Apa Manfaat Obat Citicoline untuk Penyakit Stroke?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Desember 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Mendengar istilah penyakit stroke mungkin sudah tidak asing di telinga Anda. Stroke merupakan suatu sindrom yang disebabkan oleh gangguan peredaran darah otak yang terjadi secara akut dan ditandai dengan adanya gangguan pada saraf.  Stroke merupakan penyebab kecacatan nomor satu di dunia dan penyebab kematian nomor tiga di dunia.

Berbagai pengobatan dilakukan untuk mencegah agar gejala yang ditimbulkan tidak semakin menjadi berat. Salah satu obat yang sering digunakan pada penderita stroke yaitu citicoline.

Mengenal obat citicoline

Citicoline (cytidine-5′-diphosphocholine atau CDP-choline) merupakan suatu senyawa yang ditemukan oleh Kennedy pada tahun 1956. Senyawa tersebut mengandung 2 molekul penting yaitu cytidine dan choline, yang merupakan komponen salah satu penyusun membran sel.

Obat citicoline telah banyak dipelajari dan memiliki manfaat untuk kesehatan otak. Obat ini berfungsi mencegah kerusakan otak (neuroproteksi) dan membantu pembentukan membran sel di otak (neurorepair). Oleh karena fungsi citicoline sebagai neuroproteksi dan neurorepair, obat tersebut seringkali diberikan pada penderita stroke. Akan tetapi, masih timbul perdebatan antara manfaat yang signifikan dari penggunaan citicoline.

Amankah obat citicoline untuk pasien stroke?

Citicoline tampaknya masih menjadi obat yang diperdebatkan apakah sebenarnya benar-benar bermanfaat untuk penyakit stroke. Berbagai penelitian telah dilakukan untuk menguji efek dari citicoline. Penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa citicoline aman digunakan untuk penderita stroke.

Menurut penelitian yang diterbitkan di Journal of Stroke and Cerebrovascular Disease, penggunaan citicoline untuk mengobati stroke diperbolehkan dan mungkin dapat bermanfaat untuk mengurangi tingkat keparahan stroke. Akan tetapi, pengobatan dasar stroke sendiri seperti pengobatan stroke iskemik dengan menggunakan trombolisis masih lebih baik dibandingkan dengan penggunaan citicoline saja.

Penelitian yang dilakukan oleh International Citicoline Trial on Acute Stroke (ICTUS) mengemukakan bahwa pemakaian citicoline tidak memberikan hasil yang bermanfaat bagi pasien yang mengalami stroke. Dari hasil penelitian tersebut, munculah keraguan apakah sebenarnya citicoline sebaiknya digunakan untuk penderita stroke atau tidak. Akan tetapi, perlu diketahui bahwa pada penelitian ICTUS tersebut, target penelitiannya adalah pasien dengan stroke iskemik akut.

Walaupun penelitian tersebut memberikan hasil yang kurang mendukung untuk penggunaan citicoline pada penderita stroke iskemik yang akut, ternyata penggunaan citicoline ternyata cukup memberikan hasil yang baik pada pasien stroke usia lanjut dan pada pasien yang tidak mendapatkan terapi trombolisis.

Apa manfaat citicoline untuk pasien stroke?

Meskipun ada penelitian yang mengatakan bahwa citicoline tidak begitu bermanfaat untuk stroke iskemik akut, ternyata citicoline dapat memperbaiki penurunan kemampuan daya pikir (kognitif) setelah serangan stroke. Salah satu penelitian yang melihat kegunaan dari citicoline tersebut adalah penelitian yang dilakukan oleh Alvarez-Sabin dan kawan-kawan.

Berdasarkan hasil penelitian tersebut, didapatkan bahwa penggunaan citicoline selama 12 bulan pada pasien yang mendapatkan stroke iskemik pertama kali terbukti aman dan dapat efektif dalam memperbaiki penurunan daya pikir setelah serangan stroke.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Penyakit yang Banyak Menyerang Lansia di Indonesia

Semakin bertambah usia seseorang, pada umumnya semakin banyak penyakit yang diderita. Apa saja penyakit pada lansia yang sering terjadi?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Kesehatan Lansia, Masalah Kesehatan pada Lansia 12 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

Stroke pada Anak, Apakah Masih Bisa Sembuh?

Banyak orangtua yang mencemaskan dampak dan peluang sembuh pada anak yang mengalami stroke. Ternyata masih ada kemungkinan pulih dari masalah kesehatan ini.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Stroke, Kesehatan Otak dan Saraf 28 Juni 2020 . Waktu baca 4 menit

7 Hal yang Paling Sering Ditanyakan Tentang Kolesterol

Kadar kolesterol tinggi bisa menghantui siapa pun. Pelajari sekarang juga apa itu kolesterol dan semua pertanyaan seputar kolesterol yang sering diajukan.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Nutrisi, Hidup Sehat 22 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit

Konsumsi Makanan Tertentu Dapat Berpengaruh pada Jenis Stroke Berbeda

Penelitian terbaru memaparkan bahwa makanan tertentu dapat berpengaruh terhadap risiko pada jenis stroke yang bebreda. Bagaimana penjelasannya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Stroke, Kesehatan Otak dan Saraf 17 Mei 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

obat pengencer darah

Daftar Obat Pengencer Darah yang Paling Umum Digunakan, Plus Risiko Efek Samping

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 28 Desember 2020 . Waktu baca 8 menit
terapi stroke

Menjalani Terapi Setelah Mengalami Stroke, Apa Saja yang Harus Dilakukan?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 23 Desember 2020 . Waktu baca 12 menit
senam stroke

Senam untuk Penderita Stroke, Ini Manfaat dan Cara Melakukannya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 22 Desember 2020 . Waktu baca 7 menit
atrofi otot

Informasi Lengkap Atrofi Otot, Mulai dari Gejala Hingga Pengobatan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 18 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit