Selama ini yang sering kali kita dengar adalah mengenai TBC paru. Tapi, ternyata TBC tidak hanya menyerang paru-paru Anda saja, tetapi juga dapat menyebar dan menyerang tulang, dikenal dengan nama TBC tulang. Jika tidak diobati, TBC dapat menyebar ke seluruh bagian tubuh Anda melalui aliran darah.

Apa itu TBC tulang?

TBC atau tuberkulosis disebabkan oleh bakteri mycobacterium tuberculosis. Bakteri ini dapat menyebar dari orang ke orang melalui udara. Seseorang yang terinfeksi TBC (paru-parunya terinfeksi bakteri penyebab TBC) dapat batuk, bersin, bahkan berbicara dengan melepaskan bakteri tersebut ke udara, sehingga bisa menularkan ke orang sekitarnya.

Hal ini lebih mungkin terjadi jika Anda tinggal di tempat yang padat penduduk di mana banyak penderita TBC atau jika Anda dekat dengan penderita TBC di mana ruangan tersebut tidak memiliki ventilasi yang baik. Bakteri yang masuk ke dalam tubuh Anda ini kemudian dapat tinggal di paru-paru. Orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah dapat dengan mudah terinfeksi dan memunculkan gejala TBC aktif.

TBC paru yang tidak diobati kemudian dapat menyebar bagian tubuh lainnya di luar paru melalui aliran darah. Salah satunya adalah menyebar ke tulang, membuat tulang menjadi sakit dan menyebabkan TBC tulang. Hampir semua tulang dapat terkena, namun tulang yang paling sering diserang adalah tulang belakang dan persendian, seperti pinggul, lutut, kaki, siku, pergelangan tangan, dan bahu.

Meskipun sekitar setengah dari semua penderita tuberkulosis (TBC) tulang juga pernah terinfeksi TBC paru, namun biasanya saat mengalami tuberkulosis tulang, penyakit TBC paru sudah tidak aktif lagi. Sehingga, kebanyakan penderita tuberkulosis tulang tidak mengalami gejala batuk dan tidak menduga bahwa mereka menderita TBC. Karena kebanyakan penderita tuberkulosis tulang tidak mengalami batuk yang dapat menyebarkan partikel virus aktif, sehingga tuberkulosis tulang umumnya tidak menular.

Apa ciri danĀ gejala TBC tulang?

TBC tulang biasanya diderita oleh orang dewasa muda atau anak di atas usia 6 tahun, meskipun anak-anak berusia satu tahun dan orang yang lebih tua juga dapat terinfeksi. Orang dengan TBC tulang akan mengeluh bahwa satu atau lebih persendiannya terasa menyakitkan dan kaku selama beberapa minggu. Ini merupakan gejala awal yang paling umum dari TBC tulang. Penderita juga bisa merasa tulangnya lemah.

Rasa sakit yang dialami berkisar antara ringan sampai sedang. Jenis rasa sakit yang dialami penderita pun tergantung dari lokasi tepatnya TBC menyerang. TBC spinalis yang menyerang tulang belakang, atau juga biasa disebut penyakit Pott biasanya memengaruhi bagian toraks (dada belakang), sehingga menyebabkan nyeri punggung dan bentuk tulang punggung yang aneh seperti bungkuk. Sedangkan TBC yang menyerang persendian dapat menyebabkan rasa sakit dan kaku yang menyakitkan pada tulang yang sekitar sendi. Sendi yang terinfeksi terisi dengan cairan dan otot-otot di sekitarnya dapat mengelupas.

Gejala umum lainnya yang bisa muncul atau mungkin tidak muncul akibat dari TBC tulang, yaitu:

  • Demam
  • Berkeringat di malam hari
  • Kehilangan nafsu makan dan berat badan
  • Kelelahan

TBC tulang yang menyerang tulang belakang biasanya mengalami gejala umum seperti di atas. Namun, penderita TBC tulang yang menyerang persendian biasanya tidak mengalami gejala umum tersebut.

Bagaimana cara mencegah TBC tulang?

Dengan mencegah penyakit TBC paru berarti Anda juga mencegah TBC tulang. Mulailah dari diri sendiri, selalu jaga kebersihan diri sendiri dan konsumsi makanan dengan gizi seimbang untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh Anda. Sehingga, tubuh Anda bisa dengan mudah menangani jika ada infeksi bakteri atau virus apapun masuk ke dalam tubuh Anda.

Jika Anda menderita TBC paru, sebaiknya obati penyakit Anda dengan baik. Sebaiknya patuhi pengobatan yang diberikan dokter Anda. Dengan begitu, penyakit TBC paru Anda bisa cepat sembuh dan tidak menyebar menyebabkan TBC tulang. Jangan lupa juga untuk mengonsumsi banyak makanan dengan gizi seimbang agar sistem kekebalan tubuh Anda semakin kuat dalam melawan penyakit.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca