Apakah Penyakit Autoimun Itu Berbahaya dan Berakibat Fatal?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 30 November 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Penyakit autoimun adalah suatu kondisi ketika sistem imun yang seharusnya melindungi sel-sel tubuh dari serangan penyakit, justru menyerang sel-sel tubuh yang sehat. Memang masih jarang diketahui, padahal sebenarnya penyakit autoimun kerap muncul dalam kehidupan sehari-hari. Lantas, seberapa berbahayanya efek penyakit autoimun bagi kesehatan tubuh?

Seberapa berbahayakah efek penyakit autoimun?

Ada lebih dari 80 jenis penyakit autoimun. Namun, hanya beberapa penyakit saja yang umum terjadi dan mungkin familiar di telinga Anda, seperti penyakit diabetes tipe 1, rheumatoid arthritis (RA), psoriasis, multiple sclerosis, lupus, radang usus, myasthenia gravis, serta celiac.

Setiap penyakit autoimun tersebut tentunya menimbulkan gejala yang beragam. Ini karena sel-sel tubuh yang diserang oleh sistem kekebalan pada penyakit autoimun tersebut tidaklah sama. Dengan kata lain, efek penyakit autoimun bereaksi di dalam tubuh dengan cara yang berbeda-beda tergantung dari jenis penyakitnya.

Ambil contoh, pada multiple sclerosis bagian tubuh yang diserang adalah sistem saraf pusat, sementara pada penyakit celiac bagian tubuh yang mengalami masalah adalah saluran pencernaan.

Selain itu, risiko seseorang untuk mengalami penyakit autoimun umumnya juga tidak selalu sama. Jenis kelamin, lingkungan, hingga keturunan, merupakan beberapa faktor yang turut menentukan terjadinya penyakit autoimun, dilansir dari laman Healthline.

Diungkapkan oleh Mary J. Shomon, seorang penulis buku berjudul Living Well With Autoimmune Disease: What Your Doctor Doesn’t Tell You That You Need to Know, bahwa meskipun sering kali terlihat cukup parah dan tergolong kronis, tapi sebenarnya efek penyakit autoimun ini tidak fatal.

Hanya saja, sama halnya dengan jenis penyakit lainnya, efek penyakit autoimun pada tubuh tidak main-main. Bahkan, bisa sampai membuat pengidapnya merasa tidak mampu melakukan aktivitas harian.

Jika kemudian ditemukan ada kasus kematian yang disebabkan oleh penyakit autoimun, seperti pada sebuah penelitian yang dimuat dalam American Public Health Association, maka tergantung dari kondisi kesehatan serta keparahan penyakit yang dialami.

penyakit gangguan autoimun

Lantas, apakah penyakit autoimun bisa disembuhkan?

Sayangnya, sampai saat ini belum ada pengobatan yang benar-benar menjamin semua jenis penyakit autoimun bisa sembuh total. Akan tetapi, jangan keburu berkecil hati dulu, karena mendiagnosis penyakit sejak dini serta rutin melakukan pengobatan, sebenarnya merupakan langkah tepat untuk membantu mencegah dan mengendalikan kekambuhan gejala.

Sembari mematuhi anjuran perawatan penyakit dari dokter, pengidap penyakit autoimun jenis apa pun juga disarankan untuk menghindari berbagai faktor pemicu yang dapat membuat perkembangan penyakit tersebut semakin parah.

Di dalam bukunya mengenai penyakit autoimun, Shomon turut mengatakan agar orang yang memiliki penyakit autoimun bisa lebih memilah-milah jenis makanan dan minuman yang dikonsumsi. Pasalnya, ada beberapa makanan yang digadang-gadang dapat mengganggu kerja sistem kekebalan di dalam tubuh, seperti terlalu banyak gula, gandum, susu, jagung, kedelai, dan kerang.

Itulah mengapa penting untuk menaati aturan makan harian yang dianjurkan oleh dokter, sekaligus menjaga kebersihan tubuh dan lingkungan guna meminimalkan risiko infeksi.

Jangan lupa, orang dengan penyakit autoimun juga harus senantiasa mematuhi dan menjalani segala pengobatan sesuai dengan jenis penyakitnya, guna menjaga kondisi kesehatan tubuhnya serta mengurangi kemungkinan kekambuhan gejala.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Septic Arthritis

Septic arthritis adalah infeksi yang menimbulkan rasa sakit di persendian. Simak penjelasan mengenai gejala, penyebab hingga pengobatannya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Muskuloskeletal, Gangguan Muskuloskeletal 1 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit

Sindrom Antifosfolipid (APS)

Sindrom antifosfolipid, atau antiphospholipid syndrome (APS) adalah penyakit autoimun yang membuat darah mudah menggumpal.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Penyakit Kelainan Darah, Kelainan Trombosit 16 November 2020 . Waktu baca 7 menit

ITP (Immune Thrombocytopenic Purpura)

ITP (Immune Thrombocytopenic Purpura) adalah kelainan darah yang membuat Anda mudah memar akibat sistem imun keliru mengenali trombosit sebagai ancaman.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Penyakit Kelainan Darah, Kelainan Trombosit 16 November 2020 . Waktu baca 6 menit

Anemia Aplastik

Anemia aplastik adalah kondisi langka saat tubuh tak lagi memproduksi tiga sel darah utama, yakni eritrosit, leukosit, dan trombosit. Bisakah disembuhkan?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Anemia, Penyakit Kelainan Darah 2 Oktober 2020 . Waktu baca 8 menit

Direkomendasikan untuk Anda

mengenal gangguan autoimun

Mengapa Penyakit Autoimun Semakin Banyak Terjadi di Indonesia?

Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 12 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
pemfigoid bulosa (bullous pemphigoid)

Pemfigoid Bulosa

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 26 Desember 2020 . Waktu baca 7 menit
vitiligo adalah

Vitiligo

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 26 Desember 2020 . Waktu baca 10 menit

Sarcoidosis

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 24 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit