Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Tanda dan Cara Menghadapi Lingkungan Kerja yang Tidak Nyaman

Tanda dan Cara Menghadapi Lingkungan Kerja yang Tidak Nyaman

Gaji yang tinggi dan perusahaan ternama ternyata tidak menjamin kesejahteraan seseorang dalam bekerja. Lingkungan kantor pun akan memengaruhi kebahagiaan Anda. Jika Anda memiliki lingkungan kerja yang tidak nyaman, hal tersebut bisa membuat Anda tidak betah dan kinerja pun menurun.

Sebenarnya, apa saja tanda Anda berada dalam lingkungan kantor yang tidak sehat?

Lingkungan kerja yang tidak nyaman memengaruhi kesehatan

Menurut penelitian dalam jurnal Postmodern Openings pada 2017, tempat kerja yang tidak nyaman bisa berpengaruh pada pekerjaan dan kesehatan.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan kondisi ini, seperti atasan yang buruk, rekan kerja yang senang bergosip, hingga peraturan kantor yang terlalu ketat.

Saat Anda bekerja di bawah tekanan, hasil pekerjaan pun tidak jarang akan terpengaruh. Entah karena tekanan dari atasan yang terlalu menuntut atau rekan kerja yang tak bisa diajak bekerja sama.

Keduanya merupakan segelintir tanda bahwa Anda berada dalam lingkungan yang tidak sehat dan tidak nyaman.

Ketika lingkungan kerja buruk dan tak mendukung, stres bisa membuat Anda keteteran. Akibatnya, Anda harus lembur bahkan sampai kurang tidur.

Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko masalah kesehatan, seperti obesitas, diabetes, hingga penyakit jantung.

Oleh karena itu, lingkungan kerja pun turut menjadi pertimbangan ketika Anda memilih tempat kerja. Anda tentu tidak mau terlalu stres sampai-sampai tidak bisa menikmati hasil keringat sendiri, bukan?

Tanda lingkungan kerja Anda tidak nyaman

merasa bosan bikin ngantuk

Guna memastikan apakah Anda berada di dalam lingkungan kerja yang tidak nyaman dan tidak sehat, berikut sejumlah hal yang perlu diperhatikan.

1. Mendapatkan pelecehan secara verbal

Salah satu ciri dari tempat kerja yang buruk yakni Anda mendapatkan pelecehan secara verbal dan bullying di tempat kerja. Hal ini dapat dilakukan oleh rekan kerja atau atasan Anda.

Pelecehan ini mungkin bertujuan agar Anda merasa tertekan sehingga melakukan apa yang mereka suruh. Sebagai contoh, Anda mungkin diancam akan dilaporkan oleh rekan kerja karena melakukan pelanggaran pada peraturan kantor.

Bisa juga, atasan mencaci maki atau berkomentar pedas tentang Anda di depan seluruh karyawan atas kesalahan yang sebenarnya tidak Anda lakukan.

Hal ini tentu menyebabkan Anda takut dipecat sehingga mereka dapat mengambil alih atas kontrol diri Anda. Selain itu, Anda jadi merasa tidak aman berada di kantor.

2. Terdapat pelecehan seksual

Pelecehan seksual merupakan salah satu bentuk pelecehan yang sering terjadi di dunia pekerjaan. Baik pria dan wanita dapat mengalami hal ini, apalagi jika Anda harus berhadapan dengan bos yang genit di kantor.

Berikut ini beberapa contoh pelecehan seksual yang mungkin terjadi dalam lingkungan kantor.

  • Membuat lelucon atau sindiran yang bersifat seksual.
  • Menyentuh bagian tubuh Anda secara tidak pantas tanpa persetujuan.
  • Melakukan gerakan atau ekspresi wajah yang menghina dan bersifat seksual.
  • Menatap tubuh seseorang.

Bentuk pelecehan seksual sebenarnya ada banyak. Akan tetapi, tingkat keparahannya pun bervariasi. Meskipun terlihat sepele, pelecehan seksual yang terjadi berulang kali tentu dapat memengaruhi kondisi psikologis Anda.

Jika Anda ragu apakah tindakan tersebut termasuk pelecehan atau bukan, silakan bertanya kepada diri sendiri berapa kali hal tersebut terjadi. Jangan takut untuk menceritakannya kepada orang lain untuk meminta masukan dari mereka.

3. Mempunyai atasan yang buruk

Lingkungan pekerjaan yang buruk juga dipengaruhi oleh atasan yang semena-mena dengan bawahannya.

Contohnya jika pada akhir pekan, atasan Anda masih tetap menghubungi dan mengganggu Anda untuk menanyakan soal pekerjaan atau bahkan memaksa Anda mengerjakan sesuatu.

Memiliki atasan yang seperti itu juga dapat menjadi salah satu tanda bahwa Anda berada di lingkungan kerja yang buruk.

Menghadapi lingkungan kerja yang buruk tanpa harus resign

menghilangkan pegal setelah bekerja

Anda sudah merasa sangat tidak nyaman dengan kondisi tempat kerja yang tidak nyaman, tapi tidak memiliki pilihan lain lantaran banyaknya tanggungan?

Jika demikian, Anda dapat mengikuti cara menghadapi lingkungan kerja yang buruk tersebut sebagai berikut.

1. Tidak membawa urusan pekerjaan ke rumah

Bila kantor Anda memang sudah menunjukkan tanda-tanda lingkungan kerja yang tidak sehat, usahakan untuk tidak membawanya saat pulang ke rumah.

Biarkan energi dan aura negatif itu tertinggal di tempat kerja. Membawanya ke rumah justru akan membuat Anda lebih stres dan memperburuk hubungan Anda dengan mereka yang di rumah.

Usahakan untuk tidak membicarakan tentang urusan kantor atau memeriksa e-mail pekerjaan saat berada di rumah. Jangan biarkan momen di rumah hilang karena Anda pusing memikirkan pekerjaan.

2. Bercerita kepada orang yang bisa dipercaya

kondisi kantor

Pilihlah seseorang yang bisa Anda ajak cerita atau diskusi ketika mulai ada tanda-tanda bahwa lingkungan kerja Anda tidak sehat.

Tak hanya kepada pasangan, Anda juga dapat berkeluh kesah kepada sahabat atau anggota keluarga yang dapat dipercaya.

Jika Anda hanya butuh didengar, sampaikanlah kepada mereka bahwa yang Anda butuhkan hanyalah seorang pendengar. Tak perlu mereka memberi respons atau solusi pun Anda sudah cukup tenang.

3. Melihat sisi positifnya

Jika Anda berada di lingkungan kerja yang buruk, terkadang sulit untuk melihat sisi positif dari pekerjaan tersebut. Hal tersebut akhirnya menurunkan semangat Anda. Untuk itu, cobalah berusaha melihat berbagai sisi positif yang bisa Anda dapatkan dari pekerjaan ini.

Contohnya, sekalipun penuh tekanan, pekerjaan Anda saat ini bisa menjadi batu loncatan yang baik untuk karier Anda selanjutnya. Bila berhasil, Anda bisa saja memiliki kinerja yang baik untuk mendukung masa depan.

4. Tidak ikut campur dalam “drama” kantor

Sebisa mungkin, hindarilah ikut campur dalam drama di kantor. Anda mungkin tidak dapat mengubah perilaku rekan kerja yang menyebalkan terhadap Anda atau orang lain.

Namun, menghindari drama yang dibuat oleh mereka dapat menjadi salah satu cara agar Anda tetap “waras” di lingkungan kerja yang buruk. Selain itu, hal ini juga berguna untuk menjaga semangat kerja Anda.

5. Menyelesaikan masalah

Jika Anda memang memiliki masalah dengan rekan kerja yang toxic dan mereka tidak senang dengan Anda, cobalah untuk menyelesaikannya.

Bermasalah dengan rekan kerja tentu dapat mengubah suasana di tempat kerja menjadi tidak nyaman. Oleh karena itu, usahakan untuk membicarakan masalah tersebut dengan rekan kerja Anda dan cari tahu jalan keluarnya.

Bila Anda merasa tidak memiliki masalah apa pun, tak ada salahnya juga untuk bertanya kepada mereka demi menghapus kesalahpahaman.

Berada di dalam lingkungan kerja yang buruk tentu dapat membuat Anda tertekan dan stres. Akan tetapi, tidak semua masalah dapat diselesaikan dengan mengundurkan diri dari pekerjaan tersebut.

Tetap menjadi diri Anda sendiri dan mencari sisi positif dari berbagai masalah merupakan sikap optimis yang patut diacungi jempol.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Barnes, P.G. (2012) Surviving bullies, queen bees and psychopaths in the workplace.

Buckingham, M., & Coffman, C. (1999). First break all the rules: What the world’s greatest managers do differently. New York: Simon & Schuster.

Kusy, M. & Holloway, E. (2009). Toxic Workplace: Managing toxic personalities and their systems of power. San Francisco, CA: Josey-Bass/Wiley & Sons

Demsky CA, Fritz C, Hammer LB, Black AE. Workplace incivility and employee sleep: The role of rumination and recovery experiences. J Occup Health Psychol. 2019;24(2):228-240. doi:10.1037/ocp0000116 

Tastan, S. B. (2017). Toxic Workplace Environment: In Search for the Toxic Behaviours in Organizations with a Research in Healthcare Sector. Postmodern Openings. 83-109. 8(1). doi:10.18662/po/2017.0801.07 

Torkelson E, Holm K, Bäckström M, Schad E. Factors contributing to the perpetration of workplace incivility: the importance of organizational aspects and experiencing incivility from others. Work Stress. 2016;30(2):115-131. doi:10.1080/02678373.2016.1175524

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Ilham Fariq Maulana Diperbarui Apr 12
Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.