Multiple Sclerosis

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 7 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit
Bagikan sekarang

Definisi multiple sclerosis

Mungkin Anda bertanya-tanya apa itu multiple sclerosis. Kondisi ini merupakan salah satu penyakit yang berpotensi menyebabkan kelumpuhan sistem saraf pusat yang terdiri dari otak dan sumsum tulang belakang

Saat mengalami multiple sclerosis (MS), sistem imun tubuh justru menyerang lapisan lemak yang melindungi serabut saraf, sehingga menyebabkan miskomunikasi antara otak dan seluruh tubuh.

Seiring berjalannya waktu, penyakit ini bisa menyebabkan kerusakan permanen atau penurunan fungsi saraf. Gejala dari multiple sclerosis sangat beragam dan tergantung pada jumlah saraf yang mengalami kerusakan.

Tidak sedikit penderita multiple sclerosis yang sudah pada tingkatan parah mengalami kelumpuhan atau kesulitan berjalan, sementara yang lain mengalami berbagai gejala lainnya.

Sayangnya, kondisi ini tidak bisa diobati. Pengobatan yang dilakukan untuk multiple sclerosis biasanya bertujuan untuk membantu proses pemulihan dari serangan MS dan mengurangi gejala.

Seberapa umum kondisi ini?

Secara global, sekitar 2,1 juta orang menderita MS. Peluang mengidap MS beragam, tergantung grup etnik yang berbeda-beda. Penyakit ini mampu teratasi dengan mengurangi faktor risiko. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Jenis-jenis multiple sclerosis

Multiple sclerosis yang dialami oleh masing-masing individu bisa sangat berbeda. Itu artinya, masing-masing individu memiliki gejala dan kondisi yang juga berlainan.

Bahkan, ada saja orang yang mengalami multiple sclerosis tapi tidak menyadari kondisinya. Namun, ada pula yang mengalami kondisi yang cukup parah dari multiple sclerosis.

MS sendiri dibedakan ke dalam empat tipe, di antaranya:

1. Multiple sclerosis relapsing-remitting

Pasien akan merasakan gejala yang muncul dan kemudian menghilang jika mengalami tipe MS yang satu ini. Serangan akan muncul secara tiba-tiba selama berulang kali lalu menghilang dengan sendirinya.

2. Multiple sclerosis progresif sekunder

Tipe MS yang satu ini terjadi setelah beberapa tahun pasien mengalami MS relapsing-remitting. Pola serangan dari tipe ini adalah gejala yang bertahan lebih lama. Meski begitu, jumlah serangan menjadi lebih sedikit daripada sebelumnya.

3. Multiple sclerosis progresif primer

Multiple sclerosis tipe ini dimulai dari tidak adanya serangan. Akan tetapi, serangan akan perlahan-lahan bertambah semakin parah seiring berjalannya waktu.

4. Multiple sclerosis progresif-relapsing

Dibandingkan tipe MS lainnya, tipe yang satu ini tergolong jarang terjadi. Biasanya, tipe ini dimulai dengan kondisi yang muncul secara perlahan, tapi semakin berjalannya waktu, kondisi akan memburuk dengan cepat.

Tanda-tanda & multiple sclerosis

Orang dengan multiple sclerosis cenderung mengalami gejala pertama mereka pada usia di antara 20 hingga 40 tahun. Biasanya gejala akan membaik, tapi kemudian terjadi lagi. Beberapa di antaranya datang dan pergi, sedangkan yang lain menetap. 

Gejala yang dirasakan antara satu orang dengan orang yang lainnya tidak akan sama. Anda mungkin hanya mengalami satu gejala, dan menjalani hidup tanpa gejala lainnya selama bertahun-tahun. 

Gejala tersebut dapat terjadi pada satu waktu, pergi, dan tidak pernah kembali. Namun, beberapa orang merasakan gejala yang semakin parah seiring dengan berjalannya waktu. 

Tetaplah mencatat gejala apa yang Anda rasakan. Itu adalah langkah yang dapat membantu dokter memahami multiple sclerosis yang Anda alami. 

Sementara itu, gejala umum dari multiple sclerosis termasuk:

  • Masalah kandung kemih.
  • Depresi.
  • Pusing kepala atau vertigo.
  • Kelelahan.
  • Gangguan koordinasi (ataxia).
  • Gangguan saraf sensori.
  • Tegang otot.
  • Sensitivitas terhadap suhu.
  • Tremor.
  • Gangguan dengan ingatan jangka pendek dan konsentrasi.
  • Masalah pada penglihatan.
  • Kelemahan.

Kapan harus pergi ke dokter?

Jika Anda memiliki tanda atau gejala di atas atau ingin bertanya, konsultasikanlah dengan dokter. Setiap tubuh berfungsi berbeda satu sama lain. Diskusikan dengan dokter untuk mendapatkan solusi terbaik untuk situasi Anda.

Penyebab multiple sclerosis

Penyebab utama dari MS masih belum dapat diketahui. Kondisi ini dianggap sebagai gangguan autoimun karena sistem imun tubuh menyerang jaringan pada tubuh itu sendiri.

Pada MS, sistem imun tubuh menghancurkan zat lemak yang melindungi serabut saraf pada otak dan sumsum tulang belakang. Zat lemak ini disebut myelin.

Ketika myelin ini rusak, serabut saraf pun menjadi tak terlindungi. Hal ini dapat memengaruhi informasi yang masuk melalui serabut saraf ini, seperti melamban atau terhalang-halangi.

Meski begitu, masih belum dapat dipastikan bagaimana MS bisa terjadi pada individu tertentu. Hal ini diperkirakan terjadi dengan adanya kombinasi antara faktor genetik atau keturunan dan faktor lingkungan.

Faktor-faktor risiko multiple sclerosis

Menurut Mayo Clinic, faktor risiko untuk multiple sclerosis adalah:

1. Usia

Meski pada dasarnya MS bisa terjadi pada siapa saja, tapi umumnya, kondisi ini dialami oleh orang yang berusia kisaran antara 20-40 tahun. Namun, tak menutup kemungkinan bahwa orang dengan usia yang lebih tua ataupun lebih muda mengalami kondisi ini.

2. Jenis kelamin

Kondisi ini lebih rentan terjadi pada wanita dibandingkan pada laki-laki. Bahkan, risiko para wanita mengalami MS bisa mencapai tiga kali lipat besarnya.

3. Riwayat kesehatan keluarga

Jika salah satu anggota keluarga terdekat, baik orangtua maupun saudara kandung pernah mengalami MS, risiko yang Anda miliki lebih besar dibandingkan orang lain yang tidak memiliki riwayat kesehatan keluarga untuk MS.

4. Infeksi tertentu

Multiple sclerosis adalah kondisi yang sering kali dikait-kaitkan dengan berbagai macam virus, termasuk Epstein-Barr, yaitu virus yang menyebabkan infeksi mononukleosis.

5. Ras

Orang yang berkulit putih, khususnya yang berasal dari Eropa Utara sangat rentan mengalami kondisi ini. Sementara itu, orang Asia, Afrika dan penduduk asli Amerika memiliki risiko yang lebih kecil.

6. Cuaca

Multiple Sclerosis dianggap menjadi kondisi yang lebih umum terjadi pada negara-negara seperti Kanada, New Zealand, Australia, Eropa, hingga Amerika. Pasalnya, negara-negara ini mengalami empat kali pergantian musim dalam setahun.

7. Kekurangan vitamin D

Kadar vitamin D yang terlalu rendah di dalam tubuh, termasuk kurangnya paparan sinar matahari dapat meningkatkan risiko mengalami kondisi ini.

8. Penyakit gangguan autoimun

Jika Anda memiliki penyakit gangguan autoimun seperti gangguan tiroid, psoriasis, diabetes tipe 1, dan inflammatory bowel disease, risiko mengalami MS menjadi sedikit lebih besar dibanding orang lain.

9. Merokok

Jika Anda memiliki kebiasaan merokok, sebaiknya mulailah berhenti merokok dari sekarang. Pasalnya, perokok lebih rentan mengalami MS dibanding yang tidak merokok.

Komplikasi multiple sclerosis

Komplikasi yang mungkin terjadi akibat MS antara lain:

  • Kekakuan otot.
  • Kelumpuhan, khususnya pada area kaki.
  • Masalah buang air kecil dan air besar.
  • Gangguan fungsi seksual.
  • Perubahan suasana hati yang cukup drastis.
  • Sering lupa.
  • Depresi.
  • Epilepsi.

Obat & Pengobatan multiple sclerosis

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana cara mendiagnosis kondisi ini?

Tidak ada tes khusus yang membuktikan diagnosis. Dokter akan menyarankan Anda menemui neurologis (spesialis penyakit sistem saraf). Tes darah, spinal tap, magnetic resonance imaging (MRI), dan tes potensi visual (visual-evoked potential test/EPT) mungkin diperlukan.

MRI menunjukkan area di mana myelin meradang atau rusak. Dalam spinal tap, dokter mengambil sampel cairan dari tulang belakang untuk pemeriksaan, sedangkan EPT mencoba mencari adanya kelainan dalam fungsi otak dengan merekam sinyal elektrik.

Bagaimana cara mengobati multiple sclerosis?

MS tidak dapat disembuhkan, tapi banyak pengobatan tersedia untuk mengendalikan gejala dan memperlambat perkembangan penyakit. Dua aspek pengobatan MS adalah terapi modulasi imun untuk gangguan imun dan terapi pereda untuk mengontrol gejala.

Pengobatan serangan multiple sclerosis mungkin adalah obat kortikosteroid yang merupakan pengobatan utama untuk mengendalikan gejala dan mengurangi peradangan saraf.

Untuk memodifikasi perkembangan, pilihan pengobatan bisa berupa beta-interferon atau obat untuk memperlambat dan menghambat reaksi sistem imun.

Sebagai tambahan, terapi fisik dan perileks otot juga dipertimbangkan. Obat-obatan lain tergantung pada jenis gejala yang pasien alami, misalnya pereda rasa sakit.

Pengobatan di rumah untuk multiple sclerosis

Gaya hidup dan pengobatan rumahan yang mungkin dapat membantu mengatasi kondisi ini adalah:

1. Olahraga

Jika Anda menderita MS, olahraga teratur mampu membantu meningkatkan kekuatan, bentuk otot, keseimbangan, dan koordinasi. Berenang atau olahraga air lainnya merupakan pilihan bagus bila Anda tidak tahan panas.

Jenis olahraga ringan sampai sedang lainnya disarankan bagi pengidap MS, termasuk jalan kaki, peregangan, aerobik berdampak rendah, bersepeda statis, yoga, dan tai chi.

2. Makan makanan seimbang

Makanan yang tergolong baik untuk penderita MS adalah diet rendah lemak jenuh namun tinggi asam lemak omega-3, misalnya pada minyak zaitun dan ikan, yang mungkin bermanfaat.

Makanan lain yang juga bisa Anda konsumsi adalah makanan sumber vitamin D, makanan yangg mengandung probiotik, prebiotik, atau serat mungkin berpotensi bermanfaat bagi pengidap MS.

3. Mengelola stres

Stres mungkin memicu atau memperburuk tanda dan gejala. Yoga, tai chi, pijat, meditasi atau menarik napas dalam-dalam mungkin membantu.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

4 Penyebab Sakit Kepala Saat Puasa dan Cara Mengatasinya

Sakit kepala saat puasa tentu sangat mengganggu. Nah, kira-kira apa penyebabnya dan bagaimana cara mengatasinya? Ini dia jawabannya!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Otak dan Saraf, Sakit Kepala 27 April 2020 . Waktu baca 4 menit

5 Kondisi yang Membuat Wajah Mati Rasa Sebelah

Mati rasa pada sebelah bagian wajah terjadi ketika saraf wajah mengalami kerusakan. Lantas, apa yang menjadi penyebabnya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Kesehatan Otak dan Saraf 6 November 2019 . Waktu baca 4 menit

Atasi Gejala Saraf Kejepit di Leher yang Mengganggu dengan 5 Cara Ini

Mengatasi saraf kejepit di leher tidak hanya dengan minum obat. Yuk, tengok berbagai cara untuk mengatasi kondisi ini pada ulasan berikut.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Otak dan Saraf, Penyakit Saraf Lainnya 29 Oktober 2019 . Waktu baca 4 menit

Mengulik Peran Penting Enzim Katalase Dalam Proses Metabolisme Tubuh

Salah satu bagian penting yang membuat metabolisme di dalam tubuh Anda berjalan lancar adalah enzim katalase. Apa itu enzim katalase?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kesehatan, Informasi Kesehatan 3 Desember 2018 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Adrenoleukodystrophy kelumpuhan anak

Quadriplegia

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 3 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
papilledema adalah pembengkakan saraf mata

Waspada Papilledema, Pembengkakan Saraf Mata yang Bisa Sebabkan Kebutaan

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 21 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit
kesemutan

Berbagai Penyebab Kesemutan yang Mungkin Anda Alami dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 8 Desember 2020 . Waktu baca 10 menit
arti kedutan

Otot Sering Kedutan, Bahaya atau Tidak?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 15 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit