Awas, Polusi Udara Bisa Bikin Daya Tahan Tubuh Melemah!

Ini adalah artikel sponsor. Informasi selengkapnya mengenai Kebijakan Pengiklan dan Sponsor kami, silakan baca di sini.

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 8 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Pasti kita pernah melihat pemandangan kota Jakarta di siang hari dari atas gedung tinggi. Jarak pandang bangunan satu dengan bangunan lainnya seperti diliputi kabut. Ya, polusi udara merundung Jakarta dan masih jadi perbincangan di kalangan masyarakat. Bahkan, Jakarta juga beberapa kali pernah menempati peringkat pertama sebagai kota paling berpolusi di dunia berdasarkan data Air Visual. Tak cuma jadi topik hangat, polusi udara juga menjadi ancaman menurunkan daya tahan tubuh manusia.

Polusi udara menyebabkan daya tahan tubuh melemah

Polusi udara berkaitan erat terhadap masalah kesehatan kita, termasuk penurunan daya tahan tubuh. Menurunnya dahan tubuh tentu akan membuat Anda lebih rentan kena berbagai penyakit yang tak jarang dapat mengganggu aktivitas harian Anda.

Particulate matter (PM), atau partikel padat maupun cair yang terdapat di udara, memiliki pengaruh terhadap sel-sel imun. Ukurannya yang tak kasat mata membuat kita akhirnya sulit untuk menghindarinya.

Dampak buruknya, PM bisa masuk ke sistem pernapasan dan pembuluh darah. Hal ini mungkin berlanjut sebagai akibat penurunan daya tahan tubuh.

PM dari hidrokarbon aromatik polisiklik dapat dengan mudah ditemukan di berbagai lingkungan. Zat yang tergolong memiliki sifat racun ini terdapat dalam asap knalpot dan asap rokok.

Aromatik polisiklik ini diketahui berkaitan erat dengan penurunan daya tahan  tubuh. PM juga meningkatkan kerja infeksi virus tertentu. Bila individu terpapar polusi udara, tak heran bila daya tahan tubuhnya berkurang dan mudah terinfeksi penyakit.

Polusi udara juga memiliki efek racun

Efek racun atau toksik polusi lainnya terhadap daya tahan tubuh ialah stres oksidatif. Stres oksidatif terjadi karena ketidakseimbangan antara radikal bebas dan antioksidan di dalam tubuh. Stres oksidatif juga disebabkan oleh kerja antioksidan yang terganggu ketika tubuh melakukan pertahanan saat mencegah infeksi penyakit.

Secara global, lebih dari 90% populasi dunia berada di area yang terpapar udara tidak sehat. Menurut data dari Organisasi Kesehatan Dunia, WHO, tingkat polusi udara di Asia cenderung tinggi. Sekitar 2,2 juta dari 7 juta orang di Asia Pasifik mengalami kematian dini setiap tahunnya akibat dampak polusi udara di dalam dan luar ruangan. WHO memperkirakan 9 dari 10 orang di dunia menghirup udara yang tinggi polutan.

Polutan mikroskopis yang terdapat di udara bisa masuk ke dalam pertahanan tubuh kita, mulai dari sistem pernapasan dan peredaran darah dengan risiko merusak paru-paru, jantung, dan otak.

Cara menghadapi bahaya polusi udara

Agar bahaya polusi udara tak sampai mengganggu kesehatan, Anda tentu perlu meningkatkan daya tahan tubuh. Caranya mudah. Anda dapat melawannya lewat asupan sehari-hari.

Agar dapat merespons bakteri atau virus penyebab penyakit akibat polusi udara semakin baik, daya tahan tubuh memerlukan asupan gizi. Nutrisi seperti vitamin dan mineral memiliki fungsi kompleks dalam melawan kuman penyakit, serta mencegah terjadi infeksi.

Tak hanya dari makanan, seperti sayur dan buah, Anda mungkin perlu mengonsumsi suplemen dengan kandungan vitamin C, zink, dan vitamin D. Ketiga kandungan ini berkontribusi dalam melawan segala penyakit akibat polusi udara dan menunjang daya tahan tubuh.

Vitamin C dapat melindungi tubuh dari radikal bebas yang merusak sel-sel tubuh. Komponen ini membantu peran daya tahan tubuh secara fisik untuk melawan infeksi.

Tak hanya itu, vitamin C dan zink juga membantu antioksidan dalam melakukan perlindungan daya tahan tubuh dalam menangkal efek buruk polusi udara pada sistem pernapasan.

Sebuah penelitian juga menemukan orang yang tinggal di area terpapar polusi cenderung mengalami defisiensi vitamin D dan mengalami penurunan daya tahan tubuh. Itu sebabnya, suplemen vitamin D juga dibutuhkan oleh tubuh untuk menangkal dampak negatif polusi udara.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Tepat Mengatasinya

Mungkin Anda kaget saat tahu kalau kelopak mata bengkak tiba-tiba. Ada banyak hal yang bisa bikin kelopak mata Anda bengkak. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Kesehatan Mata 22 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Rekomendasi Obat Alami dan Medis untuk Meredakan Ngilu di Gigi

Jangan biarkan gigi ngilu menghambat aktivitas sehari-hari Anda. Atasi gigi ngilu dengan berbagai obat medis dan ala rumahan berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Penyakit Gigi, Gigi dan Mulut 22 Januari 2021 . Waktu baca 10 menit

Bisakah Penis yang Bengkok Diluruskan Kembali?

Pria dengan penis bengkok mungkin bertanya-tanya, adakah cara untuk meluruskan kembali organ intim ini? Yuk, simak perawatan khusus penis bengkok di sini.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Kesehatan Pria, Kesehatan Penis 22 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Susah Sendawa Bikin Perut Makin Terasa Kembung, Begini Cara Mengatasinya

Biasanya, Anda akan sendawa ketika perut terisi banyak gas. Cara ini memang bisa mengurangi perut kembung. Lalu, bagaimana jika saya susah sendawa?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Kesehatan, Informasi Kesehatan 22 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

melepas IUD lepas KB spiral

Sebenarnya Kapan Waktu yang Tepat untuk Lepas KB Spiral?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
polip hidung

Penyebab dan Cara Ampuh Mengatasi Hidung Tersumbat Alias Mampet

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
mencium bau

Sering Mencium Sesuatu Tapi Tak Ada Wujudnya? Mungkin Anda Mengalami Phantosmia!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Cara Tepat Menyuntik Insulin dan Lokasi Terbaiknya

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit