Mata Anda Juga Bisa Kena Stroke, Apa Penyebabnya?

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 23/12/2019
Bagikan sekarang

Stroke tidak selalu menyerang otak, serangan stroke juga bisa disebabkan oleh penyumbatan aliran darah pada pembuluh arteri mata. Stroke mata dapat menimbulkan kerusakan pada retina sehingga penderitanya mengalami berbagai gangguan penglihatan bahkan berisiko besar mengakibatkan hilangnya daya lihat atau kebutaan secara permanen.

Ketahui lebih jelasnya seperti apa gejala, penyebab, faktor risiko, pengobatan, serta cara pencegahan stroke mata pada ulasan di bawah ini!

Apa itu stroke mata?

Stroke mata atau yang dikenal dengan infark retina, stroke arteri retina, atau anterior ischemic optic neuropathy (AION) disebabkan oleh penyumbatan pada pembuluh darah di retina. Pembuluh darah berfungsi untuk membawa nutrisi dan oksigen ke semua bagian tubuh.

Ketika pembuluh darah menyempit atau terblok oleh sumbatan, suplai darah akan berkurang atau tidak ada sama sekali. Hal ini akan menyebabkan kerusakan serius pada area yang terkena serangan stroke mata.

AION menghambat pasokan darah ke retina, yaitu lapisan di bagian dalam mata yang menyampaikan signal cahaya ke otak sehingga kita dapat melihat benda-benda di sekitar kita.

Jika pembuluh pada retina yang tersumbat, maka cairan dari pembuluh tersebut akan bocor ke retina sehingga akan terjadi pembengkakan. Stroke mata akan menyebabkan gangguan penglihatan.

Jenis stroke mata

Tergantung dari jenis stroke mata yang dialami, gejala dan cara mengobatinya mungkin bisa berbeda. Berikut adalah 4 tipe stroke mata yang perlu Anda ketahui:

  • Oklusi vena retina sentral (CRVO)yaitu terjadi ketika vena utama retina tersumbat.
  • Oklusi arteri retina sentral (CRAO) yang berlangsung saat arteri sentral retina tersumbat.
  • Oklusi vena retina cabang (BRVO) yang terjadi saat vena kecil retina tersumbat.
  • Oklusi arteri retina cabang (BRAO) merupakan stroke mata yang diakibatkan arteri kecil retina tersumbat.

Apa saja gejala stroke mata?

Gejala stroke mata yang timbul dapat terjadi secara perlahan selama berjam-jam atau berhari-hari, atau bisa terjadi tiba-tiba.

Perlu Anda perhatikan, AION tidak selalu berdampak pada kedua mata. Penyumbatan pembuluh darah bisa hanya memengaruhi salah satu mata saja.

Inilah beberapa gejala stroke mata yang mungkin timbul:

  • Pandangan seperti berkunang-kunang, atau muncul bintik-bintik putih pada penglihatan
  • Nyeri atau rasa tertekan pada mata
  • Penglihatan kabur yang terus memburuk di sebagian atau seluruh penglihatan Anda
  • Kehilangan penglihatan seluruhnya dapat terjadi secara perlahan atau tiba-tiba

Jika Anda mengalami gejala di atas, segera periksakan diri Anda ke dokter mata. Tanpa pengobatan yang cepat dan tepat, stroke pada mata dapat menyebabkan Anda kehilangan penglihatan (kebutaan) secara permanen.

Penyebab stroke mata

Stroke mata terjadi karena adanya penyumbatan aliran darah yang merusak retina. Penyumbatan ini biasanya terjadi karena penyempitan pembuluh darah atau adanya pembekuan darah. Sayangnya, sampai saat ini belum diketahui secara pasti mengapa organ mata yang bisa terpengaruh kondisi ini.

Meskipun AION bisa disebabkan oleh penyumbatan pembuluh darah yang mengalirkan nutrisi, namun lebih sering disebabkan oleh kurangnya tekanan atau perfusi jaringan.

Tekanan darah relatif berubah terhadap tekanan mata dan tekanan darah yang berkurang. Kondisi ini juga dapat menyebabkan terputusnya pasokan nutrisi dan oksigen ke saraf optik. Akibatnya, jaringan saraf optik akan rusak sehingga kehilangan penglihatan.

Penyakit kardiovaskular juga turut meningkatkan risiko serangan stroke mata. Pada beberapa pasien dengan penyakit kardiovaskular, tekanan darah bisa turun dengan cepat saat tidur. Kondisi ini dapat mengurangi sirkulasi darah melalui arteri mata yang meningkatkan kemungkinan AION.

Salah satu dampak stroke mata yang sangat berbahaya dikenal sebagai AION arteritik. Ini disebabkan oleh kondisi yang dikenal sebagai arteritis sel raksasa (GCA). GCA menyebabkan peradangan pada arteri optik berukuran sedang dan besar serta saraf kulit kepala. Sementara penyebab GCA hingga sekarang belum diketahui.

Siapa yang berisiko mengalami stroke mata?

Siapa saja dapat mengalami stroke di mata, tapi ada faktor-faktor yang membuat Anda lebih berisiko untuk mengalaminya.

Stroke mata lebih sering terjadi pada orang paruh baya dan lanjut usia. Faktanya, kurang dari 10 persen orang yang terkena AION dan AION arteritik terkait GCA berusia di bawah 45 tahun.Anda yang berusia lebih dari 60 tahun, punya kebiasaan merokok, serta berjenis kelamin laki-laki lebih berisiko terhadap stroke ini.

Beberapa kondisi kesehatan yang meningkatkan risiko, yaitu:

  • Diabetes
  • Aterosklerosis
  • Glaukoma
  • Mengalami sesak dada
  • Hipertensi (tekanan darah tinggi)
  • Kadar kolesterol tinggi
  • Penyakit jantung
  • Penyempitan arteri karotis atau arteri leher

Bagaimana mendiagnosis stroke mata?

Jika Anda mengalami kehilangan penglihatan mendadak, Anda harus segera menghubungi dokter mata Anda. Dokter akan melakukan pemeriksaan menyeluruh untuk mengetahui apakah Anda terkena stroke mata.

Dokter mata Anda akan melebarkan pupil mata Anda denganobat tetes mata yang memungkinkan untuk pemeriksaan retina lebih menyeluruh dan melihat ada tidaknya tanda-tanda kerusakan.

Pengobatan untuk stroke mata

Bisakah stroke mata disembuhkan? Dalam beberapa kasus, seseorang dapat memperoleh kembali beberapa penghlihatannya dari waktu ke waktu.

Sebuah studi di American Journal of Ophthalmology menemukan bahwa kehilangan penglihatan dapat terjadi pada banyak penderita, tergantung pada jenis stroke mata yang mereka miliki.

Penggunaan kortikosteroid telah terbukti menjadi pengobatan stroke mata yang berhasil meningkatkan daya lihat penderita apabila dilakukan sedari awal. Maka dari itu, sangat penting untuk segera mengunjungi dokter jika Anda mengalami gangguan penghlihatan secara tiba-tiba.

Pengobatan stroke mata ini dapat mengurangi kebocoran pada pembuluh darah, mengatasi pembengkakan sekaligus meningkatkan sirkulasi aliran darah.

Namun pengobatan ini lebih umum dilakukan pada kasus AION yang disebabkan oleh berkurangnya aliran darah dan peradangan saraf mata. Beberapa dokter mungkin juga meresepkan obat untuk menurunkan tekanan mata dengan harapan dapat meningkatkan aliran darah ke saraf optik.

Beberapa pengobatan lainnya yang dianjurkan oleh dokter mata Anda dalam beberapa jam setelah gejala timbul, seperti:

  • Bernapas dalam (menghirup) campuran karbon dioksida dan oksigen, hal ini dapat membuat arteri retina melebar
  • Membuang sebagian cairan dari mata agar sumbatan menjauh dari retina
  • Obat penghancur bekuan atau gumpalan dalam darah
  • Obat suntik mata seperti kortikosteroid atau anti-vascular endothelial growth factor
  • Terapi laser
  • Oksigen tekanan tinggi atau hiperbarik

Kondisi lain yang menyebabkan timbulnya pembekuan darah juga harus diobati. Semakin cepat pengobatan yang diberikan, semakin besar kesempatan Anda untuk menyelamatkan penglihatan Anda.

Beberapa pasien dapat melihat kembali setelah serangan stroke mata, meski penglihatan sering kali tidak sebaik dulu.

 Langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan

Menerapkan gaya hidup sehat bukan hanya baik untuk kesehatan jantung, tapi juga dapat meningkatkan kesehatan secara keseluruhan dan mengurangi risiko masalah, seperti stroke mata dan kehilangan penglihatan.

Berikut ini adalah beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mencegah serangan stroke mata:

  • Mengendalikan kadar gula darah jika Anda berisiko atau mengalami diabetes.
  • Mengobati glaukoma dengan obat-obatan yang menjaga tekanan bola mata Anda terkontrol.
  • Pastikan tekanan darah Anda selalu dalam batas normal.
  • Memeriksakan kadar kolestrol secara rutin. Jika terlalu tinggi, diet dan olahraga dapat membantu menurunkan sebelum mengonsumsi obat-obatan.
  • Berhenti merokok.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Penyebab Mulut Anda Terasa Pahit Saat Puasa

Penyebab mulut terasa pahit saat puasa biasanya tidak berbahaya. Bisa jadi, mulut terasa pahit karena Anda lalai melakukan hal yang satu ini! Apa ya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hari Raya, Ramadan 19/05/2020

Manfaat dan Jenis-jenis Senam untuk Penderita Hipertensi

Senam termasuk olahraga yang disarankan untuk penderita hipertensi. Yuk, ketahui apa saja manfaat dan jenis senam untuk hipertensi.

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila

Rutin Minum Madu Saat Sahur Bisa Memberikan 5 Kebaikan Ini

Katanya, minum madu saat sahur bisa memberikan segudang manfaat baik bagi tubuh selama menjalani puasa. Tertarik ingin coba? Simak beragam khasiatnya.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Hari Raya, Ramadan 17/05/2020

Konsumsi Makanan Tertentu Dapat Berpengaruh pada Jenis Stroke Berbeda

Penelitian terbaru memaparkan bahwa makanan tertentu dapat berpengaruh terhadap risiko pada jenis stroke yang bebreda. Bagaimana penjelasannya?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha

Direkomendasikan untuk Anda

resep membuat bakwan

4 Resep Membuat Bakwan di Rumah yang Enak Tapi Sehat

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020

Berbagai Manfaat Daun Kale, Si Hijau yang Kaya Zat Gizi

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020
panduan diet sehat untuk menurunkan berat badan, cara diet sehat, menu diet sehat, makanan diet sehat, diet sehat alami

Cara Diet Turun Berat Badan yang Aman Tanpa Bahayakan Kesehatan

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020
diagnosis hiv

Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 26/05/2020