home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Lebih Sehat Minum Pakai Sedotan Atau Langsung dari Gelas?

Lebih Sehat Minum Pakai Sedotan Atau Langsung dari Gelas?

Minum dari sedotan adalah hal wajar. Jika kita pergi ke tempat makan atau membeli minuman di luar, sering kali kita membutuhkan sedotan sebagai alat untuk menyeruput minuman. Ketika minum minuman yang panas, sedotan dapat membantu air panas tersebut pelan-pelan masuk ke mulut Anda. Minum melalui sedotan juga lebih praktis dibanding dengan meneguknya langsung, selain itu juga dapat mengurangi risiko tersedak. Namun, apakah menggunakan sedotan memang lebih baik?

Keuntungan minum lewat sedotan

Memang masih ada pro dan kontra keuntungan dan kerugian minum lewat sedotan. Ada yang mengatakan minum lewat sedotan dapat membantu menghindari jumlah gula yang terminum, sehingga akan membantu mengurangi efek cairan dan asam minuman yang masuk ke mulut Anda sehingga gigi Anda tetap putih.

Menurut Dr. Euan Swan, manager program gigi di Canadian Dental Association, yang dikutip oleh Best Health Magazine mengungkapkan, “Minum pakai sedotan akan meminimalisir kontak gula dengan gigi Anda.”

Menurut laporan sebuah jurnal dari General Dentistry, the Academy of General Dentistry’s (AGD), minum melalui sedotan juga dapat mengurangi masalah gigi berlubang. Laporan tersebut dibuat dengan cara memantau kebiasan minum partisipan dan ditemukan bahwa beberapa faktor seperti frekuensi meneguk dan lamanya minuman berada di mulut, akan mempengaruhi jenis, lokasi dan tingkat keparahan kerusakan gigi.

Gigi berlubang biasanya terjadi di gigi bagian belakang, dan minum secara langsung dari gelas atau botol dapat mempengaruhi jumlah cairan yang menyebar di dalam mulut. Namun, gigi berlubang juga ditemukan di bagian depan tepat di belakang bibir, jika orang tersebut meminum melalui sedotan.

Pendapat berbeda diungkapkan oleh dr. Mark Burhenne yang dikutip oleh Ask the Dentist, yang menyebut bahwa meminum dengan sedotan tetap tidak membuat perbedaan. Cairan tetap bisa Anda rasakan, maka efek dari gula dan asam tetap bisa merusak gigi Anda. Jika Anda menyentuhkan sedotan di antara bibir di depan gigi, efek makanan tetap bisa merusak gigi. Sama halnya dengan menyentuhkan sedotan di antara gigi Anda, bagian belakang gigi tetap bisa mengalami kerusakan. Yang perlu Anda ingat adalah lidah selalu berkontak dengan gigi, jadi jika minuman Anda bisa menyentuh lidah Anda, tentu saja gigi Anda pun akan terkena dampaknya.

Menurut Mohamed A. Bassiouny, DMD, Msc, PhD, pemimpin dari laporan ini, “Pilihan terbaik Anda adalah posisikan sedotan di belakang mulut ketika Anda meneguk minuman, dengan begitu akan mengurangi jumlah cairan yang terkontak dengan gigi Anda.”

Kerugian minum pakai sedotan

Minum dengan sedotan diketahui dapat menyebabkan keriput di sekitar mulut. Keriput dapat terjadi karena Anda akan mengerutkan bibir Anda ketika meminum dari sedotan. Memang keriput tidak akan terjadi dalam waktu semalam. Namun, kebiasaan minum pakai sedotan akan lambat laun membentuk lipatan di sekitar mulut, sehingga jika dilakukan secara berulang-ulang dapat menyebabkan kulit meregang.

Dampak lain yang terjadi ketika meminum dari sedotan adalah masalah pada pencernaan Anda, bisa berupa gas berlebih atau perut kembung. Mengapa bisa demikian? Alasannya adalah ketika Anda minum lewat sedotan air, ada kemungkinan Anda menelan udara lebih banyak pada setiap tegukan dibanding dengan Anda minum secara langsung. Udara ini akan mengumpul di usus dan dapat menimbulkan perut kembung dan rasa tak nyaman akibat gas.

BACA JUGA:

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Will using a straw save your teeth from stains and cavities? http://www.besthealthmag.ca/best-you/oral-health/will-using-a-straw-save-your-teeth-from-stains-and-cavities/ Accessed October 19th 2016.

Save by a Straw? Sipping Soda Reduces Decay Risk. http://www.knowyourteeth.com/infobites/abc/article/?abc=s&iid=295&aid=1154 Accessed October 19th 2016.

Do You Have These 5 Bad Dental Habits? http://www.webmd.com/oral-health/do-you-have-these-5-bad-dental-habits#1 Accessed October 19th 2016.

For Better Looks and Health, Make That The Last Straw. http://easyhealthoptions.com/for-better-looks-and-health-make-that-the-last-straw/ Accessed October 19th 2016.

Myth Debunked: Drinking with a Straw Does Not Protect Your Teeth. http://askthedentist.com/drinking-sugary-drinks-through-straws/ Accessed October 19th 2016.

http://www.choosetobestrawfree.com/ Accessed October 19th 2016.

 

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Rizki Pratiwi Diperbarui 08/01/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan
x