Agar Tak Cepat Busuk, Pahami Dulu Masa Kedaluwarsa Telur

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 14 Agustus 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Sebagai bahan makanan yang paling sering dikonsumsi, mungkin Anda akan membeli dan menstok telur dalam jumlah banyak. Sayangnya, banyak yang tak menyadari bahwa telur juga punya masa kedaluwarsanya sendiri. Telur memang bisa bertahan lama jika disimpan dengan cara yang tepat. Namun selayaknya bahan makanan mentah pada umumnya, telur juga bisa berubah menjadi busuk saat disimpan terlalu lama sekalipun di dalam suhu yang dingin. Jadi, sampai kapan sebaiknya telur aman untuk dikonsumsi?

Supaya tidak busuk, berapa lama menyimpan telur?

Telur sebenarnya dapat bertahan dalam jangka waktu yang lama apabila disimpan dengan baik di dalam kulkas. Semakin dingin suhunya, maka semakin lama daya tahannya.

The Food and Drug Administration (FDA) atau setara dengan Badan POM di Indonesia, menyarankan untuk sebaiknya menyimpan telur di dalam suhu yang pas. Suhu yang tepat yaitu di bawah 7 derajat celcius.

Namun, beda tempat penyimpanannya, beda juga masa kedaluwarsanya. Menurut United States Department of Agriculture, saat yang masih terlindungi cangkangnya, telur dapat bertahan hingga 4 sampai 5 minggu jika disimpan di dalam kulkas. Sebaliknya saat disimpan di dalam ruangan, telur jadi lebih cepat busuk dan hanya bisa bertahan sampai 3 minggu.

Sementara, telur yang telah direbus juga lebih cepat busuk ketika disimpan di dalam suhu ruangan.  Hal ini karena suhu ruangan yang cenderung panas dapat menghancurkan lapisan yang melindungi pori-pori telur.

Akhirnya, bakteri pun mudah masuk sehingga telur menjadi busuk. Namun, telur juga bisa bertahan tanpa cangkang asalkan disimpan di dalam freezer. Dalam kondisi tersebut, dapat bertahan hingga 1 tahun.

Di mana seharusnya menyimpan telur agar tidak busuk?

Sebenarnya, sah-sah saja Anda mau menyimpan telur di suhu ruangan ataukah di dalam kulkas. Asalkan, Anda tahu betul kapan telur tersebut sudah tidak layak dimakan alias kedaluwarsa.

Yang jelas, telur akan lebih tahan lama jika disimpan dalam kulkas. Anda juga harus perhatikan posisi penyimpanan telur di dalam kulkas. Sebaiknya simpan telur di bagian dalam kulkas agar suhu di sekitar telur selalu stabil dan tak terpengaruh jika Anda buka tutup kulkas.

Tak hanya itu, usahakan untuk menyimpan telur terpisah dengan makanan lainnya. Hal ini karena dapat menimbulkan risiko kontaminasi. Supaya lebih tahan lama, Anda juga bisa menyimpan telur dengan tempat karton yang umumnya terdapat pada kemasan telur.

Hal ini dilakukan bertujuan untuk mencegah kontaminasi dari perkembangan bakteri Salmonella yang terkandung di dalam telur.

Bahaya mengonsumsi telur yang busuk

Telur bisa busuk biasanya terjadi akibat banyaknya jumlah bakteri Salmonella di dalam telur. Jika tidak memperhatikan masa kadaluwarsa telur, Anda bisa saja tak sengaja memasak telur yang sudah basi lalu kemudian dihidangkan sebagai makanan.

Akibatnya, Anda bisa mengalami keracunan makanan yang ditandai dengan keluhan mual, muntah, diare, demam, nyeri perut, sakit kepala, sakit badan. Keluhan dapat muncul 1-3 hari setelah mengonsumsi makanan yang terkontaminasi bakteri namun dapat juga muncul 20 menit-6 minggu kemudian. Gejala yang muncul dapat berbeda-beda dan dapat menimbulkan komplikasi.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber