Waspadai Penyakit yang Menyerang Orang Sibuk Bekerja

    DISPONSORI OLEH:

    Waspadai Penyakit yang Menyerang Orang Sibuk Bekerja

    Pekerjaan yang menumpuk setiap harinya sering kali membuat para pekerja lupa akan pentingnya menjaga kesehatan tubuh, seperti mengabaikan waktu istirahat, pola makan yang tidak teratur, sampai memaksakan diri menuntaskan sisa pekerjaan kantor di rumah. Sebelum kondisi kesehatan memburuk, ketahui bahayanya sibuk bekerja dalam penjelasan berikut ini!

    Penyakit yang menghantui orang sibuk bekerja

    Workaholism atau risiko kecanduan kerja umumnya dialami masyarakat dengan tuntutan tinggi dan berisiko mengalami masalah kesehatan akibat sibuk bekerja.

    Beberapa penyakit bagi yang mungkin terjadi pada orang sibuk bekerja antara lain:

    • kecemasan,
    • depresi,
    • nyeri punggung, dan
    • gangguan tidur.

    Penyebab terjadinya masalah kesehatan

    Orang-orang dengan intensitas pekerjaan yang sangat sibuk ini berisiko mengalami keluhan seperti di atas tadi akibat kebiasaan yang kurang sehat, di antaranya:

    Duduk terlalu lama

    Pekerjaan yang padat biasanya akan membuat seseorang duduk sepanjang hari di depan komputer.

    Kebiasaan ini sayangnya dapat meningkatkan risiko masalah kesehatan kronis, seperti penyakit jantung, diabetes, dan beberapa jenis kanker.

    Kurang aktivitas fisik

    Akibat rutinitas yang sibuk, seorang pekerja kerap mengalami kesulitan untuk meluangkan waktu berolahraga.

    Akhirnya, muncul efek buruk dari kurangnya aktivitas fisik, seperti meningkatkan risiko terkena diabetes tipe 2, obesitas, tekanan darah tinggi, dan kolesterol.

    Mengonsumsi makanan kurang bergizi

    Keterbatasan waktu untuk makan di tengah waktu senggang selama jam kantor, membuat para pekerja mengonsumsi makanan cepat saji atau makanan yang kurang bergizi lainnya.

    Hal ini dapat menyebabkan komplikasi kesehatan jangka pendek dan jangka panjang, contohnya penambahan berat badan, diabetes dan masalah jantung.

    Tips tubuh tetap bugar saat sibuk bekerja

    Jika kondisi ini dan dampaknya tidak diatasi dengan benar, maka dapat berpengaruh pada komplikasi kesehatan yang lebih serius, seperti stroke dan penyakit kardiovaskular.

    Guna mencegahnya, para pekerja dengan kesibukan yang sangat padat bisa mencoba melakukan tips agar tetap bugar saat beraktivitas seperti berikut:

    Lakukan pemanasan sederhana

    Supaya otot tubuh tidak tegang selama bekerja seharian. Ada beberapa gerakan peregangan mudah yang bisa dilakukan di kantor untuk memberikan efek relaksasi ringan, misalnya chest stretch, leg stretch, atau sit stretch.

    Kelola stres dengan baik

    Berada di bawah tekanan stres dapat berujung pada gangguan kesehatan mental, seperti kecemasan dan depresi.

    Salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk mengelola stres dengan baik adalah dengan menciptakan waktu tidur yang nyenyak dan melakukan aktivitas yang disukai saat waktu luang.

    Perhatikan postur tubuh saat bekerja

    Sesuaikan ketinggian kursi dan layar komputer agar posisi pinggul sedikit lebih tinggi dari lutut. Selain itu, usahakan juga untuk posisi mata sejajar dengan bagian atas layar komputer dan hindari postur tubuh membungkuk saat bekerja.

    Jangan abaikan waktu makan

    Asupan makanan yang sehat dan teratur berfungsi untuk menjaga kadar gula darah tetap stabil dan meningkatkan konsentrasi saat bekerja. Pastikan juga untuk memenuhi batas minimal konsumsi air putih per hari.

    Untuk mendapatkan penanganan dan solusi yang lebih jelas, melakukan konsultasi dengan profesional atau tenaga kesehatan adalah solusi yang bisa dicoba, seperti melalui Telekonsultasi BPJS Kesehatan di Mobile JKN.

    telekonsultasi orang sibuk bekerja

    Layanan Telekonsultasi merupakan pemberian pelayanan kesehatan melalui sistem informasi yang digunakan oleh Dokter di FKTP (Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama) kepada Peserta melalui aplikasi Mobile JKN dari BPJS Kesehatan, yang dapat diakses secara mudah. Jenis layanan Telekonsultasi:

    • Konsultasi upaya promotif dan preventif perorangan kepada peserta Program JKN
    • Konsultasi medis kepada peserta
    • Konsultasi dan pemantauan pengobatan pasien kronis dan rujuk balik
    • Konsultasi upaya pencegahan penyebaran Covid-19

    Layanan ini merupakan layanan gratis dan tidak dipungut biaya apapun. Peserta hanya perlu memastikan status kepesertaannya aktif. Berikut panduan lengkap untuk melakukan Telekonsultasi.

    1. Buka aplikasi Mobile JKN dan Pilih ”Daftar” untuk membuat akun Mobile JKN bagi peserta yang belum pernah menggunakan Mobile JKN atau Log in ke akun Mobile JKN bagi peserta yang sudah pernah menggunakan Mobile JKN.
    2. Setelah masuk, peserta memilih fitur ”Konsultasi Dokter”. Bagi peserta yang belum melakukan Skrining Kesehatan, sebelum peserta dapat melakukan telekonsultasi, peserta perlu melakukan skrining kesehatan di Mobile JKN.
    3. Peserta dapat memilih lambang tambah chat berwarna biru di bagian kanan bawah, lalu memilih dokter yang tersedia untuk konsultasi kesehatan.
    4. Setelah memilih dokter, peserta mengisi keluhan dan memulai konsultasi dengan dokter dengan memilih ”Mulai Chat”.

    Nah, bagi para pekerja dengan kesibukan yang sangat padat, pastikan untuk mulai melakukan tips di atas tadi guna menjaga kebugaran tubuh dan menghindari risiko yang bisa menyebabkan masalah kesehatan.

    Jangan lupa pula segera lakukan konsultasi jika sudah merasakan keluhan kesehatan, ya!

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Sumber

    Health Direct. (2021) | Junk food and your health. Diakses pada 14 September 2022

    https://www.healthdirect.gov.au/junk-food-and-your-health 

    Centers for Disease Control and Prevention. (2022) | Physical Inactivity. Diakses pada 14 September 2022

    https://www.cdc.gov/chronicdisease/resources/publications/factsheets/physical-activity.htm 

    Better Health Channel | The dangers of sitting: why sitting is the new smoking. Diakses pada 14 September 2022 

    https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/healthyliving/the-dangers-of-sitting 

    Medical Xpress. (2021) | Workaholism leads to mental and physical health problems. Diakses pada 14 September 2022

    https://medicalxpress.com/news/2021-01-workaholism-mental-physical-health-problems.html 

    Matsudaira K, Shimazu A, Fujii T, Kubota K, Sawada T, et al. (2013) Workaholism as a Risk Factor for Depressive Mood, Disabling Back Pain, and Sickness Absence. PLOS ONE 8(9): e75140. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0075140

    HSE University. (2021) | Workaholism Leads to Mental and Physical Health Problems: Work Addiction Risk Depends on Occupation. Diakses pada 14 September 2022

    https://www.hse.ru/en/news/research/433782660.html 

    Goodwin GM. Depression and associated physical diseases and symptoms. Dialogues Clin Neurosci. 2006;8(2):259-65. doi: 10.31887/DCNS.2006.8.2/mgoodwin. PMID: 16889110; PMCID: PMC3181771.

    Chartered Society of Physiotherapy. (2019) | Are you fit for work?. Diakses pada 14 September 2022

    https://www.csp.org.uk/public-patient/keeping-active-healthy/staying-healthy-work/are-you-fit-work 

    Chartered Society of Physiotherapy. (2019) | Working from home – easy exercises. Diakses pada 14 September 2022

    https://www.csp.org.uk/public-patient/keeping-active-healthy/staying-healthy-work/desk-based-exercises 

    Chartered Society of Physiotherapy. (2019) | Managing stress in the workplace. Diakses pada 14 September 2022

    https://www.csp.org.uk/public-patient/keeping-active-healthy/staying-healthy-work/managing-stress-workplace

    Foto Penulisbadge
    Ditulis oleh Adelia Dwitasari Diperbarui Sep 27
    Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto