Semua yang Perlu Anda Tahu Tentang Biopsi Payudara

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 03/02/2020
Bagikan sekarang

Biopsi payudara adalah salah satu prosedur tes yang dilakukan untuk mendiagnosis kanker payudara. Bagaimana prosedur ini dilakukan? Apa saja yang harus saya persiapkan? Simak ulasan lengkapnya berikut ini.

Apa itu biopsi payudara?

Biopsi payudara adalah prosedur pengambilan sampel jaringan dalam benjolan payudara untuk kemudian diperiksa lebih lanjut di laboratorium.

Benjolan pada payudara tidak selalu pertanda kanker. Hanya satu dari lima kasus benjolan payudara yang ditemukan bersifat kanker. Nah, tes ini termasuk cukup akurat untuk menentukan apakah benjolan pada payudara Anda benar tergolong kanker atau bukan (hanya tumor jinak).

Jenis-jenis biopsi payudara

Terdapat berbagai jenis biopsi payudara. Dilansir dari American Cancer Society, ada empat jenis biopsi payudara, yaitu:

Fine-needle aspiration biopsy

Prosedur biopsi payudara ini dilakukan dengan memasukkan jarum suntik tipis untuk menyedot sedikit jaringan dari dalam benjolan.

Sampel inilah yang akan dibawa ke laboratorium untuk diperiksa. Sampel jaringan yang didapat dari prosedur ini jumlahnya terbatas, sehingga pemeriksaan yang dapat dilakukan di laboratorium pun terbatas.

Prosedur ini hampir tidak menimbulkan efek samping, kecuali mungkin rasa sakit saat jarum suntik masuk menembus ke kulit dan beberapa saat setelah dikeluarkan.

Prosedur ini juga bisa dilakukan dengan menggunakan USG. Tujuannya agar pengambilan jaringan bisa lebih akurat mengetahui tempatnya. Penggunaan USG untuk biopsi payudara satu ini biasanya juga bergantung pada ukuran dan banyaknya jaringan yang mau diambil.

Core-needle biopsy

Core-needle biopsy menggunakan jarum yang lebih besar dan tebal.

Jarum biasanya tersambung pada sebuah alat yang bisa membuatnya bergerak keluar masuk jaringan lebih mudah dan akurat.

Ukuran jarum yang lebih besar memungkinkan prosedur ini mengambil sampel jaringan yang lebih banyak. Itu sebabnya, biopsi payudara yang satu ini memungkinkan lebih banyak pemeriksaan dapat dilakukan di laboratorium.

Efek samping yang mungkin muncul setelah prosedur, yaitu memar, nyeri, perdarahan, dan bengkak.

Sama seperti fine-needle aspiration, prosedur satu ini juga bisa dilakukan menggunakan USG. Prosedurnya dikenal dengan USG guided-core needle.

Saat melakukan biopsi payudara dengan jarum dan USG, pastikan Anda tidak memakai krim, lotion, atau kosmetik pda kulit payudara. Hal ini dapat mengganggu prosedur USG.

Surgical biopsy

Surgical biopsy adalah prosedur pengangkatan sebagian benjolan di payudara lewat operasi. Selanjutnya sampel akan dikirim ke laboratorium rumah sakit untuk diteliti lebih lanjut.

Efek samping yang mungkin muncul setelahnya adalah bekas luka sayatan di area biopsi. Penampulan payudara juga mungkin berubah dari sebelumnya, tergantung seberapa banyak jaringan yang diangkat.

Lymph nodes biopsy

Lymph nodes biopsy adalah prosedur biopsi payudara yang mengambil sampel jaringan payudara dekat kelenjar getah bening. Lokasi biopsi ini umumnya di dekat ketiak dan atas tulang selangka.

Prosedur ini dilakukan untuk mencari tahu apakah sel kanker sudah menyebar ke kelenjar getah bening atau belum.

Jenis biopsi mana yang dipilihkan dokter untuk Anda nantinya akan disesuaikan dengan:

  • Perubahan pada payudara
  • Seberapa besar ukuran benjolan
  • Letak sel yang mencurigakan di payudara
  • Muncul lebih dari satu sel kanker
  • Masalah kesehatan lain yang dimiliki
  • Keinginan pribadi

Kapan perlu menjalani biopsi payudara?

Dokter biasanya akan meminta Anda melakukan biopsi jika dari hasil tes pencitraan sebelumnya terdeteksi adanya benjolan atau zat mencurigakan di area payudara dan sekitarnya.

Anda juga mungkin akan diminta melakukan biopsi jika terjadi perubahan pada puting, termasuk jika mengeluarkan darah, kulit mengeras, kulit masuk ke dalam, atau berkerak pada payudara Anda.

Gejala tersebut merupakan gejala tumor pada payudara.

Persiapan sebelum biopsi payudara

Sebelum Anda melakukan biopsi payudara, beri tahu dokter Anda tentang alergi yang Anda miliki. Terutama jika Anda pernah mengalami gejala alergi terhadap anestesi.

Jangan lupa beri tahu dokter tentang obat yang Anda gunakan, termasuk obat yang dijual bebas seperti aspirin atau suplemen vitamin. Pasalnya obat ini bisa saja menyebabkan pengenceran darah.

Jika dokter meminta Anda untuk melakukan MRI payudara, informasikan pada dokter Anda jika Anda memiliki perangkat elektronik yang dipasang dalam tubuh, seperti alat pacu jantung.

Beri tahu dokter juga jika Anda hamil atau curiga bahwa Anda sedang hamil. Meskipun biopsi aman bagi orang dewasa, tes ini mungkin tidak dianggap aman bagi janin dalam kandungan.

Para ahli menyarankan Anda untuk menggunakan bra saat prosedur biopsi payudara dilakukan. Anda mungkin akan diberikan kompresan dingin setelah prosedur selesai untuk membantu mengurangi rasa sakitnya.

Bra Anda akan membantu menyimpan kompresan pendingin tetap pada tempatnya.

Prosedur biopsi payudara

Sebelum melakukan biopsi payudara, dokter akan terlebih dulu memeriksa payudara Anda lewat pemeriksaan fisik, ultrasound, mamografi, atau MRI.

Jika saat pemeriksaan awal ini ditemukan adanya benjolan di payudara, dokter dapat langsung memutuskan untuk melanjutkan prosedur dengan biopsi atau tidak.

Selama pencitraan awal, dokter mungkin akan meletakkan jarum tipis atau kawat pada area benjolan di payudara agar lebih mudah menemukannya kembali saat harus melakukan biopsi.

Area sekitar benjolan yang akan dibiopsi akan lebih dulu dibius agar Anda tidak merasakan sakit. Barulah kemudian prosedur biopsi akan dilakukan.

Setelah selesai, sampel akan langsung dikirim ke laboratorium.

Hal yang akan terjadi setelah biopsi

Biasanya, Anda langsung diperbolehkan pulang setelah melakukan biopsi payudara. Prosedur ini umumnya tidak memerlukan rawat inap.

Dokter akan menyarankan Anda untuk rutin membersihkan dan mengganti perban di area bekas biopsi payudara. Dokter juga akan memberi tahu Anda bagaimana cara yang benar untuk merawat luka bekas operasi.

Jika Anda mengalami demam lebih dari 37°C atau area kulit payudara yang dibiopsi memerah, menghangat, atau mengeluarkan air, segera hubungi dokter karena ini merupakan gejala infeksi.

Risiko biopsi payudara

Biopsi payudara termasuk prosedur diagnostik yang berisiko rendah. Namun, setiap prosedur tetap memiliki kemungkinan efek sampingnya sendiri.

Berikut ini beberapa efek samping yang mungkin terjadi dari biopsi payudara:

  • Perubahan bentuk payudara, tergantung pada ukuran jaringan yang dibuang
  • Payudara memar dan bengkak
  • Rasa sakit pada bagian yang disuntik
  • Infeksi pada bagian yang dibiopsi

Pastikan Anda mengikuti semua instruksi dokter untuk perawatan setelah biopsi. Hal ini akan mengurangi kemungkinan Anda terjangkit infeksi.

Biopsi sangat jarang menimbulkan komplikasi yang lebih serius dari itu. Hal yang perlu diingat, dokter hanya akan merekomendasikan sebuah prosedur jika manfaatnya jauh lebih besar dari risiko efek sampingnya.

Cara mengetahui hasil biopsi payudara

Hasil biopsi payudara biasanya akan keluar beberapa hari setelah prosedur dilaksanakan. Hasil tes nantinya akan menunjukkan apakah benjolan pada payudara Anda bersifat jinak (bukan kanker), pra-kanker, atau positif kanker.

Jika sampel Anda terbukti bukan kanker, benjolan tersebut dapat menandakan salah satu di antara sejumlah kondisi ini:

  • Fibroadenoma, tumor payudara non-kanker
  • Payudara fibrosistik, benjolan menyakitkan yang disebabkan oleh perubahan hormon
  • Papiloma intraduktal, tumor kecil non-kanker pada saluran ASI
  • Mammary fat necrosis, benjolan yang diakibatkan memar, jaringan mati, atau jaringan lemak yang terluka

Jika sampel Anda bersifat kanker, hasil tes biopsi akan mencantumkan tipe kanker yang Anda derita. Tipe kanker payudara yang dapat dideteksi lewat biopsi payudara adalah:

  • Duktal karsinoma, kanker pada saluran payudara
  • Peradangan kanker payudara, bentuk tidak lazim yang dapat membuat kulit pada payudara terlihat seperti terinfeksi
  • Lobular carcinoma, kanker pada lobulus, atau kelenjar yang menghasilkan susu
  • Penyakit Paget payudara, kanker langka yang menyerang puting payudara

Dokter akan menggunakan segala informasi dari hasil biopsi payudara Anda untuk membantu merencanakan pengobatan lanjutan.

Jika terbukti kanker, beberapa prosedur pengobatan kanker payudara yang biasanya dilakukan, yaitu lumpektomi (operasi pengangkatan tumor), radiasi, kemoterapi, atau terapi hormon.

Semakin cepat keberadaan kanker payudara diketahui lewat biopsi, semakin cepat pula pengobatan bisa dimulai. Dengan begitu, peluang kesembuhan Anda juga jadi lebih besar.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

7 Tips Merawat Pasien Kanker Payudara dalam Pengobatan

Merawat pasien kanker payudara membutuhkan kesabaran dan tanggung jawab yang begitu besar. Berikut tips yang bisa membantu Anda.

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu

Kanker Usus Besar

Kanker usus besar adalah penyakit yang menyerang sistem pencernaan. Yuk, pelajari lebih dalam mengenai gejala, penyebab, dan cara mengatasiny berikut ini.

Ditulis oleh: Aprinda Puji

Seberapa Sering Wanita Perlu Melakukan Tes Mamografi?

Rutin melakukan tes mamografi dapat mendeteksi dini kanker payudara. Namun, kapan perlu memulai dan seberapa sering tes mamografi perlu dilakukan?

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila

Pewarna Rambut Permanen Ternyata Dapat Meningkatkan Risiko Kanker Payudara

Selain dapat menimbulkan kerontokan parah, ternyata pewarna rambut juga bisa meningkatkan risiko kanker payudara. Benarkah demikian?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi

Direkomendasikan untuk Anda

gerimis bikin sakit

Benarkah Gerimis Lebih Bikin Sakit Daripada Hujan?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 31/05/2020

Berbagai Manfaat Daun Kale, Si Hijau yang Kaya Zat Gizi

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020
diagnosis hiv

Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 26/05/2020
mengukur tekanan darah anak

Panduan Lengkap Mengukur Tekanan Darah Anak di Rumah

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 22/04/2020