home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Mengapa Perut Mual Setelah Makan Makanan Berminyak?

Mengapa Perut Mual Setelah Makan Makanan Berminyak?

Pernahkah Anda merasa mual setelah makan makanan berminyak? Makanan yang mengandung minyak memang terlihat menggiurkan. Gulai atau ayam goreng memang susah ditolak oleh lidah. Tapi tidak semua tubuh Anda bisa menerima asupan minyak begitu saja. Mengapa demikian? Simak penjelasannya berikut ini.

Kenapa mual setelah makan makanan berminyak?

Makanan berminyak jelas mengandung kandungan lemak yang tinggi. Ketika Anda makan makanan berminyak, perut Anda mengirimkan sinyal ke otak Anda untuk memperlambat pengosongan lambung. Hal tersebut dilakukan untuk mencegah jumlah kelebihan lemak dari dan yang dilepaskan ke dalam aliran darah pada saat yang bersamaan. Bila terjadi demikian, akibatnya dapat menyumbat sistem peredaran darah Anda dan setidaknya Anda akan merasakan mual dahulu.

Lemak pada makanan berminyak akan dicerna lebih lambat karena mereka harus dipecah dahulu menjadi partikel yang lebih kecil sebelum mereka dapat memasuki usus kecil. Hal ini akan membutuhkan waktu lebih lama bagi lemak untuk bisa dicerna, dan akhirnya akan mengendap sekian lama, menyebabkan penumpukan di perut serta gangguan pencernaan lainnya. Untuk efek jangka pendeknya ya itu tadi, tak jarang Anda akan merasakan mual dan berakhir muntah.

Perhatikan kapan mual tersebut muncul

Perhatikan juga waktu ketika makanan berminyak bikin mual. Mual yang muncul setelah makan makanan berminyak, bisa mengindikasikan adanya gangguan pencernaan seperti radang lambung yang membentuk lubang dangkal pada dinding lambung (ulkus peptikum). Nah, kalau mualnya terasa setelah 1 sampai 8 jam setelah makan makanan berminyak, ini mungkin bisa disebabkan sebagai keracunan makanan.

Kapan harus periksa ke dokter?

Ketika perut terasa mual setelah makan makanan berminyak, baiknya segera konsultasikan dengan dokter. Gejala ini bisa menunjukkan tanda alergi atau bahkan ada yang bermasalah pada pencernaan Anda. Mual yang dirasakan biasanya akan berkurang dalam waktu 6 sampai 24 jam, dan dapat diobati sendiri di rumah. Tapi, berikut ini tanda-tanda mual tak wajar yang harus Anda perhatikan dan dilarikan ke klinik atau pusat kesehatan terdekat:

  • Mual diakhiri dengan muntah-muntah yang berlangsung lebih dari beberapa jam
  • Mual dan diare
  • Pucat dan keringat dingin
  • Dibarengi dengan demam atau suhu tubuh yang tinggi
  • Anda tidak kencing selama 6 jam

Bagaimana cara mengatasi mual akibat makan makanan berminyak?

Berikut ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan jika Anda mual setelah makan makanan berminyak:

  • Ketika mual setelah makan makanan berminyak, baiknya Anda buat secangkir air hangat dan perasan 1 buah lemon segar. Campurkan dengan 1 sendok teh gula pasir. Minum segera, posisikan tubuh Anda tegak dan jangan membuat posisi perut merasa tertekan.
  • Ambil dua buah kapulaga, hancurkan dan jangan lupa sediakan gula batu. Untuk meredakan rasa mual setelah makan makanan berminyak, Anda bisa mengonsumsi keduanya secara perlahan hingga rasa mual mereda.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

I get sick after eating fatty foods http://www.livestrong.com/article/417083-i-get-sick-after-eating-fatty-foods/ Diakses pada 22 Maret 2017

Intolerance of fried fatty food http://www.livestrong.com/article/474104-intolerance-of-fried-fatty-foods/ Diakses pada 22 Maret 2017

Nausea and vomitting http://my.clevelandclinic.org/health/articles/nausea-and-vomiting Diakses pada 22 Maret 2017

Foto Penulis
Ditulis oleh Novita Joseph Diperbarui 06/09/2017
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
x