10 Tanda Saatnya Anda Periksa ke Dokter Mata

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 8 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Ketika Anda mulai merasa ada yang salah dengan penglihatan Anda, satu-satunya cara adalah memeriksakan diri ke dokter mata untuk mengetahui kondisi kesehatan mata Anda. Kemungkinan besar Anda akan diresepkan kacamata, tapi perlu diingat bahwa Anda tak boleh mendiagnosis diri sendiri dan membeli kacamata hanya dengan mencoba-coba saja, tanpa tahu apa yang sebenarnya Anda butuhkan. 

Dr. John Lahr, direktur medis EyeMed, mengatakan bahwa gejala-gejala yang sering muncul pada mata itu sangat luas, sehingga satu-satunya cara yang akurat untuk mengetahui apa masalahnya adalah dengan memeriksakannya ke ahli mata.

Di bawah ini adalah sepuluh gejala pada mata yang memerlukan tindakan lebih lanjut:

1. Mata buram/kabur

Jika Anda tidak dapat mengenali teman Anda yang jauhnya sekitar 3 meter, atau tidak dapat melihat tulisan di majalah dalam jarak dekat, maka ada kemungkinan Anda mengalami rabun jauh atau rabun dekat.

2. Sulit melihat ketika malam hari

Jika penglihatan Anda menjadi kabur pada malam hari sehingga Anda tidak dapat melihat kucing Anda di halaman pada malam hari, maka Anda kemungkinan mengalami katarak.

3. Sulit membiasakan dari gelap ke terang

Itu berarti otot yang membantu mata untuk berkontraksi melemah. Biasanya diakibatkan oleh bertambahnya usia.

4. Buram saat melihat layar komputer

Pernahkah Anda sedang sibuk bekerja di depan komputer, namun tiba-tiba tulisan atau gambar di monitor mendadak terlihat buram? Ini mungkin gejala awal rabun. Awali hari Anda dengan menatap halaman yang sama di komputer Anda, namun dengan jarak yang berbeda setiap harinya. Kemudian amati perbedaannya untuk melihat apakah ada kemajuan (atau justru kemunduran) dalam penglihatan Anda.

5. Mata lelah

Mata lelah adalah apa yang akan terjadi jika Anda memiliki penglihatan yang buram tapi tetap memaksakan diri melihat tanpa bantuan kacamata, yaitu dengan cara memicingkan mata atau sering menggosok dan mengedipkan mata demi memperjelas penglihatan. Mata lelah bisa juga disebabkan oleh terlalu lama mengemudi, menulis, atau menatap layar monitor.

6. Pusing yang berulang

Ketika mekanisme kornea dan lensa mata gagal fokus terhadap suatu objek, maka otot-otot kecil pada mata dipaksa untuk bekerja keras. Hasilnya adalah mata menjadi lelah dan menyebabkan pusing kepala. Mudahnya sih, jika Anda harus memicingkan mata untuk melihat suatu objek, Anda butuh kacamata.

7. Penglihatan berbayang

Kemungkinan besar Anda memiliki masalah pada kornea atau otot mata. Bisa juga gejala katarak.

8. Penglihatan bergelombang

Saat garis lurus terlihat bergelombang dan warna terlihat memudar, mungkin ini adalah gejala degenerasi makula, yang merupakan menurunnya fungsi tengah retina dan dapat menyebabkan hilangnya penglihatan secara total.

9. Melihat lingkaran cahaya

Jika Anda sedang melihat suatu objek dan objek tersebut memiliki lingkaran cahaya meskipun di sekitar Anda tidak terdapat objek yang dapat memantulkan cahaya, maka ada kemungkinan Anda mengalami katarak atau rabun gelap. Lingkaran cahaya ini biasanya lebih sering muncul saat Anda melihat di dalam gelap.

10. Tekanan pada mata

Ketika Anda merasakan adanya tekanan di belakan mata, ada kemungkinan mata Anda mengalami glaukoma. Cek terlebih dahulu ke ahli mata.

Apa yang terjadi kalau saya harus pakai kacamata?

Menurut Dr. Rupa Wong, terdapat 4 langkah mudah untuk membantu Anda beradaptasi dalam menggunakan kacamata, yaitu:

1. Gunakan kacamata setiap hari

Menggunakan kacamata setiap hari akan mempercepat Anda untuk beradaptasi dengan kacamata. Gunakanlah sesuai ketentuan dokter. Lepas kacamata ketika Anda merasakan pusing dan gunakan kembali ketika pusing mereda.

2. Gerakkan kepala, bukan mata

Pengguna kacamata pemula biasanya sering mengeluh pusing karena mereka terlalu banyak menggerakkan mata. Gerakkanlah kepala Anda, bukan bola mata, untuk meminimalisir rasa pusing, meskipun Anda akan membutuhkan waktu hingga dapat beradaptasi secara penuh.

3. Bersihkan lensa secara rutin

Debu dan noda akan mempersulit adaptasi Anda terhadap kacamata baru, maka lakukanlah pembersihan lensa secara rutin.

4. Simpan kacamata dengan aman

Sebelum tidur, simpanlah kacamata ke dalam kotaknya untuk menghindari bingkai bengkok dan goresan pada lensa. Selain tidak enak dilihat, kerusakan pada kacamata juga akan memperlambat proses beradaptasi.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Penyebab Bercak Putih di Puting Susu dan Cara Mengatasinya

Pernahkah Anda memiliki bintik atau bercak putih di puting susu atau sekitarnya? Tak usah khawatir, kenali penyebab dan cara mengatasinya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Kesehatan Wanita, Penyakit pada Wanita 14 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Kaki Terasa Lemas Tiba-Tiba? Bisa Jadi Ini Penyebabnya

Apakah Anda pernah merasakan tiba-tiba kaki lemas? Cari tahu penyebabnya, apakah karena penyakit berbahaya atau hanya sekadar kelelahan.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Otak dan Saraf 14 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Enzim SGOT dan SGPT

Salah satu tes yang dianjurkan untuk dilakukan ketika Anda sakit adalah pemeriksaan SGOT dan SGPT. Pemeriksan apa itu dan apa artinya kalau tinggi?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Kesehatan Pencernaan, Penyakit Hati (Liver) 12 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

5 Gangguan Kesehatan Akibat Duduk Terlalu Lama

Di mobil duduk, di kantor duduk, sampai rumah duduk lagi. Apa kira-kira efeknya pada kesehatan kita?

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Kesehatan, Gejala dan Kondisi Umum 12 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

manfaat kayu secang

Sering Dijadikan Wedang, Jangan Lewatkan 4 Manfaat Hebat Kayu Secang

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
mengatasi sakit punggung

Saraf Kejepit, Apa Penyebab dan Bagaimana Gejalanya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
zat aditif adalah msg

Zat Aditif pada Makanan Ternyata Tak Selalu Berbahaya

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
obat mimisan alami

Cara Mengatasi Mimisan dengan Cepat, Mulai dari Bahan Alami hingga Obat Medis

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 14 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit