home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

5 Kandungan Skin Care yang Bikin Kulit Makin Berminyak

5 Kandungan Skin Care yang Bikin Kulit Makin Berminyak

Tak seperti kulit normal, merawat kulit berminyak membutuhkan strategi khusus. Pasalnya, Anda perlu berhati-hati dan teliti dalam memilih produk perawatan kulit. Direktur Bedah Kosmetik dan Penelitian Klinis di Mount Sinai, New York, dr. Joshua Zeichner menyatakan bahwa memakai produk perawatan kulit yang tidak tepat pada kulit berminyak justru bisa menyebabkan iritasi atau memunculkan jerawat. Untuk itu, ada berbagai bahan dalam produk perawatan kulit yang sebaiknya dihindari bila memiliki kulit berminyak.

Bahan yang perlu dihindari jika memiliki kulit berminyak

Sebelum membeli produk perawatan kulit tertentu, ada baiknya untuk membaca dan melihat dengan jelas bahan apa saja yang terkandung di dalamnya. Berikut berbagai kandungan bahan yang perlu dihindari saat Anda memiliki kulit berminyak:

1. Minyak mineral

Manfaat Petroleum Jelly Vaseline

Minyak mineral adalah turunan dari petroleum atau bahan bakar fosil yang biasa disebut dengan minyak bumi. Minyak ini memiliki nama lain yaitu paraffin oil atau petroleum oil. Sementara itu, pertolatum atau petroleum jelly adalah turunan mineral oil yang memiliki struktur lebih padat seperti lilin.

Minyak mineral pada dasarnya cocok digunakan jika Anda memiliki kulit yang sangat kering. Namun, jika Anda memiliki kulit berminyak sebaiknya hindari penggunaan bahan yang satu ini karena akan membuat kulit semakin berminyak. Akibatnya, pori-pori wajah akan tersumbat hingga menyebabkan jerawat menjadi semakin parah.

Sebagai gantinya, pilih produk berbahan dasar air dalam bentuk krim, gel, atau losion ringan. Selain itu, pastikan untuk mencari produk dengan tulisan nonkomedogenik pada kemasan. Nonkomedogenik artinya produk tidak akan menyumbat pori-pori Anda sehingga tidak memicu jerawat.

2. Alkohol

cara pakai toner

Produk berbahan dasar alkohol seperti toner memang dapat menghilangkan kelebihan minyak di kulit wajah. Namun, produk ini juga terkadang bisa membuat kulit menjadi sangat kering. Akibatnya, kelenjar minyak bekerja lebih keras untuk memproduksi lebih banyak minyak agar kulit tetap lembut.

Akibatnya, minyak berlebih ini kemudian terperangkap di wajah. Minyak menjadi salah satu tempat favorit bakteri. Saat kulit berminyak Anda dipenuhi oleh bakteri maka bukan tidak mungkin jerawat akan tumbuh dengan subur dan mengiritasi wajah.

Oleh karena itu, usahakan untuk tidak menggunakan berbagai produk berbahan dasar alkohol. Sebaliknya, gunakan pembersih lembut seperti micellar water untuk membersihkan kulit wajah Anda.

3. Minyak kelapa

minum minyak kelapa

Minyak kelapa memang memiliki banyak manfaat, tetapi tidak untuk kulit berminyak. Pasalnya, minyak kelapa termasuk salah satu bahan yang sangat komedogenik. Artinya, minyak kelapa mampu menyumbat pori-pori wajah dan menyebabkan komedo yang bisa berujung jerawat. Untuk itu, sebaiknya hindari produk perawatan kulit wajah yang mengandung minyak kelapa.

4. Silikon

memilih foundation sesuai jenis kulit

Silikon banyak digunakan pada produk-produk makeup seperti bedak atau foundation. Sayangnya, produk yang mengandung silikon hanya mempercantik riasan Anda saja. Sebaliknya, silikon bisa menutup dan menyumbat pori-pori di wajah Anda.

Wajah yang berminyak disertai pori-pori yang tersumbat membuat kulit Anda menjadi kesulitan untuk bernapas. Akibatnya, jangan heran jika setelah Anda menghapus makeup, jerawat justru akan bermunculan.

5. Paraben

Paraben adalah bahan yang banyak digunakan dalam berbagai produk perawatan dan kecantikan. Penggunaan senyawa kimia yang satu ini juga pada dasarnya telah disetujui oleh Food and Drugs Administration (FDA) di Amerika Serikat (yang setara dengan BPOM di Indonesia) untuk digunakan dalam sampo, produk perawatan kulit, hingga pewarna rambut.

Namun, paraben dikhawatirkan dapat memperburuk jerawat yang biasanya banyak menyerang orang dengan kulit berminyak. Pasalnya, paraben dapat meniru hormon estrogen di dalam tubuh. Jika hal ini terjadi dan hormon alami tubuh menjadi terpengaruh, bukan tidak mungkin jerawat Anda justru menjadi semakin parah.

health-tool-icon

Kalkulator Kebutuhan Kalori

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

10 Common Skin-Care Ingredients That Are Making You Break Out

https://www.rd.com/health/beauty/ingredients-to-avoid-if-you-have-acne/ accessed on October 30th 2018

7 Things Women With Oily Skin Should Never Do

https://www.prevention.com/beauty/a20476022/what-to-avoid-when-you-have-oily-skin/ accessed on October 30th 2018

The Best Ingredients to Control Oily Skin

https://www.everydayhealth.com/beauty-pictures/the-best-ingredients-to-control-oily-skin.aspx#01 accessed on October 30th 2018

 

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Widya Citra Andini Diperbarui 15/11/2019
Ditinjau secara medis oleh dr Damar Upahita
x