Cegah Polusi di Dalam Ruangan Dengan 5 Cara Ini

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 7 Agustus 2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Kualitas udara yang tercemar tidak hanya terdapat di luar ruangan, melainkan juga bisa terjadi di dalam ruangan, termasuk di rumah Anda. Jika dibiarkan, pencemaran tersebut bisa mengganggu kesehatan Anda dan anggota keluarga lainnya. Supaya hal tersebut tidak terjadi, ada beberapa tips untuk mencegah polusi di dalam ruangan. 

Tips mencegah polusi di dalam ruangan

polusi udara dalam ruangan

Mungkin Anda dan anggota keluarga lainnya merasa aman di dalam rumah, terlindungi oleh tembok dan penghalang lainnya dari ancaman polusi udara.

Padahal faktanya, setelah berada dari luar terutama daerah yang udaranya tercemar, polutan udara menempel di tubuh Anda dan mengurangi kualitas udara di dalam rumah.

Mulai dari asap rokok, zat pembersih rumah yang bisa memicu reaksi alergi, hingga penyaring udara di rumah yang tidak kunjung dibersihkan.

Oleh karena itu, mempertahankan kualitas udara di rumah adalah hal yang wajib dilakukan. Setidaknya hal ini dapat mencegah tingkat polusi di dalam ruangan semakin tinggi. 

Ini dia beberapa cara agar polusi udara di dalam ruangan tidak semakin parah. 

1. Tidak merokok di dalam ruangan

obat berhenti merokok

Merokok di dalam ruangan tidak hanya membahayakan perokok aktif, melainkan juga para perokok pasif.

Bahkan, senyawa berbahaya yang ada di asap rokok juga bisa menempel pada perabotan rumah. Akibatnya, kemungkinan senyawa ini terhirup oleh semua anggota keluarga di rumah cukup besar.

Kondisi ini sangat sering ditemukan pada perokok yang merokok di dalam rumahnya sendiri. Hal ini membuat anggota keluarga lainnya yang tidak berada di dekat perokok saat itu, terkena polutan asap rokok. 

Menurut sebuah penelitian dari Maternal and Child Health Journal, anak-anak yang menderita asma dan tinggal bersama perokok cenderung masuk kategori perokok pasif.

Akibatnya, kebanyakan anak tersebut melaporkan bahwa mereka mengalami gejala asma selama 2 minggu terakhir. 

Maka itu, merokok di dalam ruangan sangat tidak dianjurkan karena hanya akan memperburuk kualitas udara di rumah.

Salah satu cara untuk mencegah polusi di dalam ruangan adalah dengan berhenti merokok di dalam ruangan. 

Dengan begitu, risiko Anda dan anggota keluarga lainnya menjadi perokok pasif pun menurun dan membuat kualitas udara di rumah menjadi lebih baik. 

2. Menggunakan pendingin ruangan 

efek seharian di ruangan ber AC

Penggunaan AC di dalam ruangan ternyata bisa menjadi salah satu cara untuk mencegah naiknya kadar polusi udara di rumah Anda. 

Dengan menggunakan pendingin ruangan, Anda bisa sesekali menutup ventilasi ruangan dengan tujuan mengurangi tingkat kontaminasi dari udara luar.

Selain itu, ada beberapa manfaat yang bisa Anda peroleh dari penggunaan AC untuk meningkatkan kualitas udara di rumah. 

  • Menjaga tingkat kelembapan dalam ruangan.
  • Membersihkan udara dengan mengurangi polutan dan alergen.
  • Mempertahankan suhu di dalam ruangan, baik ketika Anda ingin merasa hangat atau dingin.

Namun, perlu diingat bahwa rutin membersihkan pendingin ruangan minimal 3-6 bulan sekali adalah hal yang patut diperhatikan.

Jika AC Anda jarang dibersihkan dan dirawat, tentu akan menimbulkan masalah kesehatan bagi orang yang berada di ruangan tersebut, seperti asma dan alergi. 

Alih-alih memperbaiki kualitas udara, pendingin ruangan yang tidak terawat hanya akan menyebarkan debu dan serbuk sari.

Bahkan, penyaring udara pada AC juga mengandung uap air, sehingga potensi tumbuhnya jamur dapat terjadi dan menyebarkannya di ruangan Anda. 

Supaya Anda dapat mengurangi tingkat polusi di dalam ruangan, jangan lupa untuk rutin membersihkan AC Anda, ya. 

3. Mengurangi penggunaan pewangi ruangan

Sumber: The Mercury News

Bagi sebagian orang, penggunaan pewangi ruangan kerap jadi hal wajib karena khawatir bau yang dibawa dari udara luar dapat mengganggu penciuman mereka.

Pewangi ruangan memang bisa membuat rumah Anda menjadi lebih harum, tetapi sebenarnya semprotan wewangian tersebut merusak kualitas udara di rumah Anda. 

Menurut sebuah artikel dari jurnal Building and Environment, pewangi ruangan menyumbangkan tingkat polusi udara yang cukup tinggi.

Hal ini dapat terjadi melalui hasil semprotan langsung hingga reaksi bahan produk yang ada di dalamnya. 

Penggunaan alat ini memiliki hubungan kuat dengan meningkatnya kadar terpen dalam rumah, seperti benzena, toluena, dan senyawa organik lainnya yang mudah menguap. 

Memang efeknya tidak akan langsung ketahuan dan bahkan sulit untuk dideteksi. Namun, akan jauh lebih baik jika Anda tidak terlalu sering menggunakan pengharum ruangan di rumah.

4. Meletakkan tanaman penyerap polusi

tanaman peace lily
Sumber: Phil-Amy Florist

Pada tahun 1989, NASA menemukan bahwa meletakkan tanaman bisa membantu menyerap racun dari udara, terutama pada ruang tertutup dengan ventilasi yang sedikit.

Tanaman yang bisa diletakkan di dalam ruangan ini diyakini lebih efektif dibandingkan pembersih udara karena lebih hemat dan alami. 

NASA pun merekomendasikan untuk meletakkan dua atau tiga tumbuhan dalam jarak 20-25 cm. Bahkan, tumbuhan alami ini juga mengisap senyawa kimia yang berasal dari perabotan rumah tangga, seperti:

  • Karpet
  • Oven
  • Produk pembersih rumah
  • Lem

Akan tetapi, Anda tentu perlu memilih jenis tanaman yang mudah dirawat di dalam rumah dan akan bertahan hidup di dalam ruangan, yaitu:

  • Lili paris (Chlorophytum comosum) atau tumbuhan laba-laba yang dapat menyerap senyawa xylene dan formaldehyde. Anda hanya perlu menyiram tanaman ini 2-3 kali seminggu. 
  • Tanaman suji termasuk dalam tanaman yang bisa mencegah polusi udara di ruangan Anda karena menyerap senyawa berbahaya, seperti formaldehyde dan xylene.
  • Tanaman krisan menyerap senyawa kimia berbahaya yang sama seperti tanaman suji dan lili paris. 

Mulai dari sekarang, pilihlah tanaman yang bisa mencegah polusi di dalam ruangan agar bisa menyehatkan anggota keluarga lainnya.

5. Mengontrol alergen dalam ruangan

Selain meletakkan tanaman hias sebagai cara mencegah polusi di dalam ruangan meningkat, Anda mungkin perlu mengontrol alergen pula agar kualitas udara terjamin

Alergen merupakan senyawa asing yang dapat menimbulkan reaksi alergi ketika ada di tubuh seseorang. Senyawa asing ini dapat tersebar di udara dan menempel di perabotan serta lantai rumah Anda. 

Alergen bisa berasal dari mana saja, seperti hewan peliharaan, karpet, matras, hingga selimut Anda sendiri.

Salah satu cara untuk mengontrol alergen adalah dengan menghilangkan pemicunya. Namun, Anda perlu menjaga kebersihan rumah agar polusi di dalam ruangan menurun.

Ini dia beberapa cara untuk mengontrol alergen di dalam ruangan. 

  • Mengurangi penggunaan karpet.
  • Tidak memakai gorden yang tebal karena akan lebih sulit untuk dicuci dan membuat debu yang menempel semakin banyak.
  • Melapisi kasur, bantal, dan guling dengan seprai yang anti alergi.
  • Membersihkan debu dengan penyedot debu satu atau dua kali seminggu untuk mencegah alergen kembali tersebar di udara.
  • Menjaga tingkat kelembapan ruangan, terutama dapur, tetap stabil agar jamur tidak tumbuh di dinding rumah Anda dan menyebabkan kualitas udara menurun. 

Sebenarnya, mencegah polusi udara di dalam ruangan cukup mudah dilakukan. Syaratnya satu, selalu jaga kebersihan rumah dan kelembapan ruangan agar terhindar dari alergen dan jamur. 

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

9 Cara Jitu untuk Mengusir Semut Bandel di Rumah

Setiap rumah pasti ada semutnya. Apalagi rumah yang kotor. Jangan panik dulu, air lemon ternyata bisa jadi cara mengusir semut di rumah yang terjamin ampuh.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kebersihan Diri, Hidup Sehat 25 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Polusi dapat Meningkatkan Risiko Gejala Berat COVID-19

Polusi udara meningkatkan risiko tingkat kesakitan dan kematian pada pasien COVID-19 dibandingkan dengan pasien yang berada di wilayah rendah polusi.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
COVID-19, Penyakit Infeksi 9 September 2020 . Waktu baca 4 menit

5 Tips Membersihkan Rumah Agar Bebas dari Debu dan Kuman

Membersihkan rumah tidak hanya untuk menjaga kebersihan, namun juga kesehatan.Lalu, bagaimana cara membersihkan rumah yang bersih dan sehat?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kebersihan Diri, Hidup Sehat 22 Mei 2020 . Waktu baca 6 menit

Cara Menjaga Kebersihan Rumah Agar Bebas Kuman dan Virus

Lakukan cara menjaga kebersihan selama pandemi Covid-19 ini agar rumah bebas dari bakteri dan virus penyebab berbagai penyakit termasuk corona sendiri.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Kebersihan Diri, Hidup Sehat 12 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

produk pembersih rumah

Apakah Produk Pembersih di Rumah Anda Sebabkan Masalah Pernapasan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 3 Maret 2021 . Waktu baca 3 menit
tanaman untuk kamar

Selain Mempercantik Kamar, 7 Tanaman Ini Juga Bisa Bantu Tidur Nyenyak

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 2 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit
bahaya polusi udara

Jangan Remehkan Bahaya Debu Polusi! Yuk, Lindungi Diri Dengan Cara Ini

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 1 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit
polusi udara

Polusi Udara di Asia Selatan Meningkatkan Risiko Keguguran dan Stillbirth

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 10 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit