Gejala stroke muncul ketika terdapat kekurangan oksigen dan nutrisi pada bagian otak. Jika gejala menghilang dalam waktu 24 jam, kejadian ini disebut mini stroke. Anda mungkin berpikir bahwa mini stroke atau stroke mudah untuk dilihat. Padahal, beberapa kondisi yang menyerupai stroke bisa membuat proses mendiagnosis mini stroke bisa menjadi sulit. Untuk menghindari kesalahan dalam mendiagnosis seseorang, dokter harus mempertimbangkan semua penyebab potensi lain yang dapat membuat seseorang terkena gejala mirip stroke ringan, terutama jika scan CT dan MRI normal.

Kondisi apa saja yang menyebabkan gejala mirip dengan stroke?

Kondisi yang bisa mirip dengan gejala mini stroke termasuk:

Kejang-kejang

Ini adalah episode aktivitas otak yang abnormal. Meskipun kebanyakan orang lebih akrab dengan jenis kejang-kejang yang menyebabkan ketidaksadaran dan getar tubuh yang keras, ada jenis lain dari kejang-kejang yang menyerupai TIA. Beberapa gejala yang sama termasuk lemas pada salah satu anggota tubuh, gangguan memori, dan kekurangan perhatian.

Migrain

Migrain adalah sakit kepala yang melemahkan dan mempengaruhi banyak orang. Beberapa jenis migrain dibarengi dengan gejala yang bisa mirip dengan mini stroke, termasuk kelumpuhan sementara pada wajah, vertigo, pandangan kabur, dan lemas atau mati rasa pada anggota tubuh.

Pusing

Ini adalah hal yang tidak spesifik, namun berpotensi signifikan saat dialami seseorang. Faktanya, orang-orang bisa merasakan tingkat pusing yang sama akibat serangan virus perut, dengan pusing seperti pada stroke. Karena inilah, ketika seseorang masuk ruang gawat darurat dengan sakit pusing yang tidak bisa dijelaskan, mini stroke atau stroke sebaiknya selalu dipertimbangkan sebagai penyebab potensial.

Gangguan memori

Ketika stroke ringan berdampak pada salah satu bagian memori otak, hal ini bisa menyebabkan gangguan memori. Namun, banyak kondisi lain yang bisa menyebabkan gangguan memori, termasuk kejang-kejang dan sakit kepala sebelah. Untuk alasan ini, ketika seseorang masuk ruang gawat darurat dengan gangguan memori, dokter harus memastikan gejala tidak disebabkan oleh stroke atau mini stroke.

Kondisi apa yang mungkin saya derita?

Jika Anda mengalami gejala-gejala di atas, selain karena stroke, mungkin juga diakibatkan oleh hal-hal di bawah ini:

Reaksi obat-obatan

Obat-obatan, terutama yang baru saja dikonsumsi, bisa menyebabkan berbagai gejala. Ketika memulai obat-obatan baru, selalu lebih aman untuk mencoba menyesuaikan perlahan dan perhatikan bila ada tanda fisik yang tidak biasa.

Alergi berat

Alergi biasanya menyebabkan ruam atau kesulitan bernapas. Tetapi terkadang, alergi terhadap makanan, gigitan serangga, atau produk bisa menyebabkan kesemutan atau pusing.

Diabetes

Beberapa orang penderita diabetes mengalami perubahan sensor sebelum diagnosis diabetes ditentukan. Pasien penderita diabetes bisa mengalami lemas, mati rasa atau kesemutan ketika gula darah terlalu tinggi atau rendah.

Multiple sclerosis

Multiple sclerosis, seperti stroke, bisa menyebabkan banyak gejala neurologis.

Sakit saraf

Penyakit saraf yang bisa menyebabkan lemas atau sensasi tidak biasa.

Tumor otak

Sebuah tumor otak, atau tumor dari bagian tubuh lain yang menyebar ke otak bisa menyebabkan gejala mirip dengan stroke. Dengan teknologi modern, banyak tumor bisa dengan aman dan efektif diobati.

Infeksi

Infeksi bisa menyebabkan pusing, mati rasa dan gangguan koordinasi. Infeksi yang mempengaruhi otak (ensefalitis dan meningitis) relatif langka, tetapi sering memiliki gejala yang sama dengan stroke.

Masalah tulang belakang

Cedera tulang belakang atau infeksi bisa menyebabkan lemas atau perubahan sensor pada lengan atau kaki.

Serangan jantung

Serangan jantung menyebabkan nyeri dada dan kesulitan bernapas berat. Sering, pusing dibarengi dengan serangan jantung.

Aritmia jantung

Detak jantung tidak teratur bisa menyebabkan pusing atau lemas karena suplai darah tidak teratur pada otak. Aritmia bisa mengarah pada stroke karena aritmia meningkatkan risiko pembekuan darah.

Apa yang harus saya lakukan?

Ketika terjadi gejala, selalu penting untuk meminta bantuan medis, dan fokus dalam memahami penyebab setelah itu. Apakah gejala menunjukkan stroke atau bukan, Anda cenderung akan memulai mengonsumsi beberapa obat baru dan membuat perubahan dalam meningkatkan kesehatan Anda. Peringatan awalnya bisa menakutkan, tetapi keseringan hasilnya bisa diatasi.

BACA JUGA:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca