Tips Memilih Kemasan Makanan dan Minuman yang Aman untuk Kesehatan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang



Ketika membeli makanan atau minuman, banyak orang lebih fokus memperhatikan bahan makanan dan nilai gizi yang terkandung di dalam produk. Bagaimana dengan kemasannya? Ya, Anda mungkin tidak terlalu memperhatikan kemasan makanan dan minuman yang Anda pilih. Padahal, tidak semua kemasan pangan aman dan terbebas dari bahan berbahaya, lho.

Lantas, bagaimana cara memilih kemasan makanan dan minuman yang aman untuk kesehatan? Baca terus ulasan lengkapnya berikut ini.

Cara memilih kemasan makanan dan minuman yang aman

membaca label kemasan

Kemasan pangan adalah material yang digunakan untuk melindungi makanan dari kerusakan maupun kontaminasi bakteri dari luar. Setiap produk makanan dan minuman yang dijual di pasaran dibungkus dengan kemasan yang berbeda-beda. Ada yang dikemas dengan plastik, kaleng, gelas, kaca, atau styforoam.

Beberapa makanan dan minuman yang dijual di pasaran, terutama yang berupa jajanan kaki lima, sering menggunakan kemasan makanan dari bahan non-food grade. Food grade sendiri adalah standar untuk menguji kelayakan sebuah material yang digunakan untuk kelengkapan makanan, salah satunya adalah kemasan yang membungkus makanan tersebut. Ketika jenis kemasan tergolong non-food grade, ini artinya kemasan tersebut berpotensi memicu bahaya bagi kesehatan tubuh.

Nah, berikut ini adalah beberapa tips yang dapat Anda lakukan saat memilih kemasan makanan dan minuman agar aman dari zat berbahaya tersebut:

1. Kedap udara

Sebelum membeli makanan maupun minuman kemasan, pastikan kemasan pada produknya kedap udara. Pasalnya, makanan atau minuman harus disimpan dalam kemasan kedap udara untuk mencegah kontaminasi bakteri. Makanan dan minuman yang tidak dikemas dengan benar dapat membuka peluang bagi bakteri untuk masuk dan mengontaminasi produk.

2. Kemasan tidak rusak/penyok

Jangan lupa untuk memperhatikan terlebih dulu bentuk kemasan produk yang akan dibeli. Jika kemasan sudah rusak, robek, atau penyok maka ada kemungkinan produk yang ada di dalamnya sudah terpapar udara di luar atau terkana paparan sinar matahari dalam waktu yang lama. Hal ini bisa menyebabkan warna dan rasa pada makanan maupun minuman dapat berubah.

3. Selalu pilih produk yang sudah terdaftar di BPOM

Sebelum membeli makanan maupun minuman kemasan, selalu lakukan cek KLIK. Cek KLIK itu sendiri terdiri dari cek kemasan, label, izin edar, dan kadaluarsa.

Cek KLIK ini berguna untuk memastikan keamanan kandungan pada makanan atau minuman sekaligus menjadi pedoman bagi Anda untuk memilih kemasan makanan dan minuman yang aman untuk kesehatan.

Salah satu poin penting dari KLIK adalah pilih produk yang sudah memiliki nomor izin edar (NIE) dari BPOM. Ketika suatu produk memiliki nomor izin edar dari BPOM, artinya tidak hanya bahan makanan atau minuman saja yang terjamin aman, tetapi juga kemasannya. Jadi, Anda tidak perlu khawatir karena kemasan makanan dan minuman yang sudah terdaftar pada BPOM karena BPOM senantiasa melakukan pengawasan terhadap produk makanan/minuman yang beredar di pasar.

Bagaimana dengan kantong teh celup?

Anda mungkin pernah mendengar rumor bahwa kantong teh celup mengandung zat karsinogenik jika direndam terlalu lama dengan air panas. Lantas, benarkah demikian?

Berdasarkan siaran pers BPOM, kantong teh celup yang memiliki nomor izin edar dari BPOM sudah melalui berbagai evaluasi penilaian keamanan pangan dari kandungan maupun kemasannya. Penilaian keamanan pada kantong teh celup sendiri mensyaratkan pemenuhan terhadap batas migrasi yang baik yaitu jumlah maksimum zat yang bisa berpindah dari kemasan pangan (dalam hal ini kantong teh celup), ke dalam bahan pangan (misalnya air seduhan teh). Maka dari itu, kantong teh celup aman digunakan walaupun diseduh di air yang panas.

Selain itu, BPOM juga menegaskan bahwa kantong teh celup yang aman adalah yang tidak mengandung senyawa klorin sebagai pemutih, karena saat diseduh, klorin dapat ikut larut dan masuk ke dalam tubuh, menyebabkan masalah pencernaan dan memicu radikal bebas. Syarat bahwa kantong teh celup tidak boleh mengandung senyawa klorin ini wajib disertakan kepada BPOM saat permohonan penilaian keamanan produk.

Kesimpulannya, perlu diingat bahwa setiap produk yang sudah tersertifikasi BPOM menandakan bahwa kandungan makanan dan kemasan yang digunakan sudah aman untuk makanan karena telah melalui berbagai uji kelayakan. Artinya, produk teh yang memiliki sertifikat BPOM, sudah terjamin terbebas dari bahan-bahan berbahaya.

Bukan hanya kandungan tehnya saja yang sehat, tetapi juga semua material pada produknya aman digunakan. Produk teh yang baik dikemas dalam material kedap udara untuk menjaga rasa dan kandungannya. Selain itu, material kemasan juga harus sesuai dengan standar global dan menggunakan material food grade.

Kantong teh celup sebaiknya mengandung serat-serat alami sehingga terbebas dari substansi yang dapat membahayakan kesehatan. Jadi, sudah ngeteh belum hari ini?

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

3 Jenis Teh yang Tidak Mengandung Kafein

Banyak yang belum menyadari kalau teh yang biasa Anda minum mengandung kafein. Tapi tenang, ternyata ada banyak teh tanpa kafein yang bisa Anda konsumsi.

Ditulis oleh: Novita Joseph
Fakta Gizi, Nutrisi 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit

3 Manfaat Mengejutkan Minum Teh Rooibos untuk Tubuh Anda

Jika bosan dengan teh biasa, Anda bisa mencoba teh rooibos. Sama seperti teh lainnya, teh rooibos juga memberikan manfaat bagi tubuh. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Fakta Gizi, Nutrisi 2 Desember 2019 . Waktu baca 4 menit

3 Cara Mudah Membuat Teh Kayu Manis di Rumah

Kayu manis yang harum dan manis bisa Anda jadikan sebagai teh. Namun, bagaimana cara membuat teh kayu manis? Lihat langkah pembuatannya di sini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Tips Makan Sehat, Nutrisi 16 November 2019 . Waktu baca 4 menit

3 Langkah Mudah Membuat Teh Sage Sendiri di Rumah

Minum teh sage diketahui menyehatkan tubuh. Namun, bagaimana cara membuat teh sage ini? Yuk, lihat langkah-langkahnya berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Tips Makan Sehat, Nutrisi 12 November 2019 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

teh atau kopi

Teh atau Kopi, Mana yang Lebih Sehat?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 30 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
makanan terbaik untuk sarapan

6 Makanan Paling Sehat untuk Sarapan

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 22 Desember 2020 . Waktu baca 7 menit
manfaat ampas teh bagi kecantikan

7 Cara Memanfaatkan Ampas Teh untuk Kecantikan

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
kafein dalam kopi

Perbandingan Jumlah Kafein dalam Kopi, Teh, dan Cokelat

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 6 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit