Ingin berbagi cerita soal anak? Ikut komunitas Parenting sekarang!

home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Apa Benar Tinggi Badan Bertambah Saat Anak Tidur?

Apa Benar Tinggi Badan Bertambah Saat Anak Tidur?

Minum susu sebelum tidur katanya bisa mendukung pertumbuhan tinggi badan saat anak tidur. Apakah ini benar hanya mitos? Banyak faktor yang mempengaruhi tinggi badan seorang anak, seperti faktor keturunan, status gizi, gaya hidup, dan lainnya. Mungkin tidur bisa menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi tinggi badan anak agar bertambah.

Saat tidur, organ dalam tubuh kita bekerja dan hormon juga dilepaskan untuk mendukung kerja organ. Mungkin hormon ini adalah kunci utama mengapa tidur dapat mendukung pertumbuhan seorang anak. Untuk mengetahuinya lebih lanjut, mari simak ulasan berikut.

Bagaimana tinggi badan anak bertambah saat tidur?

Pertumbuhan merupakan proses kompleks yang membutuhkan beberapa hormon. Salah satu hormon yang mempengaruhi pertumbuhan tinggi badan anak adalah hormon pertumbuhan karena hormon ini menstimulasi proses biologis pada darah, organ, otot, dan tulang yang dibutuhkan untuk menambah tinggi badan. Beberapa hal yang mempengaruhi kerja hormon pertumbuhan adalah gizi, stres, dan olahraga, serta tidur.

Hormon pertumbuhan dilepaskan oleh kelenjar hipofisis pada otak ke aliran darah dan dilepaskan sepanjang hari, tetapi periode pelepasan yang paling tinggi adalah saat tidur, tidak lama setelah anak tidur nyenyak. Ini berarti durasi tidur yang pendek atau terjadi gangguan saat tidur dapat mempengaruhi pelepasan hormon pertumbuhan karena kita membutuhkan waktu untuk mencapai tidur yang lebih dalam.

Penelitian oleh Takahashi tahun 1968 menunjukkan bahwa waktu tidur malam yang ditunda dan tidur malam yang tidak nyenyak atau sering terbangun dapat menghambat puncak pelepasan dari hormon pertumbuhan. Penelitian lainnya yang diterbitkan oleh jurnal Otolaryngology-Head and Neck Surgery tahun 2010 menjelaskan bahwa anak yang mengalami kekurangan hormon pertumbuhan berhubungan dengan kualitas tidur yang buruk dan tinggi badan yang lebih pendek.

Oleh karena itu, anak sebaiknya mendapatkan tidur malam yang cukup untuk memaksimalkan pelepasan hormon pertumbuhan yang mendukung penambahan tinggi badan anak. Jika satu malam saja anak tidak mendapatkan kualitas tidur yang baik mungkin tidak akan menghambat pertumbuhan, tetapi jika hal ini sering terjadi hampir setiap hari mungkin dapat mempengaruhi pertumbuhan anak.

Berapa lama sebaiknya anak tidur?

Tidur yang cukup merupakan suatu hal yang penting didapatkan anak karena pada saat tidur tubuh dapat memulihkan energi untuk membangun koneksi pada otak. Durasi tidur yang tidak cukup dapat menyebabkan anak mengalami masalah pertumbuhan, seperti terhambatnya pertumbuhan tinggi badan dan dapat berakibat anak menjadi pendek atau stunting. Durasi tidur yang pendek atau tidur kurang dapat menyebabkan anak gagal memproduksi hormon pertumbuhan dengan maksimal saat tidur, sehingga pertumbuhan tinggi badan saat tidur tidak bekerja dengan maksimal.

Kurang tidur juga dapat menyebabkan kondisi kekurangan hormon pertumbuhan yang dapat mempengaruhi kerja jantung, paru-paru, dan sistem kekebalan tubuh. Penelitian yang diterbitkan oleh jurnal Neuroendocrinology pada tahun 2011 menunjukkan bahwa anak yang mengalami kekurangan hormon pertumbuhan memiliki durasi tidur yang pendek dan kualitas tidur yang buruk dibandingkan dengan anak seumuran yang mempunyai pertumbuhan normal.

Durasi tidur yang diperlukan seorang anak berbeda-beda tergantung dengan usianya. Berdasarkan National Sleep Foundation, durasi tidur yang diperlukan bayi sampai remaja adalah:

  • Bayi baru lahir usia 0-3 bulan membutuhkan durasi tidur sekitar 14-17 jam
  • Bayi usia 4-11 bulan membutuhkan durasi tidur sekitar 12-15 jam
  • Anak usia 1-2 tahun membutuhkan durasi tidur sekitar 11-14 jam
  • Anak usia 3-5 tahun membutuhkan durasi tidur sekitar 10-13 jam
  • Anak usia 6-13 tahun membutuhkan durasi tidur sekitar 9-11 jam
  • Remaja usia 14-17 tahun membutuhkan durasi tidur sekitar 8-10 jam

Bagaimana caranya agar anak tidur dengan nyenyak?

Hormon pertumbuhan dapat dilepaskan dengan jumlah paling tinggi pada saat anak tidur dengan nyenyak. Dengan membuat anak nyenyak saat tidur, Anda berarti mendukung anak bertumbuh alias bertambah tinggi badan mereka. Untuk membantu anak tidur nyenyak dalam durasi cukup, Anda sebagai orangtua dapat melakukan:

  • Menerapkan jam tidur untuk anak setiap harinya. Anak sekolah sebaiknya sudah tidur pukul 8 atau 9 malam. Terapkan hal yang sama walaupun pada akhir pekan. Jam tidur yang tidak menentu dapat membuat kebiasaan tidur anak menjadi buruk.
  • Temani anak sebelum tidur, bisa dilakukan dengan berbicara dengan anak, menyanyikan lagu pengantar tidur, atau membacakan cerita sebelum tidur. Serta, jangan mengajak anak untuk melakukan aktivitas sebelum tidur. Pastikan anak dalam kondisi yang nyaman sebelum tidur.
  • Pastikan anak tidur dalam ruangan yang nyaman, sebaiknya dalam kondisi lampu dimatikan dan suasana tenang.
  • Jangan menempatkan televisi atau komputer di kamar anak.

 

BACA JUGA

Pusing setelah jadi orang tua?

Ayo gabung di komunitas parenting Hello Sehat dan temukan berbagai cerita dari orang tua lainnya. Anda tidak sendiri!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

The Connection between Sleep and Growth (Ages 5 to 8). Available at http://www.babycenter.com/0_the-connection-between-sleep-and-growth-ages-5-to-8_3658990.bc. Accessed July 29, 2016.

National Sleep Foundation. National Sleep Foundation Recommends New Sleep Times. Accessed November 6, 2019.

Hirshkowitz. 2015. The National Sleep Foundation’s Sleep Time Duration Recommendations: Methodology and Results Summary. National Sleep Foundation. Available at https://sleepfoundation.org/sites/default/files/STREPchanges_1.png. Accessed July 29, 2016.

Sung Wan Kim. 2010. Growth Factor and Sleep-Related Quality of Life in Children. Otolaryngol Head Neck Surg, Vol. 143 No. 2, p. 258. Available at http://oto.sagepub.com/content/143/2_suppl/P258.2.full. Accessed July 29, 2016.

Falwell, Elizabeth. 2014. Does Lack of Sleep in Young Children Stunt Growth?. Available at http://www.livestrong.com/article/546862-does-lack-of-sleep-in-young-children-stunt-growth/. Accessed July 29, 2016.

Lemouse, Mack. Importance of Sleeping in Growing Taller. Available at http://www.healthguidance.org/entry/13394/1/Importance-of-Sleeping-in-Growing-Taller.html. Accessed July 29, 2016.

Takahashi, Y., Kipnis, D. M., & Daughaday, W. H. 1968. Growth Hormone Secretion During Sleep. The Journal of Clinical Investigation, Vol. 47, 2079-2090. Available at http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC297368/. Accessed July 29, 2016.

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Arinda Veratamala Diperbarui 16/08/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan