Progressive Supranuclear Palsy

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 7 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu progressive supranuclear palsy?

Progressive supranuclear palsy (PSP), disebut juga Steele-Richardson-Olszewski syndrome, adalah kelainan otak yang menyebabkan kesulitan berjalan serta mengganggu keseimbangan tubuh dan gerakan mata. Gangguan ini terjadi akibat penurunan sel di area otak yang mengontrol gerakan tubuh dan pikiran.

Progressive supranuclear palsy akan bertambah buruk seiring dengan waktu, dan bisa berlanjut menjadi komplikasi yang mengancam nyawa, seperti pneumonia dan kesulitan menelan.

Seberapa umumkah progressive supranuclear palsy?

Hanya 3-6 dari 100.000 orang di dunia memiliki progressive supranuclear palsy (PSP). Kondisi ini lebih jarang terjadi dibanding penyakit Parkinson. Gejala PSP biasanya dimulai setelah usia 60 tahun, tapi bisa juga muncul lebih awal. Pria lebih sering terkena dibanding wanita.

Gejala

Apa saja gejala progressive supranuclear palsy?

Ciri-ciri dan gejala progressive supranuclear palsy termasuk:

  • Kehilangan keseimbangan saat berjalan. Di awal munculnya penyakit, penderita mungkin sering jatuh ke belakang.
  • Ketidakmampuan untuk mengarahkan pandangan mata dengan baik. Anda mungkin akan mengalami kesulitan melihat ke bawah, atau mengalami penglihatan kabur atau penglihatan ganda. Gangguan ini membuat banyak penderitanya sering menumpahkan makanan, atau terlihat tidak fokus saat diajak bicara karena kesulitan melakukan kontak mata.

Gejala lain dari progressive supranuclear palsy berbeda-beda dan bisa mirip dengan penyakit Parkinson maupun dementia. Gejala ini akan bertambah parah seiring memburuknya penyakit, termasuk:

  • Gerakan tubuh yang kaku
  • Sering jatuh
  • Gangguan bicara dan kesulitan menelan
  • Sensitif terhadap cahaya
  • Gangguan tidur
  • Kehilangan minat terhadap hal-hal yang biasanya ia sukai
  • Perilaku impulsif, termasuk tertawa atau menangis tanpa alasan yang jelas
  • Kesulitan dengan daya ingat, berpikir jernih, memecahkan masalah, dan mengambil keputusan
  • Depresi dan kecemasan
  • Ekspresi wajah seperti takut atau kaget, karena otot wajah kaku

Mungkin ada gejala yang tidak disebutkan di atas. Konsultasikan pada dokter untuk informasi tentang gejala lainnya.

Penyebab

Apa penyebab progressive supranuclear palsy?

Penyebab progressive supranuclear palsy tidak diketahui. Namun, peneliti menemukan bahwa pada penderita progressive supranuclear palsy, sel otak yang menurun kinerjanya memiliki jumlah protein tau yang abnormal. Penumpukan protein tau juga terjadi pada penyakit degeneratif lain, misalnya Alzheimer.

Progressive supranuclear palsy biasanya terjadi tanpa adanya riwayat penyakit tersebut di dalam keluarga.

Faktor risiko

Siapa yang berisiko mengalami progressive supranuclear palsy?

Satu-satu faktor yang meningkatkan risiko seseorang untuk terkena penyakit ini adalah usia. PSP biasanya menyerang orang-orang di usia 60-an, dan belum pernah ditemukan pada orang-orang usia di bawah 40.

Diagnosis & pengobatan

Bagaimana cara mendiagnosis progressive supranuclear palsy?

Tidak ada tes yang spesifik untuk mendiagnosis PSP secara tepat. Penyakit ini sulit didiagnosis karena gejalanya sangat mirip dengan gangguan lain, dan beberapa gejalanya kadang baru muncul saat kondisi sudah parah (atau malah tidak muncul sama sekali).

Dokter mungkin akan mengecek riwayat medis pasien, kemudian menjalankan pemeriksaan fisik dan saraf. Scan seperti MRI bisa dilakukan untuk mengecek penyusutan di bagian atas stem otak. Tes pencitraan lain bisa membantu menunjukkan aktivitas otak di area yang mengalami penurunan fungsi.

PSP sering salah didiagnosis karean kondisinya termasuk jarang dan gejalanya mirip dengan penyakit Parkinson. Masalah memori dan perubahan kepribadian juga sering dikira sebagai gejala depresi, atau bahkan dementia.

Kunci mendiagnosis PSP adalah dengan mengidentifikasi gejala awal seperti ketidakseimbangan tubuh, kesulitan menggerakkan mata, kesulitan berbicara dan menelan, termasuk memastikan bahwa gejala ini tidak disebabkan oleh penyakit lain.

Bagaimana cara mengobati progressive supranuclear palsy?

Tidak ada obat yang bisa menyembuhkan progressive supranuclear palsy, sehingga penderita hanya bisa melakukan perawatan untuk mengatasi gejalanya saja.

Pengobatan ini termasuk:

  • Obat-obatan untuk penyakit Parkinson, yang bisa meningkatkan dopamin, kadar kimia otot yang membantu melancarkan gerakan otot. Efektivitas obat ini terbatas dan biasanya hanya bertahan 2-3 tahun.
  • Botox bisa disuntikkan dalam dosis kecil ke otot sekitar mata, untuk menghambat sinyal kimia yang membuat otot menegang, sehingga kejang pada kelopak mata bisa dikurangi.
  • Kacamata dengan lensa bifokal atau prisma, yang bisa membantu mengatasi kesulitan melihat ke bawah.
  • Terapi untuk membantu kesulitan menelan.
  • Terapi fisik untuk membantu keseimbangan tubuh.

Peneliti sedang berusaha mengembangkan obat-obatan untuk mengatasi progressive supranuclear palsy, termasuk terapi yang bisa mencegah terbentuknya protein tau.

Perubahan gaya hidup

Apa yang bisa dilakukan penderita progressive supranuclear palsy?

Untuk meminimalisir efek dari progressive supranuclear palsy, berikut ini hal-hal yang bisa Anda lakukan:

  • Gunakan obat tetes mata untuk membantu mengatasi mata kering akibat kesulitan berkedip atau produksi air mata berlebihan
  • Pasang tiang atau handle di toilet dan kamar mandi untuk mencegah Anda supaya tidak mudah jatuh
  • Gunakan alat bantu jalan (misalnya tongkat) untuk menjaga keseimbangan
  • Enyahkan semua barang yang ada di lantai, termasuk karpet, untuk mencegah Anda tersandung apabila Anda tak bisa melihat ke bawah.
  • Hindari naik turun tangga.

Silakan konsultasikan pada dokter untuk informasi lebih lanjut.

Hello Health Group tidak menyediakan konsultasi medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

6 Sumber Stres Utama dalam Pernikahan

Tanpa Anda sadari, pernikahan mungkin menjadi penyebab Anda stres dan tertekan. Ayo cari tahu berbagai sumber stres dalam pernikahan dan cegah dampaknya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Mental, Stres dan Depresi 19 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit

Manfaat Terapi Musik untuk Pasien Penyakit Parkinson

Selain menjalani perawatan medis, pasien parkinson juga menjalani terapi untuk meningkatkan kualitas hidup, terapi musik salah satunya.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Kesehatan Otak dan Saraf, Penyakit Parkinson 23 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit

Penyakit Parkinson, Berbahaya Tidak, Ya?

Jika mendengar penyakit Parkinson, Anda mungkin mengira bahwa penyakit Parkinson adalah penyakit yang berbahaya. Tetapi, apa benar Parkinson berbahaya?

Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Otak dan Saraf, Penyakit Parkinson 12 September 2019 . Waktu baca 6 menit

Orang Dengan Parkinson Bisa Hidup Sehat dan Normal, Kok! Begini 5 Cara Mudahnya

Gejala parkinson memang mengganggu aktivitas, namun hal tersebut bukanlah sebuah halangan untuk menjalani hidup sehat dengan parkinson. Yuk, disimak caranya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Kesehatan Otak dan Saraf, Penyakit Parkinson 16 Mei 2019 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

gejala parkinson

Kenali Gejala-gejala Penyakit Parkinson yang Mungkin Terabaikan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 13 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit
obat herbal parkinson

Apa Saja Obat Herbal dan Pengobatan Alternatif untuk Parkinson?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 9 Februari 2021 . Waktu baca 8 menit
atrofi otak

Semua yang Perlu Diketahui Seputar Atrofi Otak, Ketika Ukuran Otak Menciut

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 28 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit
penyebab tremor, termasuk kepala bergetar

Tremor Ditandai dengan Tubuh Bergetar dan Hal yang Perlu Diketahui

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 8 Desember 2020 . Waktu baca 10 menit