Waspadai Gejala Demam Berdarah Dengue (DBD) Pada Anak

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 06/02/2020
Bagikan sekarang

Indonesia merupakan negara dengan kasus demam berdarah dengue (DBD) tertinggi di Asia Tenggara. Tidak mengherankan karena Indonesia adalah negara beriklim tropis yang menjadi habitat ideal nyamuk Aedes aegypti. Nyamuk DBD dapat menggigit siapa pun tanpa pandang bulu. Namun menurut Infodatin Kemenkes 2017, anak-anak berusia kurang dari 15 tahunlah yang paling rentan kena DBD. Jika Anda mencurigai gejala demam berdarah pada anak Anda, sebaiknya segera bawa ke dokter.

Ada 3 jenis penyakit demam berdarah, yakni demam dengue, demam berdarah dengue (DBD), dan dengue shock syndrome. Berikut adalah ulasan ciri-ciri demam berdarah pada anak sesuai jenis keparahan penyakitnya.

Gejala demam dengue pada anak

Demam dengue adalah bentuk DBD ringan yang tidak atau belum menyebabkan perdarahan.

Demam dengue pada awalnya sering tidak menimbulkan gejala atau ciri apa pun. Terlebih jika anak Anda sama sekali tidak pernah kena demam berdarah sebelumnya. Kadang, gejala demam dengue dapat disalahartikan sebagai flu atau infeksi virus lain. 

Berikut adalah gejala demam dengue pada anak yang harus diwaspadai:

  • Demam tinggi akut 3-14 hari setelah digigit nyamuk
  • Anak mengeluh sakit kepala
  • Anak mengeluh nyeri otot dan pegal linu di sekujur tubuh
  • Muncul ruam merah pada kulit anak
  • Anak mengeluh mual 
  • Kelenjar getah bening anak bengkak

Selain itu, anak Anda mungkin terjangkit demam dengue apabila saat tes darah jumlah sel darah putihnya rendah.

Gejala demam berdarah dengue (DBD) pada anak

Apabila demam dengue anak bertambah parah, gejala dapat disertai perdarahan pada beberapa bagian tubuh sehingga disebut sebagai demam berdarah dengue (DBD).

Kemunculan gejala demam berdarah dengue pada anak bisa disebabkan oleh diagnosis yang terlambat. Demam berdarah dengue juga dapat terjadi karena sistem imun anak tidak cukup kuat untuk melawan virus dengue meski sudah mendapat perawatan medis.

Risiko DBD pada anak bisa fatal apabila tidak terdiagnosis atau terlambat mendapatkan penanganan dari dokter.

Maka, orangtua harus memperhatikan betul ciri-ciri demam berdarah dengue pada anak di rumah. Gejala demam berdarah dengue pada anak umumnya dimulai dalam 24-48 jam setelah suhu tubuh menurun.

Berikut adalah gejala DBD pada anak yang harus Anda waspadai:

  • Anak mengeluh sakit perut, atau perutnya terasa nyeri saat ditekan
  • Suhu tubuhnya berubah drastis, dari kondisi demam bisa menjadi hipotermia
  • Anak terus-terusan muntah.
  • Muntah anak berupa darah, atau feses yang keluar saat BAB mengandung darah
  • Anak mimisan terus
  • Gusi anak berdarah tiba-tiba tanpa sebab
  • Dokter menemukan adanya kebocoran plasma saat diperiksa
  • Jumlah trombosit darah anak menurun
  • Kerusakan pada sistem kerja organ limpa
  • Anak kelihatan lelah, merasa gelisah, lekas marah, atau mudah tersinggung

Anak yang daya tahan tubuhnya lemah atau sebelumnya pernah kena demam dengue berisiko lebih besar terkena demam berdarah dengue dibanding yang belum pernah terkena sama sekali.

Ciri-ciri demam berdarah pada anak yang disertai syok (dengue shock syndrome)

Gejala demam berdarah dengue pada anak yang tidak ditangani dapat berubah fatal. Kondisi ini dikenal sebagai Dengue Shock Syndrome atau DSS.

Dengue shock syndrome adalah jenis demam berdarah paling parah. Pada anak, gejala dari kondisi ini meliputi semua gejala demam dengue dan demam berdarah dengue. Ditambah pula dengan syok yang ditandai dengan:

  • Perdarahan tiba-tiba dan terus menerus dari bagian tubuh mana pun (hidung, gusi, mulut, feses)
  • Tekanan darah menurun drastis yang menyebabkan kesadaran anak menurun cepat
  • Adanya kebocoran pada pembuluh darah.
  • Adanya kegagalan fungsi organ dalam
  • Jumlah trombosit bisa merosot hingga di bawah angka 100.000/mm3
  • Denyut nadi anak melemah

Ciri-ciri demam berdarah syok pada anak ini dapat menyebabkan kematian bila tidak segera mendapat penanganan medis.

Berdasarkan data Kemenkes yang dihimpun selama Januari-Februari 2019, DBD sudah mengakibatkan kematian 207 orang. Di antaranya kemungkinan besar termasuk anak-anak.

Mengumpulkan bukti dari pelbagai sumber berita, wabah DBD pada awal 2019 menyebabkan kematian seorang balita di Kediri dan dua anak SD; di Jakarta Barat dan di Mojokerto.

Fase demam berdarah pada anak

Kemunculan gejala demam berdarah dengue pada anak terbagi dalam tiga tahapan fase yang sering disebut “Siklus Pelana Kuda”. Fase ini menggambarkan kondisi naik dan turunnya demam yang menandakan proses perlawanan tubuh menghadapi infeksi virus dengue.

Berikut ciri-ciri fase demam berdarah pada anak yang harus diketahui para orangtua:

1. Fase demam

Fase demam adalah tahap pertama yang akan dilalui setiap pengidap DBD, baik anak dan orang dewasa.

Gejala demam berdarah berdarah pada anak di fase ini berupa suhu tubuh yang tinggi. Anak akan mengalami demam secara tiba-tiba hingga mencapai 40 ºCelsius selama 2 sampai 7 hari.

Selain itu, anak yang terkena demam berdarah pada fase ini akan menunjukkan ciri-ciri bintik atau ruam merah di beberapa bagian tubuh dan nyeri otot. Beberapa anak mungkin sampai dapat mengalami kejang.

Pada fase awal ini, anak juga rentan mengalami dehidrasi. Gejala satu inilah yang paling membedakan antara kasus demam berdarah pada anak dan orang dewasa. Pasalnya, anak-anak cenderung lebih mudah kekurangan cairan saat demam tinggi dibanding orang dewasa.

2. Fase kritis

Setelah 2-7 hari terserang demam, si kecil bisa memasuki fase kritis. Fase ini seringkali mengecoh, karena suhu tubuh menurun hingga 37 ºC sehingga anak dianggap sudah sembuh. Banyak pula anak yang sudah merasa bisa beraktivitas dan ceria kembali.

Padahal, ciri-ciri demam berdarah pada anak di fase ini justru berpotensi bahaya. Pada fase kritis, anak kecil sangat berisiko mengalami kebocoran pembuluh atau plasma darah. Plasma darah yang bocor bisa menyebabkan kerusakan organ dan perdarahan hebat dalam tubuh. 

Gejala perdarahan di fase ini bisa ditandai dengan kondisi anak yang mengalami muntah, mimisan, pembesaran organ hati, atau nyeri perut yang parah. Segera bawa ke rumah sakit atau ke dokter apabila gejala demam berdarah pada anak ini terjadi. 

3. Fase penyembuhan

Setelah si kecil berhasil melewati fase kritis, umumnya ada beberapa tanda yang menandakan bahwa ia sudah sehat kembali.

Ciri-ciri demam berdarah pada anak di fase penyembuhan adalah kadar trombositnya sudah mulai kembali naik normal. Demam pada anak juga berangsur-angsur hilang.

Kadang, si kecil mungkin akan merasakan demam kembali. Namun orangtua tidak perlu terlalu khawatir, hal ini normal pada tahap penyembuhan demam berdarah.

Setelah fase penyembuhan muncul, jumlah cairan di tubuh anak kemungkinan akan kembali normal secara perlahan pada 48-72 jam ke depan. 

Harus bagaimana jika anak kena DBD?

Jika anak Anda tiba-tiba mengalami demam tinggi, muncul bintik-bintik merah pada tubuhnya, atau mengalami pegal linu dan nyeri otot, sebaiknya segera bawa anak ke dokter.

Dokter akan melakukan sejumlah tes untuk memeriksa apakah ciri-ciri tersebut benar menunjukkan demam berdarah pada anak atau bukan.

Tidak ada pengobatan spesifik yang bisa dilakukan untuk menyembuhkan DBD. Dokter mungkin akan meresepkan paracetamol untuk menurunkan demam anak. Selain itu, untuk membantu menyembuhkan DBD pada anak, Anda juga bisa:

  • Memastikan anak cukup istirahat.
  • Memberikan anak makanan yang bergizi, terutama makanan yang mudah ditelan dan dicerna (makanan yang tidak digoreng, asin, atau pedas), serta makanan yang banyak mengandung vitamin C.
  • Memberikan jus jambu untuk menaikkan trombosit.
  • Beri anak minum air putih atau cairan elektrolit yang banyak untuk mencegah dehidrasi.

Jangan sepelekan gejala demam berdarah dengue pada anak. Oleh karena itu, para orangtua disarankan untuk selalu memerhatikan kebersihan lingkungan sekitar anak. Pastikan anak tidak tergigit nyamuk, terutama selama musim hujan. 

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Bagaimana Selulitis Terjadi pada Anak dan Cara Mencegahnya?

Infeksi di kulit sering terjadi pada anak. Salah satunya adalah selulitis. Apa itu selulitis dan bagaimana mencegahnya terjadi pada anak?

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila

3 Pertanda Ketika Sistem Imun Anak Menurun

Apabila anak mulai sering atau mudah jatuh sakit, berarti sesuatu terjadi pada sistem imunnya. Yuk, kenali apa saja tanda saat sistem imun anak menurun.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki

Curiga Terjadi Gangguan Makan pada Anak? Lakukan 6 Langkah Ini

Bila terjadi perubahan drastis pada pola makan anak, patut dicurigai ada gangguan makan pada anak. Apa yang harus orangtua lakukan?

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila

Pentingnya Asupan Vitamin C untuk Bantu Lawan Demam Berdarah

Tindakan untuk mencegah demam berdarah tak hanya menjaga kebersihan ingkungan saja tetapi Anda juga perlu memenuhi nutrisi seperti asupan vitamin C harian.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Nutrisi, Hidup Sehat 08/04/2020

Direkomendasikan untuk Anda

nyamuk menularkan hiv

Bisakah HIV Menular Melalui Gigitan Nyamuk?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 24/05/2020
memilih hewan untuk anak

Tidak Perlu Bingung Pilih Hewan Peliharaan untuk Anak, Ini 5 Tips dan Manfaatnya

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 10/05/2020
Ibu memakaikan masker agar imunisasi saat pandemi corona aman

Aturan Pakai Masker Wajah untuk Anak dan Tips Membuat Mereka Terbiasa

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 08/05/2020
encephalocele adalah ensefalokel

Encephalocele

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 28/04/2020