12 Kondisi yang Memerlukan Obat Tetes Mata

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 8 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Obat tetes mata adalah cairan yang digunakan untuk berbagai kondisi mata, seperti mata merah dan setelah operasi mata. Tetes mata biasanya mengandung saline sebagai bahan dasar. Tergantung pada tujuan penggunaannya, tetes mata juga dapat mengandung pelumas air mata buatan, atau zat anti-kemerahan, serta obat-obatan. Obat tetes mata ada yang dapat dibeli di warung-warung, ada beberapa yang merupakan resep dokter, dan ada beberapa yang hanya digunakan oleh spesialis mata.

Kapan dibutuhkan obat tetes mata?

Tetes mata biasanya digunakan untuk beberapa kondisi berikut ini:

1. Operasi katarak

Operasi pengangkatan lensa dan penggantian dengan lensa buatan ini memerlukan obat tetes mata. Sebelum operasi dilakukan, tetes mata digunakan untuk mencegah infeksi, membuat pupil lebih besar, dan mati rasa di daerah mata. Setelah operasi, tetes mata dapat mengurangi risiko infeksi dan membantu penyembuhan.

2. Konjungtivitis (penyakit mata menular)

Konjungtivitis adalah infeksi atau iritasi pada konjungtiva (membran tipis dan bening pada bagian dalam kelopak mata yang menutupi bagian putih mata). Penyebabnya adalah infeksi bakteri atau virus, iritasi lingkungan, dan alergi. Selain itu, konjungtivitis juga dapat disebabkan oleh toksisitas atau alergi tetes mata, atau oleh obat tetes mata yang telah terkontaminasi.

Gejala yang ditimbulkan adalah  gatal, panas, kemerahan, dan bengkak. Perawatan dari kondisi tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan obat tetes mata antibiotik atau anti-inflamasi, atau dengan menghilangkan iritasi pada mata.

3. Pembasah lensa kontak dan pelumas permukaan mata

Jika mata terkadang terasa kering saat memakai lensa kontak, pilihlah tetes mata khusus yang digunakan untuk lensa kontak, karena tetes mata lainnya dapat mengubah warna lensa Anda atau secara sementara mengubah posisinya.

4. Infeksi kornea (keratitis)

Penyebabnya bisa jadi karena virus, bakteri, atau parasit. Infeksi akibat bakteri atau parasit merupakan komplikasi yang paling parah dari memakai lensa kontak dan hal itu lebih umum terjadi pada pengguna lensa kontak jangka panjang. Selain itu, kebersihan lensa yang kurang memadai juga dapat menjadi penyebabnya, seperti tidak mengganti dan membersihkan lensa seperti yang disarankan, serta berenang menggunakan lensa kontak.

Infeksi ringan dapat diobati dengan tetes mata anti-bakteri. Sedangkan infeksi yang lebih parah mungkin memerlukan tetes mata antibiotik, atau dengan melakukan perawatan lebih lanjut, termasuk operasi. Lepaskan lensa kontak segera jika Anda curiga bahwa mata Anda terinfeksi, dan jangan lupa untuk langsung mencari pengobatan.

5. Operasi transplantasi kornea

Ini adalah operasi penggantian kornea yang sakit atau terluka dengan kornea sehat, yang biasanya didapatkan dari bank mata. Setelah operasi, tetes mata diperlukan untuk membantu penyembuhan dan mencegah penolakan dari jaringan donor.

6. Mata kering

Mata kering disebabkan oleh produksi air mata yang rendah dan juga penuaan. Jika kualitas lapisan luar dan dalam buruk, air mata tidak akan dapat melumasi mata pada waktu yang lama. Hal ini dapat menyebabkan mata terasa “berpasir” dan gatal. Gejala lainnya termasuk:

  • Rasa panas atau menyengat
  • Nyeri dan kemerahan
  • Kotoran mata yang lengket
  • Penglihatan berfluktuasi
  • Air mata berlebihan (air mata “refleks” tidak dapat membantu meredakan mata kering karena mereka tidak berada di mata cukup lama)

Air mata buatan (tetes mata) dapat digunakan untuk melumasi mata kering pada siang hari. Pengobatan lainnya mungkin dapat digunakan dalam kasus yang lebih berat.

7. Alergi pada mata

Gejala alergi ini termasuk gatal, berair, kemerahan, pedih, dan terbakar. Banyak jenis tetes mata yang dapat membantu Anda meringankan gejala alergi konjungtivitis. Tetes mata yang dapat digunakan adalah yang memiliki air mata buatan, yang tidak mengandung obat-obatan, dan yang mengandung beberapa obat-obatan, seperti antihistamin, stabilisator sel mast, dekongestan, dan kortikosteroid yang diresepkan.

Jika Anda memiliki alergi pada mata dan memakai lensa kontak, bertanyalah pada dokter mata Anda mengenai tetes mata yang dapat membantu menjaga lensa agar tetap bersih saat terpapar alergen.

8. Pemeriksaan mata

Selama pemeriksaan mata lengkap, dokter mata menggunakan tetes mata untuk:

  • melebarkan pupil (untuk membuat “jendela yang lebih besar” agar dapat melihat ke dalam mata)
  • mematikan mata saat uji coba terhadap glaukoma

9. Glaukoma

Glaukoma merupakan peningkatan tekanan cairan pada mata, yang jika tidak diobati dapat menyebabkan kerusakan saraf optik yang serius dan kehilangan penglihatan. Tetes mata dapat dipakai untuk menurunkan tekanan cairan mata dengan mengurangi produksi cairan mata.

Jika Anda memiliki galukoma, jangan gunakan obat tetes mata yang mengandung vasokonstriktor (dekongestan topikal). Ini membuat pembuluh darah kecil menjadi lebih kecil dan dapat memperburuk tekanan yang telah meningkat di mata Anda.

10. Infeksi mata herpes simplex (virus)

Gejala awal infeksi ini termasuk luka yang menyakitkan pada permukaan mata (kelopak mata) dan peradangan kornea. Pengobatan cepat yang dilakukan dengan menggunakan tetes mata anti-virus dapat mencegah kerusakan mata yang lebih serius.

11. LASIK (laser-assisted in situ keratomileusis)

LASIK dapat memperbaiki rabun jauh, rabun dekat, dan astigmatisma. Tetes mata anestesi digunakan sebelum operasi untuk mencegah rasa sakit. Setelah operasi dilakukan, tetes mata digunakan untuk membantu penyembuhan dan mencegah infeksi.

12. Pelumasan dan perlindungan

Bahan utama dari tetes mata yang di jual di pasaran biasanya berupa hydroxypropyl methylcellulose (oftalmik) atau carboxymethylcellulose. Meskipun air mata buatan dianggap sangat aman, namun Anda wajib untuk memeriksakan diri Anda , jika:

  • Anda alergi terhadap semua jenis pengawet
  • Anda pernah memiliki reaksi tak terduga atau reaksi alergi terhadap hydroxypropyl methylcellulose atau carboxymethylcellulose

Cara penggunaan obat tetes mata yang benar

Terkadang saat kita menggunakan obat tetes mata, kita merasa kebingungan untuk melakukannya, terutama saat memakai obat tetes mata kepada diri sendiri. Oleh karena itu, berikut ini adalah beberapa tahapan penggunaan obat tetes mata yang benar:

  1. Cuci tangan Anda dengan sabun dan air.
  2. Periksa bagian ujung tetes mata untuk memastikan bahwa ia tidak terkelupas atau retak.
  3. Hindari menyentuh ujung penetes pada mata Anda atau apapun (obat tetes mata harus tetap bersih).
  4. Sambil menengadahkan kepala Anda ke atas, tarik lapisan bawah mata Anda hingga membentuk kantong.
  5. Pegang tetes mata dengan menghadap ke bawah, dan posisikan tetes mata sedekat mungkin dengan mata tanpa menyentuhnya.
  6. Pencet tetes mata secara perlahan, sehingga cairan jatuh ke dalam kantong yang Anda buat pada lapisan bawah mata.
  7. Tutup mata Anda selama 2-3 menit dengan menundukkan kepala Anda. Cobalah untuk tidak berkedip dan meremas kelopak mata Anda.
  8. Letakkan jari pada pembuluh air mata dan lakukan tekanan lembut.
  9. Lap kelebihan cairan di wajah Anda dengan menggunakan tisu.
  10. Jika Anda menggunakan lebih dari satu tetes di mata yang sama, tunggu selama 5 menit sebelum menambahkan tetesan berikutnya.
  11. Pasang kembali dan kencangkan tutup pada botol obat tetes mata. Jangan menyeka atau membilas ujung pipet.
  12. Cuci tangan Anda untuk menghilangkan obat apapun.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kenapa, Sih, Kita Tidak Bisa Mencium Bau Badan Sendiri?

Anda bisa mencium bau badan atau wangi parfum yang dipakai orang lain dengan mudah. Tapi kenapa, ya, kita tidak bisa mencium bau badan sendiri?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Kesehatan THT, Gangguan Hidung 26 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Begini Cara Membaca Resep Kacamata dari Dokter dan Optik Anda

Sebelum beli kacamata, Anda perlu memeriksa mata untuk mendapatkan resep agar kacamata yang dibeli sesuai. Tapi, tahukah Anda cara membaca resep kacamata?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Kesehatan Mata, Perawatan Mata 25 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Kenapa Lidah Terasa Pahit saat Anda Sedang Sakit?

Saat Anda sakit, makan dan minum apapun jadi tak selera. Hal ini karena mulut dan lidah terasa pahit. Nah, ini dia alasan dan cara ampuh mengatasinya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Penyakit Gusi dan Mulut, Gigi dan Mulut 25 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

Penyakit pada Kuku yang Perlu Diwaspadai

Penyakit kuku, mulai dari penampakannya yang aneh atau sekadar mudah patah, bisa berarti ada masalah juga pada kesehatan Anda.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Tiara Putri
Kesehatan Kulit, Perawatan Kuku 23 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit

Direkomendasikan untuk Anda

radiasi wi-fi

Benarkah Radiasi dari Wi-Fi Bisa Memicu Kanker Anak?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
manfaat minyak kutus kutus

Benarkah Minyak Kutus Kutus Baik untuk Kesehatan? Cek Faktanya di Sini!

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit
fakta tentang hati manusia

3 Fakta Tentang Hati (Liver) Manusia yang Ternyata Menakjubkan

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
gula darah turun

Habis Makan, Gula Darah Malah Turun Drastis? Apa Sebabnya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Angelina Yuwono
Dipublikasikan tanggal: 26 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit