Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya
ask-doctor-icon

Tanya Dokter Gratis

Kirimkan pertanyaan atau pendapatmu di sini!

Tahu untuk Asam Lambung, Apakah Aman?

    Tahu untuk Asam Lambung, Apakah Aman?

    Memiliki masalah pencernaan seperti sakit asam lambung tentu terasa tidak nyaman. Selain menahan nyeri perut, Anda harus menghindari makanan tertentu. Nah, ada mitos bahwa tahu baik untuk lambung. Lantas, amankah tahu untuk asam lambung?

    Keamanan tahu untuk asam lambung

    Anda mungkin bertanya-tanya, apakah tahu aman untuk asam lambung? Jawabannya, tentu saja aman, asal diolah dengan baik.

    Tahu perlu dimasak dengan metode dan bahan-bahan tambahan yang tidak memicu naiknya asam lambung.

    Selain itu, tahu pada dasarnya juga kaya zat gizi yang diperlukan untuk tubuh, seperti kalsium, protein, serat, serta mineral lain yang diperlukan tubuh.

    Terlebih, tahu juga tidak asam sehingga aman untuk lambung. Oleh karena itu, Anda tidak perlu khawatir mengonsumsi tahu meski memiliki asam lambung.

    Manfaat tahu untuk asam lambung

    manfaat tahu untuk asam lambung

    Tahu diketahui aman, bahkan bisa memberikan manfaat untuk asam lambung. Apa sajakah itu?

    1. Menurunkan keasaman lambung

    Tahu memiliki tingkat keasaman yang rendah atau bersifat basa. Kadar pH (keasaman) tahu sebesar 7,2. Semakin tinggi angka pH, berarti semakin basa.

    Karena bersifat basa, tahu bisa menetralkan tingginya keasaman cairan lambung. Cara kerja tahu ini bisa mencegah pembentukan cairan di lambung.

    Selain itu, menetralkan keasaman cairan lambung mengurangi risiko katup kerongkongan melemah.

    Nah, berbagai cara kerja tersebut mengurangi cairan asam lambung naik ke kerongkongan (GERD). Jadi, tahu bisa dikonsumsi bila Anda sakit asam lambung.

    Kenapa tahu bersifat basa?

    Tahu bersifat basa karena mengandung bahan tambahan kalsium sulfat. Bahan ini digunakan agar tahu tidak mudah hancur, tetapi tetap terasa lembut.

    2. Kaya air

    Tahu merupakan asupan tinggi air yang baik untuk menetralkan cairan lambung. Sebanyak lebih dari 80% kandungan tahu berupa air.

    Kadar air memiliki keasaman normal dengan pH sebesar 7,00. Sementara itu, kadar pH pada cairan asam sebesar 1,5 – 3,5.

    Mengonsumsi makanan tinggi air bisa melarutkan cairan asam lambung di perut. Hal ini membuat keasaman cairan di lambung pun berkurang.

    Efeknya, iritasi di lambung pun ikut berkurang, dan sakit asam lambung pun bisa terhindari.

    3. Mengurangi beban kerja pencernaan

    Orang dengan asam lambung naik biasanya mengalami iritasi pada lambung dan kerongkongan.

    Hal ini membuat mereka sulit menelan dan mencerna makanan di perut.

    Nah, tahu cocok untuk penyakit lambung ini karena teksturnya lembut sehingga lebih mudah ditelan dan dicerna.

    Karena mudah dicerna, lambung pun tidak perlu menghasilkan cairan terlalu banyak.

    Jadi, faktor penyebab sakit asam lambung pun berkurang.

    Cara mengolah tahu untuk asam lambung

    cara mengolah tahu untuk asam lambung

    Meski aman, Anda tetap perlu memperhatikan bahan-bahan tambahan serta cara mengolahnya.

    Jika tidak, masakan tahu justru bisa memicu asam lambung naik.

    Berikut cara mengolah tahu serta pantangan sakit asam lambung yang harus diperhatikan.

    1. Kukus atau rebus tahu

    Metode memasak ini merupakan metode terbaik bila Anda memiliki asam lambung.

    Pasalnya, mengukus atau merebus tahu bisa menjaga zat gizi tahu agar tidak mudah rusak.

    Sebaiknya, hindari pula menggoreng tahu. Olahan tahu untuk penderita asam lambung ini justru membuatnya berminyak dan memperparah gejala.

    Diketahui, lemak atau minyak memperlambat proses pencernaan dan melemaskan katup kerongkongan.

    Hal ini membuat jumlah cairan asam lambung meningkat dan rentan naik ke kerongkongan.

    2. Kurangi pemakaian garam

    Bila Anda ingin tahu aman untuk lambung, gunakan garam sesedikit mungkin.

    Mengutip penelitian terbitan Journal of Neurogastroenterology and Motility (2017), garam membuat gerakan lambung melambat sehingga lambung penuh dalam waktu lama.

    Hal ini membuat cairan asam lambung meningkat dan memperparah gejala asam lambung naik.

    3. Hindari menggunakan bumbu pedas dan asam

    Sebaiknya, jangan gunakan bahan tambahan yang pedas dan asam, seperti cabai, lemon, atau jeruk nipis.

    Cabai bisa mengiritasi lambung dan menyebabkan perut dan ulu hati terasa terbakar (heartburn). Tentu, ini bisa membuat gejala asam lambung naik semakin parah.

    Selain itu, lemon dan jeruk nipis memiliki keasaman yang tinggi sehingga meningkatkan jumlah cairan lambung sekaligus melemaskan katup kerongkongan.

    Anda tidak perlu meragukan lagi keamanan tahu untuk sakit asam lambung.

    Meski memiliki beberapa manfaat untuk lambung, pastikan Anda menghindari bahan tambahan yang justru memicu gejala.


    Ingin mendapatkan berat badan ideal?

    Yuk konsultasikan masalahmu dengan ahli gizi atau berbagi tips bersama di Komunitas Berat Badan Ideal!


    health-tool-icon

    Kalkulator Kebutuhan Kalori

    Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

    Laki-laki

    Wanita

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Sumber

    Smith, A. (2021). Is Tofu Acidic or Alkaline? – Food FAQ. Retrieved 26 August 2022, from https://foodfaq.org/is-tofu-acidic-or-alkaline/

    GERD Diet: Foods That Help with Acid Reflux (Heartburn). (2022). Retrieved 26 August 2022, from https://www.hopkinsmedicine.org/health/wellness-and-prevention/gerd-diet-foods-that-help-with-acid-reflux-heartburn

    Data Komposisi Pangan Indonesia – Beranda. (2022). Retrieved 28 August 2022, from http://panganku.org/id-ID/view

    Stomach acid test Information | Mount Sinai – New York. (2022). Retrieved 26 August 2022, from https://www.mountsinai.org/health-library/tests/stomach-acid-test

    Diet and Gastroesophageal Reflux Disease (GERD). (2014). Retrieved 26 August 2022, from https://www.asge.org/docs/default-source/about-asge/newsroom/doc-gerd_infographic_final.pdf

    Esophagitis Diet (Soft Food) Guidelines | Cedars-Sinai. (2022). Retrieved 26 August 2022, from https://www.cedars-sinai.org/blog/esophageal-soft-diet-guidelines.html

    Choe, J., Joo, M., Kim, H., Lee, B., Kim, J., & Yeon, J. et al. (2017). Foods Inducing Typical Gastroesophageal Reflux Disease Symptoms in Korea. Journal of Neurogastroenterology and Motility, 23(3), 363-369. doi: 10.5056/jnm16122

    Patcharatrakul, T., Kriengkirakul, C., Chaiwatanarat, T., & Gonlachanvit, S. (2020). Acute Effects of Red Chili, a Natural Capsaicin Receptor Agonist, on Gastric Accommodation and Upper Gastrointestinal Symptoms in Healthy Volunteers and Gastroesophageal Reflux Disease Patients. Nutrients, 12(12), 3740. doi: 10.3390/nu12123740

    Foto Penulisbadge
    Ditulis oleh Larastining Retno Wulandari Diperbarui 3 weeks ago
    Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro
    Next article: