backup og meta
Kategori
Cek Kondisi

1

Tanya Dokter
Simpan

Mengenal Tanda-Tanda Orang Saat Mau Meninggal Dunia

Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H. · General Practitioner · Medicine Sans Frontières (MSF)


Ditulis oleh Satria Aji Purwoko · Tanggal diperbarui 13/07/2022

Mengenal Tanda-Tanda Orang Saat Mau Meninggal Dunia

Menjelang kematian, tubuh umumnya mengalami berbagai perubahan yang terlihat secara fisik. Dengan mengetahui tanda-tanda orang mau meninggal dunia, Anda, keluarga, dan orang yang ditinggalkan bisa lebih mempersiapkan diri secara mental.

Tanda-tanda orang mau meninggal dunia secara medis

Menerima kenyataan bahwa orang terkasih akan segera meninggalkan Anda sampai kapan pun tidak akan pernah membuat diri Anda siap. 

Akan tetapi, Anda dan keluarga bisa melakukan perawatan untuk meringankan beban orang tersebut dengan mengetahui perubahan fisik yang terjadi mendekati ajal.

Berikut ini merupakan beberapa tanda perubahan fisik pada seseorang menjelang kematian yang perlu Anda ketahui.

1. Sirkulasi darah melambat

lebam setelah meninggal, tanda-tanda orang mau meninggal

Bintik, kebiruan, atau lebam pada kulit setelah meninggal disebabkan oleh peredaran darah yang melambat menjelang kematian.

Tanda-tanda yang muncul pada bagian atas tubuh, seperti pinggul hingga kepala, menandakan kematian yang lebih dekat dibandingkan perubahan yang terjadi pada bagian bawah tubuh.

Untuk mengurangi rasa nyeri atau tidak nyaman pada pasien, Anda bisa memberikan pelembap pada bagian kulit yang lebam.

Tanyakan juga apakah orang tersebut merasakan ketidaknyamanan tertentu sehingga Anda dapat melakukan perawatan yang tepat.

2. Aliran darah menuju otak menurun

Penurunan aliran darah menuju otak akan mengakibatkan seseorang mengalami penurunan tingkat kesadaran yang dikenal sebagai delirium

Kondisi ini juga membuat seseorang yang hendak meninggal merasa mengantuk terus-menerus dan terkadang mengalami disorientasi atau linglung. 

Jika orang terkasih Anda mengalami hal ini, biarkan dia beristirahat. Akan tetapi, tetap pantau kondisinya, siapa tahu dia membutuhkan pertolongan.

3. Volume darah yang dipompa jantung berkurang

Dalam kondisi ini, seseorang terkadang mengalami takikardia atau peningkatan detak jantung di atas normal saat beristirahat.

Menurut American Heart Association, orang yang mengalami takikardia memiliki detak jantung lebih dari 100 detak per menit (BPM) dibandingkan orang normal antara 60–100 BPM.

Orang mau meninggal dunia juga menunjukkan tanda-tanda berupa hipotensi atau tekanan darah rendah. Tekanan darah bisa menjadi sangat rendah hingga berisiko mengakibatkan kegagalan organ.

4. Kesulitan makan

pemasangan NGT

Biasanya seseorang yang hendak meninggal akan mengalami kesulitan saat makan. Ia mungkin tidak bisa menelan makanan, tersedak, atau batuk-batuk setelah makan. 

Anda bisa mencoba memberikan orang terkasih makanan lunak atau makanan yang telah dihaluskan agar lebih mudah ditelan dan dicerna oleh tubuhnya.

5. Tidak mau makan dan minum

Salah satu tanda orang sakit keras mau meninggal dunia ialah mengalami penurunan nafsu makan dan minum. Ini berakibat pada penurunan berat badan dan dehidrasi.

Jika seseorang mengalami hal ini, jangan memaksanya untuk makan atau minum. Namun, tetap pantau asupan makanan dan cairan agar tetap tercukupi.

6. Muncul luka dekubitus

Orang yang berbaring cukup lama di tempat tidur karena sakit dapat mengalami luka baring (bedsores) atau juga dikenal dengan luka dekubitus.

Luka ini muncul akibat tekanan yang terlalu besar pada bagian tubuh tertentu. Kondisi ini awalnya ditandai dengan bintik-bintik merah pada tonjolan tulang.

Memiringkan tubuh pasien bisa jadi solusinya. Jika orang tersebut merasa sakit atau tidak nyaman saat berubah posisi, cobalah tanyakan padanya posisi mana yang cukup nyaman.

7. Masalah kandung kemih dan usus

Beberapa orang mungkin mengalami inkontinensia urine atau sulit mengendalikan kandung kemih sehingga lebih mudah mengompol.

Dikutip dari Marie Curie UK, kecenderungan untuk kurang bergerak, kurang makan dan minum, hingga efek samping obat juga bisa menyebabkan sembelit pada saluran pencernaan.

Anda perlu menjaga pasien tetap bersih dan kering. Pakaikan popok agar ia tidak terlalu sering berganti celana, sebab hal ini bisa membuat mereka tidak nyaman.

8. Sesak napas

operasi pada lansia

Sejumlah orang merasakan sesak napas sepanjang terkena penyakit. Akan tetapi, tanda-tanda orang mau meninggal ini juga bisa terjadi pada minggu, hari, atau jam terakhir kehidupannya.

Jika orang terkasih Anda mengalami kondisi ini, coba untuk memberikan alat bantu pernapasan berupa oksigen untuk meredakan sesak napas.

Selain itu, coba tenangkan orang tersebut karena kondisi ini juga dapat diakibatkan oleh rasa cemas.

9. Napas terdengar nyaring

Suara napas yang nyaring meski tidak batuk bisa terjadi akibat lendir yang menumpuk pada tenggorokan atau saluran pernapasan bagian atas.

Tidur dengan posisi memiringkan kepala bisa jadi salah satu solusinya. Anda juga bisa menaruh bantal kecil yang empuk pada belakang leher untuk mengganjal kepalanya.

10. Mengalami respirasi Cheyne-Stokes

sesak napas malam hari

Respirasi Cheyne-Stokes merupakan pola pernapasan yang sangat tidak teratur. Napas bisa sangat dalam dan cepat, tetapi selanjutnya justru sangat dangkal dan lambat. 

Dalam kondisi tertentu, orang yang mengalami kondisi ini bisa mengalami henti napas selama beberapa waktu. Sering kali, kondisi ini berlangsung antara 30 detik hingga dua menit.

Mengarahkan kipas angin yang tidak terlalu kencang ke arah pasien bisa meringankan keluhan ini. Keluarga juga perlu tahu bahwa ini normal pada masa-masa kritis menjelang kematian.

Secara keseluruhan, sejumlah kondisi yang membuat tubuh sangat lemah menjadi tanda-tanda orang mau meninggal dunia.

Hal ini biasanya mengakibatkan orang tersebut tidur dalam jangka waktu lama, bahkan terlihat seperti orang yang sedang koma.

Tak jarang, pasien juga akan mengatakan bahwa dia bertemu dengan orang yang telah meninggal atau mendatangi tempat-tempat asing yang tidak pernah didatangi sebelumnya. 

Keluarga mungkin akan menganggap bahwa ini hanyalah halusinasi semata akibat reaksi obat. Namun, perlu diketahui bahwa kondisi ini memang normal terjadi.

Kesimpulan

  • Tanda-tanda kematian secara medis bisa berupa perubahan pada warna kulit, masalah sirkulasi darah, gangguan pernapasan, hingga penurunan nafsu makan.
  • Orang yang mendekati ajalnya juga bisa mengalami halusinasi, seperti bertemu dengan orang yang telah meninggal atau pergi ke tempat asing.
  • Perawatan secara mandiri maupun di rumah sakit, seperti perawatan paliatif, juga bisa membantu orang yang Anda kasihi menjalani fase ini.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.

General Practitioner · Medicine Sans Frontières (MSF)


Ditulis oleh Satria Aji Purwoko · Tanggal diperbarui 13/07/2022

advertisement iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

advertisement iconIklan
advertisement iconIklan