Jangan Disepelkan, Ini 10 Penyebab Sakit Maag yang Mungkin Tidak Anda Sadari

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Maag sering dikaitkan dengan “hobi” telat makan. Alhasil, kemudian akan muncul serangkaian gejala khas pertanda serangan maag. Akan tetapi, nyatanya bukan hanya itu saja. Mari kenali berbagai penyebab maag lainnya berikut ini, yuk!

Berbagai penyebab maag yang harus diwaspadai

Kebanyakan orang mengartikan maag sebagai suatu penyakit yang membuat perut terasa nyeri dan perih. Sebenarnya kemunculnya gejala pada perut tersebut tidak sepenuhnya saja. 

Hanya saja, kurang tepat jika maag disebut sebagai penyakit khusus. Sebab kenyataannya, tidak ada istilah maag di dalam dunia kedokteran. 

Maag adalah sebuah sebutan yang digunakan oleh masyarakat luas untuk menunjukkan berbagai gejala terkait gangguan pencernaan. Misalnya, perut perih kembung, perut begah, mual-muntah (dry heaving), nyeri dada, dan mulut yang terasa asam. 

Singkat cerita, maag sebenarnya adalah serangkaian gejala yang menandakan adanya masalah pencernaan maupun penyakit tertentu, dan bukan suatu penyakit khusus. Itu sebabnya, penyebab maag pun bisa karena berbagai hal.

Untuk lebih jelasnya, berikut beragam penyebab maag yang perlu Anda ketahui:

1. Kondisi medis

gastritis kronis

Seperti yang sempat dipaparkan sebelumnya, maag memang bukan nama suatu penyakit khusus. Sebutan maag digunakan untuk menunjukkan sekumpulan gejala yang mengarah pada penyakit tertentu.

Selain terkenal karena pola makan yang kurang teratur, adanya kondisi medis alias penyakit juga bisa menjadi penyebab Anda mengalami maag. Berikut berbagai penyakit yang menyebabkan maag:

  • Peradangan lambung (gastritis). Kondisi ini dikarenakan adanya peradangan pada lapisan kulit di dalam lambung.
  • Gastroesophageal reflux disease (GERD). Refluks asam lambung atau GERD adalah kondisi ketika asam lambung, yang seharusnya ada di dalam sistem pencernaan, justru naik ke atas. Akibatnya, menimbulkan iritasi, nyeri hingga sensasi terbakar (heartburn) pada ulu hati, dada, serta kerongkongan.
  • Irritable bowel syndrome (IBS). IBS adalah gangguan pencernaan yang berpengaruh terhadap kerja usus besar. Hal ini mengakibatkan kontraksi otot pada usus besar kurang optimal, sehingga berujung pada diare maupun sembelit.
  • Tukak lambung, yakni adanya luka atau lubang kecil pada dinding perut.
  • Peradangan pankreas (pankreatitis), ketika pankreas mengalami peradangan sehingga menimbulkan infeksi, kerusakan jaringan, hingga perdarahan pada kelenjar.
  • Kanker perut atau kanker lambung. Kondisi ini sebenarnya terbilang jarang. Kanker perut terjadi saat muncul pertumbuhan tumor atau sel kanker ganas pada bagian dinding lambung.

Kesemua penyakit yang menyerang sistem pencernaan tersebut, tidak menutup kemungkinan bisa menjadi penyebab maag. Jadi, maag akan muncul sebagai gejala dari berbagai gangguan pencernaan tersebut.

2. Efek samping dari konsumsi obat-obatan

Disopyramide adalah obat

Obat-obatan memang diyakini efektif untuk menghilangkan rasa sakit pada tubuh. Akan tetapi, tanpa sadar ternyata beberapa jenis obat-obatan bisa menjadi penyebab utama munculnya keluhan maag.

Ambil contohnya obat pereda nyeri atau non-steroid anti-inflamasi (NSAID), yang meliputi aspirin, ibuprofen (Advil, Motrin IB), dan naproxen (Aleve, Anaprox, Naprosyn). Pasalnya, jenis obat-obatan tersebut berisiko menipisikan dinding pada lapisan lambung, sehingga membuatnya mudah mengalami iritasi. 

Bukan hanya itu. Konsumsi berbagai jenis obat tersebut yang terlalu sering, dikaitkan dengan sebagai penyebab munculnya maag, karena menimbulkan rasa terbakar di dada (heartburn).

Otot pada bagian bawah sfringer atau katup kerongkongan (esofagus) dapat melemah, sehingga semakin memperparah kondisi iritasi pada kerongkongan. Itu sebabnya, penggunaan obat-obatan tersebut pada orang yang sudah memiliki gangguan pencernaan tertentu, misalnya GERD, dapat memperparah gejala.

Sementara jika Anda belum atau tidak pernah mengalami keluhan terkait gangguan pencernaan, obat tersebut dapat menjadi penyebab awalnya, hingga memicu maag.

Beberapa jenis obat lain yang juga bisa mengakibatkan maag, yakni:

  • Estrogen dan kontrasepsi oral.
  • Obat steroid.
  • Jenis antibiotik tertentu.
  • Obat penyakit tiroid.
  • Obat yang memiliki kandungan nitrat di dalamnya, biasanya untuk mengobati hipertensi.

Maka itu, penting untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum minum jenis obat tertentu. Pastikan Anda menyampaikan kondisi medis yang sedang atau pernah dialami sebelumnya.

Samapaikan juga pada dokter jika Anda sedang rutin minum obat atau menjalani pengobatan.

3. Langsung berbaring setelah makan

tidur terlalu cepat

Pernah mendengar anjuran untuk tidak langsung tidur maupun berbaring usai makan? Saran ini ternyata ada benarnya. Pasalnya, makanan membutuhkan waktu dan proses untuk bisa sampai di dalam sistem pencernaan.

Jika Anda paksakan langsung tidur atau berbaring setelah makan, hal ini dapat memicu makanan serta asam dari lambung untuk naik kembali ke atas. Akhirnya, Anda mungkin saja merasakan mual karena naiknya makanan maupun asam lambung tersebut sebagai penyebab maag.

Jadi, berikan jeda waktu sekitar 2-3 jam setelah makan apabila Anda ingin tidur. Selain itu, biasakan juga untuk tidak makan berdekatan dengan waktu tidur guna menghindari kemungkinan munculnya maag.

4. Porsi makan terlalu banyak

makan banyak tidak gemuk

Selama ini, mungkin Anda sering dianjurkan untuk makan dalam jumlah yang secukupnya saja. Dalam arti, tidak kurang dan tidak juga terlalu berlebihan.

Anjuran ini ternyata ada benarnya. Pasalnya, makan dalam porsi yang terlalu banyak bisa berisiko meningkatkan asam lambung, sehingga kemudian menjadi penyebab maag.

Kondisi ini dapat semakin memburuk jika Anda gemar langsung berbaring atau bahkan tidur setelah makan. Kombinasi dari kedua hal tersebut bisa makin memicu kenaikan asam lambung kembali ke kerongkongan.

Alhasil, Anda akan mengalami gejala maag. Itu sebabnya, usahakan untuk makan dengan porsi secukupnya atau sedikit, tapi dengan frekuensi yang lebih sering dalam sehari.

Ketimbang Anda makan dalam porsi banyak tapi dengan frekuensi yang sedikit. Selain itu, hindari juga langsung berbaring dan tidur setelah makan.

5. Minum alkohol berlebihan

minum minuman beralkohol

Minum alkohol terlalu sering atau terlalu banyak umumnya selalu dikaitkan dengan berbagai risiko kesehatan. Salah satunya sebagai penyebab munculnya maag.

Ini karena minuman beralkohol dapat menimbulkan iritasi sekaligus mengikis lapisan lambung Anda sedikit demi sedikit. Akibatnya, sistem pencernaan biasanya mejadi lebih rentan terhadap efek samping dari peningkatan produksi asam lambung.

Kondisi ini sering kali berujung pada gangguan pencernaan berupa gastritis atau radang lambung, yang nantinya menimbulkan maag.

6. Penyakit autoimun

perut kembung saat haid

Meski terbilang jarang, maag juga bisa diakibatkan oleh penyakit autoimun. Penyakit autoimun terjadi ketika sistem kekebalan tubuh malah menyerang sel-sel sehat dalam tubuh Anda sendiri, bukannya melawan zat asing penyebab penyakit.

Nah, reaksi autoimun ini bisa menjadi penyebab maag yang diawali oleh gastritis alias radang lambung. Dalam hal ini, sistem kekebalan tubuh malah menyerang lapisan dinding lambung yang sehat dan tidak bermasalah.

Alhasil, sel-sel penyusun lapisan dinding lambung pun mengalami kerusakan, salah satunya sel parietal. Padahal, sel parietal seharusnya berperan dalam proses penyerapan vitamin B12.

Secara tidak langsung, penyakit autoimun ini menimbulkan gangguan pada penyerapan vitamin B12 pada tubuh. Anda berisiko mengalami anemia akibat kekurangan vitamin B12, yang dikenal sebagai anemia pernisiosa.

7. Merokok

dampak merokok

Faktor penyebab maag lainnya yang cukup jarang disadari yaitu merokok. Ada banyak jalan yang bisa dilakukan oleh rokok hingga berkontribusi terhadap kenaikan asam lambung, dan berujung pada maag.

Pertama, merokok dapat menurunkan jumlah produksi air liur, sehingga secara otomatis akan membuat produksi asam semakin meningkat. Kedua, merokok bisa mengendurkan kekuatan otot sfringter pada bagian bawah kerongkongan atau esofagus.

Ketika otot pada bagian bawah kerongkongan melemah, asam lambung dapat dengan leluasa naik ke dada hingga mencapai kerongkongan. Akibatnya, Anda akan mengeluhkan sensasi terbakar pada dada (heartburn).

Di samping itu, merokok juga bisa memperlambat waktu pengosongan perut yang dapat memicu kenaikan asam lambung sebagai penyebab maag.

Atas dasar itulah, jika Anda seorang perokok aktif, mengurangi atau bahkan berhenti merokok setidaknya dapat membantu mengurangi gejala maag dan risiko naiknya asam lambung.

8. Asupan beberapa jenis makanan dan minuman

makan pedas saat buka puasa

Ketika gejala maag muncul, coba perhatikan makanan yang akhir-akhir sedang sering Anda konsumsi. Ini karena jenis makanan tertentu ternyata dapat menjadi penyebab munculnya gejala maag dan berbagai keluhan ketidaknyamanan lainnya.

Makanan pedas, gorengan, dan berlemak, misalnya, yang banyak mengandung cabai, lemak, dan minyak. Kesemua makanan tersebut dapat merangsang peningkatan produksi asam pada lambung.

Ditambah lagi dengan efek makanan berlemak yang bisa membuat tubuh merasa kenyang lebih lama. Di satu sisi memang baik, tapi bagi Anda yang rentan mengalami gangguan pencernaan sebagai penyebab maag, hal ini sebaiknya dihindari.

Sebab asupan lemak yang berlebihan dapat membuat proses pencernaan makanan menjadi lambat. Secara otomatis, waktu pengosongan pada lambung juga menjadi lebih lama daripada seharusnya.

Kondisi tersebut yang lama-lama akan menyebabkan timbulnya rasa nyeri pada dada seperti terbakar (heartburn). Aliran asam lambung tersebut juga bisa naik hingga masuk ke kerongkongan, karena otot pada katup kerongkongan bagian bawah melemah.

Sebenarnya, bukan hanya makanan pedas, gorengan, dan berlemak saja. Jenis makanan berikut ini juga sebaiknya Anda kurangi atau hindari jika tidak ingin maag semakin parah:

  • Makanan yang diolah dengan lada hitam
  • Makanan asin
  • Buah asam, seperti tomat, jeruk, jeruk nipis, dan lainnya

Bukan hanya makanan saja yang bisa menjadi satu dari beberapa penyebab maag, tapi beberapa jenis minuman juga demikian. Selain alkohol, jenis minuman lain seperti minuman bersoda, berkarbonasi, hingga berkafein seperti cokelat dan kopi.

Sama seperti makanan, minuman-minuman tersebut juga dapat memicu produksi asam lambung. Terlebih lagi jika kebiasaan ini ditambah dengan merokok, tentu peluang Anda untuk mengalami maag akan semakin besar.

9. Infeksi bakteri

bakteri penyebab keracunan makanan

Infeksi bakteri Helicobacter pylori adalah salah satu kondisi yang bisa menjadi penyebab gangguan pencernaan lainnya, meski tidak secara langsung mengakibatkan maag. Bakteri ini biasanya menyerang lapisan lambung, sehingga menimbulkan rasa sakit.

Bakteri H. pylory umumnya ditularkan dari satu orang ke yang lainnya. Namun, bisa juga ditularkan dari makanan maupun minuman yang tidak steril.

Bakteri ini bisa menjadi satu dari sekian banyak penyebab maag karena mengakibatkan penyakit gastritis alias peradangan pada lambung.

10. Stres dan kecemasan

stres kehilangan pekerjaan

Stres dan kecemasan memang tidak secara langsung bertindak sebagai penyebab maag. Akan tetapi, kondisi ini dapat memengaruhi kesehatan tubuh, yang nantinya akan semakin memperburuk keluhan terkait gangguan pencernaan.

Karena stres, kecemasan, serta kesehatan tubuh khususnya masalah pencernaan ini saling berkaitan, proses penyembuhannya pun demikian. Biasanya, stres dan kecemasan bisa segera hilang ketika Anda sembuh dari gangguan pencernaan.

Begitu pula sebaliknya. Keluhan maag maupun gangguan pencernaan lainnya juga bisa berangsur-angsur sembuh, saat stres dan kecemasan membaik.

Baca Juga:

Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca