home

Artikel Bersponsor

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Awas, Polusi Udara Bisa Bikin Daya Tahan Tubuh Melemah!

Awas, Polusi Udara Bisa Bikin Daya Tahan Tubuh Melemah!

Pasti kita pernah melihat pemandangan kota Jakarta di siang hari dari atas gedung tinggi. Jarak pandang bangunan satu dengan bangunan lainnya seperti diliputi kabut. Ya, polusi udara merundung Jakarta. Kota ini juga beberapa kali pernah menempati peringkat pertama sebagai kota paling berpolusi di dunia berdasarkan data Air Visual. Tak cuma jadi topik hangat, polusi udara juga menjadi ancaman menurunkan daya tahan tubuh manusia.

Polusi udara menyebabkan daya tahan tubuh melemah

Polusi udara berkaitan erat terhadap masalah kesehatan kita, termasuk penurunan daya tahan tubuh. Menurunnya dahan tubuh tentu akan membuat Anda lebih rentan kena berbagai penyakit yang tak jarang dapat mengganggu aktivitas harian Anda.

Particulate matter (PM), atau partikel padat maupun cair yang terdapat di udara, memiliki pengaruh terhadap sel-sel imun. Ukurannya yang tak kasat mata membuat kita akhirnya sulit untuk menghindarinya.

Dampak buruknya, PM bisa masuk ke sistem pernapasan dan pembuluh darah. Hal ini mungkin berlanjut sebagai akibat penurunan daya tahan tubuh.

PM dari hidrokarbon aromatik polisiklik dapat dengan mudah ditemukan di berbagai lingkungan. Zat yang tergolong memiliki sifat racun ini terdapat dalam asap knalpot dan asap rokok.

Aromatik polisiklik ini diketahui berkaitan erat dengan penurunan daya tahan tubuh. PM juga meningkatkan kerja infeksi virus tertentu. Bila individu terpapar polusi, mak imun tubuhnya berkurang dan mudah terinfeksi penyakit.

Polusi udara juga memiliki efek racun

Efek racun atau toksik lainnya terhadap daya tahan tubuh ialah stres oksidatif. Stres oksidatif terjadi karena ketidakseimbangan antara radikal bebas dan antioksidan di dalam tubuh. Stres oksidatif juga disebabkan oleh kerja antioksidan yang terganggu ketika tubuh melakukan pertahanan saat mencegah infeksi penyakit.

Secara global, lebih dari 90% populasi dunia berada di area yang terpapar udara tidak sehat. Menurut data dari Organisasi Kesehatan Dunia, WHO, tingkat polusi udara di Asia cenderung tinggi. Sekitar 2,2 juta dari 7 juta orang di Asia Pasifik mengalami kematian dini setiap tahunnya akibat dampak polusi udara di dalam dan luar ruangan. WHO memperkirakan 9 dari 10 orang di dunia menghirup udara yang tinggi polutan.

Polutan mikroskopis yang terdapat di udara bisa masuk ke dalam pertahanan tubuh kita, mulai dari sistem pernapasan dan peredaran darah dengan risiko merusak paru-paru, jantung, dan otak.

Cara menghadapi bahaya polusi udara

Agar bahaya polusi udara tak sampai mengganggu kesehatan, Anda tentu perlu meningkatkan daya tahan tubuh. Caranya mudah. Anda dapat melawannya lewat asupan sehari-hari.

Agar dapat merespons bakteri atau virus penyebab penyakit akibat polusi udara semakin baik, daya tahan tubuh memerlukan asupan gizi. Nutrisi seperti vitamin dan mineral memiliki fungsi kompleks dalam melawan kuman penyakit, serta mencegah terjadi infeksi.

Tak hanya dari makanan, seperti sayur dan buah, Anda mungkin perlu mengonsumsi suplemen dengan kandungan vitamin C, zink, dan vitamin D. Ketiga kandungan ini berkontribusi dalam melawan segala penyakit akibat polusi udara dan menunjang daya tahan tubuh.

Vitamin C dapat melindungi tubuh dari radikal bebas yang merusak sel-sel tubuh. Komponen ini membantu peran daya tahan tubuh secara fisik untuk melawan infeksi.

Tak hanya itu, vitamin C dan zink juga membantu antioksidan dalam melakukan perlindungan daya tahan tubuh dalam menangkal efek buruk polusi udara pada sistem pernapasan.

Sebuah penelitian juga menemukan orang yang tinggal di area terpapar polusi cenderung mengalami defisiensi vitamin D dan mengalami penurunan daya tahan tubuh. Itu sebabnya, suplemen vitamin D juga dibutuhkan oleh tubuh untuk menangkal dampak negatif polusi udara.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Air quality and pollution city ranking. https://www.airvisual.com/world-air-quality-ranking. Diakses 5 September 2019.

Haryanto B, et al. Multivitamin Supplementation Supports Immune Function and Ammelorates Conditions Trigerred by Reduced Air Quality. Vitamin & Minerals. 2015;3:128. Diakses 5 September 2019.

HO TR, et al. P121 Urban Fine and Coarse Mode Particulate Matter Diffrentially After the Maturation of Monocyte-Derived Dendritic Cell. Thorax. 2016;71(Suppl 3):A148-A149. Diakses 5 September 2019.

Vhakraborty S, et al. Nanoparticles Increase Human Bronchial Ephithellal Cell Susceptibillity to Respiratory Syncytial Virus Infection via Nerve Growth Factor-Included Autophagy. Physial Rep. 2017;5(13):e13344. Diakses 5 September 2019.

Laupeze B, et al. Immunosuppressive Effect of Polycylic Aromatic Hydrocarbon by Induction of Apoptosis of pre-B Lumphicytes of Bone Marrow. J Immunal. 2002; 168:2652-2658. Diakses 5 September 2019.

Traboulsl H, et al. Inhealed Pollutants: the Molecular Scene Behind Respiratory and Systemic Diseases Associated with Ultrafine Particulate Matter. Int J Mol Sci. 2017;24:18(2). Diakses 5 September 2019.

Health Effect Institute. 2017. State of Global Air 2017. Special Report. Boston, MA: Health Effects Institute. Diakses 5 September 2019.

European Environment Agency. 2016. Outdoor Air Quality in Urban Areas. Copenhagen, Denmark: European Environment Agency. Diakses 5 September 2019.

Maggini S, et al. Feeding the Immune System: The Role of Mucronutrients in Restoring Resistance to Infections. CAB Reviews: Perspectives in Agriculture, Veterinary Science, Nutrition and Natural Resources. 2008;3(098):1-21. Diakses 5 September 2019.

Romieu I. Nutrition and Lung Health. Int J Tubarc Lung Dis. 2005;9(4):362-374. Diakses 5 September 2019.

Prasad AS. Zinc: Mechanisms of Host Defence. J Nutr. 2007;137(5):1345-1349. Diakses 5 September 2019.

Gammoh NZ & Rink L. Zinc in Infection and Inflammation. Nutrients. 2017;9(6):624. Diakses 5 September 2019.

Hosseinpanah F, et al. The Effects of Air Pollution on Vitamin D Status in Healthy Women: A Cross Sectional Study. BMC Public Health. 2010;10:519. Diakses 5 September 2019.

Agarwai KS, et al. The Impact of Atmospheric Pollution on Vitamin D Status of Infants and Toddlers in Delhi, India. Arch Dis Child. 2002;87(2):111-113. Diakses 5 September 2019.

Felzabad E, et al. Impact of Air Pollution on Vitamin D Deficiency and bone health in adolescents. Arch Osteoporos. 2017;12(1):23. Diakses 5 September 2019.

Zittermann A, et. at. Vitamin D and Airway Infections: a European Perspective. Eur J Med Res. 2016;21:14. Diakses 5 September 2019.

Chandra RK. Nutrition and the Immune System from Birth to Old Age. Eur J Clin Nutr. 2002;56(Suppl3):S73-S76. Diakses 5 September 2019.

One third of global air pollution deaths in Asia Pacific. https://www.who.int/westernpacific/news/detail/02-05-2018-one-third-of-global-air-pollution-deaths-in-asia-pacific. Diakses 5 September 2019.

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Maria Amanda Diperbarui 03/03/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto
x