Hati-hati Penggunaan Obat Kortikosteroid Berlebihan

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 7 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Kortikosteroid adalah salah satu golongan obat yang sangat sering digunakan, berfungsi sebagai anti peradangan dan sering disebut sebagai “obat dewa” karena kemampuannya untuk mengobati berbagai gejala penyakit. Beberapa nama kortikosteroid yang sering kita temukan adalah prednison, metilprednisolon, dexamethason, hidrokortison, betametason, triamsinolon dan lainnya. Walaupun terbukti ampuh untuk meredakan banyak keluhan seperti kulit bengkak, gatal-gatal, kemerahan, flu, pegal-pegal serta penyakit alergi, pemakaian yang berlebihan dari kortikosteroid justru dapat menyebabkan efek samping yang tidak baik untuk kesehatan.

Apa itu kortikosteroid?

Kortikosteroid adalah sekumpulan hormon yang diproduksi oleh tubuh manusia melalui kelenjar adrenal yang terletak di atas ginjal. Hormon ini berfungsi dalam pengaturan metabolisme karbohidrat, lemak dan protein, regulasi cairan tubuh, sistem pertahanan tubuh, dan pembentukan tulang.

Apa fungsi obat kortikosteroid?

Kortikosteroid digunakan untuk gangguan produksi hormon oleh kelenjar adrenal yang mengakibatkan tubuh kekurangan hormon steroid. Kondisi lain yang sering diobati dengan kortikosteroid antara lain adalah penyakit alergi seperti asma, urtikaria konjungtivitis alergi dan lainnya, penyakit autoimun, peradangan sistemik, transplantasi, pembengkakan otak, dan masih banyak lagi.

Apa efek samping obat kortikosteroid?

Penggunaan kortikosteroid pada pasien harus dipertimbangkan dengan baik, dikarenakan efek sampingnya yang luas. Timbulnya efek samping dipengaruhi banyak hal, penggunaan lebih dari 2 minggu dapat menyebabkan timbul efek samping yang serius. Kortikosteroid potensi kuat dengan dosis tinggi lebih sering menyebabkan efek samping. Efek samping yang timbul tergantung daripada bagaimana penggunaannya, karena penggunaan secara sistemik umumnya menyebabkan efek samping yang lebih besar.

Kortikosteroid sistemik

Sediaan kortikosteroid sistemik biasanya berbentuk tablet atau injeksi ke dalam pembuluh darah. Efek samping yang bisa timbul adalah :

  • Hipertensi
  • Peningkatan gula darah, diabetes
  • Tukak lambung
  • Perdarahan saluran cerna
  • Penyembuhan luka yang lama dan abnormal
  • Kekurangan kalium
  • Osteoporosis
  • Mudah terkena infeksi
  • Gangguan emosi
  • Insomnia
  • Peningkatan nafsu makan
  • Glaukoma
  • Otot yang melemah
  • Penipisan kulit

Kortikosteroid lokal

Sediaan kortikosteroid lokal bisa bermacam-macam, termasuk injeksi, inhalasi, dan salep.

Efek samping kortikosteroid injeksi

  • Nyeri dan pembengkakan pada otot atau sendi yang disuntik
  • Kelemahan otot dan tendon
  • Infeksi
  • Penipisan kulit

Efek samping kortikosteroid inhalasi

  • Sariawan di mulut atau tenggorokan
  • Mimisan ringan
  • Suara serak atau kesulitan berbicara
  • Batuk
  • Jamur di rongga mulut
  • Peningkatan risiko infeksi pneumonia pada pasien penyakit paru obstruktif kronik

Efek samping kortikosteroid salep

  • Penipisan kulit
  • Warna kulit menjadi lebih pucat
  • Peningkatan risiko infeksi kulit
  • Menghambat penyembuhan luka

Pada kasus yang lebih berat, penggunaan kortikosteroid dosis tinggi dapat menyebabkan sindrom Cushing, yang ditandai oleh:

  • Obesitas
  • Hipertensi
  • Mudah lelah
  • Striae abdomen, garis berwarna ungu di perut
  • Pembengkakan
  • Penumpukan lemak di wajah (moon face) dan di belikat (buffalo hump)
  • Hirsutisme, pertumbuhan rambut di tempat yang tidak umum pada wanita
  • Gangguan menstruasi pada wanita

Bagaimana penggunaan kortikosteroid yang aman?

Oleh karena berbagai efek samping di atas, penggunaan kortikosteroid haru sesuai dengan petunjuk dokter, baik berapa dosisnya, berapa kali minum dalam sehari, dan untuk diminum berapa harinya. Masyarakat tidak disarankan untuk mengonsumsi atau menambah-kurangi dosis obat ini tanpa petunjuk dokter. Untuk mengurangi efek samping kortikosteroid, pasien dapat mengikuti tips berikut:

  • Jangan meminum kortikosteroid saat lambung kosong, untuk mengurangi efek samping terhadap sistem pencernaan
  • Gunakan spacer pada kortikosteroid inhalasi, untuk mengurangi risiko terjadinya infeksi jamur di rongga mulut
  • Lakukan penyuntikan di tempat berbeda, maksimal penyuntikan kortikosteroid di tempat yang sama yaitu tiga kali
  • Pada daerah kulit yang tipis atau lipatan, gunakalah steroid dengan potensi lemah
  • Hati-hati pada penggunaan sekitar mata, karena dapat menyebabkan glaukoma atau katarak

Jangan hentikan pengobatan mendadak. Pada penggunaan jangka panjang, dokter biasanya melakukan “tappering off” saat akan menghentikan pengobatan, yaitu dengan cara dosis obat diturunkan perlahan-lahan baru kemudian dihentikan. Penghentian mendadak kortikosteroid dapat menyebabkan sindrom Addison.

BACA JUGA:

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Selain Mempercantik Kamar, 7 Tanaman Ini Juga Bisa Bantu Tidur Nyenyak

Beberapa jenis tanaman untuk kamar membawa efek menenangkan dan mampu membersihkan udara dari polusi, bau, dan jamur. Apa saja jenisnya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Kebersihan Diri, Hidup Sehat 2 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit

Ciri-ciri Infeksi Jamur (Oral Thrush) di Mulut Anda

Infeksi jamur di mulut biasa disebut juga oral thrush atau kandidiasis. Simak penyebab, tanda dan gejala, serta cara pengobatannya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Gigi dan Mulut 2 Maret 2021 . Waktu baca 9 menit

Cara Menghilangkan Bekas Luka dengan Langkah yang Tepat

Menghilangkan bekas luka butuh waktu lama. Simak daftar obat-obatan sebagai cara menghilangkan bekas luka yang tepat berikut ini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Pertolongan Pertama, Hidup Sehat 2 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit

Terapi Oksigen untuk Mengatasi Masalah Sesak Napas

Beberapa orang mungkin membutuhkan terapi oksigen untuk meningkatkan kadar oksigen dalam darahnya. Siapa saja yang membutuhkannya?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Kesehatan Pernapasan 2 Maret 2021 . Waktu baca 8 menit

Direkomendasikan untuk Anda

manfaat buah mangga

7 Manfaat Kesehatan yang Bisa Anda Dapat dari Buah Mangga

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 4 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit
5 Langkah untuk Berhenti Merokok

5 Langkah untuk Berhenti Merokok

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Monika Nanda
Dipublikasikan tanggal: 3 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit
produk pembersih rumah

Apakah Produk Pembersih di Rumah Anda Sebabkan Masalah Pernapasan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 3 Maret 2021 . Waktu baca 3 menit
alergi pada telur

Serba-serbi Alergi Telur yang Harus Anda Ketahui

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 3 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit