home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Benarkah Gula Aren Bisa Meredakan Maag?

Benarkah Gula Aren Bisa Meredakan Maag?

Gula aren merupakan pemanis yang terbuat dari nira pohon kelapa. Gula ini dianggap sebagai alternatif yang lebih menyehatkan karena proses pengolahannya lebih sedikit dan tidak banyak menggunakan bahan kimia. Bahkan, gula aren diyakini punya banyak manfaat, khususnya untuk orang-orang yang memiliki maag.

Namun, sebelum menggali manfaat gula aren, mari pahami dulu kaitan antara konsumsi gula dan maag.

Konsumsi gula bisa saja memicu maag

Artikel Kesehatan Seputar Gastritis dan Maag

Maag merupakan istilah awam untuk menyebut berbagai gejala atau keluhan terkait gangguan pencernaan.

Kebanyakan orang menggambarkannya sebagai sakit perut, perut begah, mual dan muntah, serta rasa panas atau nyeri pada ulu hati ( heartburn).

Kondisi yang secara medis dikenal sebagai dispepsia ini bisa dipicu oleh banyak faktor, khususnya pola makan.

Pemilihan jenis makanan atau porsi makan yang salah dapat mengganggu keseimbangan dalam saluran pencernaan sehingga terjadilah maag.

Satu dari banyak makanan yang sering dikaitkan dengan maag yaitu gula. Mungkin ini pula yang membuat banyak orang beranggapan bahwa konsumsi gula alami seperti gula aren bisa memberikan manfaat untuk penderita maag.

Bagaimana gula memicu maag?

Dr. John Yudkin, Ph.D., seorang ahli gizi dan fisiologis di Inggris, menyebutkan bahwa konsumsi gula bisa memicu pembentukan lapisan selaput lendir pada dinding lambung.

Hal ini dapat memengaruhi keasaman lambung sehingga meningkatkan risiko maag. Pola makan tinggi karbohidrat olahan dan sukrosa (nutrisi dalam gula) bisa memperburuk kondisi ini.

Pasalnya, karbohidrat dan sukrosa dapat meningkatkan keasaman lambung sehingga menyebabkan heartburn atau refluks asam lambung (naiknya asam lambung ke kerongkongan).

Selain itu, tubuh Anda juga memproduksi enzim khusus yang membantu memecah gula dan mengirimkannya ke aliran darah.

Jika Anda mengonsumsi gula secara berlebihan, pankreas tidak mampu mengimbangi dengan memproduksi enzim yang cukup.

Lama-kelamaan, gula dapat menumpuk dan mengganggu keseimbangan bakteri usus.

Bakteri usus mungkin tumbuh secara berlebihan dan mengganggu penyerapan zat gizi. Dampaknya yakni perut kembung dan meningkatnya keasaman di dalam usus.

Manfaat gula aren untuk penderita maag

Berbeda dengan gula pasir, gula aren bukanlah sekadar pemanis yang hanya terdiri atas sukrosa atau fruktosa seperti halnya gula pasir. Gula aren mengandung serat pangan berupa inulin.

Pada sistem pencernaan manusia, inulin membantu mendorong pertumbuhan probiotik (bakteri baik) di dalam usus, terutama dari jenis Bifidobacteria dan Lactobacilli.

Usus merupakan tempat tinggal bagi banyak bakteri dan beberapa di antaranya adalah bakteri jahat.

Gula aren mungkin tidak memberikan efek khusus untuk penderita maag, tapi kandungan inulinnya punya manfaat tersendiri bagi bakteri usus Anda.

Menurut laporan dalam jurnal Integrative Medicine: A Clinician’s Journal, jumlah bakteri usus yang tidak seimbang berkaitan dengan beberapa gangguan pencernaan, seperti penyakit peradangan usus besar (IBD) dan sindrom iritasi usus besar (IBS).

Kedua penyakit ini dapat menyebabkan sakit perut, kram perut, dan perut kembung. Gangguan pencernaan ini juga merupakan gejala yang kerap terjadi pada penderita maag.

Memang belum ada penelitian langsung mengenai manfaat gula aren untuk penderita maag. Banyak pula sumber inulin yang lebih baik dari gula aren.

Meski begitu, tak ada salahnya bila Anda ingin mengganti gula pasir dengan gula aren.

Efek konsumsi gula aren yang berlebihan

penyebab obesitas

Gula aren memang mengandung zat gizi dan lebih menyehatkan dari gula pasir, brown sugar, ataupun pemanis buatan. Akan tetapi, Anda tetap harus mengonsumsinya dalam jumlah yang wajar.

Konsumsi gula aren secara berlebihan dapat menyebabkan dampak negatif yang sama dengan gula pada umumnya. Berikut beberapa contohnya.

1. Kelebihan berat badan

Banyak studi telah menunjukkan bahwa konsumsi gula yang berlebihan meningkatkan risiko kelebihan berat badan dan obesitas.

Selain itu, makanan tinggi gula juga bisa memicu keinginan untuk makan secara berlebihan.

2. Meningkatkan stres

Makanan tinggi gula bisa mengganggu kemampuan tubuh dalam menanggapi stres. Padahal, stres merupakan salah satu pemicu maag.

Jadi, sekalipun gula aren punya manfaat untuk penderita maag, konsumsi secara berlebihan justru merugikan tubuh.

3. Gigi berlubang

Jika Anda mengonsumsi gula secara berlebihan, sisa gula yang menempel pada gigi akan menjadi makanan bagi bakteri.

Gula yang menempel di gigi adalah cikal-bakal banyak masalah gigi dan mulut, seperti gigi berlubang, infeksi gusi, dan copotnya gigi.

4. Penyakit kronis

Konsumsi gula melebihi asupan gula harian yang dianjurkan bisa meningkatkan risiko penyakit kronis, seperti penyakit jantung, stroke, dan tekanan darah tinggi.

Risiko ini pun berlaku pada gula yang berasal dari sumber alami, seperti gula aren.

Gula aren memang memiliki banyak potensi manfaat, termasuk untuk penderita maag. Namun, cara terbaik untuk mencegah maag tetaplah dengan menjalani pola makan dan gaya hidup yang sehat.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Palm Sugar: Are There Health Benefits?. (2021). Retrieved 23 August 2021, from https://www.webmd.com/diet/palm-sugar-health-benefits#1

Indigestion From Eating Sugar | Livestrong.com. (2021). Retrieved 23 August 2021, from https://www.livestrong.com/article/467190-indigestion-from-eating-sugar/

Sugar and Acid Reflux: Know the Facts. (2021). Retrieved 23 August 2021, from https://www.healthline.com/health/gerd/sugar-and-acid-reflux#is-it-safe

Indigestion – Symptoms and causes. (2021). Retrieved 23 August 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/indigestion/symptoms-causes/syc-20352211

Dyspepsia: What It Is and What to Do About It. (2010). American Family Physician, 82(12), 1459. Retrieved from https://www.aafp.org/afp/2010/1215/p1459.html

Bull, M. J., & Plummer, N. T. (2014). Part 1: The Human Gut Microbiome in Health and Disease. Integrative medicine (Encinitas, Calif.), 13(6), 17–22.

Ulrich-Lai, Y. (2016). Self-medication with sucrose. Current Opinion In Behavioral Sciences, 9, 78-83. doi: 10.1016/j.cobeha.2016.02.015

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Diah Ayu Lestari Diperbarui 01/09/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan