Panduan untuk Guru yang Memiliki Murid dengan Kelainan Jantung Bawaan

Oleh

Kelainan jantung bawaan adalah kondisi yang terjadi pada awal kehamilan. Kondisi ini bisa meliputi satu atau kombinasi kelainan pada struktur jantung anak. Beberapa kelainan lainnya seperti:

  • Lubang pada dinding di antara ruang jantung
  • Kelainan pada katup
  • Kelainan pada pembuluh darah yang menuju atau meninggalkan jantung

Dalam banyak kasus, penyebab kelainan jantung bawaan tidak diketahui. Dalam beberapa, obat-obatan tertentu atau infeksi, seperti rubella, kontraksi saat kehamilan juga dapat menyebabkan kelainan jantung. Kelainan jantung bawaan biasanya didiagnosis saat anak masih di usia prasekolah.

Bedanya anak sehat dengan anak berpenyakit jantung bawaan

Anak-anak dengan kelainan jantung biasa tidak membutuhkan perhatian khusus saat mereka belajar di sekolah. Namun, anak-anak dengan komplikasi jantung yang lebih serius dapat menunjukkan gejala yang memerlukan perhatian. Gejala tersebut meliputi:

  • Sianosis: Membirunya bibir dan bantalan kuku saat berolahraga, tapi tidak mengganggu anak. Disebabkan oleh menurunnya kadar oksigen dalam aliran darah.
  • Mudah lelah: Anak lebih mudah merasa lelah dan mungkin mengalami sesak nafas setelah berolahraga.
  • Rentan terhadap infeksi paru-paru: seperti bronkitis dan pneumonia. Pada beberapa penyakit jantung, banyaknya darah yang mencapai paru-paru menyebabkan rentan terhadap infeksi.
  • Ukuran tubuh yang kecil: Anak dengan kelainan jantung biasanya lebih pendek atau ringan daripada teman-teman sekelasnya. Anak-anak dengan kelainan jantung bawaan sulit untuk menambah berat badannya.

Apa yang perlu diketahui oleh para guru dan pengajar?

Para pengajar perlu mengetahui kondisi jantung murid dan implikasinya pada aktivitas sekolah. Sebagai contoh, jika murid yang memiliki kondisi jantung memerlukan waktu lebih untuk pindah dari satu kelas ke kelas lainnya, kelonggaran harus diberikan pada murid tersebut untuk memberi waktu tambahan dan agar tidak menghukumnya apabila ia terlambat. Orangtua dan dokter dapat menyediakan informasi tentang kesehatan anak, tingkat aktivitas, dan pengobatannya kepada pihak sekolah.

Aktivitas yang diperbolehkan

Tingkat aktivitas yang diizinkan ditentukan oleh dokter. Tanyakan pada orangtua jika anak memiliki batasan dalam beraktivitas. Batasan aktivitas diurutkan sebagai berikut:

  • Murid mungkin diperbolehkan berolahraga dan berpartisipasi pada setiap jenis olahraga.
  • Murid mungkin diperbolehkan untuk berolahraga, tapi tidak dapat berpartisipasi pada perlombaan atau olahraga tim.
  • Murid mungkin tidak boleh terlibat aktivitas fisik yang lebih dari ringan.

Jika Anda memiliki pertanyaan tentang batasan aktivitas, hubungi orangtua murid tersebut.

Obat-obatan

Obat-obatan biasanya diminum di rumah. Jika murid perlu untuk minum obat ketika di sekolah, diperlukan penyesuaian antara sekolah dan orang tua. Sebagai guru, Anda harus mengetahui obat apa yang murid Anda gunakan dan kegunaannya.

Berdiskusi dengan orang tua murid bisa memberi Anda informasi, seperti bila murid akan dirawat di rumah sakit. Informasi seperti ini dapat membantu Anda mengidentifikasi dan merespon kebutuhan dan perhatian terhadap murid. Perawatan di rumah sakit atau operasi dapat menyebabkan perubahan pada perilaku dan performa belajar murid di sekolah.

Apa yang harus dilakukan jika murid akan melakukan operasi?

Untuk membantu murid sebelum menjalani operasi, Anda dapat berdiskusi dengan orangtua murid tentang kapan dan berapa lama murid akan tidak masuk sekolah. Anda juga perlu mengetahui secara spesifik tentang apa yang murid ketahui tentang operasi yang akan ia jalani, dan apakah boleh mendiskusikan tentang operasi kepada murid atau teman sekelasnya.

Jika Anda memiliki pertanyaan tentang persiapan operasi murid atau apa yang harus diberi tahu pada teman sekelasnya, hubungi orang tua murid. Beberapa rumah sakit memiliki guru untuk membantu pasien mengikuti pelajaran sekolah. Jika murid Anda akan dirawat lebih dari 2 minggu,

kegiatan sekolah dapat disesuaikan.

Murid yang sedang diopname bisa mendapatkan dukungan dari teman-teman sekelasnya, seperti kartu ucapan “semoga lekas sembuh”, kaset/CD audio, atau kunjungan ke rumah sakit. Cek terlebih dahulu dengan orang tua murid sebelum melakukan kunjungan.

Apa yang perlu Anda ketahui setelah murid dioperasi?

Biasanya, anak-anak memerlukan proses pemulihan sekitar 2 minggu setelah operasi jantung dilakukan. Murid direkomendasikan untuk kembali melakukan aktivitas secara perlahan. Contohnya, murid bisa belajar di sekolah setengah hari untuk beberapa hari pertama sekolah, setelah operasi.

Kemungkinan perubahan perilaku

Anda akan melihat meningkatnya aktivitas pada murid setelah operasi. Penting bagi Anda mendiskusikannya dengan orang tua atau klinik jantung anak mengenai perubahan batasan aktivitas murid.

Anda mungkin bisa melihat beberapa perubahan perilaku saat murid kembali ke sekolah. Hal ini biasanya hanya terjadi sementara waktu. Beberapa anak membutuhkan waktu dan perhatian lebih dibanding sebelum menjalani operasi. Beberapa anak mengalami mimpi buruk dan pola tidur yang terganggu, serta lebih cepat lelah daripada biasanya. Hal-hal tersebut dapat mempengaruhi perilaku murid di sekolah.

Efek fisik dan mental yang muncul akibat operasi

Tergantung jenis dan tingkat kesulitan operasi, beberapa anak dapat mengalami masalah penglihatan, kerusakan neurologis, atau keterlambatan motorik. Hal ini lebih umum ditemukan pada operasi jantung terbuka. Masalah-masalah tersebut dapat mempengaruhi fungsi sehari-hari anak dan kesehatan sosial, serta emosional. Indentifikasi awal dapat memberikan pencegahan dan penanganan dini.

Dukungan guru dan pihak sekolah

Murid-murid dengan penyakit jantung bawaan memerlukan dukungan Anda dalam mengembangkan potensi akademik. Dukungan Anda sangatlah penting. Jika murid memiliki keperluan khusus akibat masalah jantung, ia harus diajukan pada dewan sekolah untuk proses penanganan. Diskusikan keperluan murid dengan orang tua atau klinik jantung anak.

Poin-poin penting

Kondisi jantung seringkali memiliki dampak pada performa murid di sekolah, baik aktivitas di dalam atau luar kelas. Para guru wajib mengetahui batasan pada aktivitas fisik murid akibat kondisi jantung.

Para guru diharapkan mengerti bahwa operasi jantung dapat mengganggu kegiatan sekolah murid, efek fisik, dan perilaku lainnya.

Melakukan koordinasi yang baik dengan orang tua atau klinik jantung anak, guru dapat membantu kesuksesan anak yang memiliki kondisi jantung.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca