Memahami Denyut Jantung Bayi Baru Lahir, Mana yang Normal dan Tidak

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Setiap orangtua, termasuk ibu yang sedang hamil, tentu menginginkan bayi yang dilahirkannya dalam keadaan sehat tanpa kekurangan. Sayangnya, bayi yang baru lahir tidak luput dari risiko serangan penyakit. Aritmia, misalnya, yang merupakan kelainan pada denyut jantung pada bayi baru lahir. Seperti apa denyut jantung tidak normal yang bisa dialami oleh bayi baru lahir ini? Mari simak informasinya berikut ini.

Apa itu aritmia pada bayi baru lahir?

hb rendah pada bayi

Aritmia pada bayi baru lahir adalah kondisi yang terjadi ketika ada kelainan pada denyut jantung bayi. Kelainan pada bayi baru lahir ini bisa meliputi peningkatan denyut jantung (takikardia) maupun penurunan denyut jantung (bradikardia).

Kondisi abnormal pada denyut jantung bayi baru lahir biasanya sudah mulai berkembang sejak bayi masih berada di dalam kandungan ibu. Setelah lahir, kondisi ini dapat mengakibatkan denyut jantung bayi baru lahir menjadi tidak teratur.

Menurut US Cardiology Review Journal, ketidaknormalan denyut jantung bayi baru lahir (aritmia) bisa dialami pada sekitar 1-2 persen kehamilan.

Berapa denyut jantung normal pada bayi baru lahir?

melahirkan di rumah

Denyut jantung normal untuk bayi yang baru lahir berkisar antara 120-160 denyut per menit (BPM). Angka ini disertai dengan laju pernapasan di kisaran 40-60 napas per menit saat bayi baru lahir.

Bahkan di usia kehamilan menginjak 30 minggu, detak jantung normal bayi di dalam kandungan seharusnya sudah berada di angka 120-160 BPM. Sementara untuk denyut jantung bayi baru lahir yang tidak normal yakni kurang dari 100 BPM dan lebih dari 180 BPM.

Aritmia atau denyut jantung tidak normal sebenarnya jarang terjadi pada bayi di dalam kandungan maupun yang baru lahir.

Seperti yang sempat disinggung sebelumnya, persentase angka denyut jantung tidak normal hanya terjadi pada sekitar 1-2 persen kehamilan hingga akhirnya ibu melahirkan.

Denyut jantung tidak normal pada bayi baru lahir juga biasanya bersifat sementara dan tidak berbahaya. Meski begitu, dalam beberapa kasus tertentu, denyut jantung yang tidak normal pada bayi baru lahir ini dapat berakibat fatal alias berujung pada kematian bayi.

Apa penyebab masalah pada denyut jantung bayi baru lahir?

Sebelum lahir alias selama masih berada di dalam kandungan, jantung janin bisa berdetak secara tidak teratur. Mengutip dari American Pregnancy Association, konsumsi kafein dalam jumlah banyaklah yang kemungkinan yang menjadi penyebab denyut jantung bayi di dalam kandungan tidak teratur.

Itulah mengapa ibu hamil disarankan untuk membatasi asupan kafein harian seperti kopi, setidaknya hanya sekitar 200 mililiter (ml) dalam sehari. Sementara untuk bayi yang baru lahir, menurut Cleveland Clinic, detak jantung tidak normal dapat disebabkan oleh berbagai hal.

Misalnya kondisi fisik seperti cacat jantung, atau repons terhadap faktor-faktor dari luar, contohnya demam, infeksi, maupun obat-obatan tertentu.

Apa saja masalah pada denyut jantung bayi baru lahir?

komplikasi melahirkan komplikasi persalinan

Denyut jantung tidak teratur (aritmia) pada bayi baru lahir tidak terbagi menjadi dua jenis. Kedua jenis ini dibedakan berdasarkan tingkatan denyut jantung yang dialami bayi baru lahir.

Berikut jenis aritmia atau denyut jantung tidak teratur pada bayi baru lahir:

1. Bradikardia

Bradikardi atau bradikardia adalah kondisi ketika jantung bayi baru lahir berdetak sangat lemah, bahkan di bawah detak jantung normalnya. Jika denyut jantung bayi baru lahir seharusnya berada di rentang 120-160 BPM, bradikardia justru sangat berada di bawah angka tersebut.

Denyut jantung bayi baru lahir yang mengalami bradikardia dapat kurang dari 100 BPM atau bisa di bawah 80 BPM. Sekitar 50 persen bayi baru lahir dengan denyut jantung bradikardia dapat dipicu oleh ibu yang memiliki gangguan pada jaringan ikat tubuh, seperti lupus dan lain sebagainya.

Bayi dengan blok jantung komplit juga bisa mengalami kelainan jantung bawaan, meliputi gangguan pada bagian atrium dan ventrikel jantung. Kondisi ini yang kemudian memengaruhi denyut jantung bayi baru lahir.

Blok jantung komplit terjadi ketika ada gangguan pada hantaran sinyal listrik jantung. Akibatnya, impuls listrik ini tidak dapat dialirkan secara normal pada setiap bagian organ jantung.

Blok jantung komplit dapat mengakibatkan denyut jantung bayi baru lahir melemah dan melambat ketimbang biasanya. Adanya penyumbatan pada jantung bayi baru lahir selama di dalam kandungan bisa memengaruhi denyut jantung, hingga mengakibatkan blok jantung komplit.

2. Takikardia

Takikardi atau takikardia adalah kondisi ketika detak jantung bayi baru lahir terlalu cepat. Kebalikan dari bradikardia, denyut jantung bayi baru lahir yang mengalami takikardia berada di atas 160 maupun 180 BPM.

Ada 3 jenis takikardia pada bayi baru lahir yang paling umum. Mulai dari takikardia supraventrikular (SVT), atrial flutter (AF), dan takikardia ventrikel (VT).

Takikardia supraventrikal (SVT) pada bayi baru lahir biasanya ditandai dengan denyut jantung lebih dari 220 BPM. Napas bayi yang mengalami takikardia jenis ini juga lebih cepat ketimbang biasanya.

Namun, tak perlu khawatir. Pemberian diagnosis dan perawatan yang tepat dapat membuat gejala SVT berangsur-angsur hilang dalam beberapa bulan. SVT juga bisa mulai dideteksi sejak bayi masih berada di dalam kandungan.

Bagaimana cara mendiagnosis aritmia pada bayi baru lahir?

penyebab kematian bayi

Sebelum lahir, aritmia sudah bisa mulai didiagnosis saat usia kehamilan 10-12 minggu, tepatnya selama melakukan pemeriksaan prenatal. Namun secara keseluruhan, biasanya ibu tidak menunjukkan gejala apa pun terkait dengan kondisi bayi di dalam kandungan.

Baru setelah dilahirkan, denyut jantung bayi baru lahir yang tidak teratur bisa diperiksa dengan menggunakan skor Apgar atau Apgar score. Pemeriksaan ini biasanya dilakukan beberapa menit pertama setelah bayi lahir guna membantu mengidentifikasi adanya gangguan pada bayi.

Gangguan yang dimaksud entah itu mengalami kesulitan bernapas atau memiliki masalah kesehatan yang membutuhkan perawatan lebih lanjut. Sekitar 1-5 menit setelah lahir, pola pernapasan dan denyut jantung bayi baru lahir akan diperiksa lebih lanjut oleh dokter dan tim medis.

Skor Apgar bisa berkisar dari 0-10. Jika total skor 10, artinya bayi dalam kondisi sangat baik. Sebaliknya, skor Apgar yang berada di angka 3 menandakan butuh perawatan segera untuk memperbaiki denyut jantung bayi baru lahir.

Proses yang sulit dan waktu yang lama saat bayi dilahirkan dapat menurunkan persediaan oksigen untuk bayi. Hal ini yang kemudian dapat memengaruhi total nilai pada skor Apgar sehingga menyebabkan denyut jantung bayi baru lahir tidak teratur (aritmia).

Bagaimana penanganan denyut jantung tidak teratur pada bayi?

skrining bayi baru lahir

Ketika denyut jantung tidak teratur sudah terdeteksi sejak di dalam kandungan, dokter mungkin dapat meresepkan obat. Pemberian obat pada ibu hamil dipastikan aman sekaligus dapat membantu memperlambat bila detak jantung bayi terlalu cepat.

Sementara itu, denyut jantung yang tidak teratur pada bayi baru lahir jarang sekali terjadi. Kalau pun detak jantung abnormal pada bayi baru lahir terjadi, dalam banyak kasus biasanya dapat sembuh dengan sendirinya.

Lagi-lagi, meski sebenarnya denyut jantung yang tidak normal pada bayi baru lahir tidak berbahaya, Anda tetap tak boleh mengabaikannya.

Pada kasus tertentu yang terbilang jarang, denyut jantung tidak teratur pada bayi baru lahir ini dikhawatirkan dapat mengakibatkan kematian.

Bila kasus detak jantung tidak teratur pada bayi baru lahir ini berkembang cukup parah, Anda mungkin diminta untuk berobat langsung ke spesialis jantung.

Dokter spesialis jantung yang nantinya akan memberikan perawatan pada bayi sesuai dengan penyebab dan tingkat keparahan penyakitnya.

Sumber foto: She Knows

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Agustus 6, 2019 | Terakhir Diedit: Januari 27, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca