Mitos dan Fakta Masturbasi di Masa Pandemi COVID-19

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 24 Desember 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Banyak mitos seputar masturbasi yang telanjur dipercayai banyak orang, beberapa bertolak belakang dengan fakta medisnya. Masturbasi berlebihan memang bisa berakibat pada perubahan fisik, psikologis, dan sosial seseorang. Tapi apakah perubahan tersebut memiliki dampak buruk?

Mitos dan fakta seputar masturbasi yang perlu diketahui

Masturbasi adalah upaya pemenuhan dorongan seksual yang dilakukan oleh diri sendiri dengan merangsang alat kelamin sendiri atau bagian-bagian sensitif lainnya. Seseorang melakukan masturbasi untuk mendapatkan kepuasan seksual secara sengaja tanpa melakukan hubungan badan. 

Menurut Penelitian Alfred C.Kinsey, 70-90% anak laki-laki melakukan masturbasi selama masa remaja, sedangkan anak perempuan mencakup 30-70%. 

Asal kata dari masturbasi berasal dari bahasa latin, yaitu manus stuprate yang berarti self-abuse atau self-defile oleh tangan.

Beberapa penulis lain mengklaim bahwa kata ini berasal dari kata manus turbare yang diartikan sebagai mempercepat atau mengganggu oleh tangan. Masturbasi bisa dilakukan dengan cepat, di manapun dan kapanpun asal ada privasi.

Faktor-faktor yang berperan terhadap timbulnya kebiasaan masturbasi pada remaja yaitu meningkatnya penyebaran informasi dan rangsangan seksual melalui media massa, baik dari internet maupun rangsangan seksual melalui phone sex. Selain itu, pendidikan seksual yang masih minim juga dapat memengaruhi pemahaman anak tentang masturbasi. 

Apa akibat seringnya masturbasi?

akibat dari masturbasi mitos dan faktanya

Efek masturbasi yang berlebihan dapat berakibat pada perubahan fisik, psikologi, dan sosial seseorang. Perubahan fisik yang dapat dialami adalah kelemahan motorik, rasa letih, pandangan buruk, serta impotensi.

Dalam hal psikologis, dampak yang timbul akibat masturbasi berlebihan dapat berupa kurangnya daya pikir dan ingatan, serta lebih mudah marah dan mengamuk. Seseorang yang sering masturbasi juga akan merasa kesepian dan tidak nyaman untuk berada dalam aktivitas sosial.

Masturbasi di masa pandemi

masturbasi segala mitos dan faktanya

Masturbasi dianggap sebagai cara mencapai kepuasan seksual yang paling aman di saat pandemi. Karena hubungan seksual konvensional (penetrasi ataupun oral) tidak disarankan terutama apabila salah satu pasangan dinyatakan reaktif atau terpapar virus tersebut.

Hal ini didukung dengan temuan penelitian yang melaporkan bahwa didapatkannya komponen virus COVID-19 pada mulut, cairan semen (sperma), dan lubang anus seseorang yang terpapar virus tersebut. Temuan tersebut menunjukkan kemungkinan penularan melalui hubungan seksual, walaupun penelitian ini masih perlu didukung dengan penelitian yang lebih besar.

Walaupun dikatakan paling aman saat pandemi, tetapi masturbasi harus memperhatikan kebersihan jika tidak ingin mendapat dampak buruk. Cuci tangan sebelum masturbasi dan pembersihan alat bantu seksual yang tepat sangat dianjurkan.

Bahkan, badan kesehatan di Spanyol menganjurkan bahwa masturbasi saat pandemi merupakan sesuatu yang normal dan memutus rantai penularan virus COVID-19 melalui aktivitas seksual.Tentu saja hal ini harus ditinjau lebih lanjut melihat perbedaan aspek budaya dan norma agama di negara masing-masing.

Artikel ini ditulis oleh: dr. Yudo Irawan Sp.KK, dan dr. Dionisius Ivan YH

Kalkulator Masa Subur

Ingin Cepat Hamil? Cari tahu waktu terbaik untuk bercinta dengan suami lewat kalkulator berikut.

Kapan Ya?
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Artikel dari ahli dr. Yudo Irawan, Sp. KK

Mitos dan Fakta Masturbasi di Masa Pandemi COVID-19

Masturbasi berlebihan bisa berakibat perubahan pada perubahan fisik, psikologis, dan sosial seseorang, bedakan antara mitos dan fakta.

Ditulis oleh: dr. Yudo Irawan, Sp. KK
Mitos dan Fakta tentang Masturbasi
Kesehatan Seksual, Tips Seks 24 Desember 2020

Yang juga perlu Anda baca

Masturbasi Saat Hamil, Boleh Atau Tidak?

Masturbasi saat hamil kabarnya mampu memberikan kenikmatan yang lebih memuaskan daripada hubungan seksual. Namun, apakah aman?

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Prenatal, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 12 Agustus 2020 . Waktu baca 3 menit

Alami 3 Tanda Ini, Itu Artinya Anda Terlalu Sering Masturbasi

Masturbasi membantu memuaskan keinginan seksual. Namun, bila terlalu sering dilakukan, masturbasi bisa menimbulkan tanda-tanda seperti berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Seksual, Tips Seks 29 Oktober 2019 . Waktu baca 4 menit

Masturbasi Bikin Ukuran Penis Mengecil, Mitos Atau Fakta?

Tidak sedikit yang percaya bahwa masturbasi dapat menyebabkan penis mengecil. Sebenarnya, adakah hubungan antara masturbasi dengan ukuran penis?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Kesehatan Pria, Kesehatan Penis 3 September 2019 . Waktu baca 4 menit

Masturbasi Dulu Sebelum Bercinta, Benarkah Bikin Cepat Klimaks?

Masturbasi biasanya identik dilakukan sendirian. Lantas kalau sudah menikah dan aktif secara seksual, adakah manfaat masturbasi jika dilakukan sebelum seks?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Kesehatan Seksual, Tips Seks 18 Agustus 2019 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara mencapai multiorgasme

7 Cara Mencapai Multiorgasme Saat Seks (untuk Wanita)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit
cara masturbasi wanita

Panduan Masturbasi Aman untuk Perempuan, Bagaimana Caranya?

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 15 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit
menghadapi anak masturbasi

Yang Perlu Ortu Lakukan Saat Memergoki Anak Masturbasi

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 8 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
masturbasi memengaruhi nafsu seks

Apakah Masturbasi Bisa Memengaruhi Nafsu Seks?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 27 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit