10 Pilihan Obat untuk Mengatasi Nyeri Sendi, dengan Atau Tanpa Resep Dokter

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 26/03/2020 . Waktu baca 9 menit
Bagikan sekarang

Merasa tidak nyaman dan cukup terganggu dengan nyeri sendi belakangan ini? Apabila sudah tidak tahan, minum obat mungkin dapat membantu meredakan nyeri sendi yang mengganggu. Temukan rekomendasi mengenai obat nyeri atau sakit sendi di bawah ini.

Obat penghilang sakit di apotek untuk mengatasi nyeri sendi

Dikutip dari WebMD, nyeri sendi dapat berupa gejala ringan yang berlangsung sebentar (akut) atau nyeri kronis yang melemahkan dan bertahan lama. Nah, apa pun penyebab sakit sendi itu, Anda biasanya memerlukan obat pereda nyeri yang tepat. Pilihannya adalah:

1. Aspirin

Aspirin adalah jenis obat antinyeri golongan NSAID yang mengandung asam asetil salisilat. Secara umum, obat nyeri sendi satu ini cara kerjanya adalah menghambat enzim yang memproduksi dan mengatur kerja prostaglandin. Prostaglandin adalah senyawa kimia alami dalam tubuh yang diproduksi saat terjadi peradangan dan memicu rasa nyeri.

Aspirin yang dijual bebas di apotek biasanya tersedia dalam bentuk tablet (minum dan kunyah), serta bubuk puyer.

Dalam buku farmakologi, Katzhung et al menyebutkan bahwa 300-900 mg dosis obat aspirin yang diberikan setiap 4-6 jam efektif untuk meredakan sakit sendi dan menurunkan demam. Dosis maksimumnya adalah 4 gram sehari. Jangan pula mengonsumsi lebih dari 12 tablet dalam rentang waktu 24 jam. Setidaknya berikan jeda selama 4 jam untuk satu dosis.

Konsumsi aspirin secara sembarangan dan tidak sesuai anjuran dapat meningkatkan efek samping, dari yang ringan sampai serius. Efek samping ringan yang bisa Anda rasakan adalah:

  • Sakit perut dan nyeri di ulu hati
  • Mengantuk
  • Sakit kepala

Aspirin juga tidak boleh digunakan terus-terusan dalam jangka panjang. Salah satu efek samping berbahaya yang dapat muncul adalah luka pada lambung yang bisa mengakibatkan perdarahan internal.

Efek samping serius lainnya yang dapat Anda alami:

  • Kotoran berwarna hitam atau berdarah
  • Mual, muntah, juga sakit perut parah
  • Demam lebih dari tiga hari
  • Bengkak serta rasa nyeri lebih dari 10 hari

2. Ibuprofen

Ibuprofen juga termasuk obat antinyeri NSAID yang bisa meredakan sakit pada sendi dalam taraf ringan hingga sedang. Cara kerjanya pun sama dengan aspirin, yaitu menghentikan produsi senyawa prostaglandin dalam tubuh untuk menyetop proses peradangan dan reaksi nyeri.

Dosis obat ibuprofen untuk meredakan nyeri sendi ringan hingga sedang adalah 200-400 mg yang diminum setiap 4-6 jam sesuai kebutuhan. Tidak disarankan untuk minum obat dengan dosis lebih dari 400 mg, karena tidak terbukti lebih efektif dan cepat untuk meredakan nyeri.

Ibuprofen juga tidak boleh digunakan terus-terusan dalam jangka panjang untuk menghindari risiko efek sampingnya. Salah satu efek samping berbahaya yang dapat muncul adalah luka pada lambung yang bisa mengakibatkan perdarahan internal.

Hindari mengonsumsi ibuprofen jika Anda memiliki kondisi medis sebagai berikut:

  • Gagal jantung
  • Penyakit hati yang akut
  • Mempunyai riwayat peradangan di saluran pencernaan
  • Terdapat riwayat alergi pada obat jenis NSAID

3. Ketoprofen

Ketoprofen adalah obat golongan NSAID lainnya yang bisa digunakan untuk meredakan nyeri sendi ringan hingga sedang. Cara kerjanya sama seperti ibuprofen dan aspirin, yaitu memblokir pelepasan prostaglandin yang memicu radang dan nyeri.

Selain meredakan sakit pada sendi, obat ini juga membantu meredakan demam hingga bengkak serta kekakuan sendi akibat serangan rematik dan asam urat.

Dosis yang diperbolehkan jika Anda mengonsumsi obat nyeri sendi ini adalah 25-50 mg setiap 6-8 jam, dengan dosis maksimal 300 mg per hari. Setelah minum obat, hindari langsung berbaring. Tunggu dulu minimal 10 menit.

Jangan pula mengonsumsi lebih dari 10 hari kecuali dianjurkan oleh dokter. Ketoprofen tidak boleh digunakan terus-terusan dalam jangka panjang guna menghindari risiko efek sampingnya

Efek samping ringan yang dapat dirasakan, di antaranya:

  • Sakit perut, diare, kembung.
  • Pusing dan sakit kepala.
  • Gatal atau ruam pada kulit.
  • Mulut terasa kering.
  • Telinga berdenging.

Segera dapatkan bantuan medis darurat jika Anda mengalami efek samping serius seperti:

  • Nyeri dada, lemas, sampai sesak.
  • Tremor atau menggigil.
  • Memar, baal, nyeri, atau lemah otot.

4. Naproxen

Naproxen adalah obat golongan NSAID yang membantu mengurangi rasa sakit, bengkak, dan kaku pada sendi yang disebabkan oleh arthritis, bursitis, dan serangan asam urat.

Dosis yang diperlukan adalah 550 mg diminum sekali, diikuti oleh 550 mg naproxen sodium setiap 12 jam, atau 275 mg (naproxen sodium)/250 mg (naproxen) setiap 6-8 jam sesuai kebutuhan. Peningkatan dosis harian maksimumnya adalah 1.100 mg untuk naproxen sodium atau 1000 mg untuk naproxen biasa.

Efek samping umum yang mungkin dialami ketika mengonsumsi naproxen adalah:

  • Sakit perut ringan, diare, sembelit.
  • Perut terasa kembung.
  • Kulit terasa gatal juga ruam.
  • Pusing dan/atau sakit kepala.

Obat ini akan bekerja paling ampuh ketika diminum saat nyeri sendi baru mulai terjadi. Obat mungkin tidak akan bekerja seefektif yang diinginkan ketika nyeri sendi sudah berlangsung lama atau sudah memburuk.

5. Paracetamol

Selain obat jenis NSAID, Anda juga bisa mengonsumsi parasetamol (paracetamol) jika mengalami nyeri sendi ringan hingga sedang. Paracetamol adalah obat antinyeri golongan analgesik. Di apotek, paracetamol tersedia dalam bentuk kaplet, tablet, kapsul, hingga cair (sirup) untuk anak-anak.

Dosis paracetamol tablet yang dianjurkan untuk orang dewasa mengatasi nyeri, sakit, dan demam adalah  500 mg. Anda diperbolehkan untuk minum 2 tablet 500 mg dalam rentang waktu 4-6 jam dalam sehari.

Hentikan penggunaan obat nyeri sendi ini dan segera menghubungi dokter jika terjadi efek samping yang tergolong serius, seperti:

  • Mual, sakit perut bagian atas.
  • Gatal-gatal dan kehilangan nafsu makan.
  • Urin berwarna gelap.
  • Kulit dan mata jadi berwarna kuning.

Perlu diperhatikan pula bahwa konsumsi parasetamol berlebihan dan tidak perlu dapat meningkatkan risiko kerusakan hati yang parah.

6. Obat topikal (krim pereda nyeri)

Selain obat minum, Anda juga bisa menggunakan obat topikal yang langsung dioleskan pada persendian bermasalah.

Gunakanlah obat topikal berupa krim yang mengandung capsaicin. Kandungan capsaicin dapat memblokir zat P yang membantu mengirimkan sinyal rasa sakit dan memicu pelepasan bahan kimia dalam tubuh yang disebut endorfin.

Krim dengan kandungan capsaicin mempunyai efek rasa panas dan juga menyengat saat dioleskan.

7. Relaksan otot

Nyeri pada persendian kadang dapat berakar dari masalah yang dialami otot di sekitarnya. Misalnya begini, Anda terjatuh saat berolahraga kemudian kaki terkilir. Nyeri akibat otot-otot kaki yang menegang atau tertarik dapat berimbas pada persendian terdekat, seperti sendi lutut atau pergelangan kaki.

Nah untuk meredakan nyeri ini, Anda memerlukan obat topikal berupa krim relaksan otot. Obat ini bertujuan untuk meredakan sakit otot, oleh karena itu tidak akan efektif untuk menghilangkan nyeri sendi yang parah. Namun, obat ini dapat membantu meredakan rasa sakit di persendian yang terasa ringan.

Krim relaksan otot memunculkan sensasi dingin atau panas sementara untuk mengalihkan kerja otak memicu rasa sakit. Biasanya di dalamnya terdapat kandungan menthol, eucalyptus, dan juga camphor.

Obat nyeri sendi yang harus ditebus dengan resep dokter

Apabila rasa sakit pada sendi Anda terasa sangat parah dan obat lepasan di apotek tidak cukup efektif meredakannya, sebaiknya berkonsultasi lebih lanjut ke dokter.

Pada kasus nyeri sendi kronis atau yang telanjur sangat parah, dokter kemungkinan akan meresepkan obat opioid. Opioid (opiat atau opium) adalah obat penghilang rasa sakit keras, yang berkekuatan tinggi dan digunakan hanya untuk kasus nyeri taraf sedang hingga berat.

Opiat bekerja dengan menempel pada reseptor opioid di sel-sel otak, sumsum tulang belakang, dan organ lain untuk meredam rasa sakit dari otak ke tubuh dan memicu pelepasan dopamin dalam jumlah besar ke seluruh tubuh. Dopamin adalah senyawa kimia dalam tubuh yang menciptakan perasaan senang.

Obat penghilang sakit yang tergolong sebagai opiat untuk meredakan nyeri sendi di antaranya:

1. Hidrokodon

Hidrokodon atau hydrocodone adalah obat golongan narkotika analgesik. Hydrocodone tidak untuk menghilangkan rasa sakit yang ringan atau yang akan hilang dalam beberapa hari. Obat ini juga tidak ditujukan untuk digunakan secara berulang-ulang.

Hydrocodone hanya bisa diresepkan oleh dokter spesialis yang memiliki pengetahuan dalam penggunaan opioid untuk penanganan nyeri kronis.

Efek samping dari hidrokodon yang akan muncul biasanya adalah sembelit, mual, mengantuk, muntah, lelah, sakit kepala, pusing, dan juga nyeri.

2. Oksikodon

Oksikodon atau oxycodone merupakan obat analgesik narkotika, yang bekerja mengubah respon otak mengolah rasa sakit dan mengubah apa yang tubuh rasakan terhadap rasa sakit.

Obat nyeri ini bekeja paling baik ketika digunakan saat gejala pertama dari rasa sakit muncul. Jika Anda menunda hingga kondisi memburuk, obat tidak bekerja dengan baik.

Efek samping umum yang bisa terjadi untuk sebagian orang:

  • Sakit kepala, pusing, dan terasa lelah.
  • Sakit perut, mual, dan muntah-muntah.
  • Kehilangan nafsu makan.
  • Gatal ringan.

3. Injeksi

Selain mengonsumsi obat minum, dokter dapat menganjurkan Anda mendapatkan injeksi atau suntikan suntikan steroid untuk meredakan rasa nyeri sendi.

Suntikan steroid dapat dikombinasikan dengan anestesi lokal yang langsung disuntikkan ke dalam sendi. Pengobatan nyeri sendi lewat cara ini tergolong cepat menghilangkan sakitnya. Meski demikian, efek pereda nyeri dari obat injeksi hanya bertahan sementara.

Pilihan pengobatan sendi lewat injeksi lainnya adalah:

  • Mengeluarkan cairan yang ada di dalam sendi
  • Suntikan hyaluronan, yang merupakan versi sintetis dari cairan sendi alami. Ini digunakan apabila Anda mempunyai kondisi osteoarthritis.

Apabila berbagai macam jenis obat pereda nyeri di atas masih belum cukup menghilangkan sandi, solusi terakhir yang bisa direkomendasikan dokter adalah terapi fisik atau operasi. Terapi fisik dapat membantu memperkuat otot-otot di sekitar sendi, menstabilkan sendi, sampai mampu meningkatkan jangkauan gerak.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

7 Gejala Umum dari Nyeri Sendi, dan yang Muncul Khas Sesuai Penyakit Penyebab

Ketika persendian Anda cedera, gejala yang paling pertama muncul adalah nyeri sendi. Namun, nyeri sendi juga bisa jadi gejala suatu penyakit.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Gangguan Muskuloskeletal, Health Centers 18/04/2020 . Waktu baca 8 menit

8 Vitamin yang Efektif Meredakan Nyeri Sendi

Tidak hanya untuk menjaga kesehatan, Anda juga dapat mengonsumsi suplemen atau vitamin untuk meredakan nyeri sendi. Cari rekomendasinya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Nyeri Kronis, Health Centers 17/04/2020 . Waktu baca 6 menit

Macam-Macam Penyebab Nyeri pada Sendi Kaki dan Cara Mengatasinya

Ketika sendi kaki terasa nyeri, aktivitas Anda pasti sangat terganggu. Jangan remehkan sakit pada sendi kaki. Cari tahu penyebab dan cara mengatasinya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Gangguan Muskuloskeletal, Health Centers 05/04/2020 . Waktu baca 8 menit

4 Penyebab Sendi Tangan Nyeri, dan Cara Ampuh Mengatasinya

Hati-hati, peradangan atau cedera pada tangan bisa mengakibatkan nyeri sendi. Cari tahu penyebab dan cara mengatasi rasa sakit pada sendi tangan di sini!

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Gangguan Muskuloskeletal, Health Centers 31/03/2020 . Waktu baca 8 menit

Direkomendasikan untuk Anda

obat radang sendi terbaru

Diklaim Ampuh, Ini Obat Radang Sendi Terbaru Temuan Ilmuwan Inggris

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 23/06/2020 . Waktu baca 4 menit
mengatasi nyeri sendi

6 Cara Mengatasi Nyeri Sendi di Rumah

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 23/04/2020 . Waktu baca 6 menit
sendi rahang sakit

Sendi Rahang Sakit? Cari Tahu Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 23/04/2020 . Waktu baca 6 menit
nyeri sendi bahu

6 Penyebab Nyeri Sendi Bahu dan Cara Mengobatinya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 21/04/2020 . Waktu baca 7 menit