5 Panduan untuk Penderita Nyeri Sendi Lutut Agar Kuat Berjalan

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 05/03/2020
Bagikan sekarang

Arthritis tidak hanya membuat sendi lutut terasa nyeri dan kaku, tapi juga dapat menghambat cara berjalan Anda. Maka agar kuat berjalan meski sendi lutut nyeri, bahkan ketika jalan pelan sekalipun, Anda perlu mulai terapi. Berikut beberapa tips mengenai bagaimana cara berjalan yang membuat sendi Anda tidak sakit dan kaku.

Terapi untuk penderita nyeri sendi lutut agar kuat berjalan

Berjalan meskipun terlihat sederhana dan mudah adalah bentuk latihan yang sangat baik untuk Anda yang memiliki arthritis. Selain gratis dan bisa dilakukan di mana saja dan juga kapan saja, terapi berjalan dapat melatih sendi lutut Anda tidak semakin nyeri dan kaku.

Untuk orang yang memiliki arthritis, aktivitas berjalan memang memiliki tantangan tersendiri. Anda tidak perlu khawatir, ada beberapa tips untuk Anda selama menjalani terapi nyeri sendi lutut agar berjalan bisa terasa lebih mudah.

1. Mulai secara perlahan

Anda sangat disarankan untuk mulai berjalan secara perlahan. Jika Anda sudah menetapkan bahwa Anda harus berjalan 30 menit sehari, Anda bisa memulainya dengan berjalan kaki selama 10 menit sehari. Anda bisa menambahkan waktu sedikit demi sedikit setiap harinya, sampai akhirnya Anda bisa berjalan dalam waktu 30 menit sehari.

Berjalan di atas pasir, trotoar yang tidak rata, dan jalanan menanjak memang akan terlihat sulit  dilakukan. Untuk permulaan, Anda bisa mulai berjalan di jalanan yang rata sampai Anda mampu berjalan di atas permukaan yang tidak rata.

2. Gunakan alat bantu

Jika Anda kesulitan berjalan karena rasa sakit pada lutut, Anda bisa menggunakan alat bantu. Menggunakan tongkat atau kruk dapat membantu Anda mengurangi nyeri sendi pada sendi lutut saat berjalan.

Jika Anda menggunakan kruk atau tongkat, peganglah tongkat atau kruk di sisi kaki yang tidak sakit. Hal ini memungkinkan Anda untuk menyeimbangkan berat badan dari sisi kaki Anda yang sakit. Menurut American Academy of Orthopedic Surgeons memakai penjepit lutut atau knee brace juga bisa membantu menstabilkan lutut saat Anda berjalan.

3. Otot kaki harus kuat dan lentur

Jaga agar otot kaki Anda kuat dan lentur. Jika otot kaki Anda lemah atau kaku, saat Anda berjalan, bagian sendi lutut mungkin akan terasa seperti ditarik-tarik, dan membuat Anda tidak nyaman saat berjalan.

University of Washington menyatakan bahwa otot yang kuat dapat membantu menjaga sendi Anda tetap stabil dan nyaman saat berjalan atau aktivitas lainnya. Menurut University of Washington berjalan sangat di sarankan saat Anda memiliki sedikit rasa sakit dan kekakuan di daerah sendi.

4. Pentingnya pemanasan

Jika lutut Anda terasa sakit atau kaku, Anda bisa melakukan pemanasan terlebih dahulu. Gunakan alas pemanas, mandi dengan air hangat, atau duduk di kolam yang ada pusaran airnya sebelum Anda berjalan dapat membantu mengurangi rasa sakit saat berjalan.

Anda juga bisa mengoleskan krim yang akan membuat sendi Anda terasa panas selama 10 sampai 15 menit sebelum berjalan. Setelah itu, Anda bisa mengompres lutut dengan air dingin atau es setelah berjalan. Ini akan membantu menenangkan peradangan dan mematikan rasa sakit.

5. Berjalan di kolam renang

Jika arthritis membuat Anda kesakitan saat berjalan, Anda bisa mencoba berjalan di kolam renang. Air dapat membuat otot lebih rileks dan meringankan beban bobot Anda, sehingga tidak membutuhkan tekanan dari lutut Anda.

Selain itu, berjalan melalui air membutuhkan tenaga. Otot Anda harus mendorong Anda melewati air, hal ini berguna untuk melatih ketahanan tubuh. Anda bisa berjalan di pinggiran kolam yang dangkal atau berlari di bagian kolam yang dalam dengan menggunakan sabuk apung. Anda juga disarankan untuk mengangkat lutut Anda lebih tinggi di setiap langkah dan mengayunkan lengan Anda.

Sebelum Anda mulai melakukan hal ini, ada baiknya jika Anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter, karena setiap orang memiliki kondisi yang berbeda-beda. Gunakan sepatu yang tepat jika Anda diperbolehkan oleh dokter untuk berjalan. Segera hentikan, jika kondisi nyeri sendi Anda semakin memburuk setelah berjalan.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

8 Vitamin yang Efektif Meredakan Nyeri Sendi

Tidak hanya untuk menjaga kesehatan, Anda juga dapat mengonsumsi suplemen atau vitamin untuk meredakan nyeri sendi. Cari rekomendasinya di sini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina

Macam-Macam Penyebab Nyeri pada Sendi Kaki dan Cara Mengatasinya

Ketika sendi kaki terasa nyeri, aktivitas Anda pasti sangat terganggu. Jangan remehkan sakit pada sendi kaki. Cari tahu penyebab dan cara mengatasinya.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina

4 Penyebab Sendi Tangan Nyeri, dan Cara Ampuh Mengatasinya

Hati-hati, peradangan atau cedera pada tangan bisa mengakibatkan nyeri sendi. Cari tahu penyebab dan cara mengatasi rasa sakit pada sendi tangan di sini!

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina

Diabetes Meningkatkan Risiko Rematik Hingga 20 Persen

Penyakit diabetes dapat meningkatkan risiko rematik hingga sebesar 20 persen apabila tidak ditangani dengan baik. Apa yang menjadi penyebabnya?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu

Direkomendasikan untuk Anda

mengatasi nyeri sendi

6 Cara Mengatasi Nyeri Sendi di Rumah

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 23/04/2020
sendi rahang sakit

Sendi Rahang Sakit? Cari Tahu Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 23/04/2020
nyeri sendi bahu

6 Penyebab Nyeri Sendi Bahu dan Cara Mengobatinya

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 21/04/2020
gejala nyeri sendi

7 Gejala Umum dari Nyeri Sendi, dan yang Muncul Khas Sesuai Penyakit Penyebab

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 18/04/2020