Benjolan di Payudara Tidak Selalu Tanda Kanker, Begini Cara Membedakannya

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Ketika merasa ada benjolan di payudara, sebagian besar wanita mungkin mulai merasa panik karena berpikir itu adalah gejala kanker. Padahal, benjolan tidak selalu diakibatkan oleh kanker payudara. Yuk cari tahu lebih dalam tentang macam-macam penyebab benjolan di payudara dan cara membedakannya!

Kenapa muncul benjolan di payudara?

Baik wanita dan pria di segala usia bisa memiliki benjolan pada payudaranya, baik di salah satu sisi maupun keduanya. Bahkan tidak menutup kemungkinan bayi juga bisa memilikinya.

Benjolan dapat dirasakan saat ada satu area spesifik pada payudara yang membengkak dan menonjol. Kemunculan benjolan di payudara sering disebabkan oleh perubahan hormon dalam tubuh. Tonjolan umum muncul karena kadar estrogen dalam tubuh meningkat sementara. Ketika kadar estrogen ini mulai menurun atau pada beberapa kasus menghilang, otomatis benjolan pun akan menghilang.

Benjolan biasanya cenderung jinak dan bersifat non-kanker. Namun, tidak menutup kemungkinan bahwa benjolan juga bisa jadi tanda kanker payudara.

Tanda dan gejala benjolan di payudara

Benjolan biasanya mudah dikenali karena penampakan satu bagian tertentu di payudara akan lebih menonjol dari area sekitarnya.

Agar lebih jelas, berikut tanda dan gejala yang biasanya muncul:

  • Munculnya area yang keras di dalam payudara
  • Adanya area yang menebal dan sedikit lebih menonjol di payudara yang berbeda dengan jaringan di sekitarnya
  • Payudara terlihat bertekstur seperti kulit jeruk
  • Salah satu payudara berukuran lebih besar dari yang lain
  • Perubahan pada puting entah itu masuk ke dalam atau keluar cairan dari puting
  • Nyeri pada payudara yang tidak terlalu menusuk tetapi tak kunjung hilang
  • Nyeri payudara yang biasanya meningkat selama haid

Kemungkinan juga ada berbagai tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Jika Anda mengalami berbagai gejala lain yang tak biasa, catat dan segera konsultasikan ke dokter.

Tidak semua benjolan pada payudara berarti kanker. Akan tetapi, Anda tetap perlu memastikannya dengan memeriksakan diri ke dokter.

Penyebab benjolan di payudara

Payudara wanita terdiri dari berbagai jenis jaringan. Dua jaringan utamanya adalah kelenjar penghasil susu dan saluran untuk mengalirkan susu menuju ke puting. Payudara juga mengandung jaringan ikat fibrosa, jaringan lemak, saraf, pembuluh darah, dan kelenjar getah being.

Setiap bagian payudara ini bisa memunculkan reaksi yang berbeda-beda terhadap perubahan hormon dan kimia dalam tubuh. Perubahan tersebut bisa berdampak pada sensasi, ukuran, dan tekstur payudara.

Benjolan pada payudara dapat disebabkan oleh banyak sekali faktor, seperti:

Fibroadenoma

Fibroadenoma adalah benjolan padat non-kanker yang paling sering menyerang wanita di usia 15 sampai 35 tahun. Benjolan biasanya muncul tanpa disertai oleh rasa sakit meski terkadang ukurannya cukup besar.

Benjolan pada payudara yang menjadi gejala fibroadenoma ditandai dengan:

  • Benjolan bertekstur keras atau kenyal
  • Kemunculannya tidak membuat payudara terasa nyeri
  • Jika disentuh, benjolan seperti berpindah posisi
  • Biasanya berbentuk bulat sempurna

Fibroadenoma kerap hilang dengan sendirinya, atau bisa diangkat melalui pembedahan.

Perubahan fibrokistik

Perubahan fibrokistik adalah kondisi saat jaringan payudara mengental atau bertekstur. Perubahan ini dipicu oleh kadar hormon dalam tubuh, terutama selama siklus haid.

Wanita yang mengalami perubahan fibrokistik biasanya akan merasa nyeri pada payudaranya. Perubahan tersebut juga kerap membuat bagian atas payudara tampak membesar daripada bawahnya.

Selain itu, benjolan dapat muncul di kedua sisi payudara dan ukurannya membesar tepat sebelum menstruasi. Benjolan ini biasanya merupakan saluran susu dan jaringan di sekitarnya yang tumbuh dan melebar membentuk kista.

Benjolan akibat perubahan fibrokistik bisa terasa keras atau kenyal. Puting juga biasanya cenderung lebih menonjol. Perubahan ini sering kali terlihat pada wanita di usia 40-an.

Kista

Kista adalah benjolan di payudara yang muncul karena ada kantung berisi cairan. Kista bisa muncul di satu atau kedua payudara sekaligus. Jumlahnya pun bisa satu atau lebih dari satu. Ukuran dan tekstur kista payudara biasanya sering berubah terutama saat memasuki masa-masa menstruasi.

Lipoma

Lipoma adalah benjolan lemak yang tumbuh lambat dan paling sering terletak di antara kulit serta lapisan otot. Lipoma bukanlah kanker dan biasanya tidak berbahaya. Kondisi ini biasanya ditandai dengan berbagai gejala seperti:

  • Muncul tepat di bawah kulit dan paling sering di area leher, bahu, punggung, perut, lengan, dan paha
  • Lembut dan agak padat saat disentuh
  • Bisa bergerak ketika disentuh dengan cara sedikit ditekan
  • Umumnya berukuran kurang dari 5 cm tetapi bisa tumbuh
  • Terkadang terasa sakit jika tumbuh dengan menekan saraf di dekatnya atau jika terdapat pembuluh darah

Papiloma intraduktal

Papiloma intraduktal adalah daging yang tumbuh seperti kutil pada lapisan saluran susu di dekat puting. Kondisi ini biasanya muncul pada wanita di usia 30 sampai 50 tahun. Sayang, keberadaannya cukup sulit dikenali.

Papiloma intraduktal biasanya menyebabkan payudara membesar dan muncul benjolan yang disertai rasa sakit. Akan tetapi, benjolan sering kali tidak bisa dirasakan sehingga dibutuhkan USG payudara.

Selain benjolan, papiloma intraduktal bisa membuat payudara terasa sakit dan puting mengeluarkan cairan seperti darah.

Nekrosis lemak traumatis (traumatic fat necrosis)

Kondisi ini terjadi ketika ada luka pada payudara yang terjadi akibat cedera. Traumatic fat necrosis biasanya menyebabkan jaringan lemak terluka atau rusak. Akibatnya terbentuklah benjolan yang bulat dan keras yang terasa sakit.

Selain itu, payudara juga bisa mengeluarkan cairan yang bukan air susu. Untuk menentukan kondisi ini, dokter biasanya akan melakukan biopsi.

Kanker payudara

Benjolan di payudara juga bisa jadi tanda kanker. Secara umum, terdapat dua kategori sifat kanker yaitu:

  • Noninvasif (in situ), kanker belum menyebar dari jaringan awal (stadium 0)
  • Invasif (infiltrasi), sel kanker telah menyebar ke jaringan sekitarnya (tahap 1-4)

Jaringan yang terinfeksi nantinya bisa menentukan jenis kanker itu sendiri, misalnya:

  • ductal carcinoma, kanker pada lapisan saluran susu (paling umum)
  • lobular carcinoma, kanker pada lobulus payudara (tempat susu diproduksi)
  • sarkoma, kanker pada jaringan ikat payudara (jarang terjadi)

Benjolan tanda kanker ini biasanya disertai dengan berbagai gejala lain yang perku diwaspadai seperti:

  • Keluarnya cairan dari puting padahal tidak sedang menyusui
  • Puting masuk ke dalam
  • Payudara besar sebelah
  • Permukaan payudara sedikit cekung
  • Permukaan payudara bertekstur seperti kulit jeruk
  • Nyeri pada payudara
  • Berat badan menurun drastis tanpa sebab yang jelas
  • Kelenjar getah bening di ketiak membesar
  • Pembuluh vena di payudara terlihat jelas

Kapan harus pergi ke dokter?

Meski sebagian besar benjolan di payudara bukan kanker, Anda perlu berkonsultasi ke dokter jika:

  • Menemukan benjolan baru
  • Area payudara terasa berbeda dari biasanya
  • Benjolan tak kunjung hilang setelah menstruasi
  • Benjolan berubah ukuran atau tumbuh lebih besar
  • Payudara memar tanpa alasan yang jelas
  • Kulit payudara berwarna merah atau mulai mengerut seperti kulit jeruk
  • Puting masuk ke dalam atau terbalik
  • Keluar cairan seperti darah dari puting

Jika berbagai gejala ini sudah muncul, tak perlu menunda lagi untuk memeriksakan diri ke dokter. Semakin cepat didiagnosis, semakin cepat pula masalahnya bisa diobati.

Bagaimana cara mendiagnosis benjolan di payudara?

Benjolan di payudara bisa diketahui keberadaannya dengan pemeriksaan diri maupun dari dokter. Berikut pemeriksaan yang bisa Anda lakukan:

Pemeriksaan payudara sendiri (SADARI)

Memeriksa payudara sendiri bisa dengan mudah dilakukan di rumah untuk membantu mengenali perubahannya. Hal ini sebaiknya dilakukan secara rutin sebagai langkah deteksi dini untuk masalah pada payudara termasuk benjolan.

Anda bisa memeriksa payudara sendiri setiap hari atau kapan pun yang Anda ingikan karena cara ini sangat sederhana. Ada tiga cara untuk melakukan SADARI di rumah, yaitu:

Di kamar mandi

Sambil mandi, coba sentuh dan raba area payudara Anda dengan tiga jari, yaitu telunjuk, tengan, dan jari manis. Raba dengan gerakan melingkar mulai dari luar dekat ketiak hingga ke tengah puting.

Coba rasakan adakah benjolan atau perubahan tekstur pada payudara yang sebelumnya tak pernah ada. Jangan lupa juga untuk memeriksa ara atas tulang selangka karena daerah ini juga bisa ditumbuhi sel kanker. Lakukan langkah yang sama untuk memeriksa payudara satunya.

Sambil bercermin

Selain saat sedang mandi, prosedur SADARI juga bisa dilakukan didepan kaca sambil bercermin. Dalam keadaan telanjang, angkat salah satu tangan tinggi-tinggi dan raba payudara Anda dengan tangan yang lain.

Raba dengan gerakan melingkar dari arah luar ke dalam. Kemudian, lihat dan rasakan perubahan bentuk, ukuran, dan tekstur pada kulit payudara maupun puting. Kemudian, lakukan langkah yang sama untuk memeriksa payudara sebelahnya.

Sambil berbaring

Selain sambil berdiri, memeriksa payudara juga bisa dilakukan dengan cara berbaring. Saat berbaring, jaringan payudara berada dalam kondisi menyebar di sepanjang dinding dada. Dengan cara ini, perbedaan yang terdapat pada payudara bisa lebih mudah diamati perbedaannya.

Saat berbaring telentang, selipkan bantal di bahu kanan dan sanggalah kepala dengan lengan kanan. Kemudian, raba seluruh area payudara kanan Anda dengan bantuan tiga jari utama sebelah kiri. Lakukan dengan gerakan melingkar kecil hingga ke ketiak.

Anda bisa sedikit menekan payudara untuk lebih memastikan apakah ada benjolan atau tidak. Periksa juga apakah ada benjolan di sekitar puting dan ada cairan aneh yang keluar ketika puting susu dipencet. Lakukan langkah yang sama untuk memeriksa payudara kiri Anda.

Mammografi

Mammografi adalah prosedur pemeriksaan untuk mencari keberadaan benjolan di payudara dan mencari tahu penyebabnya. Mammografi sering kali bisa mendeteksi benjolan di payudara ketika masih kecil dan belum terasa jika disentuh.

Prosedur ini dilakukan dengan mengambil gambar jaringan pada masing-masing payudara dengan sinar X pada kedua areanya. Mammografi bisa mendeteksi sekitar 90 persen kasus kanker payudara.

Saat mengambil gambar, payudara akan dihimpit oleh dua piring untuk menyangga posisinya. Gambar jaringan biasanya akan diambil dari sudut yang berbeda sehingga bisa menunjukkan area abnormal pada payudara.

Wanita biasanya direkomendasikan untuk melakukan mammogram pertama di usia 45 tahun dan mengulangnya setahun sekali sampai berusia 54 tahun. Di atas usia 55 tahun, wanita disarankan melakukan mammografi paling tidak 2 tahun sekali.

USG payudara

USG atau ultrasonografi payudara merupakan prosedur yang bisa membedakan antara kista dan benjolan padat. Melalui USG payudara, akan terlihat jelas benjolan yang Anda miliki di payudara apakah berisi cairan atau padatan.

USG dilakukan dengan menggunakan alat yang dinamakan transduser. Sebelumnya, dokter akan mengoleskan gel bening pada payudara. Bagian dalam payudara nantinya bisa terlihat langsung di monitor yang terhubung dengan transduser.

MRI payudara

Magnetic resonance imaging (MRI) payudara adalah prosedur pemeriksaan dengan menggunakan magnet dan gelombang radio. Prosedur ini termasuk yang sangat sensitif terhadap kelainan kecil pada jaringan payudara.

Ketika benjolan di payudara Anda termasuk kanker, MRI akan dengan mudah mengidentifikasinya. Benjolan kanker biasanya memiliki suplai darah yang lebih besar dibandingkan dengan pertumbuhan non-kanker. Gambar yang terlihat nantinya memiliki kontras yang lebih besar karena area ini memiliki pasokan darah yang banyak.

Biopsi payudara

Biopsi payudara adalah prosedur pemeriksaan benjolan dengan mengambil sampel jaringan di dalamnya. Biopsi dilakukan untuk memastikan apakah benjolan yang ada di payudara Anda menjadi cikal bakal kanker atau tidak.

Pilihan pengobatan untuk benjolan di payudara

Pengobatan untuk benjolan di payudara tergantung pada penyebabnya sehingga tidak bisa disamaratakan. Ini karena tidak semua benjolan payudara membutuhkan perawatan khusus.

Jika Anda mengalami infeksi payudara karena bakteri, dokter akan meresepkan antibiotik untuk mengobatinya. Jika Anda memiliki kista, cairan akan dihilangkan dengan teknik fine-needle aspiration.  Teknik ini dilakukan dengan memasukkan jarum kecil ke dalam benjolan untuk kemudian dikeluarkan cairannya.

Jika benjolan yang muncul karena cedera misalnya, dokter biasanya tidak akan memberikan perawatan khusus. Setelah beberapa waktu, benjolan yang membengkak akan mengempes dengan sendirinya.

Namun, jika ternyata benjolan yang Anda miliki adalah kanker, dokter akan merekomendasikan perawatan seperti:

  • Lumpektomi, mengangkat sebagian jaringan payudara yang memiliki sel kanker
  • Mastektomi, mengangkat seluruh jaringan payudara
  • Kemoterapi, menggunakan kombinasi obat untuk menghancurkan sel kanker
  • Radiasi, menggunakan sinar atau bahan radioaktif untuk melawan kanker

Jenis perawatan yang diberikan disesuaikan dengan jenis kanker yang dimiliki, ukuran, lokasi, dan penyebarannya,

Oleh sebab itu, ketika Anda menemukan benjolan di payudara, jangan dulu panik. Jangan langsung berpikir bahwa Anda terkena kanker payudara. Hal pertama dan paling utama yang Anda perlu lakukan adalah pergi ke dokter untuk berkonsultasi.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca