Apa Itu Prosedur Cimino Dalam Proses Cuci Darah?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 31/03/2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Prosedur cuci darah (hemodialisis) adalah pengobatan untuk pasien gagal ginjal dengan menyaring darah dari racun menggunakan mesin. Pada proses pengobatan ini, dokter akan membuat akses vaskular yang memungkinkan darah jalan keluar dan kembali masuk ke dalam tubuh dengan mudah. Salah satu prosedur pembuatan akses cuci darah tersebut adalah arteriovenous (AV) fistula atau lebih dikenal dengan cimino fistula (cimino).

Apa itu cimino dan bagaimana ketentuan pembuatan akses cuci darah tersebut? Berikut penjelasannya.

Bagaimana cimino dilakukan dalam proses cuci darah?

Cimino dalam cuci darah dilakukan melalui prosedur operasi. Pada proses ini, dokter bedah akan membuat akses atau koneksi dari arteri ke vena. Arteri berfungsi mengalirkan darah dari jantung ke tubuh, sementara vena membawa darah kembali ke jantung. Cimino biasanya ditempatkan di bagian lengan bawah atau lengan atas seseorang.

Cimino kerap direkomendasikan oleh dokter sebab memiliki keunggulan dibandingkan dengan prosedur pembuatan akses cuci darah lainnya, seperti kateter vena atau AV graft. Adapun keunggulan tersebut diantaranya:

  • Dapat mengalirkan darah dengan baik.
  • Bertahan lama dibandingkan dengan prosedur lainnya sebab akan digunakan untuk proses cuci darah lebih dari sekali.
  • Minim risiko terkena infeksi atau penggumpalan darah dibandingkan dengan prosedur lainnya.

Kapan akses cimino untuk cuci darah dilakukan?

Operasi pembuatan cimino dilakukan sebelum cuci darah dimulai. Biasanya, akses vaskular ini dibuat pada enam bulan sebelum cuci darah pertama dilakukan.

Setelah operasi berhasil, dokter pun tidak langsung melanjutkan proses cuci darahnya. Diperlukan beberapa minggu hingga cimino matang sehingga cukup kuat untuk menahan aliran darah saat cuci darah berlangsung. Selama berminggu-minggu setelah operasi dilakukan pun, jaringan vena akan membesar karena adanya tekanan yang tinggi akibat aliran darah dari arteri menuju vena.

Apa masalah yang bisa timbul dari pembuatan cimino?

Meski diklaim memiliki keunggulan dibandingkan dengan prosedur pembuatan akses lainnya, cimino tidak terlepas dari beragam masalah yang mungkin timbul. Masalah tersebut diantaranya, infeksi atau alirah darah yang rendah sehingga menyebabkan penggumpalan darah pada akses vaskular tersebut.

Bila hal ini terjadi, dokter perlu melakukan pengobatan lainnya untuk mengatasi masalah tersebut. Bahkan, operasi lanjutan pun mungkin saja dilakukan. Oleh karena itu, akses vaskular yang sudah dibuat harus dirawat dan dijaga dengan baik.

Bagaimana merawat dan menjaga akses cimino yang sudah dibuat?

Akses cimino yang sudah dibuat pada lengan perlu dirawat agar dapat berfungsi maksimal pada proses cuci darah nanti. Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menjaga cimino tersebut:

  • Memastikan dokter dan perawat rutin mengecek apakah terjadi infeksi atau ada masalah pada aliran darah sebelum cuci darah dilakukan.
  • Menjaga akses cimino tetap bersih.
  • Menggunakan akses tersebut hanya untuk cuci darah.
  • Memeriksa getaran dalam akses cimino setiap hari. Pastikan getaran tetap berirama dan dapat dirasakan.
  • Memerhatikan dan laporkan bila ada tanda-tanda infeksi, seperti kemerahan, menjadi lunak, atau keluarnya nanah.

Selain beberapa tindakan di atas, untuk merawat akses cimino juga sebaiknya perhatikan larangan berikut:

  • Jangan biarkan siapapun menekan akses tersebut.
  • Jangan gunakan perhiasan atau baju yang ketat, karena kemungkinan menekan akses untuk cuci darah tersebut.
  • Jangan tidur dengan posisi lengan di bawah kepala atau badan.
  • Jangan mengangkat benda berat atau menekan lengan yang terdapat akses cimino.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Cara Mengatasi Tubuh yang Demam dan Menggigil Saat Cuci Darah

Ada berbagai efek samping yang bisa ditimbulkan dari cuci darah (hemodialisis). Jika tubuh demam dan menggigil saat cuci darah, bagaimana mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Penyakit Ginjal dan Saluran Kemih, Health Centers 09/08/2019 . Waktu baca 4 menit

5 Tips Merawat Anggota Keluarga yang Rutin Cuci Darah

Setiap pasien cuci darah memerlukan perawatan khusus sehingga mereka amat bergantung pada anggota keluarganya. Inilah yang perlu Anda lakukan.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Penyakit Ginjal dan Saluran Kemih, Health Centers 21/07/2019 . Waktu baca 4 menit

Jangan Disepelekan, Ada Berbagai Efek Samping Cuci Darah (Hemodialisis) yang Mungkin Terjadi

Cuci darah merupakan hal wajib yang harus rutin dilakukan oleh pasien gagal ginjal akut. Meski begitu, ada beberapa efek samping cuci darah di baliknya.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik 21/01/2019 . Waktu baca 3 menit

Ginjal Polikistik

Penyakit ginjal polikistik adalah salah satu penyakit kelainan genetik. Apakah penyakit ini berbahaya? Siapa saja yang mungkin terkena penyakit ini?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rena Widyawinata
Urologi, Ginjal 08/01/2019 . Waktu baca 8 menit

Direkomendasikan untuk Anda

pengobatan gagal ginjal

Informasi Pengobatan dan Perawatan untuk Pasien Gagal Ginjal

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 08/07/2020 . Waktu baca 6 menit
komplikasi pneumonia

Beragam Komplikasi Pneumonia yang Perlu Diwaspadai

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 27/05/2020 . Waktu baca 6 menit
risiko efek covid-19 pasien cuci darah

Perawatan Pasien Cuci Darah yang Rentan Tertular COVID-19

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 09/04/2020 . Waktu baca 5 menit
hemodialisis

Pengobatan Hemodialisis dan CAPD untuk Gagal Ginjal, Mana yang Lebih Baik?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 23/03/2020 . Waktu baca 7 menit