backup og meta
Kategori
Cek Kondisi
Tanya Dokter
Simpan
Konten

Philips Avent Luncurkan Gerakan Share the Care, Dukung Kebahagiaan Ibu

Fakta medis diperiksa oleh Hello Sehat Medical Review Team


Ditulis oleh Reikha Pratiwi · Tanggal diperbarui 3 minggu lalu

Philips Avent Luncurkan Gerakan Share the Care, Dukung Kebahagiaan Ibu

Pada hari Sabtu (1/6), Philips Avent mengadakan acara di Intercontinental Pondok Indah, Jakarta Selatan, untuk meluncurkan gerakan “#ShareTheCareyang bertujuan membantu mendukung kesehatan dan kebahagiaan para ibu serta meningkatkan awareness terhadap baby blues.

Acara ini dihadiri oleh Chelsea Olivia sebagai bintang tamu, Psikolog Parenting Samantha Elsener M.Psi, Bidan Ony Christy, dan Budi Komala sebagai dad influencer untuk membahas seputar pentingnya kesehatan dan kebahagiaan ibu serta cara mencegah baby blues.

Fakta seputar kesehatan dan kebahagiaan para ibu

kesehatan dan kebahagiaan para ibu

Ibu yang baru melahirkan seharusnya lebih bahagia karena hormon oksitosin yang meningkat di dalam tubuh. Oksitosin sendiri merupakan hormon yang mengatur perasaan yang dialami. 

Hal ini bahkan juga bisa menular ke sang ayah, sehingga ia akan merasa lebih bahagia saat bayi lahir.   

Namun, kenapa setelah melahirkan justru ada ibu yang bisa mengalami lelah dan stres?

Psikolog Samantha Elsener M.Psi menjelaskan, kondisi ini bisa terjadi karena tidak sedikit ibu yang masih merasa sungkan untuk meminta bantuan kepada orang lain dalam mengurus bayi yang baru lahir.   

Pasalnya, para ibu sering kali merasa bersalah saat menghabiskan waktu untuk diri sendiri dan menganggap bahwa mereka harus sepenuhnya merawat sendiri si Kecil yang baru lahir. 

Terlebih, masih sedikit kesadaran di masyarakat bahwa mengurus bayi yang baru lahir bukan hanya tanggung jawab para ibu. Bahkan, sebagian dari mereka enggan untuk membantu.

Menurut pemaparan Samantha, sekitar sepertiga dari jumlah mereka (38%) menahan diri untuk tidak ikut campur karena khawatir mereka tidak dapat merawat bayi sesuai dengan harapan sang ibu.

Padahal faktanya, sekitar setengah dari para ibu (44%) merasa kesulitan untuk “melakukan segalanya” saat merawat bayi. 

Mendukung pernyataan tersebut, penelitian terbaru dari Philips Avent menunjukan, dua dari tiga ibu (61%) memiliki kurang dari satu jam sehari untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka.  

Bahkan, lebih dari setengah (51%) mengatakan kurang tidur membuat mereka merasa lebih tertekan, di mana hampir seperempat (23%) kehilangan tiga jam atau lebih waktu tidur setiap malamnya.

Kondisi ini menyebabkan lebih dari sepertiga jumlah ibu (37%) memiliki kekhawatiran tentang kesehatan dan kebahagiaan mereka secara keseluruhan. 

Akibatnya, sebagian besar ibu (73%) mengatakan jika kesehatan dan kebahagiaan mereka memiliki dampak terhadap kemampuan mereka untuk merawat bayi dari waktu ke waktu. 

Hal ini menunjukkan, para ibu sebenarnya menyadari bahwa mereka akan mampu merawat bayi dengan lebih baik ketika mereka juga memiliki waktu untuk merawat diri mereka sendiri.

“Makanya, self-care sangat diperlukan oleh ibu yang baru melahirkan,” kata Samanta pada acara ini. 

Ibu perlu melakukan recharge sebagai bentuk self-care dengan merawat diri dengan lebih baik.  

Pentingnya peran ayah untuk mendukung kesehatan dan kebahagiaan ibu

kesehatan dan kebahagiaan para ibu

Untuk itu, sangat penting bagi ibu agar bisa melakukan komunikasi secara efektif kepada orang-orang di sekitarnya, termasuk sang ayah sebagai pasangan, jika perlu bantuan dalam merawat bayi. 

Berdasarkan materi yang disampaikan dalam acara tentang kesehatan dan kebahagiaan ibu ini, ibu sebaiknya perlu mengenali kondisi diri sendiri, kemudian mengkomunikasikannya kepada pasangan. 

Ibu pun sebaiknya jangan tunggu ditanya terlebih dahulu. “Bilang secara langsung, jangan kode-kode,” ujar Samanta lagi.

Diskusikan dengan pasangan tentang peran baru dan saling mengekspresikan perasaan. Dengan begitu, ibu dan ayah bisa memiliki teamwork mentality dan saling menghargai.

Ayah pun bisa membantu memenuhi kebutuhan ibu dengan lebih baik. Lakukan juga skin-to-skin dengan si Kecil dan pasangan untuk mencegah stres dan baby blues pascamelahirkan.

Misalnya, jika belum diizinkan untuk berhubungan seksual, ayah bisa memberikan perhatian dengan cara lain, seperti memberi hadiah dan bantuan lainnya. 

Bukan cuma dari pasangan, penting bagi kerabat lain untuk memberi perhatian dan hadiah kepada sang ibu, bukan hanya bayi. Cara ini dapat membantu ibu mencegah stres setelah melahirkan.

Sementara itu, jika membutuhkan informasi lebih lanjut terkait perawatan bayi, ibu bisa mencari berbagai informasi dari luar. Sebagai contoh, bergabung dengan komunitas untuk bisa saling sharing

Intinya, jangan sungkan untuk reach out atau menghubungi orang lain yang bisa membantu ibu dalam merawat bayi. 

Dengan begitu, ibu bisa memiliki waktu untuk melakukan me-time. Misalnya, melakukan mindfulness dengan teknik grounding atau sekadar menikmati waktu mandi.

Dengan cara-cara di atas, ibu pun bisa lebih siap menghadapi peran baru sebagai seorang ibu dan terhindar dari baby blues. 

Waspada baby blues pada ibu setelah melahirkan

Fenomena baby blues semakin rentan dialami oleh para ibu di Indonesia. Baby blues, atau disebut juga dengan maternity blues, adalah kondisi psikologi yang terjadi setelah melahirkan. Selama periode maternity blues, ibu umumnya ada dalam kondisi puerperium, yaitu periode ketika wanita sangat rentan mengalami perubahan fisik dan emosional yang sangat intens. Berikut adalah gejala maternity blues pada ibu yang perlu diwaspadai.
  • mood swings
  • cemas atau resah
  • sedih, 
  • sering menangis tanpa alasan, 
  • sulit konsentrasi, 
  • menurunnya rasa percaya diri, 
  • gangguan tidur, dan 
  • perubahan selera makan. 

Pijat oksitosin untuk mendukung kesehatan dan kebahagian ibu

kesehatan dan kebahagiaan para ibu

Kasus baby blues sering kali disebabkan oleh stres karena sulitnya beradaptasi dengan perubahan setelah melahirkan dan merawat bayi. Akibatnya, ibu bisa mengalami ASI seret atau delay.

Oleh karena itu, penting untuk membuat ibu hamil dan menyusui merasa bahagia agar proses persalinan dan perawatan bayi berjalan lancar.

Selain membantu ibu merawat bayi dengan lebih baik dan mencegah baby blues, bebas dari stres juga bisa membuat produksi ASI lebih deras di dalam tubuh ibu. 

Untuk meningkatkan produksi ASI, ibu bisa menyusui si Kecil sesering mungkin, memastikan nutrisi tercukupi, serta memompa ASI secara rutin.

Namun selain cara-cara tersebut, dalam acara pentingnya kesehatan dan kebahagiaan ibu ini, Bidan Ony Christy menjelaskan tentang perlunya pijat oksitosin untuk para ibu. 

Pijat oksitosin adalah teknik pemijatan yang dilakukan di area punggung ibu menyusui untuk merangsang hormon oksitosin yang bermanfaat untuk memperlancar ASI. 

Pijat oksitosin bisa dilakukan selama 10—15 menit kapan pun ibu mau setelah persalinan dan dapat dilakukan oleh siapa saja, termasuk pasangan, tanpa perlu bantuan tenaga medis.

Untuk melakukan pijat oksitosin, Anda perlu menyiapkan handuk. minyak kelapa atau baby oil/lotion, serta tempat yang nyaman seperti kursi sandaran.

Selain itu, pastikan suhu ruangan tidak terlalu dingin. Ibu juga perlu melepas baju bagian atas ibu dan bisa gunakan handuk untuk menutupi payudara. 

Jika semua alatnya sudah siap, berikut langkah-langkah pemijatannya. 

  1. Ibu duduk dengan menghadap meja atau tumpuan dengan posisi yang nyaman.
  2. Pijat area kepala, leher, dan bahu dengan gerakan melingkar sampai ibu merasa rileks.
  3. Pijat dari bahu hingga 2/3 tulang belakang menggunakan ibu jari dengan teknik melingkar atau butterfly stroke
  4. Usap punggung ibu dari atas ke bawah. 
  5. Beri tekanan pada punggung ibu dengan menggunakan kepalan tangan. 
  6. Urut perlahan area punggung kanan dan kiri dengan menggunakan jempol. 

Jika diperlukan, ibu juga bisa melanjutkan pemijatan dengan melakukan pijat laktasi (pijat payudara). Setelahnya, ibu bisa mandi dengan air hangat untuk membantu tubuh merasa lebih rileks. 

Komitmen Philips Avent untuk tingkatkan kesehatan dan kebahagiaan para ibu

Dengan mempertimbangkan temuan-temuan yang telah disebutkan di atas, melalui gerakan #SharetheCare, Philips Avent ingin meningkatkan kesadaran dan mendorong keluarga, teman, dan support system lainnya untuk turut serta membantu para ibu dalam merawat bayi.

Gerakan Philips Avent ini hadir pada saat para ibu sangat membutuhkan dukungan dari orang-orang di sekitar mereka lebih dari sebelumnya.  

Grace Devina, selaku Marketing Lead Philips Commercial Indonesia, yang turut hadir dalam acara ini mengatakan, ibu adalah “sumber kehidupan”, terutama di masyarakat Indonesia.

Namun mereka kerap kali merasa berada di bawah tekanan yang semakin hari, semakin meningkat.

Oleh karena itu, mereka perlu tahu bahwa tidak apa-apa untuk meluangkan waktu untuk merawat diri sendiri, dan hal itu memiliki dampak yang baik untuk ibu maupun bayi.

“Kita perlu menghapus ketabuan di masyarakat bahwa jika kita membutuhkan atau meminta bantuan berarti kita tidak melakukan pekerjaan dengan baik.” ujar Grace.

Itulah mengapa sangat penting bagi orang-orang di sekitar ibu untuk secara proaktif ikut serta sebisa mereka dalam proses perawatan bayi.

Untuk menyebarluaskan pesan dari gerakan ini, Philips Avent bekerja sama dengan komunitas Mothercare Best Friend Forever (BFF). 

Bersama dengan komunitas Mothercare BFF, Philips Avent ingin menunjukkan bahwa perubahan itu adalah suatu hal yang mungkin dan semua bisa turut membantu meningkatkan kesehatan dan kebahagiaan para ibu.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.



Fakta medis diperiksa oleh

Hello Sehat Medical Review Team


Ditulis oleh Reikha Pratiwi · Tanggal diperbarui 3 minggu lalu

ad iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

ad iconIklan
ad iconIklan