Mengatasi Angina (Nyeri Dada) Setelah Serangan Jantung

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Sekitar 20 persen orang yang pernah mengalami serangan jantung akan mengalami kembali angina, alias nyeri dada. Hal ini diungkapkan dalam sebuah penelitian dalam Archives of Internal Medicine. Dalam penelitian ini, para periset juga menemukan bahwa angina akan lebih sering terjadi satu tahun setelah seseorang mengalami serangan jantung. Lalu bagaimana cara mengatasi angina setelah serangan jantung? Simak di sini. 

Apa itu angina?

Angina adalah nyeri dada atau rasa tidak nyaman yang biasanya disebabkan oleh kurangnya aliran darah ke jantung. Hal ini bisa disebabkan karena penyempitan atau penyumbatan pembuluh darah koroner.

Angina terbagi menjadi tiga tipe, yakni stabil, tidak stabil, dan variant.

Angina stabil merupakan kondisi angina yang terjadi secara teratur dan bisa ditangani dengan obat-obatan. Angina unstable merupakan kondisi yang berbahaya dan cenderung mengarah ke serangan jantung. Sedangkan angina varian merupakan kondisi pembuluh darah koroner Anda yang mengalami spasme tiba-tiba yang bisa menyerang saat Anda istirahat, serta bisa dikendalikan dengan obat-obatan.

Cara mengatasi angina setelah serangan jantung

Kebanyakan orang yang memiliki angina stabil, dapat mengendalikan gejala mereka dengan mengonsumsi obat-obatan sesuai resep atau nitrogliserin bila diperlukan. Bergerak aktif juga bisa mencegah angina setelah serangan jantung. Namun, jika hal ini tidak membantu Anda mengatasi angina, Anda bisa mencoba tips berikut ini:

  • Jika ada suatu aktivitas yang menyebabkan angina, segera berhenti dan istirahat sejenak. Boleh saja beraktivitas, tapi atur dan jaga aktvitas Anda sampai tahap yang tidak menimbulkan gejala angina muncul. Lebih jelasnya, diskusikan dengan dokter Anda aktivitas fisik seperti apa yang masih boleh dan yang perlu dihindari karena kondisi setiap orang berbeda-beda. 
  • Untuk membantu jantung agar bisa memompa darah secara stabil, ada baiknya pemanasan dulu sebelum melakukan aktivitas yang berat.
  • Beri jeda untuk beristirahat dan mencerna makanan. Jangan langsung beraktivitas berat setelah makan.
  • Mengubah pola makan bisa membantu mencegah angina kambuh. Tipsnya, makanlah makanan dengan porsi lebih kecil dan sering di siang hari, bukan dua atau tiga kali makan besar secara langsung.

Obat-obatan yang bisa membantu mengatasi angina

Beberapa obat bisa mengendalikan gejala angina antara lain:

Aspirin

Aspirin merupakan obat yang mampu mengurangi penggumpalan pada darah. Obat ini diperlukan untuk memudahkan darah mengalir kembali melalui arteri jantung yang menyempit.

Nitrogliserin

Nitrogliserin atau nitrat adalah obat yang sering digunakan jika merasakan nyeri pada jantung. Untuk mengatasi gejala angina, obat ini berfungsi untuk melegakan dan memperlebar pembuluh darah sehingga lebih banyak darah mengalir ke otot jantung Anda.

Obat beta-blocker

Obat ini bekerja dengan cara memblokir efek hormon epinefrin, yang juga dikenal sebagai adrenalin. Akibatnya, jantung Anda berdetak lebih lambat dan bisa mengurangi tekanan darah. Beta-blocker juga bisa membantu pembuluh darah agar lebih rileks sekaligus memperbaiki aliran darah.

Statin

Statin adalah obat yang digunakan untuk menurunkan kadar kolesterol dalam darah. Obat ini bekerja dengan cara memblokir zat yang dibutuhkan untuk memproduksi kolesterol.

Statin juga dapat membantu tubuh Anda menyerap kembali kolesterol yang telah tertumpuk pada plak di dinding arteri Anda. Statin juga membantu mencegah penyumbatan lebih lanjut pada pembuluh darah Anda.

Bagaimana bila gejala angina sudah parah?

Bila gejala makin parah dan Anda kesulitan untuk mengatasi angina, Anda bisa melakukan beberapa hal berikut ini:

  • Kurangi aktivitas fisik yang terlalu berat.
  • Sesuaikan kondisi di rumah dengan kondisi Anda. Misalnya kamar Anda berada di lantai atas, ada baiknya Anda pindah ke kamar di lantai satu. Naik turun tangga membutuhkan pernapasan dan energi ekstra yang bisa jadi memicu angina. 
  • Cobalah mengonsumsi nitrogliserin sebelum Anda memulai aktivitas fisik yang bisa menyebabkan angina. 
  • Hubungi dokter jika Anda mulai mengalami gejala angina.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca