Mengenal Efek Pingpong, Ketika Pasutri Bolak-balik Kena Penyakit Kelamin

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 29 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Tentunya, tidak ada orang yang ingin mengalami penyakit menular seksual (PMS). Penyakit yang juga dikenal dengan istilah penyakit kelamin ini termasuk dalam infeksi yang ditularkan melalui aktivitas seksual. Meski sudah menjadi pasangan suami istri (pasutri), bukan tidak mungkin Anda terkena penyakit kelamin. Pada kenyataannya, banyak pasutri yang justru berkali-kali kena penyakit kelamin. Fenomena ini dikenal dengan istilah efek pingpong. Maka, sangat penting untuk tetap melakukan pemeriksaan kesehatan bersama-sama dengan pasangan.

Periksa berdua, jangan cuma sendiri

Melakukan pemeriksaan penyakit kelamin adalah hal yang wajib dilakukan setiap orang, terutama Anda yang aktif secara seksual.

Anda mungkin berpikir kalau pemeriksaan seperti ini hanya cocok dijalani oleh orang yang berisiko, misalnya orang yang sering gonta-ganti pasangan  seksual atau yang melakukan hubungan seks berisiko.

Pada kenyataannya, penyakit kelamin bisa dialami oleh siapa saja, bahkan pada pasutri yang berhubungan seks dengan aman sekalipun. Ini karena penyakit kelamin tidak hanya ditularkan melalui hubungan seksual saja. Contohnya ketika Anda mencium kerabat atau keponakan yang mengidap herpes oral saat acara reuni keluarga. Anda berisiko tertular virus herpes simplex. Virus ini bisa berkembang jadi herpes genital, yaitu infeksi herpes yang menyerang alat kelamin.

Namun, tidak cukup kalau Anda berobat ke dokter sendirian saja. Pasangan Anda juga harus diajak periksa, meskipun pasangan belum merasakan gejala apa pun. Karena hubungan intim melibatkan dua orang, maka pemeriksaan dan pengobatan untuk penyakit kelamin juga melibatkan dua orang.

Kalau Anda periksa ke dokter tanpa pasangan, Anda berdua berisiko mengalami efek pingpong, yaitu ketika penyakit kelamin tertentu tidak benar-benar disembuhkan, tapi hanya “dioper-oper” dari suami ke istri, lalu dari istri kembali ke suami, begitu seterusnya.

Memahami efek pingpong pada penyakit kelamin  

Efek pingpong adalah kondisi di mana penyakit kelamin yang diidap oleh suami kemudian ditularkan pada istri (atau sebaliknya, tak jadi soal siapa duluan yang kena penyakit tersebut dan menularkannya). Dari sang istri, nanti penyakit tersebut ditularkan kembali pada suami yang tadinya sudah sembuh.

Kemudian begitu seterusnya, dari suami yang kena lagi akan menular lagi ke istrinya. Persis seperti main pingpong, di mana bola pingpong hanya dioper ke satu sama lain.

mencuri waktu berhubungan seks

Bagaimana efek pingpong bisa terjadi pada pasutri?

Untuk memahami cara kerja efek pingpong, bayangkan contoh berikut ini. Ketika istri kena penyakit kelamin tapi tidak menyadarinya, penyakit ini bisa berpindah dengan cepat ke suami melalui seks. Setelah istri sadar kalau ia kena penyakit kelamin, istri pun akan berobat duluan ke dokter, tanpa suami. Pasalnya, istri tidak tahu kalau virus atau bakterinya sudah pindah ke suami juga.

Setelah berobat ke dokter, istri pun mulai membaik. Akan tetapi, suami yang tidak ikut berobat waktu itu masih kena penyakit kelamin, hanya saja gejalanya belum muncul. Bila pasutri berhubungan seks lagi, penyakit kelamin dari suami yang belum diobati akhirnya “kembali” ke istri yang sudah hampir sembuh. Istri pun akhirnya kena penyakit yang sama lagi.

Mungkin beberapa waktu setelahnya, suami baru sadar kalau ia juga kena penyakit seperti istrinya. Kemudian suami pun berobat sendirian, tanpa sepengetahuan istri. Padahal, keduanya tidak sadar kalau sang istri sudah tertular lagi dari suami.

Hal ini akan terus terjadi bila hanya salah satu pasangan yang periksa dan berobat. Meski pengobatan sudah dilakukan sampai tuntas, namun satu orang lainnya masih memiliki penyakit menular yang dengan mudah dapat menularkan ke orang satunya.

Untuk itu, ketika Anda sudah berpasangan dan mengalami penyakit kelamin seperti ini, sebaiknya lakukan pemeriksaan penyakit kelamin bersama-sama. Dengan begitu, Anda bisa menghindari risiko efek pingpong.

Gejala-gejala penyakit menular seksual yang sering dialami

Dengan mengetahui berbagai gejala yang mungkin terjadi ketika terserang penyakit menular seksual, maka Anda dapat lebih cepat memeriksakan diri ke dokter dan mendapatkan penanganan yang tepat. Berikut adalah gejala-gejala penyakit yang sering dilaporkan.

  • Keputihan yang tidak normal pada wanita
  • Sakit ketika melakukan hubungan seksual
  • Terdapat luka dan terasa gatal di sekitar area kelamin
  • Pada wanita, terjadi perdarahan setelah melakukan hubungan seksual
  • Pada pria, timbul rasa sakit di testis

Bila Anda dan pasangan mengalami hal-hal tersebut, sebaiknya segerakan untuk memeriksakan diri bersama-sama ke dokter.

Kalkulator Masa Subur

Ingin Cepat Hamil? Cari tahu waktu terbaik untuk bercinta dengan suami lewat kalkulator berikut.

Kapan Ya?
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Khasiat Minyak Daun Basil untuk Kesehatan Tubuh

Selain digunakan sebagai bumbu masak rica-rica, daun basil juga bisa diekstrak menjadi minyak yang baik untuk kesehatan tubuh Anda.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Herbal A-Z 2 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit

Tips Membedakan Sakit Perut Karena Gas dan Karena Penyakit Lain

Sakit perut merupakan gejala dari masalah pencernaan yang sering muncul. Namun, apa bedanya sakit perut karena gas dan karena penyakit lain?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Monika Nanda
Kesehatan Pencernaan, Radang Usus Buntu 2 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit

Begini Cara Memilih Multivitamin yang Aman dan Sesuai untuk Anda

Banyak jenis multivitamin yang ada di pasaran. Tapi yang manakah yang sesuai dengan Anda? Berikut cara memilih multivitamin yang tepat.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Fakta Gizi, Nutrisi 2 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit

Sering Tidak Disadari, Bulu Mata Juga Bisa Kutuan! Apa Gejalanya?

Hati-hati, mata yang gatal bisa jadi disebabkan oleh kutu bulu mata. Wah, bagaimana bisa terjadi dan seperti apa cara mengobatinya? Berikut ulasannya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Elita Mulyadi
Penyakit Mata 1 Maret 2021 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

tanaman untuk kamar

Selain Mempercantik Kamar, 7 Tanaman Ini Juga Bisa Bantu Tidur Nyenyak

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 2 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit
mulut bayi berjamur

Ciri-ciri Infeksi Jamur (Oral Thrush) di Mulut Anda

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 2 Maret 2021 . Waktu baca 9 menit
Bekas luka

Cara Menghilangkan Bekas Luka dengan Langkah yang Tepat

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 2 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit
cara menghilangkan nyeri haid

9 Cara Jitu Mengatasi Nyeri Haid Tanpa Obat

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 2 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit