home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Meski Lezat, Sayur Goreng Sehat Apa Tidak, Sih?

Meski Lezat, Sayur Goreng Sehat Apa Tidak, Sih?

Setelah digoreng dengan direndam dalam minyak panas atau disebut juga deep frying, rasa sayuran ini jadi jauh lebih nikmat. Maka itu, tidak heran orang jadi menggemari kol goreng dan jenis sayur goreng lain. Namun, apakah sayur goreng menyehatkan?

Apa yang terjadi ketika sayuran digoreng?

Sekarang ini, aneka sayur goreng jadi menu makanan di mana-mana. Dari restoran hingga pedagang kaki lima. Ada kol goreng, terong goreng, kembang kol goreng, keripik bayam goreng, dan jenis lainnya yang digoreng bagaikan menu lauk.

Namun, Anda yang mungkin sekarang menggemari makanan ini perlu memperhatikan sisi kesehatannya. Berikut ini beberapa penjelasan seputar sayur yang digoreng.

1. Sayuran menyerap banyak lemak

Menggoreng dengan cara deep frying akan membuat bahan makanan jadi lebih banyak menyerap minyak. Hal tersebut termasuk saat menggoreng sayuran, akan lebih banyak lemak yang terserap dalam sayur yang secara alami seharusnya rendah lemak.

Peningkatan kadar lemak dari makanan ini dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, kanker, dan hipertensi.

2. Merusak kandungan vitamin dan mineral

Menggoreng dengan metode deep frying juga merusak kandungan vitamin dan mineral dalam bahan makanan. Sayur yang harusnya mengandung vitamin dan mineral, kadarnya jadi berkurang akibat kerusakan yang ditimbulkan setelah dipanaskan.

Contohnya, vitamin E akan menghilang ketika sayuran digoreng. Begitu juga dengan beta-karoten dan vitamin A. Kadarnya akan menurun jauh.

3. Terjadi perubahan kimiawi yang berbahaya

Ketika digunakan untuk menggoreng terlalu lama dan terus-menerus, suhu minyak akan jadi sangat tinggi. Ini akan menimbulkan berbagai perubahan struktur kimiawi, baik dari minyak maupun kandungan dalam sayuran.

Apalagi jika penggunaan minyak goreng berulang alias minyak jelantah, ini dapat merusak antioksidan pada sayuran yang Anda goreng.

Selain pembentukan senyawa beracun pada minyak, penggorengan juga membuat perubahan pada struktur kimia minyak. Menggoreng membuat struktur lemak dalam minyak berubah menjadi lemak trans.

Lemak trans ini kemudian akan terserap dalam sayuran yang Anda goreng. Semakin banyak lemak trans yang masuk ke dalam tubuh Anda semakin berbahaya untuk kesehatan tubuh.

Lemak trans meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan menurunkan kolesterol baik (HDL).

Teknik Menggoreng Vacuum Frying, Benarkah Lebih Sehat?

Sayur goreng memang enak, tapi jangan sering-sering

Sayuran memiliki kandungan vitamin dan mineral yang sangat penting untuk tubuh. Akan tetapi, ketika dibuat jadi menu kol goreng, terong goreng, kembang kol goreng, efek negatifnya jadi lebih banyak dibandingkan manfaat yang seharusnya Anda dapatkan.

Menggoreng memang bisa meningkatkan cita rasa, warna, dan tekstur bahan makanan. Namun, kandungan gizi sayuran yang berkurang dan efek merugikan lainnya lebih banyak.

Apalagi jika Anda makan makanan ini di restoran atau warung makan. Biasanya minyak yang digunakan untuk menggoreng sayuran sudah dipakai berulang kali, sehingga efeknya lebih buruk bagi tubuh Anda.

Lebih aman menumis dibandingkan menggoreng

Memang sulit untuk mengurangi makanan ini karena rasanya yang nikmat. Namun, dibandingkan menggoreng, sebaiknya cukup tumis sayuran dengan minyak secukupnya.

Menumis dengan minyak masih lebih aman dibandingkan membuat kol goreng atau terong goreng krispi. Menumis biasanya dilakukan sebentar, waktu masaknya lebih cepat dibandingkan menggoreng dengan deep frying.

Apalagi kalau menumis dengan minyak zaitun, lemak yang didapatkan akan jauh lebih sehat tapi sayuran pun tetap nikmat.

Menumis sayuran dengan minyak zaitun murni alias virgin olive oil, menurut penelitian dalam jurnal Food Chemistry, justru dapat memperkaya zat fenol alami. Fenol merupakan sejenis zat antioksidan yang dapat membantu mencegah diabetes, kanker, dan kerusakan sel.

health-tool-icon

Kalkulator Kebutuhan Kalori

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Carey Elea. 2016. Fried Vegetables Are Good for You? Don’t Believe the Hype. [Online] Tersedia pada: https://www.healthline.com/health/food-nutrition/frying-vegetables-versus-boiling#1 (Diakses 22 Oktober 2018)

Paradox Patience. 2017. Nutritional Value of Fried Vegetables. [Online] Tersedia pada: https://www.livestrong.com/article/545378-nutritional-value-of-fried-vegetables/ (Diakses 23 Oktober 2018)

Jdel RA, dkk. 2015. Phenols and the Antioxidant Capacity of Mediterranean Vegetables Prepared with Extra Virgin Olive Oil Using Different Domestic Cooking Techniques. Food Chemical 188: 430-438

Hilmantel Robin. 2013. Can Deep-Fried Food Really Be Healthy?. [Online] Tersedia pada: https://www.womenshealthmag.com/food/a19921785/deep-fried-vegetables/ (Diakses 23 Oktober 2018)

Gilbert Kylie. 2016. Deep-Fried Vegetables Are Healthier? [Online] Tersedia pada: https://www.shape.com/healthy-eating/cooking-ideas/deep-fried-vegetables (Diakses 23 Oktober 2018)

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Rr. Bamandhita Rahma Setiaji Diperbarui 24/02/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Damar Upahita
x