Apakah Anda Mengidap Depresi Terselubung? Kenali Gejalanya

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 5 November 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Kehidupan yang semakin maju dan cepat membuat tantangan hidup semakin beragam. Tantangan hidup yang mampu kita atasi mungkin dapat menghasilkan sebuah prestasi, namun beda halnya jika tantangan hidup tersebut tidak mampu diatasi. Perasaan tertekan, rendah diri, dan putus asa dapat dengan mudah datang menghinggapi. Keadaan emosional yang demikian, jika berlangsung terus menerus dapat jatuh pada keadaan depresi, salah satunya depresi terselubung yang jarang disadari.

Apa itu depresi terselubung?

Selama bertahun-tahun, berbagai penelitian dilakukan untuk menilai depresi terselubung. Depresi terselubung adalah gejala perasaan tertekan dalam diri orang-orang yang secara keseluruhan tergolong normal. Jadi, orang yang bersangkutan sebenarnya terlihat normal, dalam arti tidak menunjukan gejala kelainan jiwa, akan tetapi, terkadang menunjukkan perilaku yang bersifat depresif. Gejala depresinya tidak terlalu kentara, melainkan terselubung atau tersembunyi dalam keseluruhan perilaku normalnya di kehidupan sehari-hari.

Individu dengan gangguan depresi terselubung sering mendapat kesulitan dalam perilaku sehari-harinya. Gangguan ini tidak hanya menghambat dirinya saja, akan tetapi secara tidak langsung dapat mengganggu kehidupan di lingkungannya, terutama saat fase depresifnya sedang muncul.

Bila keadaan ini dibiarkan terus menerus, maka kepribadiannya pun akan mengalami gangguan dan bukan mustahil dapat menjadi depresi yang sebenarnya. Sudah tentu keadaan ini amat kurang menguntungkan bagi perkembangan diri orang tersebut dan orang-orang lain di sekitarnya. Dan dalam konteks yang lebih luas, dapat berpengaruh kepada kehidupan masyarakat secara keseluruhan.

Oleh karena itu, masalah depresi terselubung tidak dapat dipandang sebelah mata. Masalah ini dapat melibatkan semua pihak dan harus mendapat perhatian untuk pencegahan dan pengobatan.

Mendeteksi gejala depresi terselubung

Gejalanya yang samar dan umumnya terdapat pada orang normal, membuat diagnosis depresi terselubung (masked depresion) menjadi sulit. Namun, masing-masing individu sebenarnya dapat mengenali tanda-tandanya. Syaratnya, harus jujur kepada diri sendiri dan tidak menyangkal bila gejala tersebut ada pada diri kita. Berbagai penelitian dikembangkan untuk membuat daftar gejala yang dapat digunakan secara mandiri. Berikut checklist tersebut:

Ciri fisik dari depresi terselubung:

  • Kehilangan nafsu makan, tanpa alasan yang jelas.
  • Berat badan cenderung menurun karena hilangnya nafsu makan.
  • Mudah lelah dalam melakukan kegiatan-kegiatan fisik.
  • Badan selalu terasa lemah, kurang bergairah, tak bertenaga, dan sebagainya.
  • Mengalami gangguan tidur, misalnya sukar tidur, diganggu oleh mimpi-mimpi buruk, dan sebagainya.
  • Menstruasi yang tidak teratur (pada wanita).
  • Sembelit, yaitu susah buang air besar.
  • Berkurangnya dorongan seks.
  • Lemah syahwat (impotensi) pada pria, dan rendahnya libido pada wanita.

Ciri emosional dari depresi terselubung:

  • Suasana batin yang kurang menentu dan tidak tenteram.
  • Selalu cemas dalam menghadapi berbagai hal, walaupun hal tersebut sepele untuk sebagian besar orang.
  • Diliputi perasaan sedih yang terus menerus tanpa alasan yang jelas.
  • Marah-marah yang tidak jelas arah dan alasannya.
  • Perasaan berdosa tanpa alasan yang jelas, atas segala perbuatan-perbuatan yang selalu dilakukannya.

Ciri kognitif dari depresi terselubung:

  • Konsep diri yang negatif dan memandang diri sendiri tidak berharga.
  • Harapan-harapan yang bersifat negatif.
  • Mengkritik diri sendiri terus menerus dan cenderung tidak puas terhadap hasil yang sudah diraih sebelumnya
  • Cenderung mengutuk diri sendiri.
  • Ragu-ragu dalam membuat keputusan Memiliki pandangan yang negatif terhadap dunia luar.
  • Tidak berdaya dan putus asa terhadap masa depannya.
  • Diliputi oleh keyakinan-keyakinan tertentu yang kurang masuk akal.

Ciri motorik dari depresi terselubung:

  • Selalu gelisah dan tidak tahu arah dan tindakan secara jelas.
  • Menangis yang kurang jelas alasannya, dan sering dilakukan.
  • Ritme tindakan yang lamban dalam kegiatan sehari-hari
  • Berusaha menghindar terhadap berbagai rangsangan atau menghindari orang lain, sekali pun keluarga atau sahabat
  • Gangguan halusinasi yaitu mengamati (mendengar, melihat, meraba, dan sebagainya) sesuatu tanpa kehadiran objeknya.

Nah, dari sejumlah daftar di atas apakah Anda pernah memilikinya? Jika ya, jangan lupa untuk terus mendekat pada Tuhan. Bila perlu, segeralah meminta bantuan orang lain untuk keluar dari fase tersebut, mulai dari keluarga terdekat, sahabat, atau kerabat untuk berbagi masalah yang membuat diri Anda tertekan. Apabila Anda terus mengalami gejala-gejala tersebut dan kesulitan untuk mengatasi, ada baiknya Anda menghubungi dokter atau psikolog. Selamat merefleksi diri.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Anda Sering Disebut Pacar Posesif? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Tak ada yang mau punya pacar posesif yang membatasi segala gerak-gerik sehari-hari. Namun, bagaimana bila justru Anda yang posesif? Atasi dengan cara ini.

Ditulis oleh: Theresia Evelyn
Kesehatan Mental, Hubungan Harmonis 18 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Bagaimana Cara Mengendalikan Ego yang Tinggi?

Ego adalah bagian dari kepribadian manusia yang seringkali dicap negatif. Memang, apa itu ego, dan bagaimana mengendalikan ego yang tinggi?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Kesehatan Mental, Gangguan Mental Lainnya 18 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Mental Illness (Gangguan Mental)

Mental illness adalah gangguan mental yang memengaruhi pemikiran, perasaan, perilaku,suasana hati, atau kombinasi diantaranya. Berikut informasi lengkapnya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Kesehatan Mental 17 Januari 2021 . Waktu baca 11 menit

5 Langkah Mengatasi Kesepian, Agar Hidup Lebih Semangat

Jangan membiarkan kesepian terlalu lama menggerogoti Anda. Cari tahu cara mengatasi kesepian agar hidup Anda jauh lebih bahagia.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Kesehatan Mental, Stres dan Depresi 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

rasa kesepian depresi

Wabah Kesepian, Fenomena Kekinian yang Menghantui Kesehatan Masyarakat

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 25 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
putus kenapa cinta memudar

4 Alasan Psikologis Cinta Bisa Memudar

Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
cara menghilangkan rasa cemas

8 Cara Jitu untuk Menghilangkan Rasa Cemas Berlebihan

Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 20 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
sedih

11 Cara Jitu Mengusir Rasa Sedih dan Galau Dalam Hati

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 19 Januari 2021 . Waktu baca 11 menit