Mengatasi Angina (Nyeri Dada) Setelah Serangan Jantung

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 28/05/2020
Bagikan sekarang

Tidak semua orang yang mengalami serangan jantung akan mendapatkan gejala serangan jantung seperti angina atau nyeri dada. Namun, gejala ini memang tergolong gejala yang umum, sehingga banyak juga yang akan mengalaminya. Bahkan, angina mungkin muncul setelah Anda menjalani pengobatan serangan jantung. Lalu, bagaimana cara mengatasi angina setelah serangan jantung? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Cara mengatasi angina setelah serangan jantung

Angina adalah nyeri dada atau rasa tidak nyaman yang biasanya disebabkan oleh kurangnya aliran darah ke jantung. Penyebab serangan jantung yang kemudian menimbulkan gejala angina adalah penyempitan atau penyumbatan pembuluh darah koroner. Angina terbagi menjadi tiga tipe, yakni stabil, tidak stabil, dan varian.

Dari ketiga jenis angina tersebut, yang mungkin dialami setelah serangan jantung adalah angina pectoris dan unstable anginaAngina stabil (angina pectoris) merupakan kondisi angina yang terjadi secara teratur dan bisa ditangani dengan obat-obatan. Sementara, angina tidak stabil (unstable angina) merupakan kondisi yang berbahaya dan cenderung mengarah ke serangan jantung.

Namun, Anda tidak perlu terlalu khawatir karena gejala dari serangan jantung yang satu ini bisa diatasi dengan beberapa cara dan pengobatan. Menurut Mayo Clinic, angina bisa diatasi dengan menggunakan obat-obatan serangan jantung, prosedur medis, hingga gaya hidup sehat.

Obat-obatan untuk mengatasi angina setelah serangan jantung

Berikut ini adalah beberapa jenis obat-obatan yang sering digunakan sebagai obat untuk pertolongan pertama pada serangan jantung. Obat-obatan ini juga bisa digunakan untuk mengatasi angina setelah serangan jantung, seperti:

Aspirin

Aspirin merupakan obat yang mampu mengurangi penggumpalan pada darah. Obat ini diperlukan untuk memudahkan darah mengalir kembali melalui arteri jantung yang menyempit.

Nitrogliserin

Nitrogliserin atau nitrat adalah obat yang sering digunakan jika merasakan nyeri pada jantung. Untuk mengatasi gejala angina setelah serangan jantung, obat ini berfungsi untuk melegakan dan memperlebar pembuluh darah. Dengan begitu lebih banyak darah mengalir ke otot jantung Anda.

Beta-blockers

Obat ini bekerja dengan cara memblokir efek hormon epinefrin, yang juga dikenal sebagai adrenalin. Akibatnya, jantung Anda berdetak lebih lambat dan bisa mengurangi tekanan darah. Beta-blockers juga bisa membantu pembuluh darah agar lebih rileks sekaligus memperbaiki aliran darah.

Statin

Statin adalah obat yang digunakan untuk menurunkan kadar kolesterol dalam darah. Obat ini bekerja dengan cara memblokir zat yang dibutuhkan untuk memproduksi kolesterol.

Statin juga dapat membantu tubuh Anda menyerap kembali kolesterol yang telah tertumpuk pada plak di dinding arteri Anda. Dengan begitu obat ini dapat membantu mencegah penyumbatan lebih lanjut pada pembuluh darah Anda.

Perubahan gaya hidup untuk mengatasi angina setelah serangan jantung

Apapun jenis angina yang Anda alami, dokter tentu akan menyarankan agar Anda menjalani pola hidup sehat yang baik untuk jantung. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut.

  • Berhenti merokok.
  • Mengatur pola makan sehat, misalnya dengan membatasi asupan lemak jenuh, lemak trans, garam, dan gula.
  • Meningkatkan asupan buah-buahan dan sayuran serta gandum dan produk olahan susu yang rendah lemak.
  • Meningkatkan aktivitas sehari-hari, misalnya dengan rutin berolahraga setiap hari.
  • Mengontrol berat badan agar tidak mengalami obesitas.
  • Mengontrol stres dan lebih rileks menjalani kegiatan sehari-hari. Cari tahu pula bagaimana cara mengatasi stres yang efektif.
  • Mengobati segala kondisi kesehatan yang dapat meningkatkan risiko Anda mengalami angina seperti diabetes, tekanan darah tinggi dan kadar kolesterol tinggi.

Selain membantu Anda mengatasi angina, beberapa hal di atas juga dapat membantu Anda mencegah serangan jantung lagi di kemudian hari.

Prosedur medis untuk mengatasi angina setelah serangan jantung

Tidak hanya penggunaan obat-obatan, ada pula prosedur medis yang bisa dijalani untuk mengatasi angina setelah serangan jantung terjadi. Prosedur ini juga bisa dilakukan untuk mengatasi serangan jantung, di antaranya:

Angioplasti dan pemasangan ring jantung

Prosedur medis yang satu ini mungkin bisa menjadi pilihan bagi Anda jika penggunaan obat serangan jantung dan upaya perubahan gaya hidup ternyata tidak dapat meredakan nyeri pada bagian dada. Angioplasti adalah prosedur yang dilakukan dengan membukan pembuluh darah arteri yang tersumbat atau menyempit.

Tujuannya untuk mengembalikan aliran darah yang sempat terhambat menuju jantung. Angioplasti dilakukan dengan memasukkan kateter ke dalam pembuluh arteri hingga mencapai pembuluh yang paling dekat dengan jantung untuk mencari tahu posisi arteri yang tersumbat. Jika posisi sudah diketahui, ring jantung bisa dipasang secara permanen di pembuluh yang tersumbat agar pembuluh darah tetap terbuka.

Operasi bypass jantung

Tidak hanya untuk mengatasi serangan jantung, operasi ini juga bisa digunakan untuk mengatasi angina setelah serangan jantung. Biasanya, operasi ini disarankan untuk dilakukan jika pembuluh arteri sudah tersumbat cukup parah dan penyumbatan terdapat pada lokasi yang cukup membahayakan.

Dokter bedah jantung akan memotong pembuluh darah arteri yag tersumbat dan melekatkannya pada pembuluh darah lain yang terdapat di bawah dan di atas pembuluh yang tersumbat. Dengan kata lain, dokter membuatkan jalan pintas untuk aliran darah agar tetap bisa mengalir menuju jantung meski pembuluh arteri telah tersumbat.

Terapi EECP (Enhanced external counterpulsation)

Biasanya, terapi EECP ini digunakan untuk mengatasi angina setelah serangan jantung pada pasien yang masih mengalami nyeri di bagian dada meski telah menggunakan obat-obatan dan menjalani angioplasti.

Terapi ini juga digunakan untuk mengatasi pasien yang mengalami masalah pada aliran darah di dalam pembuluh darahnya. Aliran darahnya terlalu kecil sehingga prosedur lain pun tidak bisa memberikan hasil yang maksimal.

Terapi ini biasanya dilakukan selama 1-2 jam setiap hari selama tujuh minggu. Saat menjalani terapi, kaki Anda akan dipasangi manset berukuran besar. Tekanan pada udara akan membuat manset tersebut mengembang dan mengempis seirama dengan detak jantung Anda. Hal ini dapat membantu mengembalikan aliran darah menuju jantung.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"

Yang juga perlu Anda baca

Rutin Minum Madu Saat Sahur Bisa Memberikan 5 Kebaikan Ini

Katanya, minum madu saat sahur bisa memberikan segudang manfaat baik bagi tubuh selama menjalani puasa. Tertarik ingin coba? Simak beragam khasiatnya.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Hari Raya, Ramadan 17/05/2020

3 Buah Selain Kurma yang Baik untuk Berbuka Puasa

Kurma bukan satu-satunya buah yang baik dimakan saat berbuka puasa. Lihat berbagai pilihan lainnya.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Monika Nanda
Hari Raya, Ramadan 14/05/2020

7 Cara Menjaga Tubuh Agar Tetap Fit Saat Puasa

Jangan sampai karena puasa Anda jadi lemas, lesu, dan mudah sakit. Simak rutinitas yang bisa dilakukan agar tetap fit saat puasa.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hari Raya, Ramadan 09/05/2020

Kenapa Saya Sakit Perut Setelah Buka Puasa?

Pernahkah Anda sakit perut setelah buka puasa? Bisa jadi ini karena pengaruh makanan yang Anda konsumsi saat berbuka. Apa lagi sebab lainnya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Hari Raya, Ramadan 07/05/2020

Direkomendasikan untuk Anda

resep membuat bakwan

4 Resep Membuat Bakwan di Rumah yang Enak Tapi Sehat

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020

Berbagai Manfaat Daun Kale, Si Hijau yang Kaya Zat Gizi

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020
panduan diet sehat untuk menurunkan berat badan, cara diet sehat, menu diet sehat, makanan diet sehat, diet sehat alami

Cara Diet Turun Berat Badan yang Aman Tanpa Bahayakan Kesehatan

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020
diagnosis hiv

Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 26/05/2020