Waspada Papilledema, Pembengkakan Saraf Mata yang Bisa Sebabkan Kebutaan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 22 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Bukan hanya tangan atau kaki yang bisa mengalami pembengkakan, saraf di sekitar bola mata Anda pun bisa bengkak. Kondisi ini disebut dengan papilledema. Namun, kenapa bisa orang mengalami pembengkakan di saraf mata? Apa ada gejala yang menandakannya? Apakah saraf mata yang bengkak akan menimbulkan kebutaan? Nah, simak ulasan di bawah ini seputar papilledema.

Apa itu papilledema?

sakit kelenjar air mata

Papilledema adalah kondisi medis ketika terjadi pembengkakan saraf optik di area optic disc. Optic disc adalah area di mana saraf optik masuk ke dalam bagian belakang bola mata.

Saraf optik yang melalui area optic disc ini terdiri atas kumpulan serat-serat saraf yang membawa informasi visual, yang menghubungkan antara otak dengan retina mata.

Ketika penyakit mata ini terjadi, area optic disc yang berisi saraf-saraf optik ini mengalami pembengkakan. Itu sebabnya, papilledema tergolong kondisi medis yang serius dan membutuhkan penanganan dokter.

Apa penyebab papilledema?

penyebab sakit kepala sebelah

Pembengkakan ini muncul karena terjadi peningkatan tekanan di sekitar otak. Ketika tekanan di sekitar otak meningkat, area optic disc akan tertekan sehingga bagian ini membengkak. Tekanan ini bisa terjadi karena peningkatan cairan serebrospinal atau disingkat CSF.

Cairan serebrospinal ini pada dasarnya mengelilingi otak dan sumsum tulang belakang. Fungsinya adalah melindungi otak dan sumsum tulang belakang dari kerusakan.

Namun, peningkatan CSF dapat memenuhi bagian sekitar optic disc, sehingga saraf-saraf optik di bagian ini semakin tertekan dan membengkak.

Tekanan juga bisa timbul karena terjadi pembengkakan otak yang disebabkan oleh:

  • Cedera di kepala
  • Tidak memiliki cukup sel darah merah atau hemoglobin
  • Hidrosefalus
  • Perdarahan di dalam otak
  • Peradangan di dalam otak (ensefalitis)
  • Meningitis
  • Tekanan darah tinggi
  • Adanya nanah akibat infeksi di dalam otak (abses)
  • Tumor otak
  • Kadang, tekanan otak yang tinggi bisa terjadi tanpa alasan yang jelas. Kondisi ini dikenal dengan sebutan hipertensi intrakranial idiopatik. Umumnya, ini lebih sering terjadi pada orang yang mengalami obesitas.

Apa gejala dari papilledema?

penyebab sakit kepala sampai ke mata

Gejala awal papilledema meliputi:

  • Pandangan mulai kabur
  • Penglihatan ganda
  • Mata seperti melihat kilatan cahaya
  • Penglihatan tiba-tiba hilang dalam beberapa detik

Jika tekanan otak terus berlanjut, gejala-gejala di atas bisa semakin terasa dan terjadi lebih lama. Dalam beberapa kasus, tanda-tanda yang muncul bahkan jadi semakin parah dan tidak hilang-hilang.

Gejala lainnya yang juga bisa terjadi adalah:

  • Mual dan muntah
  • Sakit kepala
  • Seolah mendengar suara lain di telinga

Bagaimana kondisi ini didiagnosis?

yang harus diketahui sebelum melakukan pemeriksaan MRI

Dokter mungkin akan memeriksa riwayat kesehatan Anda dan melakukan pemeriksaan fisik. Selain itu, dokter mungkin meminta Anda melakukan tes-tes tambahan, seperti:

  • Oftalmoskopi (funduskopi), yaitu pemeriksaan untuk melihat kondisi di balik bola mata dengan menggunakan sebuah alat bernama oftalmoskop.
  • MRI, yaitu pemeriksaan yang dapat memberikan gambaran lebih detail, dan lebih mungkin menunjukan apa penyebab tekanan yang tinggi terjadi di sekitar otak. MRI juga yang selanjutnya digunakan untuk melihat perkembangan pengobatan papilledema dari waktu ke waktu.
  • Pungsi lumbar, yaitu prosedur penarikan cairan CSF untuk mengukur banyaknya CSF di sekitar otak dan sumsum tulang belakang.

Bagaimana cara mengobati papilledema?

penyebab mata kering

Penanganan yang dilakukan akan berbeda-beda, tergantung penyebabnya. Berikut ini adalah beberapa cara untuk mengatasi papilledema. 

1. Pungsi lumbar

Pada dasarnya, untuk mengurangi tekanan akibat penumpukan cairan, dokter biasanya melakukan pungsi lumbar. Pungsi lumbar adalah prosedur medis dengan memasukkan jarum ke daerah tulang belakang untuk menarik atau menyedot cairan serebrospinal yang menumpuk. Dengan begitu, tekanan berkurang, pembengkakan juga berkurang. 

Dokter juga biasanya memberikan resep berisi acetazolamide (Diamox) untuk menjaga tekanan sistem saraf Anda pada tingkat normal.

2. Obat-obatan

Obat lainnya yang akan diresepkan dalam kasus ini untuk meredakan pembengkakannya adalah pemberian kortikosteroid, seperti prednison (Deltasone), deksametason (Ozurdex), dan hidrokortison (Cortef). Obat-obatan ini bisa didapatkan dalam bentuk suntikan atau diminum.

Jika tekanan darah tinggi yang menjadi penyebab papilledema, dokter akan memberikan pengobatan untuk menjaga tekanan darah Anda. Pengobatan yang biasanya diberikan seperti:

  • Diuretik: bumetanide (Bumex) dan chlorothiazide (Diuril)
  • Beta blockers: atenolol (Tenormin dan esmilol (Brevibloc)
  • Penghambat ACE: captropil dan moexipril

Apa, Sih, Obat Diuretik Itu? Apa Saja Gunanya?

3. Antibiotik

Jika papiledema terjadi karena infeksi, dokter akan meresepkan antibiotik. Pengobatan infeksi berbeda-beda tergantung apa jenis bakteri yang menimbulkan infeksi tersebut. Jika terdapat abses, dokter akan melakukan kombinasi penanganan, yakni dengan antibiotik dan pembuatan drainase untuk mengalirkan cairan dari otak.

4. Operasi

Jika tumor otak yang menyebabkan papilledema, dokter akan menganjurkan operasi pengambilan bagian tumor yang berbahaya. Operasi umumnya direkomendasikan untuk pasien yang tidak dapat menerima obat-obatan dengan baik. 

Tindakan pembedahan juga direkomendasikan jika Anda mengalami papilledema akut dan telah mengalami kehilangan penglihatan. Dikutip dari artikel yang dipublikasikan US National Library of Medicine, ini dilakukan untuk mencegah kehilangan penglihatan yang tidak dapat disembuhkan. 

5. Kemoterapi atau terapi radiasi

Kemoterapi atau terapi radiasi juga diberikan untuk membuat ukuran tumor bisa lebih mengecil dan mengurangi pembengkakan yang terjadi.

Jika papilledema terjadi akibat cedera kepala parah, dokter akan mencoba mengurangi tekanan dan pembengkakan dengan melakukan pengeringan CSF dari kepala dan melepaskan sepotong kecil bagian tengkorak untuk menghilangkan tekanan.

Apa komplikasi yang dapat terjadi akibat kondisi ini?

Laki-laki mengalami serangan stroke ringan

Ada beberapa komplikasi yang bisa terjadi pada papilledema, di antaranya adalah:

  • Menyebabkan kebutaan, jika peningkatan tekanan terjadi dalam waktu yang lama tanpa pengobatan
  • Kerusakan otak
  • Stroke
  • Sakit kepala terus-menerus
  • Kematian

Bila Anda merasakan gejala-gejala seperti yang telah dipaparkan di atas, segera periksa ke dokter. Jangan anggap sepele kondisi ini karena komplikasinya bersifat serius.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Sehatkah Kalau Makan Makanan yang Sama Terus Setiap Hari?

Adakah dampak kesehatan tertentu jika kita makan makanan yang sama tiap harinya? Apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi kebiasaan tersebut?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Tips Makan Sehat, Nutrisi 26 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Tiba-Tiba Susah Kentut? Tak Perlu Pusing, Begini Cara Mengatasinya

Pernah merasakan tidak bisa kentut? Tentu rasanya sangat mengganggu dan membuat perut terasa sakit. Tenang, atasi masalah susah kentut dengan cara alami ini

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Kesehatan, Gejala dan Kondisi Umum 25 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

9 Cara Jitu untuk Mengusir Semut Bandel di Rumah

Setiap rumah pasti ada semutnya. Apalagi rumah yang kotor. Jangan panik dulu, air lemon ternyata bisa jadi cara mengusir semut di rumah yang terjamin ampuh.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kebersihan Diri, Hidup Sehat 25 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Kenapa Lidah Terasa Pahit saat Anda Sedang Sakit?

Saat Anda sakit, makan dan minum apapun jadi tak selera. Hal ini karena mulut dan lidah terasa pahit. Nah, ini dia alasan dan cara ampuh mengatasinya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Penyakit Gusi dan Mulut, Gigi dan Mulut 25 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

gula darah turun

Habis Makan, Gula Darah Malah Turun Drastis? Apa Sebabnya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Angelina Yuwono
Dipublikasikan tanggal: 26 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
ciri dan gejala infeksi parasit

Mengenal Jenis-Jenis Parasit dan Penyakit Infeksi yang Disebabkannya

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 26 Januari 2021 . Waktu baca 10 menit
badan sakit setelah olahraga

Badan Sakit Setelah Olahraga, Apakah Artinya Olahraga Anda Ampuh?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Dipublikasikan tanggal: 26 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
tidak enak badan

6 Cara Mengurangi Rasa Tidak Enak Badan saat Demam

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 26 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit