Postnatal Anxiety, Ketakutan Berlebih Ibu Baru Saat Merawat Bayi

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 14 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Euforia menjadi seorang ibu tentunya kerap dirasakan oleh para perempuan yang baru melahirkan. Antusiasme mengurus si kecil membuat Anda sering bertanya-tanya yang menjurus pada apa yang disebut dengan postnatal anxiety.

Penjelasan tentang postnatal anxiety

Postnatal anxiety atau juga dikenal dengan nama postpartum anxiety merupakan sebuah keadaan ketika seorang ibu memiliki kekhawatiran yang berlebihan tentang keadaan bayinya.

Biasanya hal ini terjadi pada kelahiran anak pertama, masa-masa di mana ibu belum memiliki pengalaman dalam mengurus bayi.

Postnatal anxiety sendiri terdiri dibagi menjadi beberapa jenis yang berbeda, termasuk postnatal generalized anxiety disorder, postnatal obsessive compulsive disorder, dan postnatal health anxiety.

Pada postnatal generalized anxiety disorder, seorang ibu memiliki kecemasan tingkat tinggi yang konstan tentang segala hal menyangkut si kecil, mulai dari kesehatan bayi, pemberian makan, hingga kemampuannya sendiri sebagai orang tua.

Sedangkan postnatal obsessive compulsive disorder adalah kondisi di mana seorang ibu seringkali memikirkan kemungkinan bahaya yang akan menimpa bayinya.

Lain lagi dengan postnatal health anxiety yang berarti seorang ibu cenderung memikirkan bahkan meragukan kesehatan bayinya sendiri.

Seringnya, hal ini dipicu dari rasa takut tidak bisa mengurus si kecil dengan baik.

Terlebih lagi, proses kehamilan sampai melahirkan yang tentunya juga menyebabkan perubahan besar pada tubuh wanita dari segi fisik maupun naik turunnya hormon yang dapat berdampak pada suasana hati.

Mengurus anak pun mau tak mau akan membuat Anda lebih sering terjaga di tengah malam. Jam tidur yang tidak menentu berpengaruh terhadap tingkat stres. Ujungnya, semua faktor tersebut memicu rasa cemas yang lebih besar dari biasanya.

Ditambah pandangan dari orang-orang di sekitar yang menganggap bahwa masa-masa setelah baru melahirkan seharusnya menjadi momen yang bahagia, tak jarang ibu pun ikut tertekan dan merasa bersalah jika mereka tidak dapat melaluinya dengan baik.

Berbagai gejala postnatal anxiety

cemas sebelum melahirkan caesar

Meski hampir semua orang tua kerap merasa cemas dan khawatir apakah mereka sudah cukup baik dalam merawat si kecil, berhati-hatilah jika Anda sudah menunjukkan beberapa gejala seperti berikut ini:

  • Rasa khawatir yang muncul terus menerus dan tidak menghilang seiring waktu
  • Perasaan cemas bahwa hal-hal yang Anda takuti akan terjadi
  • Perubahan waktu tidur dan nafsu makan yang tidak biasa
  • Sulit berkonsentrasi

Anda juga mungkin akan mengalami gejala fisik meliputi:

Pada beberapa kasus, ibu bisa saja mengalami serangan panik dan rasa ketakutan akan kematian bayinya.

Jika terjadi, bagaimana cara mengatasinya?

jenis gangguan kecemasan

Tidak seperti baby blues yang cenderung terjadi dalam waktu singkat, postnatal anxiety bisa saja menimpa Anda selama berbulan-bulan.

Ketika tidak segera ditangani, hal ini bisa saja berdampak pada masalah mental lainnya seperti gangguan kecemasan atau obsessive-compulsive disorder (OCD).

Jika rasa cemas yang muncul sudah mulai mengganggu jam tidur dan menyita pikiran Anda, segera konsultasikan kekhawatiran Anda pada dokter. Pastikan juga Anda melakukan pemeriksaan setelah melahirkan sekitar enam minggu pertama.

Pada kesempatan tersebut, sampaikan apa saja yang membuat Anda tak tenang. Jadwalkan pertemuan lanjutan jika Anda mulai memiliki gejala yang lebih parah.

Dokter nantinya akan memberi rujukan pada psikiater atau spesialis kesehatan mental agar bisa mendapatkan penanganan yang tepat.

Biasanya, Anda akan melalui terapi khusus seperti cognitive behavioral therapy yang akan membantu mengubah pola pikir Anda pada masalah yang dihadapi. Bila perlu, Anda mungkin juga akan diberikan obat-obatan.

meditasi untuk gangguan kecemasan

Aktivitas tertentu pun dapat membantu mengurangi kecemasan yang Anda rasakan. Latihan teknik relaksasi seperti meditasi atau berolahraga akan mengalihkan pikiran Anda dan membuat Anda merasa lebih kuat.

Telah dibuktikan pada sebuah penelitian yang dilakukan oleh Universitas Georgia bahwa latihan aerobik dapat mengurangi intensitas datangnya gangguan kecemasan sebanyak 40% sampai 60 persen.

Selain itu, menerapkan mindfulness juga akan membantu Anda mengendalikan stres yang diakibatkan dari rasa cemas.

Mindfulness merupakan sebuah tindakan di mana Anda fokus pada sesuatu yang sedang dikerjakan tanpa memikirkan hasil ke depannya.

Lakukan usaha ini perlahan bersama dengan meditasi, diharapkan Anda akan merasa lebih tenang dan tak lagi terlalu banyak memikirkan hal-hal buruk yang akan terjadi.

Kalkulator Hari Perkiraan Lahir

Kalkulator ini dapat memperkirakan kapan hari persalinan Anda.

Cek HPL di Sini
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Serangan Panik

Panik adalah insting alamiah manusia yang mendeteksi datangnya bahaya. Namun, serangan panik adalah kondisi lain yang disebabkan oleh gangguan klinis.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Mental, Gangguan Kecemasan 18 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit

Generalized Anxiety Disorder (Gangguan Kecemasan Umum)

Generalized anxiety disorder adalah jenis gangguan kecemasan yang terjadi saat Anda merasa cemas secara berlebihan. Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Mental, Gangguan Kecemasan 6 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Cara Membedakan Stres, Depresi, dan Gangguan Kecemasan

Setiap orang pernah mengalami stres. Tapi tidak semua orang mengalami depresi atau gangguan kecemasan. Lalu, apa bedanya stres dan depresi serta kecemasan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Kesehatan Mental, Gangguan Mood 9 Juni 2020 . Waktu baca 6 menit

Ini yang Terjadi pada Tubuh Anda Ketika Overthinking

Overthinking tidak hanya memberi dampak psikologis, tetapi juga fisik. Terlalu banyak pikiran dan kecemasan memicu stres dan menimbulkan masalah kesehatan.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Kesehatan Mental, Gangguan Mental Lainnya 1 April 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

agoraphobia adalah apa itu

Agoraphobia

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 24 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
thalassophobia

Kenali Gejala Thalassophobia atau Fobia terhadap Laut, Serta Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 21 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
selective mutism

Hal yang Perlu Diketahui dari Selective Mutism, Saat Seseorang Bisu Mendadak

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 20 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit
separation anxiety disorder

Separation Anxiety Disorder, Cemas Saat Berpisah yang Sering Dialami Anak

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 19 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit