home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Apakah Otot Kedutan Termasuk Gejala Multiple Sclerosis?

Apakah Otot Kedutan Termasuk Gejala Multiple Sclerosis?

Hampir setiap orang pernah mengalami kedutan, entah disadari atau tidak. Kedutan bisa disebabkan oleh rasa gugup, cemas, atau stres. Otot kedutan juga bisa menandakan Anda kelelahan atau dehidrasi. Pada kebanyakan kasus, otot kedutan bisa hilang dengan sendirinya. Namun, otot berkedut bisa menjadi gejala dari suatu penyakit saraf. Apakah otot kedutan termasuk gejala multiple sclerosis?

Kenapa otot bisa kedutan?

Sistem saraf pusat bertugas sebagai pusat perintah komunikasi dalam tubuh manusia, termasuk mengendalikan gerakan dan kontraksi otot. Ketika ada kerusakan atau rangsangan berlebih pada sel neuron motorik, otak bisa memerintahkan saraf yang ada pada anggota gerak (jemari, lengan, atau betis) untuk berkontraksi secara berulang dan tidak terkendali. Inilah yang disebut kedutan. Kedutan juga bisa terjadi pada otot-otot wajah dan kelopak mata.

Apakah otot kedutan merupakan gejala multiple sclerosis?

Multiple sclerosis adalah penyakit sistem kekebalan tubuh yang memengaruhi sel saraf otak dan tulang belakang. Peradangan menyebabkan kerja myelin (serabut yang melindungi saraf) terganggu dan akhirnya mengganggu sinyal saraf. Salah satu gejala multiple sclerosis adalah otot yang kaku dan kejang, terutama di otot kaki.

Namun untuk menjawab pertanyaan di atas, semua akan tergantung dari jenis kedutannya itu sendiri. Kedutan otot memiliki tiga jenis, yaitu fasikulasi, spasme, dan clonus. Fasikulasi adalah jenis kedutan yang tidak berkaitan dengan multiple sclerosis, sementara spasme dan clonus kemungkinan berhubungan dengan penyakit tersebut. Lalu, apa beda antara ketiganya?

Beda macam-macam penyebab kedutan, mana yang menjadi gejala multiple sclerosis?

Fasikulasi adalah gerakan otot yang tidak terkendali akibat adanya gangguan pada sel neuron motorik bawah yang mengirim sinyal saraf dari sumsum tulang belakang ke otot. Gerakan neuron motorik bawah mengontrol lengan, kaki, dada, wajah, tenggorokan, dan lidah.

Fasikulasi adalah gejala penyakit neurodegeneratif (penyakit akibat penuaan yang menyerang sistem saraf pusat) seperti amyotrophic lateral sclerosis (ALS). Selain itu, fasikulasi juga merupakan gejala dari sindrom pascapolio, atrofi otot tulang belakang, dan atrofi otot progresif.

Multiple sclerosis jarang memengaruhi neuron motorik bawah. Itulah sebabnya fasikulasi bukan salah satu gejala multiple sclerosis. Namun, multiple sclerosis stadium lanjut kadang dapat memengaruhi neuron motorik bawah, sehingga menyebabkan otot berkedut — meski hal ini jarang terjadi.

Sementara itu, spasme (spasitisitas) dan clonus merupakan gejala umum dari multiple sclerosis. Spasme terjadi ketika ada gangguan sinyal antara neuron motorik atas dan bawah, sehingga otot tungkai menjadi kaku. Tungkai kaki atau tangan jadi lebih sulit digerakkan, gerakannya pun melambat. Spastisitas juga menyebabkan respon sentakan lutut dan pergelangan kaki jadi terlalu aktif. Seiring waktu, kemampuan untuk mengendalikan gerakan dapat hilang.

Mirip dengan spastisitas, clonus juga menyebabkan gerakan otot yang tersentak-sentak. Misalnya ketika dokter mengetuk lutut Anda untuk mengamati respon lutut terhadap rangsangan, lutut akan dapat menunjukkan respon yang cepat. Dalam beberapa kasus yang lebih parah clonus dapat menyebabkan otot jadi lebih hiperaktif, yaitu dengan bergetar secara berirama dan tidak terkendali.

 

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Are Muscle Twitches a Symptom of MS? https://www.verywell.com/fasciculations-muscle-twitches-and-ms-3972556 diakses 16 April 2018.

Motor Neuron Diseases Fact Sheet https://www.ninds.nih.gov/Disorders/Patient-Caregiver-Education/Fact-Sheets/Motor-Neuron-Diseases-Fact-Sheet diakses 16 April 2018.

Could Muscle Twitches Be a Symptom of MS? https://multiplesclerosisnewstoday.com/2017/05/17/are-muscle-twitches-a-symptom-of-ms/ diakses 16 April 2018.


Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Andisa Shabrina Diperbarui 22/04/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Damar Upahita
x