuasan seksual yang Anda tetapkan mungkin akan berbeda dengan kepuasan seksual yang berlaku orang lain, begitu pun sebaliknya.

Hal itulah yang menyebabkan setiap orang, pria ataupun wanita, memiliki kriteria tersendiri dalam mencari pasangan.

Kriteria tersebut pun biasanya berhubungan dengan kebutuhan fisik (termasuk soal memaknai apa itu seks) dan emosional.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

WHO | Gender and human rights. (2021). Retrieved 15 June 2021, from https://www.who.int/reproductivehealth/topics/gender_rights/sexual_health/en/

Sexual health Sexual health basics. (2021). Retrieved 15 June 2021, from https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/sexual-health/basics/sexual-health-basics/hlv-20049432

What is Sex? | Sex and Pleasure. (2021). Retrieved 15 June 2021, from https://www.plannedparenthood.org/learn/sex-pleasure-and-sexual-dysfunction/sex-and-pleasure

Ingalhalikar, M., Smith, A., Parker, D., Satterthwaite, T., Elliott, M., & Ruparel, K. et al. (2013). Sex differences in the structural connectome of the human brain. Proceedings Of The National Academy Of Sciences, 111(2), 823-828. doi: 10.1073/pnas.1316909110

What Sex Really Means to Women. (2021). Retrieved 15 June 2021, from https://www.psychologytoday.com/us/blog/married-and-still-doing-it/201708/what-sex-really-means-women

The Truth About Men and Sex. (2021). Retrieved 15 June 2021, from https://www.psychologytoday.com/intl/blog/married-and-still-doing-it/201708/the-truth-about-men-and-sex

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Fajarina Nurin Diperbarui 15/06/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.