home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Kenali Gejala-gejala Penyakit Parkinson yang Mungkin Terabaikan

Kenali Gejala-gejala Penyakit Parkinson yang Mungkin Terabaikan

Penyakit Parkinson adalah kelainan sistem saraf progresif yang mengakibatkan hilangnya kontrol gerak pada penderitanya. Oleh karena itu, gejala dan tanda-tanda dari penyakit Parkinson umumnya terkait dengan perubahan pada gerak tubuh. Meski demikian, penyakit Parkinson sering kali sulit dideteksi, karena gejala awal yang timbul umumnya bersifat ringan dan seringkali diabaikan.

Oleh karena itu, mengenal gejala, ciri-ciri, dan tanda-tanda penyakit Parkinson dapat membantu Anda untuk mengidentifikasi kelainan ini. Anda dapat mengurangi kemungkinan terjadinya perkembangan penyakit yang semakin parah dengan segera mendapat diagnosis dan pengobatan Parkinson yang diperlukan.

Gejala utama penyakit Parkinson yang umum terjadi

Ciri-ciri utama penderita penyakit Parkinson umumnya terkait dengan motorik, yaitu perubahan atau penurunan fungsi gerak pada tubuh. Pada tahap awal, gejala penyakit Parkinson bisa saja samar-samar dan tidak terlalu jelas. Gejala ini bisa dimulai di salah satu sisi tubuh yang kemudian memengaruhi kedua sisinya.

Gejala, tanda, dan ciri yang terjadi bisa beragam. Anda bisa saja mengalami semua gejala tersebut, tetapi mungkin juga hanya satu atau dua dari diantaranya. Namun, American Parkinson Disease Association menyebut, seseorang yang mengalami penyakit Parkinson di usia muda, umumnya hanya merasakan satu atau dua gejala motorik, terutama pada tahap awal penyakit.

Terdapat empat gejala motorik utama yang umum terjadi pada penderita penyakit ini. Keempat gejala motorik Parkinson tersebut adalah:

  • Tremor

Penyebab tremor adalah masalah di bagian dalam otak yang mengontrol gerakan.

Tremor adalah gerakan atau getaran tubuh yang tidak disengaja. Ini merupakan ciri-ciri yang paling sering terjadi dan cukup khas pada penderita penyakit Parkinson. Gejala ini memengaruhi sekitar 80 persen orang dengan Parkinson, dan seringkali menjadi tanda awal dari penyakit ini.

Tremor bisa terjadi pada siapapun akibat berbagai faktor, seperti stres, cedera otak, atau mengonsumsi obat-obatan tertentu. Namun, tremor yang khas pada penderita Parkinson biasanya terjadi saat dalam posisi istirahat atau rileks, dan biasanya dimulai di satu tangan, jari, lengan, kaki, atau tungkai, yang akhirnya memengaruhi kedua sisi tubuh. Kondisi ini juga dapat terjadi di rahang, dagu, mulut atau lidah.

  • Gerakan melambat atau bradikinesia

Seiring waktu, penyakit Parkinson dapat memperlambat gerakan Anda, membuat tugas-tugas sederhana menjadi sulit dan memakan waktu. Kondisi ini disebut juga dengan bradikinesia. Langkah Anda mungkin menjadi lebih pendek saat berjalan, atau bahkan hingga menyeret kaki saat mencoba berjalan.

Selain lambatnya gerakan, bradikinesia juga biasanya ditunjukkan oleh ekspresi wajah yang berkurang, penurunan kecepatan kedipan mata, hingga masalah dengan koordinasi motorik halus, seperti kesulitan mengancing baju. Tanda lainnya juga bisa berupa kesulitan membalikkan badan di tempat tidur.

  • Kekakuan otot

Kekakuan otot juga merupakan ciri-ciri penyakit Parkinson yang umum terjadi pada penderitanya. Otot yang kaku dapat terjadi di bagian manapun dari tubuh serta kerap menimbulkan rasa sakit hingga membatasi rentang gerak Anda. Pada tahap awal, gejala ini kerap disalahartikan dengan penyakit arthritis (radang sendi) atau masalah otot lainnya.

  • Masalah postur dan keseimbangan

Gangguan pada postur dan keseimbangan juga kerap terjadi pada penderita penyakit Parkinson, terutama pada tahap selanjutnya. Masalah pada postur berarti ketidakmampuan tubuh dalam mempertahankan postur tubuh yang tegap dan tegak. Akibatnya, postur tubuh menjadi terlihat bungkuk dibandingkan biasanya, sehingga lebih mudah untuk terjatuh meski hanya dengan dorongan ringan (masalah keseimbangan).

Selain empat gejala di atas, penderita penyakit Parkinson pun kerap mengalami berbagai tanda motorik lainnya. Berikut adalah tanda-tanda motorik lain yang juga bisa terjadi pada penderita Parkinson:

  • Hilangnya gerakan otomatis. Sebagai contoh kemampuan gerakan tidak sadar, seperti berkedip, tersenyum, atau mengayunkan tangan saat berjalan.
  • Perubahan bicara. Anda mungkin berbicara dengan lembut, cepat, cadel, nada yang monoton, atau ragu-ragu (gagap) sebelum bicara. Ini umumnya terjadi pada Parkinson tahap selanjutnya dan diyakini sebagai akibat dari bradikinesia.
  • Perubahan dalam menulis. Anda mungkin menjadi lebih sulit untuk menulis dan tulisan Anda akan tampak lebih kecil.

Gejala lain yang kerap terjadi pada penderita penyakit Parkinson

merawat orangtua yang depresi

Penyakit Parkinson memang merupakan gangguan yang terkait dengan motorik atau gerakan tubuh. Meski demikian, gejala yang tidak terkait dengan motorik pun kerap terjadi dan seringkali diabaikan. Padahal, gejala non-motorik ini bisa lebih mengganggu dan melumpuhkan aktivitas Anda daripada tanda motoriknya. Untuk lebih mengetahuinya, berikut adalah beberapa gejala lain yang kerap terjadi pada penderita penyakit Parkinson:

  • Masalah indera penciuman

Penurunan sensitivitas terhadap bau (hiposmia) atau hilangnya indera penciuman (anosmia) seringkali menjadi gejala awal dari penyakit Parkinson. Bahkan, kondisi ini dapat dialami berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun sebelum gejala motorik muncul.

  • Gangguan tidur

Gangguan tidur, seperti insomnia, juga kerap terjadi pada penderita Parkinson. Kondisi ini menyebabkan seseorang sering terbangun pada malam hari, sehingga menimbulkan rasa kantuk yang berlebihan pada siang hari.

  • Depresi dan gangguan kecemasan

Depresi dan gangguan kecemasan adalah gejala nonmotorik yang cukup umum pada penderita penyakit Parkinson. Kondisi ini seringkali terjadi pada tahap awal penyakit Parkinson dengan tingkat keparahan yang bervariasi. Meski demikian, depresi dan kecemasan akibat Parkinson dapat diobati dengan obat-obatan, terapi wicara, atau psikoterapi.

  • Demensia atau perubahan kognitif

Beberapa orang penderita Parkinson pun kerap mengalami masalah dengan pemikiran, memori, perubahan kepribadian, melihat hal-hal yang tidak ada (halusinasi), dan mempercayai hal-hal yang tidak benar (delusi). Adapun kondisi ini terkait dengan masalah kognitif, seperti demensia. Ini umumnya terjadi pada tahap selanjutnya dari penyakit Parkinson.

  • Sembelit

Konstipasi atau sembelit umumnya sering menjadi gejala awal dari penyakit Parkinson. Kondisi ini terjadi karena Parkinson dapat memperlambat sistem pencernaan penderitanya. Namun, efek samping obat juga dapat menyebabkan sembelit.

  • Masalah buang air kecil

Penyakit Parkinson kerap menimbulkan masalah pada kandung kemih yang ditandai dengan perubahan buang air kecil. Gejala ini termasuk sering buang air kecil (terutama pada malam hari), urgensi untuk buang air kecil (perasaan untuk segera buang air kecil meski kandung kemih tidak penuh), buang air kecil yang melambat, kesulitan untuk buang air kecil, hingga buang air kecil tidak sengaja (inkontinensia urine).

  • Masalah kulit

Masalah pada kulit juga seringkali terjadi pada penderita Parkinson, seperti dermatitis seboroik, yaitu kondisi yang menyebabkan kulit kepala mengering, mengelupas, dan memunculkan ketombe yang membandel. Selain itu, Parkinson juga meningkatkan risiko terjadinya melanoma, yaitu sejenis kanker kulit yang serius.

Oleh karena itu, pastikan Anda memberitahu dokter jika melihat adanya kondisi kulit, seperti lesi, yang mengganggu. Ini bisa menjadi tanda bahwa penyakit Parkinson yang Anda alami sudah semakin berkembang.

Selain itu, beberapa ciri dan tanda lain juga bisa terjadi pada penderita penyakit Parkinson. Pastikan Anda selalu memberitahu dokter bila ini terjadi pada Anda. Dokter akan membantu untuk mengatasi masalah-masalah tersebut. Berikut adalah gejala Parkinson lainnya:

  • Rasa nyeri di beberapa bagian tubuh atau seluruh tubuh, termasuk nyeri saraf yang menyebabkan sensasi tertentu, seperti rasa seperti terbakar atau mati rasa.
  • Rasa pusing, penglihatan kabur, atau pingsan saat berpindah dari posisi duduk atau berbaring ke berdiri, yang disebabkan oleh penurunan tekanan darah secara tiba-tiba (hipotensi ortostatik).
  • Kelelahan.
  • Keringat yang berlebihan.
  • Malnutrisi, dehidrasi, hingga produksi air liur yang berlebih karena kesulitan menelan.
  • Disfungsi seksual, seperti penurunan hasrat atau ketidakmampuan mencapai atau mempertahankan ereksi.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

American Parkinson Disease Association. 2020. Symptoms of Parkinson’s. https://www.apdaparkinson.org/what-is-parkinsons/symptoms/. Accessed November 13, 2020.

American Parkinson Disease Association. 2020. Depression in Parkinson’s. https://www.apdaparkinson.org/what-is-parkinsons/symptoms/depression/. Accessed November 13, 2020.

American Parkinson Disease Association. 2020. Tremor in Parkinson’s. https://www.apdaparkinson.org/what-is-parkinsons/symptoms/tremor/. Accessed November 13, 2020.

Mayo Clinic. 2020. Parkinson’s disease. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/parkinsons-disease/symptoms-causes/syc-20376055. Accessed November 13, 2020.

NHS. 2020. Symptoms – Parkinson’s disease. https://www.nhs.uk/conditions/parkinsons-disease/symptoms/. Accessed November 13, 2020.

Parkinson’s Foundation. 2020. 10 Early Signs of Parkinson’s Disease. https://www.parkinson.org/understanding-parkinsons/10-early-warning-signs. Accessed November 13, 2020.

Parkinson’s Foundation. 2020. Movement Symptoms. https://www.parkinson.org/Understanding-Parkinsons/Movement-Symptoms. Accessed November 13, 2020.

Parkinson’s Foundation. 2020. Non-Movement Symptoms. https://www.parkinson.org/Understanding-Parkinsons/Non-Movement-Symptoms. Accessed November 13, 2020.

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Ihda Fadila Diperbarui 16/02/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Tania Savitri