home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Awas! Ini Bahaya Mengisi Ulang Botol Air Minum Plastik Sekali Pakai

Awas! Ini Bahaya Mengisi Ulang Botol Air Minum Plastik Sekali Pakai

Dengan alasan berhemat, banyak orang mengisi ulang botol air mineral untuk dipakai kembali. Padahal, terdapat sejumlah bahaya botol plastik air mineral bila Anda gunakan berulang kali.

Mengenal kandungan kimia dalam botol plastik

Untuk mengenali kandungan bahan kimia dalam botol plastik, Anda tinggal melihat kode segitiga yang biasanya terdapat pada bagian bawah botol.

Umumnya, botol air mineral sekali pakai tertulis kode 1 yang artinya terbuat dari plastik PET atau PETE (polyethylene terephthalate).

Di samping botol air mineral, kode botol plastik ini juga bisa Anda temukan dalam botol minuman ringan, minuman olahraga, kecap, sambal, selai, dan minyak.

Plastik PET bersifat jernih, kuat, kedap gas dan air, serta aman untuk produk makanan atau minuman.

Botol plastik juga bisa mengandung bahan kimia berisiko seperti Bisphenol A (BPA). Kandungan ini terdapat pada botol plastik dan pelapis kaleng makanan atau susu formula.

Dikutip dari Mayo Clinic, plastik dengan kode 3 atau polivinil klorida (PVC) dan kode 7 atau jenis resin plastik lain mungkin mengandung BPA meski tidak semuanya.

Belakangan ini penggunaan BPA mulai diperhatikan lagi terkait risikonya terhadap kesehatan manusia.

Untuk menghindari kekhawatiran terhadap bahaya botol plastik ini, beberapa produsen mencantumkan label “BPA Free” alias bebas BPA pada produk mereka.

Bahaya menggunakan ulang botol plastik sekali pakai

air minum dalam kemasan

Penggunaan bahan sekali pakai untuk dipakai berulang kali, termasuk botol plastik air minum dalam kemasan tentunya bukan tanpa risiko.

Berikut ini adalah sejumlah bahaya dari penggunaan botol plastik sekali pakai secara berulang-ulang.

1. Kontaminasi bakteri

Botol minuman kemasan dengan kode 1 dari plastik PET hanya boleh dipakai sekali.

Meski tidak ada kandungan BPA, botol ini berisiko terkontaminasi bakteri saat Anda gunakan kembali.

Makin sering digunakan, bakteri makin berkembang biak. Pasalnya, lapisan botol plastik PET makin menipis sehingga memudahkan bakteri masuk ke dalam botol.

Minum langsung dari mulut botol dapat menyebarkan mikroba ke air dalam botol.

Jika Anda biarkan, bakteri bisa menyebabkan gejala keracunan makanan, seperti mual, muntah, bahkan diare.

2. Gangguan ibu hamil dan janin

Berdasarkan studi terhadap hewan, bahaya BPA dalam botol plastik dapat memengaruhi perkembangan otak janin selama dalam kandungan.

Para peneliti juga menemukan bahwa wanita hamil yang memiliki kadar BPA tinggi dalam urinenya.

Ibuh hamil dengan BPA tinggi lebih berisiko melahirkan anak perempuan yang mengalami gangguan perilaku, seperti hiperaktif, kecemasan, serta depresi.

Risiko BPA ini tampaknya lebih mudah dialami bayi dan anak-anak karena sistem tubuh mereka belum mampu membuang zat tersebut dari dalam tubuh.

3. Meningkatkan risiko kanker payudara

Selain kontaminasi bakteri dan gangguan kehamilan, penggunaan botol plastik berulang bisa menimbulkan bahaya terkait tumor ganas.

Menurut BreastCancer.org, BPA merupakan estrogen sintetik lemah yang dapat meniru kerja hormon estrogen dalam tubuh dan menggangu fungsinya.

BPA mungkin bisa menghambat atau meningkatkan estrogen dalam tubuh. Hal ini memicu perkembangan kanker payudara reseptor hormon positif.

Akibatnya, paparan BPA pada wanita erat kaitannya sebagai faktor risiko penyebab kanker payudara.

Botol air mineral bisa digunakan berapa kali?

tips memilih botol minum

Pada dasarnya, botol air mineral atau minuman dalam kemasan yang terbuat dari plastik PET hanya bersifat sekali pakai dan harus didaur ulang setelahnya.

Penggunaan lebih dari sekali bisa merusak fisik botol. Selain itu, penggunaan air panas pada botol ini bisa meningkatkan risiko pelepasan zat kimia ke dalam minuman.

Itulah sebabnya Anda juga disarankan tidak meninggalkan botol plastik berisi air minum pada ruangan bersuhu tinggi, seperti di dalam mobil.

Jika Anda ingin menggunakan botol untuk air minum berulang kali, sebaiknya pilihlah produk food grade dengan kode plastik 2 (HDPE), 4 (LDPE), dan 5 (PP).

Dibandingkan botol plastik, produk food grade lebih aman, kuat, dan tahan panas sehingga tidak mencemari air minum Anda.

Sementara untuk menghindari paparan BPA, Anda bisa melakukan beberapa tips memilih botol minum seperti di bawah ini.

  • Gunakan botol minum dengan label “BPA Free” atau bebas BPA.
  • Hindari produk botol minum dengan kode 3 atau 7 yang mungkin mengandung BPA.
  • Jangan memasukkan air panas karena bisa merusak fisik botol minum dan memungkinkan BPA larut ke dalam air minum.
  • Lebih baik gunakan produk alternatif, seperti botol minum kaca atau stainless steel terutama untuk minuman panas.

Plastik merupakan bahan serbaguna yang praktis untuk berbagai kebutuhan.

Namun, Anda juga perlu memperhatikan bahaya botol plastik bila penggunaanya tidak sesuai.

health-tool-icon

Kalkulator Kebutuhan Kalori

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Types of Plastic Food Packaging and Safety: A Close-Up Look. ChemicalSafetyFacts.org. (2021). Retrieved 22 November 2021, from https://www.chemicalsafetyfacts.org/types-plastic-food-packaging-safety-close-look/

Exposure to Chemicals in Plastic. BreastCancer.org. (2020). Retrieved 22 November 2021, from https://www.breastcancer.org/risk/factors/plastic

Tips to reduce BPA exposure. Mayo Clinic. (2021). Retrieved 22 November 2021, from https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/nutrition-and-healthy-eating/expert-answers/bpa/faq-20058331

Safe use of PET disposable Bottles. Center for Food Safety. (2018). Retrieved 22 November 2021, from https://www.cfs.gov.hk/english/multimedia/multimedia_pub/multimedia_pub_fsf_53_03.html

Müller, J., Meyer, N., Santamaria, C., Schumacher, A., Luque, E., & Zenclussen, M. et al. (2018). Bisphenol A exposure during early pregnancy impairs uterine spiral artery remodeling and provokes intrauterine growth restriction in mice. Scientific Reports, 8(1). https://doi.org/10.1038/s41598-018-27575-y

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Satria Aji Purwoko Diperbarui 4 hari lalu
Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan