Ternyata, Begini Caranya Orang yang Koma Bisa Tetap Makan dan Minum

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 17 November 2018 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Apa yang pertama kali terlintas dalam pikiran Anda saat mendengar kata koma? Kebanyakan orang mungkin akan menggambarkan koma sebagai kondisi tidak sadarkan diri alias tidur panjang karena penyakit tertentu. Seperti yang Anda tahu, orang yang sedang tidur tentu tidak bisa makan dan minum sampai dirinya terbangun. Lantas, bagaimana dengan pasien koma? Kira-kira, bagaimana cara pasien koma makan dan minum, ya? Tenang, temukan jawabannya pada ulasan berikut ini.

Koma itu seperti apa, sih?

pasien koma masih sadar atau tidak

Sederhananya, koma adalah kondisi hilangnya kesadaran dalam jangka waktu yang lama. Koma bisa disebabkan oleh banyak hal, di antaranya karena cedera atau trauma di bagian kepala, penyakit sistem saraf, penyakit metabolik, infeksi, atau stroke.

Hal-hal tersebut dapat menyebabkan pembengkakan atau perdarahan di bagian otak. Akibatnya, tekanan di rongga kepala jadi meningkat dan menghambat aliran darah berisi oksigen yang menuju ke otak. Kondisi inilah yang membuat seseorang jadi hilang kesadaran hingga mengalami koma.

Koma bukan berarti mati

Orang yang sedang koma tidak bisa menggerakkan seluruh bagian tubuhnya, mulai dari mata, telinga, mulut, tangan, hingga kaki. Mereka juga tidak bisa merespon rasa sakit, cahaya, atau suara yang ada di sekitarnya.

Namun, perlu dicatat bahwa orang yang sedang koma bukan berarti otaknya sudah tidak lagi berfungsi alias mati. Orang yang sedang koma masih hidup, tapi tidak dapat merespon keadaan di sekitarnya secara normal.

Menurut National Institute of Neurological Disorders and Stroke (NINDS), pasien koma biasanya hanya bisa meringis, tersenyum, atau menangis sebagai bentuk refleks tubuhnya.

Pasien koma tetap butuh makan dan minum

kemoterapi adalah pengobatan kanker Prednison obat apa

Manusia membutuhkan makan dan minum untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya setiap hari. Apalagi kalau Anda sedang sakit, Anda tentu membutuhkan asupan makanan yang lebih banyak supaya tubuh cepat pulih dan sembuh.

Hal ini berlaku juga untuk orang yang sedang koma. Sekalipun dalam kondisi tidak sadar, pasien koma tetap membutuhkan asupan makanan dan minuman supaya fungsi organ tubuhnya tetap berjalan dengan baik.

Namun yang jadi pertanyaan, bagaimana cara pasien koma makan dan minum? Padahal, Anda tentu tahu bahwa pasien koma tampak seperti sedang tertidur sehingga tidak memungkinkan untuk makan atau minum.

Penjelasannya begini. Koma adalah keadaan medis yang serius dan perlu dipantau secara berkala. Itu kenapa dokter dan tim medis lainnya akan selalu memastikan sistem pernapasan dan sirkulasi darah pasien berjalan dengan baik supaya jumlah oksigen menuju otak pasien tetap stabil.

Bagaimana cara pasien koma makan dan minum?

Cara pasien koma makan dan minum tentu tidak sama seperti orang normal lainnya. Karena pasien koma tidak dapat menelan atau mengunyah, maka makanan atau minuman akan diberikan dalam bentuk yang lain.

Pasien koma makan dan minum melalui cairan infus yang dimasukkan ke dalam pembuluh darah venanya. Cairan infus tersebut mengandung elektrolit, yang terdiri dari garam atau zat lainnya, untuk mencegah pasien koma dari kelaparan atau dehidrasi.

Tergantung dari kondisi pasien, dokter juga dapat membuat tabung nasogastrik untuk memungkinkan pasien koma makan dan minum. Tabung nasogastrik ini dimasukkan melalui hidung, lalu ke tenggorokan, dan berakhir di lambung untuk mengalirkan cairan dan nutrien ke dalam tubuh pasien.

Namun, jenis tabung ini hanya bisa digunakan selama 1-4 minggu saja. Jika lebih dari 4 minggu, maka tabung nasogastrik ini biasanya akan diganti dengan selang PEG.

Selang PEG atau Percutaneous Endoscopic Gastronomy adalah selang makanan permanen yang dimasukkan dari kulit perut langsung ke dalam perut pasien. Lewat selang ini, makanan buatan akan dimasukkan langsung ke dalam lambung untuk dicerna oleh pasien koma.

Yang dapat dilakukan saat mengunjungi pasien koma

Memang tidak banyak yang bisa Anda lakukan saat mengunjungi anggota keluarga atau teman yang sedang mengalami koma. Namun, ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk merangsang reflek pasien terhadap kehadiran Anda. Caranya sebagai berikut:

  • Sapa pasien dengan nada lembut supaya pasien tahu bahwa Anda sedang mengunjunginya.
  • Bicarakan hal-hal baik, sebab pasien koma mungkin saja mendengar apa yang Anda ucapkan.
  • Tunjukkan rasa cinta dan dukungan Anda, misalnya dengan memegang tangan atau sekadar mengelus kulitnya pelan-pelan. Meski terlihat sederhana, cara ini bisa membuat pasien merasa nyaman dengan kehadiran Anda.

Walaupun pasien tidak bisa memberikan respon banyak, tetap tunjukkan dukungan Anda terhadap pasien. Semakin besar dukungan Anda, maka semakin besar pula semangat pasien untuk tetap hidup dan bangun dari tidur panjangnya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kenapa, Sih, Kita Tidak Bisa Mencium Bau Badan Sendiri?

Anda bisa mencium bau badan atau wangi parfum yang dipakai orang lain dengan mudah. Tapi kenapa, ya, kita tidak bisa mencium bau badan sendiri?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Kesehatan THT, Gangguan Hidung 26 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Kenapa Lidah Terasa Pahit saat Anda Sedang Sakit?

Saat Anda sakit, makan dan minum apapun jadi tak selera. Hal ini karena mulut dan lidah terasa pahit. Nah, ini dia alasan dan cara ampuh mengatasinya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Penyakit Gusi dan Mulut, Gigi dan Mulut 25 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

Penyakit pada Kuku yang Perlu Diwaspadai

Penyakit kuku, mulai dari penampakannya yang aneh atau sekadar mudah patah, bisa berarti ada masalah juga pada kesehatan Anda.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Tiara Putri
Kesehatan Kulit, Perawatan Kuku 23 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit

Sering Mencium Sesuatu Tapi Tak Ada Wujudnya? Mungkin Anda Mengalami Phantosmia!

Sering mencium bau kentang atau bau busuk padahal tidak ada wujudnya? Tenang, ini bukan pertanda mistis, kok! Bisa jadi Anda mengalami hal ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Kesehatan THT, Gangguan Hidung 22 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

radiasi wi-fi

Benarkah Radiasi dari Wi-Fi Bisa Memicu Kanker Anak?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
manfaat minyak kutus kutus

Benarkah Minyak Kutus Kutus Baik untuk Kesehatan? Cek Faktanya di Sini!

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit
fakta tentang hati manusia

3 Fakta Tentang Hati (Liver) Manusia yang Ternyata Menakjubkan

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
gula darah turun

Habis Makan, Gula Darah Malah Turun Drastis? Apa Sebabnya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Angelina Yuwono
Dipublikasikan tanggal: 26 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit